
Chapter 33. Makam Dewa Abadi.
"Menjijikkan!!" geram Yuna Aurora yang marah dengan mengeluarkan Api Semesta dan membakar air berlendir yang ada di kolam.
Air berlendir itu segera menguap dengan sangat cepat. Namun tindakannya memicu bau busuk setelah air berlendir itu menguap. Kemudian semua orang berbinar-binar saat melihat dasar kolam, dimana didasari kolam itu banyak sekali emas dan juga Batu Roh.
"Jangan masuk dulu!" cegah Zhi Shimo disaat Yusan dan yang lainnya ingin melompat ke dalam kolam, "cari dulu rekan kita." lanjutnya yang lebih mementingkan keselamatan Xu Huang dan Juan Rou.
"Lihat tubuh kalian yang bau dan ... Hii!" sambung Zhi Shimo yang jijik melihat tubuh semua wanita yang terlihat jelek sambil menutup hidungnya.
Yuna Aurora dan semua wanita menjadi malu saat baru menyadarinya. Segera tubuh Yuna Aurora berputar sangat cepat hingga air berlendir terciprat kemana-mana, demikian juga dengan semua wanita yang ikut berputar.
Zhi Shimo seketika menampilkan wajah kesal saat tubuhnya terkena cipratan air berlendir. Yuna Aurora dan semua wanita segera berhenti dengan penampilan yang telah bersih dan menggunakan pakaian baru.
"Hahaha!!"
Yuna Aurora dan semua wanita menertawakan Zhi Shimo yang tubuh tertutupi air berlendir dan hanya terlihat matanya yang berkedip-kedip.
"Mengganti pakaian saja harus segitunya!" sungut Zhi Shimo, lalu dia melepaskan pakaiannya.
Semua wanita segera membalikkan badan dengan rona wajah yang memerah, lalu mereka melihat ada dua pintu besi. Mereka melihat ada jejak kaki milik Xu Huang dan Juan Rou. Yuna Aurora segera berjalan menuju pintu besi dan membukanya.
Boom... Boom...
Seketika suara ledakan terdengar ketika pintu besi dibuka, Yuna Aurora dan semua wanita melihat Xu Huang dan Juan Rou sedang bertarung dengan banyak monster.
"Monster Mounth!!" seruan semua wanita dan bergegas membantu Xu Huang dan Juan Rou.
Yuna Aurora menggunakan Api Semesta dan membuat Monster Mounth langsung menjadi asap. Yusan tidak ketinggalan, dia menggunakan senjata pedang dan mengayunkannya.
She Xia dan She Jinjing menggunakan senjata cambuk. Sedangkan Putri Niu dan Lu Guniang menggunakan pedang ganda.
Xu Huang dan Juan Rou kegirangan dengan kedatangan teman-temannya, mereka berdua segera mundur dan berkumpul untuk menyerang bersama-sama.
Zhi Shimo yang baru masuk tidak segera membantu mereka, dia melihat ketinggian gua mencapai tiga puluh meter lebih, ada banyak ornamen unik pada langit-langit gua yang disebut Stalaktit, tetesan air dari Stalaktit itu membentuk Stalagmit setinggi empat meter dan ada juga yang memiliki ketinggian tujuh meter.
Penerangan gua itu berasal dari Batu Cahaya; ada yang mengeluarkan cahaya berwarna putih berdebu, hijau, ungu, kuning dan biru. Gua yang sangat indah untuk dijadikan destinasi wisata. Sayangnya, gua ini dihuni banyak Monster Mounth yang membuatnya menjadi kotor.
Dengan Yuna Aurora yang memiliki Api Semesta, banyaknya Monster Mounth dengan mudah dimusnahkan, bahkan air lendir yang keluar dari mulut monster juga menguap dan mengeluarkan aroma bau busuk.
Setelah tidak ada Monster Mounth, semua orang akhirnya bisa melihat sekelilingnya dengan jelas, dimana dinding-dinding gua banyak terbentuk lorong kecil setinggi satu meter setengah dan yang paling tinggi dua meter.
Disetiap lorong itu tersimpan banyak harta; kepingan Emas, Batu Roh, senjata dan ada juga peralatan rumah tangga. Semua orang segera berlomba-lomba mengambil harta milik bandit, bahkan Yuna Aurora pun ikut mengambilnya setelah melihat Zhi Shimo.
__ADS_1
Hanya Zhi Shimo yang tidak tertarik dengan harta milik bandit, dia sedang menikmati pemandangan gua dan juga berharap menemukan yang berharga daripada harta milik para bandit.
"Aku heran, kenapa Ras Iblis Vampir bisa mengendalikan para Monster Mounth?" gumam Tian Zhi yang penasaran.
