Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Sakit Akibat Orang Tercinta


__ADS_3

Noah tertarik untuk bertanya pada Nadiba mengenai apa yang sebenarnya Nadiba rasakan pada Felix, Nadiba nampak terkejut ketika Noah menanyakan hal tersebut karena sejujurnya ia tak menduga kalau akan mendapatkan pertanyaan tersebut.


“Aku mohon padamu Nadiba untuk menjawab pertanyaanku ini dengan jujur.”


Nadiba sampai sekarang belum menjawab pertanyaan yang barusan Noah ajukan padanya, Nadiba masih bingung apa yang harus menjadi jawaban atas pertanyaan yang Noah ajukan barusan.


“Kenapa kamu hanya diam saja, Nadiba? Apakah pertanyaan yang aku tanyakan padamu begitu sulit untuk kamu jawab?”


“Maaf Pak Noah, akan tetapi bagaimana kalau saya tidak menjawab pertanyaan barusan?”


“Memangnya kenapa kamu tak mau menjawab pertanyaan yang saya berikan barusan? Apakah pertanyaan itu terlalu berat untuk kamu jawab?”


“Iya, sejujurnya saya tidak nyaman dengan pertanyaan itu, saya permisi dulu.”


Ketika Nadiba hendak pergi meninggalkan Noah, pria itu menahan tangan Nadiba untuk tidak pergi darinya, Nadiba tentu saja dilema untuk jawaban apa yang harus ia berikan pada Noah ini.


“Kenapa kamu tak mau jujur saja padaku, Nadiba?”


“Saya tidak mengerti apa yang sedang Pak Noah bicarakan.”


“Kamu masih mencintai Felix kan?”


Nadiba tak menjawab pertanyaan yang Noah ajukan barusan akan tetapi ia juga tak menampik apa yang Noah tanyakan hingga pada akhirnya Noah dapat mengambil kesimpulan sendiri apa yang sebenarnya Nadiba


rasakan pada Felix.


“Saya permisi dulu, Pak Noah.”


Nadiba kemudian pergi masuk ke dalam meninggalkan Noah yang tak tahu harus bersikap seperti apa setelah ia mengetahui kalau ternyata Nadiba masih mengharapkan Felix.


“Nadiba, kenapa kamu masih saja mengharapkan Felix?”


Nadiba sendiri masuk ke dalam rumah dengan tergesa-gesa dan begitu sampai di dapur ia langsung menghirup napas sedalam-dalamnya untuk meredakan ketegangan yang barusan ia alami akibat pertanyaan yang Noah


berikan padanya.

__ADS_1


“Kenapa tiba-tiba saja pak Noah menanyakan itu padaku? Apakah sekarang dia sudah berpikiran buruk padaku?”


Nadiba menggelengkan kepalanya dan memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya dari pada harus berlarut-larut dalam pemikirannya yang tidak jelas ini.


****


Nadiba sudah menyelesaikan pekerjaannya di rumah ini dan wanita itu pun berpamitan pada Noah untuk pulang ke rumahnya, akan tetapi sebelum Nadiba pulang, kembali lagi Noah bertanya mengenai perasaan Nadiba pada


putanya.


“Seperti yang sudah saya katakan tadi di awal, saya tidak bersedia untuk menjawab pertanyaan Pak Noah kalau hal tersebut menyangkut masalah pribadi.”


“Kenapa kamu tak mau menjawab pertanyaannya Nadiba? Apakah pertanyaanku itu adalah sebuah pertanyaan yang sulit untuk kamu jawab?”


“Pak Noah, saya tahu kalau Pak Noah ingin sekali mendengar jawaban dari mulut saya langsung akan tetapi tolong Pak Noah menghargai keputusan saya yang menolak menjawab pertanyaan ini.”


Noah nampak kecewa dengan jawaban yang Nadiba berikan barusan, akan tetapi tentu saja ia tak dapat melakukan apa pun kecuali menerima apa pun jawaban yang Nadiba berikan padanya.


“Baiklah Nadiba, saya tak akan memaksa supaya kamu mengatakannya, saya minta maaf.”


Nadiba pun segera bergegas pergi dari rumah itu sebelum Noah kembali bertanya hal-hal pribadinya, sepanjang perjalan pulang menuju rumah, Nadiba nampak tak bisa fokus karena memikirkan reaksi yang diberikan oleh Felix ketika Nadiba memberitahu bahwa kekasihnya itu bersama dengan pria lain.


