Alam Tianwu

Alam Tianwu
Chapter 44. Bersama Pang Shui.


__ADS_3

Chapter 44. Bersama Pang Shui.


Pang Shui mengerutkan alisnya saat tidak merasakan sakit, padahal dia mendengar suara benturan tubuh. Dengan rasa penasaran, dia membuka mata dan melihat Banteng Api yang berguling-guling,


"Bendera perlindungan!" gumamnya saat melihat tubuhnya terselimuti cahaya dari bendera Formasi pemberian dari Zhi Shimo.


Pang Shui sekuat tenaga untuk berdiri ketika melihat Banteng Api telah bangkit. Akhirnya dia bisa berdiri dengan nafas tersengal-sengal, lalu dia melihat sekitarnya untuk mencari tempat persembunyian.


Pang Shui melihat pohon besar yang batangnya berlubang dan cocok untuk tempat perlindungan, disaat akan lari...


Swosh... Bang...


"Arghh!!" teriakan Pang Shui yang terlambat untuk menghindari serudukan Banteng Api.


Banteng Api dan Pang Shui sama-sama terpental, tapi Pang Shui sedikit lebih baik karena perlindungan Formasi. Sedangkan Banteng Api kembali berguling-guling.


"Tersisa satu kali bendera Formasi ini melindungi ku... Aku harus cepat berlindung di lubang pohon!" gumam Pang Shui dengan berusaha sekuat tenaga untuk berdiri.


Banteng Api menggeru hingga hidungnya mengeluarkan api, tandanya jika sangat marah telah dibuat berguling-guling oleh Pang Shui. Tanduknya mengeluarkan api dan menyerang Pang Shui yang berusaha lari menuju lubang pohon.


Bang... Bang...


Sayangnya, medan gravitasi membuat Pang Shui tidak bisa selincah seperti sebelumnya, dan membuat tubuhnya terpental setelah terkena serangan api milik Banteng Api. Namun, sekali lagi Pang Shui terselamatkan berkat bendera Formasi.


Melihat Pang Shui masih baik-baik saja terkena serangannya yang paling kuat, Banteng Api semakin marah dan kembali menyerang dengan tanduk yang mengeluarkan api.


Api yang keluar dari tanduk melesat kearah Pang Shui. Pang Shui segera menghindari dengan menggulingkan tubuhnya untuk mendekati lubang pohon.


Bang... Bang...


Serangan Banteng Api menghantam tanah dan tidak sedikitpun mengenai tubuh targetnya, namun percikan ledakan api membuat pakaian Pang Shui terbakar, untungnya Pang Shui berguling-guling, sehingga api bisa dipadamkan.


Banteng Api yang tahu Pang Shui akan bersembunyi di lubang pohon segera berlari dengan mengarahkan tanduknya.


"Kurang sedikit... Kurang sedikit lagi...!!" teriakan rendah Pang Shui untuk menyemangati diri sendiri.


Namun, gerakan Benteng Api lebih cepat dan telah mendekati Pang Shui. Pang Shui melihat tanduk Banteng Api sangat dekat dengan perutnya. Tiba-tiba Pang Shui kembali melihat bayangan wajah pria yang dia sukai, lalu dia pun dengan pasrah memejamkan mata untuk menerima kematiannya, dia hanya berharap sebelum mati melihat pria yang disukainya.


Bang...


Suara benturan terdengar keras, lalu dalam sekejap suasana tiba-tiba menjadi hening. Sekali lagi Pang Shui keheranan mendengar suara benturan tapi tidak merasakan sakit, dengan penasaran buru-buru membuka mata dan syok melihat seseorang menunggangi Banteng Api yang menyerangnya.

__ADS_1


"Shimo!!" seruan Pang Shui yang melihat pria yang dia sukai ternyata menjadi penyelamat, dia tidak berharap impiannya pun menjadi kenyataan, dimana dia adalah seorang putri yang diselamatkan oleh satria berkuda putih, perbedaannya Zhi Shimo menunggangi Banteng Api dengan pakaian yang kotor.


Sesaat yang lalu sebelum Pang Shui diserang oleh Banteng Api, Zhi Shimo buru-buru berteleportasi dan muncul saat Banteng Api sangat dekat dengan Pang Shui.


Zhi Shimo langsung memukul kepala Banteng Api hingga ambruk. Lalu sebelum Banteng Api bangkit, Zhi Shimo segera menjinakkannya dengan memberikan segel keluarga keempat.


Zhi Shimo langsung naik ke punggung Banteng Api dan tersenyum melihat Pang Shui yang seakan-akan telah terkena serudukan. Lalu setelah beberapa saat, Pang Shui baru membuka mata dengan raut wajah terkejut melihatnya.


