
Chapter 105. 10 Pengawal Masih Hidup!
Zhi Shimo tidak melihat apapun yang memicu Alam Tianwu bergetar seperti gempa besar, dia hanya merasa aura kematian keluar dari retakan tanah.
"Alam Tianwu yang tahan terhadap gelombang kejut kekuatan True Omega bisa retak...? Ada apa ini, apakah kalian tahu yang baru saja terjadi?" tanya Zhi Shimo kepada tiga Naga tua dan Celestial She.
"Mungkin saja hanya fenomena biasa yang dialami setiap planet!" jawab Celestial She yang tidak melihat sesuatu yang mencurigakan.
"Lalu aura kematian yang keluar dari retakan itu ... Kenapa aku merasa aura ini tampak familiar?" gumam Zhi Shimo yang bertanya-tanya.
"Tuan Muda, aura kematian yang keluar dari tanah sebenarnya hal yang umum! Wajar jika Alam Tianwu seperti ini, semua karena dampak peperangan dimasa lalu!" jelas Fucang Long yang masuk akal dan Zhi Shimo menganggukkan kepala.
Mungkin benar apa yang dikatakan oleh Fucang Long, seperti energi negatif, tubuh dan apapun yang bermanfaat dari korban-korban Peperangan Kuno yang mati, oleh Alam Tianwu ditampung untuk memulihkan kondisi permukaan alam yang rusak.
Karena tidak ada sesuatu yang aneh, Zhi Shimo kembali melihat ke arah Makam Peperangan Kuno, namun dia tidak lagi menemukan Monster Lima Elemen. Dia dengan teliti terus mencari keberadaan targetnya, namun tetap saja tidak ditemukan.
"Monster Lima Elemen ini sangat unik!" pujian Zhi Shimo kepada Monster Lima Elemen.
Jika tidak unik, tidak mungkin Ratu Diao Chin kewalahan menghadapinya dan membutuhkan kecerdasan untuk bisa memenjarakan Monster Lima Elemen.
Setelah tidak menemukan targetnya, Zhi Shimo segera terbang ke arah Makam Peperangan Kuno, dia melewati lagi kawah yang telah menghisapnya waktu itu, kali ini dia dengan mudah melewatinya.
Zhi Shimo melewati hutan Lembah Seribu Siluman dan melihat Siluman Pohon yang kabur saat merasakan kehadirannya. Dia tertawa ringan karena melihat kepanikan Siluman Pohon.
Lalu dia terus terbang menuju ke Kota Pahlawan, tapi tidak berniat untuk mampir karena jalurnya sama yang menuju ke pintu masuk Makam Peperangan Kuno.
Zhi Shimo berhenti sejenak, saat berada di bawah sungai yang dulu dia pernah keluar dari markas bandit Ras Iblis Vampir, dia melihatnya sambil mengembang senyuman.
Setelah sejenak mengenang saat-saat masih sangat lemah, Zhi Shimo kembali terbang.
Swosh... Swosh...
Tiba-tiba serangan mendadak dari bawah, Zhi Shimo dengan sangat cepat menghindari serangan sepuluh bola energi.
Boom... Boom...
Ledakan keras ketika bola energi gagal mengenai targetnya. Zhi Shimo segera melihat sumber serangan dan terkejut melihat sepuluh orang yang dia kenali. Yang lebih membuat Zhi Shimo terkejut adalah kekuatan mereka yang ternyata berada di tingkat Half Alfa, padahal saat pertama kali bertemu mereka masih berada di tingkat Soul Formation. Satu orang pemimpin memiliki kekuatan Half Alfa level 10, sedang anggotanya berada di bawahnya.
Mereka adalah pengawal yang disewa oleh Yusan sewaktu pergi ke Lembah Seribu Siluman. Waktu itu, Zhi Shimo dan timnya sedang mengambil harta milik para bandit Iblis Vampir. Saat Tim Seribu Malam kembali, 10 pengawal tiba-tiba menghilang dan hanya ada sedikit petunjuk jejak pertempuran.
Zhi Shimo mengira 10 pengawal bertarung dengan siluman dan kalah, sebab ada sedikit jejak darah dan pakaian mereka sobek.
"Kalian ... Ternyata masih hidup! Apa maksud kalian menyerang ku?" tanya Zhi Shimo yang tampak menahan amarahnya.
Kepala pengawal dan anggotanya segera mengepung Zhi Shimo yang melayang. Lalu Kepala pengawal berbicara kepada Zhi Shimo, "berikan teknik kultivasi berbasis jiwa milikmu, zirah perang dan juga Tombak Naga Langit!"
__ADS_1
Mengetahui tujuan Kepala pengawal, Zhi Shimo tersenyum tipis, dia menduga jika mereka adalah orang suruhan dari para penguasa yang berniat buruk semenjak berada di Kota Lima Menara Bintang, tapi dia tidak tahu siapa dalang utamanya.