****


Noah pergi menemui Felix di kamarnya, Felix mengatakan pada Noah bahwa saat ini ia tak mau diganggu oleh siapa pun dan meminta Noah untuk pergi saja saat ini namun Noah tak mau pergi begitu saja karena ia ingin


bicara dengan Felix.


“Kenapa Papa tidak mau mendengarkan apa yang aku katakan tadi?”


“Karena Papa ingin bicara denganmu.”


“Bagaimana kalau besok saja kita bicara?”


Noah menghela napasnya panjang, ia tahu bahwa sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk mereka bicara akan tetapi ia ingin malam ini juga memberitahu Felix mengenai apa yang Nadiba rasakan pada putranya.

__ADS_1


“Baiklah, Papa tidak akan lama-lama di sini, Papa hanya ingin mengatakan kalau walaupun kmu sudah memiliki wanita lain akan tetapi Nadiba nyatanya masih mencintaimu, Felix.”


“Lalu kalau memang dia masih mencintaiku apakah itu menjadi masalah untukku? Bukankah yang tergila-gila pada wanita itu adalah Papa? Kenapa sekarang tiba-tiba saja Papa mengatakan hal ini padaku?”


“Papa sudah berusaha untuk membuatnya menyukai Papa namun pada akhirnya dia tetap saja mengatakan kalau dia tidak menyukai Papa dan apa yang telah Papa lakukan semuanya hanya sia-sia belaka.”


“Bukankah aku sudah mengatakannya pada Papa bahwa Nadiba bukanlah orang yang tepat untuk Papa? Akan tetapi Papa memilih untuk menutup mata mengenai hal itu dan terus saja mengejar-ngejar dia.”


****


Ketika tiba di rumah dan hendak tidur, Nadiba tidak bisa memejamkan kedua matanya akibat memikirkan apa yang Felix katakan padanya setelah memberitahu perihal foto tersebut, hati Nadiba begitu sedih sekali jika mengingat kejadian tadi di rumah Noah.


“Kenapa dia bersikap seperti itu padaku? Padahal niatku itu baik untuk memberitahu dia kalau wanita yang selama ini ia cintai itu tidaklah sebaik apa yang ia pikirkan.”


Nadiba yang tidak dapat memejamkan kedua matanya hingga saat ini pada akhirnya memutuskan untuk pergi keluar kamar dan menuju dapur untuk meminum air, di sana ia duduk di kursi dan lagi-lagi memori indahnya bersama Felix yang terputar dalam benaknya, walaupun Felix memperlakukannya dengan baik waktu itu namun rupanya Felix mengatakan ia melakukan itu semua bukan karena keinginannya melainkan untuk membuat Nadiba sedih dan menderita, apa yang Felix lakukan itu memang nyatanya berhasil membuat Nadiba sedih dan tak percaya kalau selama ini dirinya hanya menjadi korban permainan perasaan pria itu.


“Rasanya baru kemarin aku dan dia bersama akan tetapi sekarang aku hanya dapat meratapi nasib kami dari jauh.”


“Apa yang sedang kamu bicarakan ini, Nak?” tanya Kusuma yang muncul dan membuat Nadiba terkejut bukan main.


“Ibu? Kok bisa ada di sini?”


****


Kusuma kemudian duduk di kursi yang bersebrangan dengan Nadiba seraya memegang kedua tangan putrinya itu, apa yang Kusuma lakukan ini membuat Nadiba terkejut dan ia tahu bahwa Kusuma pasti akan percaya


begitu saja dengan yang ia katakan saat ini.


“Ibu tahu klau kamu saat ini sedang tidak baik-baik saja, Nak. Kalau memang kamu baik-baik saja maka tidak mungkin jam segini kamu belum tidur dan memilih duduk sendirian di dapur kan?”


Nadiba menghela napasnya panjang, ia pun kemudian memutuskan untuk menceritakan masalah yang ia hadapi hari ini pada sang ibu, Kusuma hanya diam dan menyimak cerita Nadiba hingga putrinya itu selesai bercerita.


“Kurang lebih begitulah ceritanya.”


“Kamu masih mencintai tuan Felix kan?”

__ADS_1


__ADS_2