Zhi Shimo segera turun disampingnya, lalu mengangkat kepala Pang Shui dan meletakkan di pahanya. Pang Shui meneteskan air mata bahagia, sebab dia merasa beruntung dengan kondisi seperti ini masih ada Zhi Shimo yang melindungi.


Zhi Shimo mengusap air mata Pang Shui dan juga membersihkan pakaian Pang Shui yang kotor. "Kamu kenapa menangis? Aku benci melihat wanita secantik kamu meneteskan air mata! Bagiku, air mata wanita adalah berlian...," tutur kata Zhi Shimo.


Hati Pang Shui berbunga-bunga dengan pujian Zhi Shimo, dia makin deras meneteskan air mata. Namun...


"Keluarkan sebanyak mungkin air matamu, jika menjadi berlian... kan lumayan untuk dijual...!" imbuhnya.


Seketika Pang Shui tertawa dan mencubit lengan Zhi Shimo, lalu dia memeluk pinggangnya dengan membenamkan wajah di perutnya. Lalu Pang Shui tersenyum bahagia, senyuman yang malu untuk diperlihatkan di depan Zhi Shimo.


Setelah beberapa saat, Zhi Shimo membantu Pang Shui untuk berdiri sambil bertanya, "apa kamu melihat rekan-rekan kita?"


"Tidak, aku yang baru tiba disini dan belum sempat memeriksa sekitarnya, sudah bertemu dengan Banteng Api... Selanjutnya kamu sudah tahu!" jelas Pang Shui sambil melihat wajah tampan Zhi Shimo yang terlihat kotor, dia pun membersihkan wajah Zhi Shimo tanpa malu lagi seperti sebelumnya.


"Tidak hanya kita yang berada di Dunia Mistik," kata Zhi Shimo kepada Pang Shui, dia menduga jika sebelumnya sudah ada yang terhisap masuk ke dalam lubang kawah.


Pang Shui melihat sekitarnya dan jarak pandangnya terbatas, lalu dia melihat Zhi Shimo dengan rasa penasaran. "Apa kamu bisa melihat lebih jauh seperti Mata Dewa?" tanyanya.


"Kurang lebih begitu!" jawabnya yang ambigu.


Pang Shui menatap kedua mata Zhi Shimo yang unik, dan tidak mengejar pertanyaan lain, lalu dia kembali melihat lubang pohon dan berkata kepada Zhi Shimo, "lubang itu cocok untuk dijadikan tempat tinggal sementara."


Zhi Shimo melihat lubang pohon dan mengangguk, lalu memberikan perintah kepada Banteng Api, "kamu jaga wilayah ini, jika ada yang mendekat segera melapor!"


Banteng Api yang paham segera berlalu untuk melindungi wilayah sekitar lubang pohon. Kemudian Pang Shui terlebih dahulu masuk dan terkejut melihat lubang pohon terlihat pernah ditempati oleh seseorang.


"Tampaknya dulu pernah dijadikan tempat tinggal...," kata Pang Shui disaat Zhi Shimo baru masuk.


Zhi Shimo mengangguk dan melihat didalam lubang pohon, dimana banyak sarang laba-laba, ada dipan kayu yang rusak, tempat penampungan air terbuat dari batang pohon besar yang dilubangi, ada juga ada gayung kayu dan beberapa rak-rak kayu. Lubang pohon itu cukup besar untuk tempat tinggal lebih dari dua puluh orang.


"Jika sudah terbiasa dengan medan gravitasi disini, kamu bersihkan tempat ini dan aku akan buat perlindungan diluar." pinta Zhi Shimo dan keluar dari lubang pohon.


Pang Shui segera menggerakkan tubuhnya seperti sedang berlatih; menendang, memukul dan berputar-putar seperti sedang menari. Jika Zhi Shimo melihatnya, pasti akan terpesona dengan kemolekan tubuh Pang Shui yang pakaiannya telah basah kuyup karena keringat, sehingga lekukan tubuhnya terlihat jelas dan buah kenyalnya menantang kaum pria.

__ADS_1


Sedangkan Zhi Shimo menancapkan bendera Formasi dengan memutari pohon besar, jarak bendera Formasi dengan pohon besar itu terpaut tujuh meter, sedangkan diameter pohon besar itu mencapai sepuluh meter.


Sesekali Zhi Shimo berhenti berjalan untuk memeriksa jamur raksasa, dia tersenyum saat jamur masih bisa dimanfaatkan untuk menjadi bahan obat.


"Dunia Mistik bagi ahli Alkemis ibarat surga," gumam Zhi Shimo dan kembali berjalan sambil menancapkan bendera Formasi.


