Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Calon Rumah Baru


__ADS_3

Felix baru saja pulang bekerja dan nampak terkejut ketika menemukan Nadiba ada di rumah ini, Nadiba tersenyum padanya dan menyapanya sebelum ia kemudian hendak pergi akan tetapi Felix sudah terlebih dahulu menahannya.


“Nadiba, apakah kamu sudah baik-baik saja?”


“Iya saya sudah baik-baik saja Tuan Felix.”


“Lalu bagaimana dengan anakmu?”


“Anak saya sudah pulang dari rumah sakit untuk itu saya bisa bekerja lagi di rumah ini.”


“Begitu rupanya.”


“Saya permisi dulu.”


Nadiba segera pergi dari hadapan Felix dan wanita itu rupanya menuju ruangan kerja Noah, di sana Nadiba meminta izin pada Noah untuk pulang karena pekerjaannya pada hari ini sudah ia selesaikan semua.


“Besok saya akan kembali datang, Pak.”


“Terima kasih Nadiba karena kamu sudah mau datang dan bekerja di rumah saya untuk hari, akan tetapi saya juga bisa memahami kalau kamu masih harus menjaga Rama di rumah.”


“Rama ada ibu dan tante saya yang menjaga di rumah, saya yakin dia akan baik-baik saja dengan mereka.”


“Lalu soal kamu yang ingin pindah dari rumah mendiang pak Rahmat, apakah kamu masih ingin melakukannya?”


“Iya Pak, saya akan segera pindah dan saat ini saya tengah mencari rumah kontrakan baru untuk kami tinggali kelak.”


“Kalau begitu kebetulan sekali kamu belum mendapatkan rumah kontrakan itu karena saat ini aku sudah menemukan rumah kontrakan yang cocok untuk tempat tinggal kalian.”


“Apa?”


“Mari ikut denganku, Nadiba.”


Nadiba mau saja ketika diajak oleh Noah untuk pergi melihat seperti apa rumah kontrakan yang sudah dipersiapkan oleh Noah. Nadiba nampak terkejut karena rumah kontrakan yang dipersiapkan untuknya terlalu besar dan ia berpikir kalau biaya sewa bulanan rumah ini pasti sangat mahal sekali.


“Pak Noah, bukannya saya menolak akan tetapi sejujurnya saya pasti tidak akan sanggup untuk menyewa rumah kontrakan ini karena pasti biaya sewanya mahal.”


“Siapa bilang mahal? Justru sewa rumah di tempat ini lumayan murah dan aku yakin dari gajimu bekerja pasti akan sanggup untuk menyewa rumah kontrakan ini.”


****


Keesokan harinya Nadiba menceritakan soal rumah kontrakan yang ditunjukan oleh Noah pada sang ibu, Kusuma benar-benar penasaran seperti apa rumah kontrakan yang ditunjukan pada Nadiba kemarin namun Nadiba mengatakan bahwa ia tidak yakin soal tinggal di sana.


“Kenapa memangnya?”


“Pak Noah mengatakan biaya sewanya murah hanya saja rumah itu lumayan besar.”


“Jadi apakah kamu curiga kalau pak Noah tidak mengatakan yang sejujurnya soal biaya sewa rumah itu padamu?”

__ADS_1


“Bukan begitu hanya saja aku merasa tidak enak padanya, Bu.”


“Nadiba, kita tidak boleh menolak pertolongan orang lain apalagi pak Noah adalah orang yang sangat baik pada keluarga kita.”


“Aku tahu bahwa memang dia adalah pria yang sangat baik dan oleh sebab itu aku merasa bahwa terlalu banyak kita merepotkannya.”


“Itu kan hanya perasaanmu saja, Nak.”


“Iya mungkin saja memang begitu.”


Nadiba kemudian menelpon Noah bahwa mungkin saja nanti ia akan datang terlambat ke rumah karena ia ingin menunjukan rumah kontrakan yang kemarin ditunjukan oleh Noah pada sang ibu. Kusuma nampak terkejut ketika


mereka sudah sampai di depan rumah kontrakan yang ditunjukan oleh Noah kemarin pada Nadiba.


“Kamu tidak salah, Nak?”


“Tidak Bu, kemarin pak Noah menunjukan rumah kontrakan ini pada kami.”


****


Nadiba ke rumah Noah tidak sendiri melainkan bersama Kusuma, mereka dipersilakan masuk dan duduk di sofa ruang tamu, Noah bertanya apa yang membawa Kusuma ke rumah ini bersama dengan Nadiba.


