Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Ketika Drama Penculikan


__ADS_3

Nimas nampak begitu kesal karena rencananya untuk membuat Kusuma celaka tidaklah berhasil ia tidak kehilangan akal bulus untuk membuat Nadiba menderita, kini Nimas menyuruh orang suruhannya untuk menculik


Rama dan rencananya kini berhasil karena Rama sudah berada di tangan orang suruhannya. Nadiba yang mendapatkan telepon teror dari orang tak dikenal yang mengatakan kalau Rama dalam bahaya pun panik, ia berusaha mencari tahu di mana Rama berada dan orang tak dikenal itu memberikan sebuah alamat pada Nadiba


namun mereka meminta Nadiba datang sendirian ke sana.


“Jangan pergi ke sana sendirian, Nak.”


“Tapi Bu, kalau aku tidak pergi ke sana maka Rama akan kenapa-kenapa.”


Kusuma tak membiarkan Nadiba untuk pergi ke sana sendirian karena memang terlalu berbahaya dan ia memiliki firasat kalau sesuatu hal yang buruk dapat saja menimpa Nadiba dan Rama jika ia membiarkan Nadiba


sendirian ke sana.


“Ibu akan ikut denganmu, Nak.”


Namun justru kali ini Nadiba yang keberatan dengan ide Kusuma, ia tak mau membiarkan ibunya dalam bahaya namun Kusuma berkeras kalau Nadiba ingin pergi maka dirinya harus ikut bersama.


“Tapi Bu…”


Ditengah perdebatan itu, pintu rumah mereka diketuk dari luar dan di sana nampak Felix yang berdiri di depan pintu, Kusuma yang kebetulan membuka pintu pun menceritakan pada Felix mengenai apa yang terjadi pada Rama. Felix mengatakan pada Kusuma bahwa dirinya yang akan ikut bersama Nadiba untuk ke alamat tersebut.


“Tidak perlu Tuan Felix, saya bisa sendiri ke sana.”


“Tidak Nadiba, kamu jangan pergi ke sana sendirian,


apa yang ibumu katakan benar.”


“Tapi…”


“Sudahlah, kita tak memiliki banyak waktu, di mana


alamatnya.”


Nadiba pun memberikan di mana alamatnya pada Felix dan


mereka segera pergi ke sana, saat Nadiba dan Felix pergi ke sana rupanya


diam-diam Nimas memerhatikan Kusuma dari dalam mobilnya dan ia menyeringai


karena rencananya berjalan dengan baik.


“Lihatlah Nadiba, apa yang dapat aku lakukan pada ibumu.”

__ADS_1


****


Nadiba dan Felix tiba di bangunan kosong tempat di mana Rama berada, Felix mengatakan kalau dirinya yang akan menyelamatkan Rama namun Nadiba mengatakan ia tak mau Felix mengalami hal yang buruk dan biar saja dirinya yang masuk ke dalam.


“Kamu jangan masuk ke dalam, jaga-jaga saja di depan supaya nanti kalau ada sesuatu kamu bisa memperingatkanku.”


“Tapi Tuan ….”


“Percayalah padaku Nadiba.”


Maka Nadiba pun akhirnya menganggukan kepalanya, ia yakin kalau Felix pasti akan membawa anaknya selamat dari bahaya. Kini Nadiba berjaga di depan sembari menanti cemas kalau-kalau terjadi sesuatu hal yang buruk pada Felix dan Rama namun sepertinya apa yang ia cemaskan sama sekali tidak terjadi karena rupanya penyelamatkan Rama berjalan dengan mulus.


“Rama.”


“Ibu.”


Rama langsung memeluk Nadiba pun Nadiba yang langsung memeluk dan mencium putranya itu, ia bertanya pada Felix kenapa cepat sekali menyelamatkan Rama.


“Rama ditinggalkan begitu saja di dalam sana, aku tidak menemukan di mana penculik yang menculik Rama.”


“Apakah itu benar, sayang?”


“Iya Bu, Om Felix tadi hanya mengantarku sampai ke depan karena penculiknya sudah pergi.”


“Penculiknya sudah pergi?”


“Ini aneh sekali.”