Sebagai seorang ahli Alkemis, Zhi Shimo tidak kesulitan mengindentifikasi tanaman jenis baru, seperti jamur raksasa yang merupakan evolusi dari Jamur Lingzi. Jamur Lingzi (Ganoderma) di Dunia Mistik sangat melimpah, selain sebagai bahan obat, jamur ini juga bisa dijadikan bahan Pil Kultivasi dengan menambahkan beberapa jenis tanaman lain.


Zhi Shimo juga melihat banyak Bunga Anorexia, Bunga Evergreen, Daun Spiritual Besi Hitam yang terkenal sulit untuk diekstrak, Ganoderma Tanah Tebal dan masih banyak lagi jenis tanaman yang bermanfaat bagi kultivator.


Banteng Api yang melihat tuannya segera menghampiri. Zhi Shimo melihatnya dan berkata, "tanda ini adalah lokasi persembunyian kita dan aku akan membuat Formasi Perlindungan. Jika dalam bahaya, segera masuk ke sini dan kamu akan aman."


Zhi Shimo menunjuk jamur raksasa sebagai penanda lokasi persembunyian kepada Banteng Api dan kembali menancapkan bendera Formasi. Banteng Api mengangguk paham dan mengikuti tuannya dengan setia.


Setelah perlindungan aktif, Zhi Shimo memberikan dua butir Pil Sky Soul God kepada Banteng Api sebagai upahnya. Banteng Api dengan senang hati melahap dua butir sekaligus, lalu dengan berjalan sedikit melompat-lompat dia kembali memeriksa sekitarnya seperti seorang penjaga.


Zhi Shimo segera kembali ke dalam lubang pohon. Disaat akan masuk, dia terdiam membeku melihat Pang Shui sedang mandi. Zhi Shimo melihat punggung Pang Shui begitu putih dan halus, tubuh proporsional dengan bentuk pinggang yang ramping.


Zhi Shimo menarik nafas dalam-dalam untuk mengendalikan hasratnya, lalu dia membalikkan badan dan mengurungkan niat untuk masuk. Dia kembali melihat Dunia Mistik dengan Mata Langit dan berharap menemukan anggotanya yang terpencar.


Zhi Shimo teringat Yuna Aurora telah memiliki segel keluarga, segera dia memejamkan mata untuk mengetahui lokasi serta keadaannya. Setelah beberapa saat, Zhi Shimo bernafas lega melihat Yuna Aurora aman, bahkan telah berkumpul bersama Qin Diao Chin, Qin Lianshi, Shima Yao, Bai Nuan dan Juan Fangsu.


Lokasi Yuna Aurora sangatlah jauh dari tempat Zhi Shimo berada. Jika terbang menuju lokasi Yuna Aurora berada, membutuhkan waktu dua hari paling cepat, jika melalui jalur darat membutuhkan waktu tujuh hari dengan berjalan kaki dan empat hari dengan berlari atau menunggang kuda.


"Semoga yang lain baik-baik saja!" harap Zhi Shimo yang menepis perasaan khawatir akan keselamatan Xu Huang dan yang lainnya.


Semenjak Xu Huang menjadi temannya, Zhi Shimo merasa senang dan terhibur, dan baru Xu Huang yang menjadi sahabatnya, selama hidupnya Zhi Shimo selalu dikelilingi banyak wanita dan jelas berbeda saat memiliki seorang teman pria.


"Apa sudah selesai membuat perlindungan?" tanya Pang Shui disaat melihat Zhi Shimo yang tampak melamun, dia telah selesai mandi dan mengganti pakaian baru.


Zhi Shimo membalikkan badan dan melihat wajah Pang Shui yang menjadi cantik natural setelah mandi, terlihat segar dan menarik. Pakaian model Hanfu serba warna ungu.


"Kamu sangat cantik!" pujian Zhi Shimo dengan berjalan mendekatinya.


Pang Shui tersipu malu dengan menundukkan kepalanya, dihatinya sangat senang dengan pujian Zhi Shimo yang terdengar tulus. Detak jantungnya berdebar-debar karena Zhi Shimo mendekatinya.


Namun, Pang Shui segera menguasai perasaannya dengan memberanikan diri untuk melihat Zhi Shimo. "Tubuhmu kotor... Segera mandi sana!" pintanya seperti seorang istri.


Zhi Shimo sedikit mencondongkan tubuhnya, karena Pang Shui lebih pendek, lalu berkata, "mandi sendiri takkan bersih...."


Zhi Shimo tertawa ringan setelah menggodanya dan berjalan memasuki lubang pohon. Wajah Pang Shui menjadi merah saat tahu maksud perkataan Zhi Shimo yang ingin dimandikan.

__ADS_1


__ADS_2