
Faruq tentu saja penasaran dengan apa yang diinginkan oleh mama mertuanya ini supaya dia tidak memberitahu Luna mengenai apa yang terjadi saat ini.
“Kamu harus menjadi mata-mataku ketika bekerja di kantor, perhatikan baik-baik apakah ada sesuatu yang mencurigakan dari suamiku.”
“Papa? Memangnya ada apa dengan papa?”
“Aku merasa belakangan ini sikapnya berubah, aku khawatir kalau dia sebenarnya memiliki wanita lain di belakangku.”
“Tapi sepertinya selama aku bekerja di kantor, tidak sekalipun aku pernah memergoki ada wanita lain yang jalan bersama papa.”
“Mungkin saja wanita itu datangnya diam-diam kan? Pokoknya kamu harus mencari tahu mengenai apakah benar kalau suamiku memiliki wanita lain di belakangku selama ini maka dengan begitu rahasiamu akan aman.”
“Baiklah, aku akan mengusahakannya.”
“Aku tunggu kabar baik darimu.”
Ledi kemudian pergi meninggalkan Faruq sendirian, tidak lama kemudian Luna yang datang menghampirinya dan bertanya apa yang barusan ia dan Ledi bicarakan.
“Bukan apa-apa.”
“Kamu masih bisa berkilah padahal tadi aku melihat dengan kedua mata kepalaku sendiri bahwa mama sedang bicara padamu.”
“Luna, bisakah kamu tidak terlalu ingin tahu soal itu?”
Faruq kemudian memutuskan untuk pergi meninggalkan Luna, tetapi sebelum Faruq pergi Luna sudah menahan tangan Faruq supaya suaminya ini tidak pergi meninggalkannya dulu.
“Faruq, katakan padaku yang sebenarnya, kenapa sikapmu berubah begini setelah menikah? Kenapa kamu berubah menjadi orang asing begini?!”
“Luna, bisakah tolong hentikan semua ini.”
“Aku tidak akan berhenti sebelum mengetahui alasan kenapa kamu bersikap sangat berbeda padaku setelah kita menikah, apakah kamu memang tidak benar-benar mencintaiku?”
Faruq tetap tidak mau mengatakan apa pun pada Luna dan pria itu memutuskan untuk meninggalkan Luna sendirian di tempat tersebut. Luna benar-benar kesal bukan main karena ia tidak mendapatkan jawaban apa pun dari Faruq.
“Baiklah Faruq, ternyata kamu memang membuatku harus memilih jalan ini, jangan salahkan aku kalau kamu akan mendapati mantan istri dan anakmu itu pergi untuk selama-lamanya,” seringai Luna.
****
Luna sudah mendapati di mana Nadiba dan Rama berada, hari ini dia izin tidak masuk ke kantor karena ada urusan yang penting, ia juga mematikan ponselnya supaya tidak diganggu oleh banyak orang ketika ia akan
melakukan aksinya. Luna tiba di depan sebuah rumah yang ia lihat Kusuma tengah menyiram tanaman yang ada di pekarangan rumah.
__ADS_1
“Rupanya benar dia tinggal di sini,” ujar Luna.
Luna kemudian turun dari dalam mobil dan berjalan menghampiri Kusuma, wanita tua itu awalnya tidak menyadari kalau Luna datang ke rumah ini sampai akhirnya ia melihat kedua sepatu Luna ketika ia sedang fokus menyiram
tanaman.
“Ya Tuhan.”
Karena terkejut Kusuma menyemburkan air dari selang yang tengah dipegangnya pada Luna, sontak saja baju yang Luna kenakan basah akibat apa yang Kusuma lakukan.
“AAAA. Beraninya kamu melakukan ini!”
“Ya ampun, aku minta maaf, aku tadi terkejut karena tiba-tiba kamu datang ke rumah ini, dari mana kamu tahu rumah ini?” tanya Kusuma yang buru-buru mematikan air supaya tidak lagi mengalir dari selang.
“Itu semua sama sekali tidak penting, katakan di mana Nadiba berada!”
“Nadiba sekarang sedang bekerja.”
“Di mana dia bekerja? Katakan padaku sekarang juga!”
“Aku tidak akan mau mengatakannya padamu karena kamu pasti ingin melakukan sesuatu hal yang jahat pada anakku kan?!”