****


Nadiba diantarkan oleh Felix sampai ke rumah akan tetapi saat mereka sampai di rumah, mereka dibuat terkejut dengan keadaan Kusuma yang tak sadarkan diri di lantai dengan kepala yang mengeluarkan darah sementara rumah ini juga berantakan seperti ada seseorang yang telah sengaja melakukan hal ini.


“Ya Tuhan Ibu!”


Nadiba memekik histeris melihat ibunya yang tak sadarkan diri seperti ini dan Felix pun segera membawa Kusuma masuk ke dalam mobilnya untuk menuju ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan nampak Nadiba menangis dan


meminta ibunya untuk bangun hingga akhirnya mereka tiba di rumah sakit dan Kusuma segera dimasukan ke dalam ruang IGD. Nadiba dan Felix tidak diizinkan untuk masuk ke dalam sana oleh perawat kini Nadiba hanya dapat menanti dengan cemas mengenai kabar dari ibunya diluar sini.


“Tenanglah Nadiba, ibumu pasti akan selamat,” ujar Felix.


“Iya Tuan, saya juga berharap demikian.”


Nadiba berharap dan berdoa pada Tuhan semoga nyawa ibunya bisa terselamatkan dan doanya pun terkabulkan karena nyawa Kusuma masih dapat tertolong dan kini Kusuma sudah dipindahkan ke ruang inap biasa.

__ADS_1


“Syukurlah kalau ibumu baik-baik saja,” ujar Felix.


“Iya Tuan, terima kasih banyak atas bantuan Tuan.”


“Aku pulang dulu, besok aku akan ke sini lagi.”


“Iya Tuan, terima kasih banyak.”


Selepas Felix pergi kini Nadiba menghela napasnya dan duduk di kursi yang berada di tepi ranjang sang ibu, di sana Nadiba menggenggam tangan Kusuma dan berharap kalau ibunya bisa segera siuman.


****


Keesokan paginya Faruq datang bersama dengan Rama karena semalam Rama tidur dengan Faruq mengingat Nadiba menjaga Kusuma di rumah sakit ini. Rama nampak sedih dengan kondisi sang nenek yang belum siuman


sementara itu Faruq bertanya apakah ada sesuatu hal yang parah yang dialami oleh Kusuma.


“Tidak, dokter bilang hanya ada benturan benda tumpul di belakang kepalanya dan itu sama sekali tidak merusak kinerja otaknya, katanya ibu akan segera siuman namun sampai saat ini ibu belum juga siuman.”


“Semoga saja sebentar lagi ibu akan siuman.”


“Aku juga berharap begitu, semalam Rama tidak membuat masalah kan?”


“Tentu saja tidak, Rama anak yang baik.”


“Iya Bu, aku sama sekali tidak membuat masalah namun wanita itu yang membuat masalah denganku.”


“Apa maksudmu, Nak?”


Faruq menceritakan bahwa Nimas yang mencari gara-gara karena Faruq tidur dengan Rama semalam krena diminta Nadiba dan Nadiba kini paham kenpa Nims marah padanya, ia mengatakan pada Faruq akan bicara pada Nimas namun Faruq mengatakan hal tersebut tidak perlu.


“Tapi nanti hubungan Mas dengan Nimas akan memburuk.”


“Aku tak memedulikan itu, yang penting sekarang ibu bisa siuman.”


****


Kabar baik pun akhirnya datang juga, Kusuma siuman dan semua orang berbahagia dengan siumannya Kusuma kini Nadiba pun bertanya apa yang terjadi pada Kusuma dan Kusuma menceritakan semua yang terjadi ketika


Nadiba dan Felix sedang pergi mencari Rama.


“Ada orang asing yang tiba-tiba masuk dan mengancamku dengan senjata tajam, Ibu berusaha berteriak namun mereka malah mendorong Ibu dan memukul kepala Ibu dengan sebuah benda yang Ibu tak ketahui apa namanya,


setelah itu Ibu tak tahu apa pun lagi.”

__ADS_1


Felix yang ada di sana mengatakan akan mencari tahu siapa orang yang telah melakukan kejahatan pada Kusuma jadi Kusuma jangan khawatir.


“Terima kasih banyak Tuan Felix


__ADS_2