Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Mengutarakan Kembali Alasan


__ADS_3

Rama pun pada akhirnya menuruti apa yang dikatakan oleh ayahnya yaitu kembali membujuk ibunya agar dapat bisa kembali bersama sang ayah. Setelah pulang ke rumah karena semalam menginap bersama dengan Faruq, Rama langsung mencari di mana keberadaan sang ibu namun ternyata ibunya tidak ada di rumah ini.


“Kamu sedang mencari apa, Nak?” tanya Kusuma penasraan.


“Aku sedang mencari ibu, Nek, sekarang ibu ada di mana, Nek?”


“Ibu tentu saja sekarang sedang bekerja Rama, besok baru ibu akan libur.”


“Oh begitu rupanya.”


“Memangnya kalau Nenek boleh tahu kenapa kamu mencari ibumu sekarang? Apakah kamu merindukannya?”


“Ada sesuatu yang ingin aku katakan pada ibu, Nek.”


“Tentang apa memangnya kalau Nenek boleh tahu?”


“Aku mau membujuk supaya ibu bisa kembali bersama ayah lagi dan kita bisa hidup bahagia selamanya.”


Kusuma nampak terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh cucunya, Rama yang melihat ekspresi neneknya pun sontak bertanya kenapa sang nenek ekspresinya seperti itu.


“Nenek kenapa? Apakah Nenek tidak suka kalau ayah dan ibu kembali bersama lagi seperti dulu?”


“Bukannya begitu sayang, hanya saja kenapa kamu kembali mengungkit soal ini?”


“Karena aku ingin ayah dan ibu kembali bersama seperti dulu lagi.”


“Apakah ayahmu yang memintamu mengatakan ini pada ibu?”


“Iya Nek, ayah bilang ibu terlalu takut kalau kembali pada ayah karena dulu ayah sempat meninggalkan kami namun ayah sudah berjanji padaku bahwa ia tidak akan melakukan seperti apa yang pernah ia lakukan dulu


padaku dan ibu.”


Kusuma menghela napasnya berat, pantas saja kenapa Rama kembali mengungkit masalah ini rupanya Faruq masih saja mencoba menggunakan anaknya ini agar Nadiba kembali pada pelukannya.


“Kalau begitu nanti saja kamu bicara dengan ibumu kalau ibu sudah pulang.”


“Baik Nek.”


“Namun Nenek berpesan satu hal padamu, kamu harus menghormati apa pun yang ibumu katakan walaupun itu tidak menyenangkanmu, apakah kamu paham?”


“Iya Nek, aku paham.”


“Anak pintar, kalau begitu Nenek akan buatkan makan siang dulu untukmu, ya?”


****

__ADS_1


Nadiba pulang ke rumah ketika sore hari dan Rama langsung menghampirinya, tidak biasanya Rama menyambutnya seperti ini ketika ia pulang bekerja, tentu saja sikap Rama yang tak biasa ini menjadi pertanyaan tersendiri bagi Nadiba.


“Rama, kamu tumben menyambut Ibu ketika pulang ke rumah.”


“Bu, ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan dengan Ibu.”


“Benarkah? Apa itu, Nak?”


“Apakah Ibu tidak mau kembali pada ayah?”


Nadiba nampak terkejut dengan pertanyaan yang diajukan oleh Rama barusan, ia tidak menyangka kalau Rama akan kembali menanyakan soal ini padahal sebelumnya ia sudah memberitahukan Rama mengenai keputusannya.


“Nak, kenapa kamu kembali bertanya ini pada Ibu?”


“Apakah Ibu tidak mau kembali pada ayah?”


“Rama bukannya Ibu tidak mau kembali pada ayah, hanya saja seperti yang pernah Ibu sampaikan padamu sebelumnya bahwa hubungan antara kami sudah tidak lagi sama seperti dulu, Rama pasti mengerti kan?”


“Tapi Bu, aku ingin sekali Ibu dan ayah seperti dulu lagi, kita bisa bersama-sama tanpa harus berpisah seperti ini.”


Kusuma segera muncul dari dalam rumah untuk mengajak Rama masuk ke dalam rumah namun Rama menolak, ia mengatakan bahwa ingin Nadiba kembali pada Faruq.


“Nak, ayo ikut Nenek.”


