Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Memberitahu Mantan Suami


__ADS_3

Selepas Kusuma memberikan jawabannya tentu saja Felix dan kedua orang tuanya merasa lega karena Kusuma sama sekali tidak keberatan menerima Felix sebagai menantunya, selepas pertemuan yang singkat itu mereka hanya membahas beberapa hal mengenai pernikahan Nadiba dan Felix yang renanya akan segera dilaksankan dua bulan lagi. Sebenarnya Felix menginginkan pernikahan mereka digelar bulan depan namun karena Nadiba merasa bahwa bulan depan waktunya terlalu singkat maka ia mengajukan keberatannya dan meminta Felix untuk mengundurkan waktu pernikahan hingga dua bulan lagi dan untungnya saja Felix menyetujui itu. Selepas pertemuan itu kedua orang tua Felix pulang namun tidak dengan Felix yang masih berada di rumah itu, katanya ia ingin bicara dengan Rama mengenai pernikahannya dengan Nadiba. Nadiba sendiri merasa ragu apakah


Rama dapat menerima Felix sebagai ayah sambungnya atau tidak namun Felix berusaha meyakinkan Nadiba bahwa Rama pasti mau menerimanya.


“Nak.”


“Ibu sudah pulang?”


“Iya Nak, ada sesuatu yang ingin Ibu bicarakan denganmu.”


Rama nampak penasaran dengan apa yang hendak dibicarakan oleh ibunya, ia duduk di kursi yang bersebelahan dengan Nadiba dan bersiap mendengar apa yang akan ibunya bicarakan dengannya.


“Nak, tidak lama lagi Ibu akan menikah lagi, apakah kamu keberatan dengan hal tersebut?”


“Ibu akan menikah lagi? Dengan siapa?” tanya Rama penasaran.


“Dengan om Felix, Nak,” jawab Nadiba.


Rama sontak saja menoleh ke arah Felix dan pria itu nampak tersenyum padanya, Felix mengusap rambut Rama dan menanyakan kesediaan Rama untuk menerimanya sebagai ayah sambungnya.


“Kamu mau kan menerima Om Felix sebagai ayah sambungmu, Rama?”


Rama tidak langsung menjawab namun ia menoleh ke arah Nadiba terlebih dahulu seolah meminta pertimbangan ibunya untuk menjawab pertanyaan yang barusan diajukan oleh Felix.


“Jawab pertanyaan Om Felix barusan, Nak.”


“Iya Rama, kamu jawablah pertanyaan Om barusan.”


“Iya Om, aku mau menerima Om sebagai ayah sambungku.”


Nadiba dan Felix nampak tersenyum bahagia karena Rama mau menerima Felix sebagai ayah sambungnya, kini Nadiba memeluk Rama dengan erat dan berterima kasih pada Rama yang sudah mau menerima Felix sebagai ayah sambungnya.


****


Selepas pembicaraan itu, Felix pun berpamitan pulang pada mereka semua namun Rama menagih janji Felix yang akan selalu bermain dengannya di akhir pekan mulai dari pekan ini dan Felix menyanggupinya, ia akan mengajak Rama bermain sampai anak itu puas.


“Syukurlah kalau Rama mau menerima tuan Felix sebagai ayah sambungnya,” ujar Kusuma.

__ADS_1


“Iya Bu, aku sangat bersyukur untuk itu, aku berpikir Rama tidak mau menerima tuan Felix,” ujar Nadiba.


Rama keluar dari dalam kamar setelah mandi dan berganti pakaian, ia menuju meja makan dan duduk di kursi itu bersama dengan ibu dan neneknya, Kusuma dan Nadiba tersenyum pada Rama dan berterima kasih pada


anak itu yang sudah mau menerima Felix sebagai ayah sambungnya namun kemudian Rama menanyakan apakah Faruq sudah mengetahui soal hal ini atau belum.


“Ayah belum mengetahui ini, kamu mau memberitahu ayah?” tawar Nadiba.


“Apakah aku boleh melakukannya?” tanya Rama ragu.


“Tentu saja, kamu bisa mengatakan ini pada ayah,” jawab Nadiba.


Maka Rama pun kemudian pergi ke kamarnya kembali untuk menelpon Faruq, selepas Rama masuk ke dalam kamar kini Nadiba menghela napasnya panjang, ia sebenarnya tidak enak memberitahu hal ini pada Faruq akan tetapi ia tidak dapat menyembunyikan selamanya berita bahagia ini dari sang mantan suami, toh hubungan mereka saat ini sudah baik-baik saja dan Nadiba berpikir bahwa tidak akan ada masalah dikemudian hari.