“Kamu tidak perlu tahu apa yang akan aku lakukan pada anakmu, katakan padaku di mana Nadiba sekarang!” seru Luna yang memegangi bahu Kusuma dan menggoyangkannya seraya mendesak supaya Kusuma mengatakan di mana tempat kerja Nadiba.
****
“Ada apa ini? Siapa kamu?”
“Wanita ini tidak mau mengatakan di mana Nadiba bekerja.”
“Aku tidak akan mau mengatakan di mana Nadiba bekerja karena kamu pasti ingin mencelakai putriku!”
“Sepertinya wajahmu ini tidak asing,” gumam Darsih ketika memperhatikan dengan seksama wajah Luna yang memang sangat tidak asing di matanya.
“Di mana ya kira-kira aku pernah bertemu denganmu?”
“Apakah kamu lupa bahwa dia ini adalah wanita yang merebut Faruq dari Nadiba?” tanya Kusuma yang kemudian membuat Darsih seketika ingat dengan Luna.
“Oh iya, kenapa aku bisa melupakannya, berani sekali kamu menginjakan kaki di rumah kami!” seru Darsih yang tidak senang ketika tahu wanita ini adalah perebut suami keponakannya.
“Aku tidak akan mau jauh-jauh pergi ke sini kalau putrimu tidak mencari masalah denganku, statusnya itu sudah menjadi mantan istri Faruq tapi kenapa dia masih saja mengacaukan rumah tanggaku!”
__ADS_1
****
Nadiba sedang bekerja di rumah Noah dan saat ini Noah sedang ada urusan di kota hingga harus meninggalkannya sendirian di rumah ini dengan Felix. Sampai saat ini Felix masih bersikap tidak baik pada Nadiba dan anak dari Noah itu masih saja berpikiran bahwa Nadiba dan Noah pasti diam-diam memiliki hubungan selama ini. Ketika Nadiba tengah mengepel lantai dengan sengaja Felix mengotori lantai itu, Nadiba tentu saja kesal dengan yang dilakukan oleh Felix ini namun ia berusaha untuk sabar dan tidak meladeni tingkah
kekanakan Felix.
“Aku akan terus mengganggumu sampai kamu jujur padaku.”
“Jujur soal apa? Bukankah saya sudah berulang kali mengatakan bahwa saya dan pak Noah tidak memiliki hubungan apa-apa? Kenapa Tuan Felix tidak mempercayai itu?”
“Karena cara papa memperlakukanmu itu sangat berbeda dari para asisten rumah tangga yang pernah bekerja di rumah kami sebelumnya, wajar kan kalau aku menduga bahwa kamu dan papaku memiliki hubungan khusus?”
“Saya dan pak Noah sudah menjelaskannya berulang kali dan memang itulah kenyataannya.”
“Tetapi aku tetap tidak percaya denganmu.”
“Terserah Tuan Felix kalau memang tidak percaya dengan cerita saya, tetapi saya mengatakan yang sejujurnya.”
“Aku dengar dari papa kalau kamu bukanlah orang asli sini, kenapa kamu memutuskan untuk pindah ke sini?”
“Ceritanya panjang.”
“Jangan-jangan jauh sebelum kamu bekerja di sini, sebenarnya kamu sudah kenal duluan dengan papaku, ya?”
****
Felix masih saja berpikiran buruk pada Nadiba walaupun sudah berulang kali Nadiba menjelaskan pada Felix bahwa ia dan Noah tidak memiliki hubungan akan tetapi Felix tetap saja teguh dalam pendirian dan
kecurigaannya bahwa sebenarnya mereka berdua memiliki hubungan khusus. Hingga akhirnya ketika Nadiba tengah membersihkan ruang tengah, ia mendengar suara ribut dari halaman rumah, tentu saja ia mengecek apa yang terjadi di halaman rumah dan rupanya ia mendapati sosok Luna yang tengah berdiri di sana dan
berteriak memanggil namanya.
“Nadiba keluar kamu!”
Nadiba pun keluar dari rumah itu dengan terheran-heran kenapa Luna bisa sampai di sini padahal jarak antara rumah wanita ini dengan tempat ini sangatlah jauh.
“Kenapa kamu bisa sampai di sini?”
“Kamu itu memang selalu menjadi batu sandunganku walaupun sudah berstatus sebagai mantan istri Faruq, ya!”
“Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan ini.”
__ADS_1
“Berisik! Kamu harus membayar akibatnya karena sudah bermain-main denganku!” seru Luna yang kemudian menodongkan senjata api pada Nadiba.