
Faruq rupanya diam-diam secara tak sengaja mencuri dengar apa yang dibicarakan oleh Nimas dengan seseorang yang ia telepon, ia penasaran dengan apa yang sebenarnya dibicarakan karena Nimas sepertinya hendak
mencelakai orang. Setelah menyadari kalau Faruq muncul ia berusaha untuk menjelaskan bahwa ia tak melakukan hal buruk namun Faruq memilih pergi ke dalam rumah. Nimas tak dapat membiarkan Faruq berpikiran yang buruk mengenai dirinya, Nimas langsung mengejar Faruq dan menahan tangan suaminya itu.
“Ada apa lagi?”
“Faruq, tolong kamu percaya padaku.”
“Kenapa kamu bersikap seperti ini, Nimas?”
“Kamu saat ini pasti tengah memikirkan sesuatu hal yang buruk mengenai diriku kan? Aku sudah mengatakan kalau aku tidak melakukan apa pun.”
Faruq nampak kesal dengan ucapan Nimas barusan dan kemudian ia dengan kasar melepaskan tangan Nimas yang mencekal tangannya sejak tadi.
“Aku tidak memiliki waktu untuk mendengar ocehanmu yang tidak jelas ini.”
“Tidak bisa begitu Faruq, aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan mengenai diriku dan semua itu tidaklah benar.”
“Apakah aku mengatakan bahwa aku tak memercayaimu tadi?”
Nimas terdiam karena baru menyadari kalau sejak tadi justru dirinyalah yang takut kalau Faruq berpikiran yang macam-macam padanya padahal justru Faruq dari tadi bersikap sangat acuh dan tak mempedulikannya.
“Apa yang sebenrnya kamu lakukan, Nimas?”
“Aku tidka melakukan apa pun, Faruq.”
“Kalau begitu kenapa kamu begitu panik?”
“Aku tidak panik, aku tadi hanya takut kalau kamu berpikiran buruk padaku.”
Faruq kemudian pergi meninggalkan Nimas dan wanita itu hanya dapat menghela napasnya seraya berharap semoga saja Faruq memang tak menaruh curiga berlebihan padanya.
“Ini semua pasti hanya manipulasi pikiranku saja, dia tak mungkin mencuri dengar apa yang tadi aku dan orang itu bicarakan.”
Nimas kemudian memutuskan untuk keluar rumah lagi sementara Faruq diam-diam memerhatikan tingkah Nimas dri balik dinding rumah, ia penasaran dengan apa yang sebenarnya Nimas rencanakan karena sepertinya
wanita itu ingin melakukan kejahatan.
****
__ADS_1
Faruq memberitahu Darsih mengenai kecurigaannya pada Nimas yang akan berbuat kejahatan dan Darsih pun terkejut dengan apa yang Faruq katakan. Darsih langsung menanyakan pada Nimas apa yang sebenarnya tengah anaknya lakukan, Nimas tentu saja mengatakan bahwa ia tak melakukan apa pun.
“Sejujurnya Ibu jadi curiga kalau kamu yang mencelakai tante Kusuma.”
Nimas nampak kesal karena Darsih mengungkit soal kecelakaan itu, Nimas masih bersikukuh bahwa ia tak tahu menahu soal kecelakaan yang Kusuma alami.
“Kenapa sih Ibu tak percaya padaku?”
“Bukannya Ibu tak mau percaya padamu, Nak. Hanya saja kamu tahu sendiri kalau dirimu banyak melakukan hal yang tidak baik belakangan ini.”
“Dan oleh sebab itu maka Ibu ingin menyalahkanku dan menuduhku padahal aku bukan pelakunya?”
“Kok kamu marah-marah begini, sih?”
“Bagaimana bisa aku tak marah, Bu? Ibu pikir saja sendiri kenapa aku bisa marah begini, andai Ibu tak menuduhku yang bukan-bukan maka semua ini tak akan terjadi!”
Nimas kemudian pergi meninggalkan Darsih yang membuat Darsih mengelus dada dengan kelakuan putrinya yang malah marah-marah setelah ia mengungkit soal kecelakaan Kusuma.
“Tidak mungkin kalau kamu yang melakukan itu kan, Nak?”