Saat menikmati pemandangan, Zhi Shimo melihat sekelebatan sinar di balik Stalagmit yang setinggi lima meter, lalu dia segera menghampirinya. Setelah sampai, Tian Zhi melihat celah di belakang Stalagmit ada lorong kecil.
Bang...
Tian Zhi menghancurkan Stalagmit dengan sekali pukulan, Stalagmit itu hancur berkeping-keping dan mengejutkan semua orang yang sedang sibuk memanen harta.
Semua orang segera waspada dengan memeriksa sekitarnya dan melihat Zhi Shimo merangkak masuk ke dalam lorong.
"Apa tidak ada lorong yang lain dan kenapa harus mencari yang lebih kecil!" ujar She Jinjing yang dibuat kaget untuk sesaat, dia merasa heran melihat Zhi Shimo memilih lorong kecil yang dianggap tidak menyimpan harta.
Akhirnya mereka kembali melanjutkan aktivitasnya dan menganggap Zhi Shimo aneh yang tidak tertarik harta. Yuna Aurora yang tidak lagi melihat Zhi Shimo segera melanjutkan untuk mengambil harta.
Sedangkan Zhi Shimo terus merangkak mengikuti jalur lorong kecil, semakin kedalam ruangan semakin terjal, hingga mengharuskannya berubah wujud menjadi angin agar tidak lagi kepeleset seperti sebelumnya.
Setelah menjadi angin, Zhi Shimo lebih cepat bergerak dan tanpa hambatan, dia terus mengikuti jalur tersebut dengan mengikuti cahaya yang masuk kedalam lorong.
Zhi Shimo berhenti ketika mencapai ujung lorong, sebab merasakan aura siluman yang sangat besar. Lalu dia bergerak lagi dan melihat reruntuhan kota yang tak berpenghuni, tapi lebih cocok disebut sebagai makam, karena puing-puing bangunan membentuk nisan batu.
Apa yang Zhi Shimo lihat adalah sebuah makam seluas kota kecil, makam yang mengelilingi kota yang sebagian bangunannya telah hancur. Pencahayaan di kota itu juga berasal dari Batu Cahaya yang bertebaran dimana-mana.
"Makam Dewa Abadi!" gumam Zhi Shimo saat melihat papan nama yang terbuat dari marmer, dia segera menampakkan diri saat keluar dari lorong.
"Kekaisaran Dewa Abadi telah lama menghilang, ternyata dimakamkan disini!" sahut Celestial She yang tampak mengenalinya.
"Apakah kamu tahu sejarahnya?" tanya Tian Zhi dengan antusias dalam mempelajari sejarah, dia segera mencari tempat duduk dan siap mendengar cerita jika Celestial She mengetahuinya.
"Sedikit mendengar cerita dari orang yang berada di Alam Suci. Dulu ada seseorang yang menjuluki dirinya sebagai Dewa Abadi dan tidak ada yang tahu nama sebenarnya...," jawab Celestial She dan menceritakan sejarah Dewa Abadi.
Kisah Dewa Abadi ketika jaman Peperangan Kuno yang telah terjadi jutaan tahun lalu. Konon katanya, jika Dewa Abadi ditakuti oleh banyak kekuatan karena disinyalir sebagai seorang yang memiliki teknik jahat.
Teknik jahat itu digadang-gadang cikal-bakal kemunculan Ras Siluman, dimana teknik jahat itu mampu mengendalikan serta membangkitkan orang yang telah mati, lalu oleh Dewa Abadi dijadikan alat untuk menyerang kehidupan dan menyerap jiwanya.
Seiring berjalannya waktu, awalnya Ras Siluman hanya bisa mematuhi perintah Dewa Abadi, namun perlahan Ras Siluman mulai menumbuhkan kesadaran layaknya kehidupan normal, mampu berpikir, bersosialisasi dengan ras lainnya, membuat aturan dan lain sebagainya.
Karena memiliki kecerdasan serta ambisi, maka Ras Siluman memisahkan diri menjadi dua, Siluman Putih dan Siluman Hitam. Mereka membuat banyak aturan, salah satunya tidak diperbolehkan untuk saling membunuh sesama ras.
Lalu Ras Siluman menjadikan Dewa Abadi sebagai penciptanya dan Alam Tianwu adalah asal muasal lahirnya Ras Siluman.
Lambat laun Alam Tianwu kedatangan banyak ras yang lainnya dan mendiami wilayah yang kosong. Singkat cerita, Alam Tianwu menjadi penuh sesak dan setiap penghuninya memiliki kekuatan yang bisa dikatakan "mengerikan".
__ADS_1
Dengan adanya Alam Tianwu yang dikuasai oleh Dewa Abadi, maka para penguasa galaksi lainnya merasa terancam, lalu beberapa penguasa bekerjasama untuk memusnahkan Ras Siluman, dengan diawali membuat banyak propaganda yang menyudutkan Dewa Abadi.
