Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Apakah Itu Memang Benar?


__ADS_3

Luna kemudian mendapatkan informasi mengenai di mana Faruq berada, ia pun segera bergegas menuju hotel yang menjadi tempat Faruq menginap selama di kota ini. Ketika Faruq membukakan pintu karena tadi ada yang


mengetuk pintu kamarnya, ia sama sekali tidak menyangka kalau orang yang datang saat ini adalah Luna. Sementara itu Luna sendiri nampak tersenyum pada Faruq dan tanpa basa-basi langsung masuk ke dalam kamar ini.


“Jadi rupanya kamu menginap di hotel ini?”


“Kenapa kamu bisa tahu aku ada di sini?”


“Apakah kamu lupa siapa aku Faruq? Aku memiliki banyak mata dan telinga yang bisa melacak di mana pun kamu berada.”


“Sekarang kamu sudah menemukan keberadaanku, apa yang ingin kamu lakukan?”


“Aku ingin mengajukan sebuah pertanyaan padamu, apa yang kamu lakukan di kota ini?”


“Aku hanya ingin liburan.”


“Liburan?”


“Iya, memangnya kenapa? Apakah salah?”


“Sama sekali tidak salah kalau kamu datang ke kota lain namun salah kalau datang ke kota ini karena kota ini adalah kota di mana Nadiba tinggal!”


“Jadi kamu menyusulku jauh-jauh ke sini karena takut aku bertemu dengan Nadiba?”


“Iya, aku takut kalau kamu takut bertemu kemudian jatuh cinta lagi pada mantan istrimu itu.”


“Jangan konyol Luna, aku dan dia sudah bercerai.”


“Iya kamu memang sudah bercerai dengannya namun sikapmu belakangan ini setelah kita menikah sangatlah berbeda, kamu seperti lebih membela Nadiba dan anakmu.”


“Aku tidak membela mereka, kamu saja yang sepertinya terlalu berlebihan dalam menanggapi itu.”


“Kamu anggap aku ini apa Faruq? Kalau kamu memang tidak mencintaiku, maka seharusnya kamu tidak perlu mendekatiku!”


“Luna, berhentilah bicara konyol, aku dan Nadiba sudah tidak memiliki perasaan apa pun lagi jadi tolong jangan mengungkit soal ini lagi.”


“Kalau begitu aku memiliki keinginan untukmu.”


“Keinginan apa?”


“Aku ingin kita memiliki anak.”


“Apa?”


“Apakah ucapanku tadi belum cukup jelas? Aku ingin memiliki anak darimu supaya kamu tidak lagi terbayang-bayang oleh Nadiba dan Rama.”


****


Kusuma nampak geram dengan tindakan Luna yang secara tidak sopan masuk ke dalam rumah ini dan membuat onar, Nadiba mengatakan bahwa ia baik-baik saja namun Kusuma sama sekali tidak mempercayai hal itu apalagi ia


melihat Luna melakukan tindak kekerasan pada putrinya yang membuat dirinya naik darah.


“Wanita itu tidak bisa dibiarkan, dia sudah masuk ke dalam rumah ini tanpa permisi dan membuat keributan.”

__ADS_1


Darsih yang baru pulang setelah menghadiri acara di desa sebelah nampak heran ketika melihat kakaknya seperti mengomel sendirian.


“Apa yang terjadi saat ini? Kamu sedang memarahi siapa?”


“Istri baru Faruq membuat masalah di rumah ini.”


“Apa katamu? Dia membuat masalah? Kapan?”


“Tentu saja saat kamu pergi tadi, wanita itu dengan tidak sopannya masuk ke dalam rumah ini dan berteriak memanggil nama Faruq padahal pria itu tidak ada di rumah ini, dia bahkan tadi sempat melakukan kekerasan pada Nadiba.”


“Oh ya ampun, itu benar-benar sesuatu yang mengerikan.”


“Kalau aku mengingat hal itu rasanya aku sangat marah sekali, dengan angkuhnya dia mengatakan ini belum berakhir, mentang-mentang dia orang kaya maka dia pikir bisa seenaknya saja melakukan hal ini padaku.”


“Bagaimana kondisi Nadiba saat ini?”


“Dia saat ini sedang beristirahat di kamar.”


“Aku akan mengeceknya dulu.”


Kemudian Darsih pergi menuju kamar Nadiba untuk mengecek apakah Nadiba sedang istirahat atau tidak.


