
Noah masih memikirkan apa yang menjadi mimpi buruknya semalam, ia kini memikirkan bahwa mungkin saja ia menyukai Nadiba akan tetapi Noah masih belum mau untuk mengakui itu karena masih bimbang mengenai
perasaannya. Keesokan harinya ketika Nadiba tiba di rumah untuk melakukan pekerjaan, Noah jadi memikirkan mimpi itu, ia merasa bersalah pada Nadiba dalam mimpinya. Nadiba yang merasa bahwa sejak tadi Noah menatapnya pun menjadi tak nyaman, ia menanyakan pada Noah apakah ada masalah dengannya atau apa.
“Maaf kalau sudah membuatmu tidak nyaman Nadiba.”
“Tidak masalah Pak Noah.”
Walau mengatakan demikian namun sebenarnya Nadiba merasa tak nyaman karena tatapan Noah padanya begitu lain dan seperti ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh pria itu namun tertahan dalam benaknya. Nadiba memutuskan untuk tak mau terlalu ambil pusing mengenai hal tersebut dan melanjutkan saja pekerjaannya di rumah ini.
“Nadiba, tunggu dulu.”
“Ada apa lagi, Pak Noah?”
“Saya ingin bicara sebentar denganmu.”
“Apa yang Pak Noah ingin katakan pada saya?”
“Mungkin ini terdengar agak aneh di telingamu akan tetapi bagaimana kalau saya mengatakan kalau mencintaimu?”
Nadiba seketika terkejut mendengar ucapan Noah barusan, ia masih berpikir kalau mungkin saja ia salah dengar saat ini akan tetapi melihat ekspresi Noah yang sangat serius membuat Nadiba merasa bahwa Noah sama sekali tidak salah bicara barusan.
“Maaf kalau itu membuatmu agak terkejut, Nadiba.”
Nadiba sendiri jadi bingung respon seperti apa yang harus ia berikan pada Noah, ia memutuskan untuk tak mengatakan apa pun dan memilih untuk menghindari Noah. Selepas kepergian wanita itu, Noah menghela napasnya panjang. Kini dirinya menyesali apa yang telah ia lakukan pada Nadiba.
“Lihatlah sekarang, dia sepertinya tidak nyaman dengan apa yang aku katakan barusan.”
Noah pun memutuskan untuk masuk saja ke dalam ruangan kerjanya, selepas itu ia melihat foto Nadiba yang ia ambil diam-diam ketika wanita itu tengah bekerja.
“Nadiba, apakah mungkin aku bisa memilikimu?”
****
Nadiba menghela napasnya dan menjadi gelisah setelah Noah menyatakan perasaan padanya, ia sama sekali tak menyangka kalau majikannya itu akan mengutarakan perasaan padanya seperti yang dicurigai oleh Kusuma
selama ini. Nadiba sudah selesai bekerja, ia berpamitan pada Noah untuk pulang akan tetapi Noah mengatakan ingin mengantarkannya pulang.
“Tidak perlu Pak, saya dapat pulang sendiri.”
“Kamu melakukan ini karena ingin menghindariku kan?”
__ADS_1
“Tidak, tentu saja bukan seperti itu.”
“Lantas kalau memang bukan seperti itu, kenapa kamu menghindariku?”
“Pak, saya sudah mengatakan kalau saya bisa pulang sendiri bukan artinya saya menghindari anda.”
“Jujurlah padaku Nadiba, kamu pasti merasa tak nyaman dengan apa yang barusan saya katakan kan?”
Nadiba menggelengkan kepalanya namun Noah yakin bahwa sebenarnya Nadiba pasti merasa keberatan dengan semua ini.
“Tidak apa Nadiba, kamu bisa jujur padaku.”
“Maaf Pak Noah, akan tetapi hari sudah malam dan saya harus kembali ke rumah, saya permisi dulu.”
Nadiba pun segera bergegas untuk pulang ke rumah akan tetapi tangannya ditarik oleh Noah hingga wanita itu kembali berbalik badan menatap Noah saat ini.
“Pak Noah, apa yang tengah anda lakukan saat ini?”
“Nadiba, kenapa kamu tak mau mengatakan yang sebenarnya padaku?”