Darsih masih terus berharap kalau memang bukan Nimas yang menjadi pelaku tabrak lari yang menimpa Kusuma krena kalau sampai hal itu terjadi maka tentu saja hal tersebut membuat hatinya hancur.
****
teman bicara saat ini. Luna yang mendapatkan pesan dari Faruq bahwa pria itu setuju untuk bertemu dengannya tentu saja bahagia bukan main, ia sudah menyiapkan skenario yang dapat membuat dirinya dan Faruq dapat kembali seperti dulu lagi. Faruq sudah tiba di restoran tempat di mana ia dan Luna sudah janjian sebelumnya, ketika dirinya baru saja tiba di restoran tersebut nampak Luna sudah tiba dan melambaikan tangan padanya.
“Akhirnya kamu datang juga.”
“Sejujurnya aku datang karena aku membutuhkan teman bicara.”
“Oh benarkah? Aku merasa tersanjung karena kamu menjadikanku teman bicara.”
Faruq sama sekali tidak menanggapi ucapan Luna barusan dan ia langsung menumpahkan kekesalannya pada Nimas yang mana ia mengatakan pada Luna bahwa ia tidak tahan lagi untuk melanjutkan pernikahannya dengan
Nimas belum lagi ditambah sikap Nimas yang dicurigai menjadi dalang di balik kecelakaan yang menimpa ibunya Nadiba.
“Nimas yang menjadi dalangnya?”
“Aku belum tahu dengan pasti namun ibunya sendiri saja mencurigainya sebagai dalang di balik hal tersebut.”
__ADS_1
“Kalau begitu aku bisa membantumu untuk hal tersebut.”
****
Kusuma sedang menjemur pakaian di halaman rumah ketika orang tak dikenal secara tiba-tiba saja masuk ke dalam pekarangan rumahnya dan langsung membawa paksa dirinya untuk masuk ke dalam mobil.
“Siapa kalian? Apa yang hendak kalian lakukan padaku?”
“Jangan berisik kamu!”
Kusuma tak mau mengikuti apa yang dilakukan oleh orang tak dikenal ini, ia kemudian berteriak yang membuat para tetangga berdatangan. Ketika para tetangga berdatangan membuat orang yang hendak melakukan hal buruk pada Kusuma itu seketika langsung melarikan diri.
“Anda baik-baik saja, Bu?”
“Iya saya baik-baik saja, terima kasih banyak karena barusan kalian baru saja menolongku.”
Akhirnya para tetangga pun membubarkan diri dan Kusuma bisa bernapas lega karena ia tak jadi diculik oleh orang tak dikenal, ketika sore menjelang malam ketika Nadiba kembali ke rumah, anaknya itu langsung bertanya
pada dirinya mengenai kejadian tadi ketika dirinya tengah bekerja di rumah Noah.
“Iya Nak, tadi ada orang tak dikenal yang hendak menculik Ibu untungnya saja sebelum Ibu berhasil mereka culik sempat berteriak meminta tolong hingga para tetangga berdatangan dan menolong Ibu.”
“Syukurlah kalau begitu, semoga saja Ibu akan baik-baik saja ketika aku tinggal bekerja.”
“Kamu tak perlu memikirkan Ibu, Nak. Ibu akan baik-baik saja.”
****
Walaupun Kusuma sudah mengatakan hal yang menenangkan untuknya namun Nadiba nyatanya tak dapat tenang, selama ia bekerja di rumah Noah dirinya tak dapat sepenuhnya konsentrasi hingga membuat Felix menegurnya.
“Maafkan saya Tuan Felix.”
“Sebenarnya ada apa, Nadiba?”
Nadiba awalnya tak mau menceritakan masalah ini pada Felix namun ia tak bisa menahan diri untuk tak bercerita pada Felix karena ia dapat memercayai pria itu. Felix terkejut ketika tahu bahwa Kusuma kemarin dalam bahaya dan ia berjanji pada Nadiba kalau akan membantu Nadiba mencari tahu siapa orang yang berniat buruk pada Kusuma.
“Terima kasih banyak, Tuan Felix.”
“Tidak masalah Nadiba, semoga saja selepas ini sudah tidak ada lagi hal buruk yang menimpa keluargamu.”
__ADS_1