****


Faruq menolak ajakan Luna untuk membuat anak, Luna tentu saja curiga dengan Faruq yang menolak ajakannya itu semenjak mereka menikah, mereka sama sekali tidak melakukan hubungan layaknya suami istri yang tentu


saja membuat Luna benar-benar curiga kalau sebenarnya Faruq tidak mencintainya.


“Astaga Luna, harus berapa kali aku mengatakan bahwa aku mencintaimu.”


“Lantas kenapa kamu selalu menolak kalau aku meminta kita berhubungan? Kita ini sekarang sudah sah menjadi pasangan suami istri di mata agama dan hukum negara.”


“Jangan memaksaku melakukannya.”


“Kenapa? Apakah kamu masih terbayang-bayang dengan Nadiba?”


“Sudahlah Luna, jangan membuat keributan.”


“Aku? Aku sama sekali tidak mau membuat keributan hanya saja sikapmu yang seperti ini membuatku bingung sebenarnya apakah kamu mencintaiku atau tidak, kenapa kamu memperlakukanku layaknya orang asing?”


Faruq menghela napasnya kesal, ia berniat pergi dari kamar ini namun Luna menahan tangannya, ia tidak akan membiarkan Faruq pergi begitu saja.


“Kamu mau pergi ke mana?”


“Aku mau pergi keluar kamar untuk mencari udara segar.”


“Ini pasti hanya alasanmu saja kan?”


“Lepaskan tanganmu.”


“Tidak, ini pasti hanya alasanmu saja.”


Luna tetap memegangi tangan Faruq namun pria itu kemudian menepis tangan Luna dengan kasar kemudian pergi keluar kamar.

__ADS_1


“Awas saja kamu Faruq, aku akan mendapatkan apa pun yang aku inginkan.”


****


Thalia terkejut ketika mendapati Felix berada di lobi hotel tempatnya menginap selama beberapa hari ini, ia kemudian mendekati Felix untuk bertanya apa yang ia lakukan di hotel ini.


“Harusnya aku yang bertanya apa yang Mama lakukan di hotel ini?”


“Aku tentu saja menginap di hotel ini karena memang letak hotel ini tidaklah jauh dari rumah sakit.”


“Benarkah hanya itu?”


“Apa yang sebenarnya terjadi padamu, Nak?”


“Apakah sebenarnya Mama menjalin hubungan dengan pria lain dan bahkan melakukan yang lebih jauh dari itu?”


Thalia terdiam mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Felix barusan, melihat Thalia yang hanya diam tanpa menjawab pertanyaan darinya membuat Felix kesal, ia mendesak supaya Thalia mengatakan yang sebenarnya.


“Kenapa Mama hanya diam saja? Jawab pertanyaanku, Ma!”


“Baiklah kalau kamu memang ingin tahu akan aku katakan yang sebenarnya, apa yang kamu katakan tadi memang benar adanya, apakah kamu puas?”


“Kenapa Mama melakukan itu? Kenapa Mama mengkhianati Papa?”


“Bukan aku yang mengkhianati papamu namun dia duluan yang terlebih dahulu mengkhianatiku!”


“Apa maksud Mama?”


“Papamu itu memiliki hubungan dengan wanita lain bahkan parahnya lagi mereka sampai memiliki seorang anak!”


****


Felix pulang ke rumah dengan masih bertanya-tanya apa yang dikatakan oleh mamanya tadi itu adalah sebuah hal yang benar atau tidak, ketika tiba di rumah nampak papanya sedang duduk di sofa ruang tengah sambil mengetik


sesuatu di laptopnya.


“Pa.”


“Oh kamu sudah pulang, dari mana saja kamu?”


“Aku baru menemui mama.”


“Ada apa? Kenapa wajahmu seperti itu?”


“Mama mengatakan sesuatu padaku yang aneh, Pa.”


“Apalagi yang dia katakan padamu kali ini?”


“Dia mengatakan kalau Papa memiliki hubungan dengan wanita lain dan bahkan sampai memiliki seorang anak dari hubungan kalian.”


Noah nampak terkejut ketika mendengar ucapan Felix barusan, Felix yang melihat raut wajah papanya berubah pun curiga, ia mendesak supaya sang papa jujur padanya.


“Apa yang Mama katakan itu tidak benar kan, Pa? Katakan kalau semua itu tidak benar!”

__ADS_1


__ADS_2