“Saya tidak paham dengan apa yang Pak Noah bicarakan ini.”
****
“Apa yang sedang kalian lakukan?”
Sontak saja Noah melepaskan tangannya pada tangan Nadiba, wanita itu tak menjawab pertanyaan dari Felix dan memilih untuk bergegas pergi keluar rumah. Felix yang belum mendapatkan jawaban tentu saja mengejar Nadiba dan ia berhasil menarik sebelah tangan wanita itu hingga Nadiba berbalik badan menghadapnya.
“Tolong lepaskan aku.”
“Aku tak akan melepaskanmu sebelum kamu mengatakan apa yang sebenarnya terjadi padamu.”
“Tidak terjadi apa pun padaku, kamu sudah dengar sekarang kan? Jadi lepaskan aku sekarang juga.”
“Nadiba, kenapa kamu sama sekali tak mau jujur padaku? Aku tahu bahwa ada sesuatu yang terjadi tadi antara papa dan kamu.”
Nadiba terdiam mendengar ucapan Felix barusan, ia tak sanggup jika harus mengatakan hal yang jujur pada Felix karena itu pasti akan menyakiti hatinya.
“Nadiba, kenapa kamu hanya diam saja?”
“Aku minta maaf, akan tetapi aku tak dapat mengatakannya padamu.”
__ADS_1
“Kenapa kamu tak dapat mengatakannya padaku?”
“Aku tak bisa mengatakannya padamu.”
“Kenapa kamu tak dapat mengatakannya padaku? Aku butuh penjelasan Nadiba.”
“Maaf akan tetapi aku tak bisa.”
****
Nadiba pulang ke rumah dengan perasaan bercampur aduk, ia tak menyangka kalau Noah akan mengatakan cinta padanya padahal ia sebelumnya sama sekali tidak berpikiran buruk pada pria itu. Kusuma yang melihat putrinya
pulang dalam kondisi tak baik-baik saja tentu saja terkejut dan bertanya apa yang terjadi pada Nadiba.
“Nak, apa yang terjadi padamu?”
“Aku baik-baik saja, Bu.”
“Kamu tak bisa menipuku Nadiba, aku tahu bahwa kamu saat ini tidak baik-baik saja.”
Nadiba tidak mau berdebat dengan sang ibu di malam ini, ia memilih untuk segera pergi ke kamarnya dan mengurung diri di dalam sana.
“Ya Tuhan, apa sih yang sebenarnya padanya?”
Kusuma sama sekali tak mendapatkan jawaban apa pun dari Nadiba hingga ia tak bisa tidur karena saking penasarannya, keesokan paginya ia berusaha membangunkan Nadiba dengan mengetuk pintu kamarnya.
“Nadiba, hari sudah siang sekarang, apakah kamu ingin mengurung dirimu di dalam kamar seharian ini?”
Tidak lama kemudian Nadiba membukakan pintu kamarnya, ia meminta maaf pada sang ibu yang sejak tadi mengetuk pintu akan tetapi tidak ia respon dengan baik.
“Aku minta maaf atas sikapmu ini, Bu, aku tak seharusnya melakukan ini padamu.”
“Ibu sama sekali tidak masalah dengan hal itu, Nak. Yang paling penting sekarang juga kamu bisa mengatakan apa yang sebenarnya terjadi padamu.”
****
Noah nampak terkejut ketika mendapati pesan dari Nadiba bahwa mungkin selama beberapa hari ke depan Nadiba tak akan masuk kerja, Noah curiga kalau Nadiba mengambil langkah ini sebagai jawaban atas apa yang telah ia lakukan pada wanita itu.
“Tidak Nadiba, kamu tak bisa melakukan ini,” gumam Noah menggelengkan kepalanya tanda ia tak terima dengan keputusan sepihak yang dilakukan oleh Nadiba ini.
Noah kemudian pergi menuju rumah keluarga Nadiba untuk berbicara baik-baik dengan wanita itu, akan tetapi saat ia tiba di sana justru ia tak menemukan Nadiba.
__ADS_1
“Nadiba saat ini tidak ada di rumah, Pak Noah.”
“Kalau saya boleh tahu, ke mana Nadiba pergi sekarang?”