Tapi yang membuat Zhi Shimo berpikir, kenapa mereka baru sekarang berusaha untuk merebut apa yang dimilikinya, padahal sewaktu lemah dulu bisa dengan mudah direbut oleh siapapun yang memiliki kekuatan yang lebih tinggi darinya.
"Apakah tidak terlambat meminta sekarang?" tanya Zhi Shimo yang sebenarnya sedang menyelidiki Kepala pengawal.
"Terlambat? Memang terlambat, tapi waktu itu kami belum mendapatkan perintah! Namun, apa bedanya dulu dan sekarang? Toh, kamu juga bukan lawan kami!" jawab Kepala pengawal dengan nada sombong, tapi tanpa disadari ucapannya mengindikasikan bahwa memang ada yang menyewa mereka.
Zhi Shimo geleng-geleng kepala saat begitu mudah keingintahuannya terjawab, hanya tinggal siapa dalang utamanya yang belum diketahuinya. Namun cara pandang Kepala pengawal dan anggotanya berbeda, mereka melihat Zhi Shimo seakan-akan pasrah.
Kepala pengawal dan anggotanya tersenyum penuh kemenangan melihat targetnya utama menghela nafas berat seakan-akan tidak sanggup melawan.
"Sebelum aku mati ... Bolehkah aku mengetahui siapa yang memerintahkan kalian? Dan bagaimana ceritanya waktu itu? Tenang saja, aku dibandingkan kalian sangatlah lemah, biar aku tidak penasaran setelah mengulang dari awal!" tanya Zhi Shimo dengan raut wajah dan nada sedih, gestur tubuhnya seolah ada siap mati kapanpun.
Kepala pengawal dan anggotanya tertawa terbahak-bahak melihat targetnya begitu mudahnya pasrah pada keadaan. Lalu Kepala pengawal yang enggan berbicara melihat anggotanya.
"Dua, puaskan keingintahuannya!" pinta Kepala pengawal pada anggota yang memiliki nama samaran.
Dua adalah sandi yang artinya wakil Kepala pengawal dan Zhi Shimo dengan mudah mengetahuinya, di dalam hati menertawakan mereka yang terlihat mudah dibodohi dengan aktingnya.
Si Dua dengan bangga membusung dada, lalu mulai berbicara, "pria cantik! Dengarkanlah baik-baik, aku tidak akan mengulangi perkataan ku...," dia berdehem sebelum lanjut berbicara, sedangkan Zhi Shimo merasa risih dipanggil pria cantik.
Memang wajah Zhi Shimo saat ini lebih tampan setelah berevolusi, jika disandingkan dengan wanita, maka dia akan lebih dipilih oleh pria dan wanita agar menjadi pasangan Dao.
Ya, waktu itu kami baru mendapatkan tugas dari pimpinan Mansion Dewi Kesenangan...,"
Si Dua membeberkan semuanya kepada Zhi Shimo, dimulai dari Yusan yang menyewa mereka untuk menjadi mengawal gerbong kereta kuda menuju ke Lembah Seribu Siluman.
Mereka adalah pembunuh bayaran yang kebetulan menyamar sebagai pengawal sambil menunggu misi dari Mansion Dewi Kesenangan. Mansion Dewi Kesenangan adalah rumah bordil dan hanya sebagai kedok belaka, tapi yang sebenarnya adalah organisasi pembunuh bayaran.
Ketika Zhi Shimo dan timnya sedang menuju ke markas rahasia bandit Iblis Vampir, Kepala pengawal mendapatkan misi dari Mansion Dewi Kesenangan, misinya untuk merebut apapun yang dimiliki oleh Zhi Shimo, terutama Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa, Zirah Perang Dewa Binatang dan Spears Dragon Sky.
Dikarenakan ada sosok yang mereka takuti bersama Tim Seribu Malam, akhirnya mereka membuat rencana untuk memisahkan Zhi Shimo dari timnya. Pertama, membuat seakan-akan Kepala pengawal dan anggotanya mengalami nasib buruk, mereka mengorbankan kusir yang tak berdosa hanya agar lingkungan terlihat nyata seperti baru terjadi pertempuran.
Setelah itu, mereka menuju ke hutan Lembah Seribu Siluman untuk bekerjasama dengan Siluman Pohon dan Burung Gagak untuk memancing Zhi Shimo agar masuk ke dalam kawah. Akhirnya mereka sukses memisahkan Zhi Shimo dengan timnya, dimana sosok orang yang ditakuti dijemput oleh ayahnya saat berada di Dunia Mistik.
Saat inilah kesempatan mereka untuk menyelesaikan misinya untuk merebut semua harta milik Zhi Shimo tanpa khawatir dengan wanita yang selalu mendampingi target.