****


Faruq menerima telepon dari Rama, pria itu nampak heran karena Rama menelponnya dan ia pun segera menerima telepon dari anaknya tersebut.


“Halo Rama.”


“Halo Ayah.”


“Kabarku baik, Ayah sendiri bagaimana?”


“Ayah pun baik, kenapa kamu menelpon Ayah, Nak?”


“Ayah, ada sesuatu yang ingin aku ceritakan pada Ayah dan ini menyangkut soal ibu.”


“Ibu? Memangnya apa yang terjadi pada ibu? Dia baik-baik saja kan?”


“Iya Ayah, ibu baik-baik saja. Tidak lama lagi ibu akan menikah.”


“Menikah katamu? Kamu bersungguh-sungguh kan, Nak? Jangan berbohong pada Ayah.”


“Aku bersungguh-sungguh Ayah, aku tidak berbohong kok, ibu yang menyuruhku untuk memberitahu pada Ayah mengenai berita baik ini.”


“Kalau Ayah boleh tahu dengan siapa ibu akan menikah?”

__ADS_1


“Ibu akan menikah dengan om Felix, Ayah.”


“Benarkah?”


Rama nampak menceritakan semua yang terjadi di rumah tadi sore pada sang ayah dan Faruq menyimak semua cerita Rama tersebut hingga akhirnya Rama menyudahi obrolan singkat mereka di telepon tersebut. Selepas


Rama menutup sambungan teleponnya kini Faruq menghela napasnya berat, ia sama sekali tidak menyangka kalau Nadiba akan menikah tidak lama lagi dengan Felix.


****


Nadiba sudah menduga bahwa cepat atau lambat pasti sang mantan suami akan menelponnya selepas ia mendapatkan kabar dari Rama soal pernikahannya dengan Felix. Nadiba menjawab telepon dari Faruq tersebut dan mereka pun langsung membicarakan soal apa yang Rama bicarakan padanya kemarin.


“Rama kan sudah mengatakan semuanya padamu.”


“Jadi semua itu benar? Kamu dan Felix akan segera menikah?”


“Iya Mas, aku dan tuan Felix akan segera menikah.”


“Kalau begitu selamat, ya.”


“Terima kasih, aku harap Mas Faruq bisa mendapatkan kebahagiaan lain selepas ini.”


“Terima kasih doanya, Nadiba.”


Selepas obrolan singkat itu, Faruq pun menyudahi pembicaraan dan Nadiba menghela napasnya, ia tahu bahwa pasti Faruq merasa sedih mendengar kabar ini apalagi mantan suaminya itu masih berharap bahwa mereka berdua dapat bersama lagi seperti dulu lagi akan tetapi sayangnya Nadiba tidak menginginkan hal tersebut terjadi.


“Maafkan aku mas Faruq, akan tetapi aku berdoa untuk kebahagiaanmu dengan orang lain.”


Nadiba terkejut ketika ditegur oleh Kusuma dari belakang yang menanyakan barusan Nadiba mendapatkan telepon dari siapa dan Nadiba pun menjawab yang sejujurnya soal Faruq yang barusan menelponnya untuk menanyakan apakah yang disampaikan oleh Rama kemarin adalah benar atau tidak.


****


Nyatanya kebahagiaan yang dirasakan oleh keluarga Nadiba tak berlangsung lama karena secara mengejutkan seseorang yang tidak dikenal secara tiba-tiba melempar batu ke arah rumah kontrakan yang dihuni oleh Nadiba dan keluarganya. Sontak saja Nadiba dan Kusuma terkejut dengan hal itu, mereka langsung keluar rumah kontrakan untuk melihat siapa orang yang sudah melakukan hal ini namun sayangnya orang yang melakukan itu sudah melarikan diri.


“Ya Tuhan Bu, terjadi lagi.”


“Ibu yakin bahwa orang itu pasti adalah orang yang sama ketika melakukan pengursakan di rumah kontrakan lama kita.”

__ADS_1


Tidak lama kemudian pemilik rumah kontrakan muncul dan terkejut melihat kaca jendela rumah kontrakan sudah pecah akibat timpukan batu oleh orang tak dikenal barusan.


“Ya Tuhan, apa yang terjadi pada rumah kontrakanku?!”


__ADS_2