"... Dan terjadilah perang yang dikenal dengan nama Peperangan Kuno. Namun, tuduhan musuh Dewa Abadi tidak terbukti ... Aku sendiri hanya mendengar dan tidak melihat dengan mata sendiri, karena itu aku meragukan rumor yang beredar. Setelah peperangan itu, Dewa Abadi menghilang dan banyak desas-desus jika dia telah terbunuh dalam peperangan... Dan ternyata, desas-desus itu benar saat aku melihat tempat ini, makam Dewa Abadi."
Celestial She menceritakan sesuai apa yang dia dengar dan membuat Zhi Shimo tidak sabar untuk mempelajari sejarah Dewa Abadi. Ketidaksabaran Zhi Shimo dikarenakan cerita Celestial She masih meragukan dan tidak begitu jelas.
Disaat Zhi Shimo sedang memikirkan cerita Dewa Abadi, tangan kirinya tidak sengaja merasakan sesuatu, lalu dia melihat ada tulang belakang milik binatang. Dengan rasa penasaran, Zhi Shimo berdiri dan melambaikan tangan kanan untuk membersihkan tulang dari timbunan tanah.
"Tulang Naga!" gumam Zhi Shimo saat melihat tulang itu masih utuh, panjangnya mencapai tiga ratus meter.
"Itu Orb Dragon Sky tahap menengah, Tuan Muda," kata Naga Langit kepada Zhi Shimo saat melihat Orb Dragon Sky di kepala tengkorak.
Zhi Shimo segera melihat di dalam tengkorak Naga terdapat Orb Dragon Sky yang mengeluarkan cahaya berwarna kuning. Namun disaat akan mengambil Orb Dragon Sky, terdengar suara teriakan dari lorong.
Zhi Shimo tersenyum saat tahu suara teriakan itu, dia menduga jika Yuna Aurora dan yang lainnya terpleset lagi.
Swosh... Bruk... Bruk...
Keluar dari lorong Yuna Aurora dan disusul Yusan dan yang lainnya. Yuna Aurora tertindih oleh Yusan dan teman-temannya, terakhir Juan Rou dan makin membuat Yuna Aurora terjepit.
Sedangkan Xu Huang terjepit di mulut lorong, disebabkan perutnya yang terlalu besar. Akhirnya Zhi Shimo tak mampu menahan tawa melihat wanita cantik menjadi seperti ini dan juga Xu Huang berteriak-teriak memanggilnya.
"Ini gara-gara kamu, gendut!" kesal Yuna Aurora kepada Xu Huang yang masuk ke lorong paling terakhir dan tidak dengan sengaja tergelincir, secara otomatis mendorong rekannya yang berada di depan.
"Aiyo! Kenapa aku yang disalahkan, seharusnya yang membuat jalan yang salah!" protes Xu Huang, "adik Shimo, tolong aku!" mohon Xu Huang saat melihat semua wanita menjadi marah dengan menghampirinya.
Plak... Plak...
Dan, akhirnya pipi tembem Xu Huang mendapatkan kenangan telapak tangan dari semua wanita termasuk Juan Rou. Zhi Shimo tertawa dan menghampirinya, lalu menarik kepala Xu Huang yang tidak terjepit.
"Aduh... Aduh!! Jangan kepala ku yang kamu tarik!" teriakan Xu Huang yang kesakitan ketika Zhi Shimo menarik kepalanya.
"Jika bukan kepalamu yang aku tarik... Apa perlu hidungmu yang aku tarik!" ujar Zhi Shimo sambil meletakkan dua jarinya pada lubang hidung Xu Huang.
"Ohh, Dewa...! Jangan hidungku, setan!" umpatan Xu Huang.
Zhi Shimo tertawa terbahak-bahak, sambil terus menarik hidung Xu Huang. Dengan terpaksa Xu Huang mengecilkan perut dan akhirnya bisa keluar dari lorong.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
(Author; Batu Cahaya atau Hackmanite adalah anggota keluarga dari Sodalite sulfur chloric sodium aluminium silikat yang langka. Bahan ini mengkristal dalam bentuk massa, formasi kubik dan oktahedral. Ini adalah salah satu dari sedikit mineral yang tenebrescence (dapat berubah warna saat terkena sinar matahari), serta reflektif UV.
Material ini juga dapat dilihat dalam berbagai warna seperti abu-abu, hijau, kuning, ungu, merah muda, dan biru, tetapi paling sering ditemukan dalam warna putih berdebu. Terbentuknya Hackmanite memerlukan proses waktu yang sangat lama, ribuan tahun bahkan mungkin sampai jutaan tahun.)
__ADS_1