Zhi Shimo menghela nafas berat berkali-kali mendengar si Dua membeberkan semua rencananya. Sejujurnya, Zhi Shimo juga tidak menyangka telah masuk ke dalam skema yang sangat halus tak terendus, justru dia mengira hilangnya para pengawal dan kusir karena ulah empat gadis Siluman Putih yang selalu mengikutinya.
Namun sebaliknya, salah satu gadis yang ditakuti oleh Kepala pengawal telah melindunginya secara diam-diam, Zhi Shimo menebak jika gadis yang ditakuti adalah Putri Niu. Seandainya, Putri Niu tidak melindunginya secara diam-diam, mungkin Zhi Shimo telah mengulangi Konferensi Tianwu dan Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa telah dipelajari oleh dalang utama, zirah perangnya dan segala yang dia milik sudah pasti berpindah tangan.
Niat baik Putri Niu tidak ternilai harganya, sekali lagi Zhi Shimo menghela nafas berat dan membuat Kepala pengawal dan anggotanya menertawakannya.
"Aku bersumpah akan membalas kebaikanmu, Putri Niu. Percayalah, dari semua wanitaku, kamu yang akan aku utamakan!" batin Zhi Shimo yang akan membalas kebaikan Putri Niu.
__ADS_1
Zhi Shimo bersumpah dengan menggunakan kata "akan" karena dia tidak tahu apakah untuk membalas kebaikan Putri Niu bisa terealisasi, yang terpenting dia sudah memiliki niat.
Swosh... Bukk... Boom...
Tiba-tiba salah satu anggota Mansion Dewi Kesenangan menyerang Zhi Shimo dari belakang dengan kepalan tangan mengenai kepalanya. Gerakannya sangat cepat dan terlambat diantisipasi oleh Zhi Shimo.
Zhi Shimo menghantam tanah hingga membentuk kawah. Kepala pengawal dan anggotanya tidak terkejut melihat Zhi Shimo tidak diselamatkan oleh Formasi 12 Bintang maupun terluka, mereka menduga zirah perangnya yang telah melindungi.
"Kita serang bersama-sama untuk menguji seberapa kuat zirah perangnya!" pinta Kepala pengawal kepada anggotanya.
Swosh... Swosh... Boom... Boom...
Pukulan berenergi tingkat Half Alfa menghujani tubuh Zhi Shimo yang masih terjerembap di kawah. Aura kekuatan Half Alfa segera dirasakan hingga di pintu masuk ke Makam Peperangan Kuno yang jaraknya puluh mil.
Kun Ashi yang mengikuti Zhi Shimo jelas marah melihat pujaannya dilukai oleh 10 orang berkekuatan Half Alfa, dia dari awal mendengar semua pembicaraan mereka.
"Mati kalian!?" teriakan kemarahan Kun Ashi.
Boom...
Aura kekuatan Kun Ashi meletus dari tubuhnya dan membuat Kepala pengawal dan anggotanya terkejut. 10 pengawal melihat seorang wanita muda dan cantik melepaskan pukulan berenergi jarak jauh, mereka juga segera melepaskan pukulan berenergi untuk menangkis serangan lawan.
Boom... Boom...
Ledakan keras ketika 11 serangan kuat saling berbenturan, namun serangan Kun Ashi dengan mudah dikalahkan oleh 10 pengawal, benturan energi memicu gelombang kejut dan membuat Kun Ashi harus menghindari.
Lalu muncul di depan Kun Ashi Kepala pengawal dengan kepalan tangan telah melesat ke arahnya. Kun Ashi jelas syok dan terlambat untuk menangkis...
Boom...
Kun Ashi terpental ke bawah dan menghantam tanah dengan sangat keras. Seperti Zhi Shimo, tubuh Kun Ashi yang menghantam tanah menciptakan kawah yang dalam dan lebar.
Kepala pengawal menyunggingkan senyum puas melihat wanita cantik dan liar berhasil terkena pukulannya. Namun, senyuman bangga menghilang seketika saat melihat tubuh Kun Ashi mengeluarkan cahaya keemasan.
"Bagaimana mungkin kekuatan Almighty God mampu menahan pukulan ku!" gumam Kepala pengawal yang seakan-akan sedang bermimpi.
Ya, kekuatan Kun Ashi telah berada di tingkat Almighty God level 9, semua berkat pil pemberian Kaisar Kun, dia mampu menahan pukulan juga berkat Artefak Pagoda Penjara yang mirip dengan milik Zhi Shimo.
Tubuh Kun Ashi yang bercahaya keemasan juga berkat Artefak Pagoda Penjara yang mampu berubah menjadi zirah perang untuk melindunginya.
Kun Ashi melayang secara perlahan dengan sorot mata tajam melihat Kepala pengawal, kini penampilannya berubah menjadi sosok wanita menggunakan zirah perang.
"Sekali aku bilang kalian mati, maka harus mati!" ucap Kun Ashi dengan suara yang menggelegar.
Bersambung.
__ADS_1