Akhirnya Kusuma pun membawa Rama menuju kamarnya, untuk beberapa saat di dalam kamar anak tu mereka berdua berbicang hingga Kusuma pun keluar dari dalam kamar.


****


tiba-tiba Rama langsung membicarakan hal tersebut?


“Apa yang sebenrnya terjadi padanya?”


Kusuma menghampiri Nadiba dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Rama, Kusuma mengatakan kalau semua ini adalah ulah Faruq yang mencoba mempengaruhi anaknya supaya membantunya dalam proses Nadiba dan Faruq kembali rujuk.


“Jadi semua ini gara-gara mas Faruq, Bu?”


“Menurut pengakuan Rama sih begitu.”


Nadiba tidak habis pikir dengan Faruq yang masih saja mencoba supaya dirinya kembali padanya padahal Faruq sudah berjanji padanya kalau akan menghargai keputusannya akan tetapi sikap yang dilakukan oleh mantan


suaminya itu jauh bertolak belakang dengan apa yang pernah ia ucapkan padanya.


“Aku mau masuk ke dalam kamar dulu, Bu.”


“Baiklah Nak, Ibu sudah menyiapkan makan malam di meja makan, pastikan kalau kamu makan dulu sebelum tidur.”

__ADS_1


“Baik Bu, aku akan pastikan kalau diriku akan makan sebelum tidur.”


Nadiba pun kemudian pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaian dan mengambil handuk, Nadiba bertekad untuk bicara dengan Faruq dan membahas mengenai hal ini.


****


Keesokan harinya Nadiba mengajak Faruq untuk bicara tentu saja Faruq bahagia sekali karena akhirnya Nadiba menghubunginya dan mengajaknya untuk bicara, Faruq menuju tempat yang Nadiba sampaikan lewat pesan


tadi dan ketika ia tiba di sana Nadiba telah menantinya.


“Nadiba, kamu mau bicara apa?”


“Aku ingin membicarakan apa yang kemarin Rama katakan padaku.”


“Memangnya kemarin Rama mengatakan apa padamu?”


“Mas Faruq tidak perlu pura-pura karena aku tahu sebenarnya Mas Faruq mengetahui hal ini dan sengaja meracang semua ini kan?”


“Kamu ini bicara apa, Nadiba?”


“Berhentilah bersandiwara, Mas, aku sudah berulang kali mengatakan padamu bahwa aku tidak akan pernah kembali padamu, apakah ucapanku itu masih belum cukup jelas bagimu?”


“Jangan bilang tidak mungkin Nadiba, semua bisa saja terjadi.”


“Tentu saja aku mengatakan tidak mungkin karena memang itulah kenyataan yang harus kamu hadapi Mas, sampai kapan pun aku tidak akan pernah kembali padamu dan aku mohon padamu untuk jangan menggunakan Rama


sebagai alat supaya aku kembali padamu.”


Selepas mengatakan itu, Nadiba hendak pergi akan tetapi Faruq menahannya dan memeluk Nadiba yang membuat Nadiba sama sekali tidak nyaman dengan apa yang dilakukan oleh Faruq ini.


“Mas kamu ini apa-apaan, sih? Lepaskan aku!”


“Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu mengatakan bahwa ‘tidak mungkin’ itu akan menjadi sebuah hal yang ‘mungkin’.”


“Mas tolong lepaskan aku, aku harus bekerja sekarang!”


****


Faruq berkeras tidak mau melepaskan Nadiba karena ia tidak ingin kehilangan Nadiba, ia benar-benar bodoh karena sudah mencampakan wanita sebaik Nadiba dan memilih Luna sebagai pengganti Nadiba namun pada


akhirnya ia menyesali semua keputusan yang telah ia ambil. Faruq benar-benar sangat mencintai Nadiba dan oleh sebab itu ia benar-benar tidak ingin kehilangan wanita ini.


“Aku benar-benar tidak ingin kehilanganmu Nadiba, aku sangat mencintaimu, tolong berikanlah aku satu kali kesempatan lagi maka aku akan membuktikan bahwa cintaku ini tulus padamu.”


“Mas, tolong jangan membuang waktuku, aku harus pergi bekerja sekarang.”

__ADS_1


“Aku tidak akan melepaskanmu, Nadiba.”


__ADS_2