“Anu Pak Noah, tadi saya mendengar dari putri saya bahwa Pak Noah sudah mencarikan rumah sewa untuk kami.”


“Oh iya memang benar saya sudah melakukannya, apakah ada masalah?”


“Sudah saya katakan pada Nadiba kemarin bahwa biaya sewa rumah itu cukup terjangkau.”


“Benarkah?”


“Kamu tidak mengatakan itu pada ibumu?” tanya Noah pada Nadiba.


“Tidak Pak Noah,” jawab Nadiba jujur.


“Kalau begitu apakah kami boleh bertemu dengan pemilik rumah kontrakan itu?”


“Tentu saja boleh, kalau kalian setuju kalian bisa langsung membayar uang mukanya dulu dan aku akan menelponnya untuk mengajak bertemu di sana.”


“Boleh Pak Noah.”


“Baiklah tunggu sebentar.”


Noah kemudian menelpon pemilik rumah kontrakan itu dan mengajaknya bertemu, Noah kemudian mematikan sambungan teleponnya.


“Dia baru bisa bertemu nanti sore.”


“Oh begitu rupanya, kalau begitu lebih baik aku permisi dulu karena takut mengganggu Nadiba bekerja di sini.”

__ADS_1


“Anda tidak mau minum sesuatu dulu?”


“Ah tidak perlu, saya tidak haus.”


****


Libur panjang karena tanggal merah ini dimanfaatkan oleh Faruq untuk menemui Rama di luar kota, ia sengaja berangkat pagi-pagi sekali ke bandara sebelum Luna bangun seperti yang sebelumnya pernah ia lakukan akan


tetapi rupanya Luna tidak tidur semalaman dan menunggui Faruq di ruang tengah rumah.


“Kamu mau pergi ke mana?”


“Aku ingin pergi ke mana itu bukan urusanmu.”


“Apa katamu? Bukan urusanku? Aku ini adalah istrimu, Faruq!”


“Aku mau bertemu dengan Rama, kamu puas?”


“Apa katamu?”


“Minggir, aku bisa ketinggalan pesawat kalau kamu menghalangiku.”


“Aku tidak akan menyingkir, aku kan sudah mengatakan padamu untuk jangan menemui Rama dulu. Bukankah kamu bilang ketika libur sekolah nanti dia akan tinggal di sini juga? Untuk apa sekarang kamu pergi menemuinya kalau nanti dia datang?!”


“Aku sudah janji pada Rama untuk datang saat libur panjang ini, aku tidak ingin membuatnya kecewa.”


“Benarkah? Benarkah kamu pergi ke sana untuk menemui Rama bukan menemui Nadiba?!”


“Apa maksudmu, Luna? Sudahlah jangan bicara omong kosong dan membuat kegaduhan di pagi ini!”


Faruq mendorong Luna hingga wanita itu jatuh ke sofa dan ia bergegas keluar rumah menuju bandara supaya tidak tertinggal pesawat pada pagi ini.


“Faruq! Kembali!” jerit Luna namun Faruq sama sekali tidak bergeming dan langsung masuk ke dalam taksi yang sudah ia pesan sebelumnya.


****


Nadiba terkejut ketika mendapati sosok Faruq berdiri di depan rumah ini, ia bertanya kenapa Faruq datang ke sini dan Faruq mengatakan alasan kedatangannya ke sini adalah untuk menghabiskan waktu dengan Rama sesuai dengan janjinya waktu ketika Rama masih dirawat di rumah sakit.


“Siapa yang datang, Nak?” tanya Kusuma yang keluar dari dalam rumah dan terkejut ketika mendapati Faruq berdiri di depan rumah mereka.


“Ya Tuhan, kenapa kamu ke sini?”


“Aku datang ke sini untuk bertemu dengan Rama.”


“Bukankah aku sudah mengatakan untuk jangan pernah muncul lagi di hadapan kami lagi? Nanti wanita jahat itu akan muncul dan kembali membuat keributan.”


“Ibu jangan khawatir, Luna tidak akan berani melakukan itu, aku jamin.”

__ADS_1


“Ayah!” seru Rama yang keluar dari dalam rumah dan begitu bahagia karena bertemu dengan ayahnya, anak itu langsung berlari dan menghambur memeluk Faruq.


__ADS_2