Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Rayuan Maut


__ADS_3

Pertengkaran yang terjadi di antara Nadiba dan Faruq seketika berhenti ketika Kusuma datang dan menanyakan apa yang sedang mereka ributkan sekarang. Nadiba kemudian mengatakan bahwa Faruq memintanya untuk


tidak bekerja di rumah Noah akan tetapi tentu saja Nadiba menolak hal tersebut karena ia membutuhkan pekerjaan tersebut.


“Apa yang Nadiba katakan benar Faruq, kamu tidak boleh melarang anakku untuk bekerja di rumah pak Noah.”


“Tapi Bu, pria itu kan menyukai Nadiba, bisa saja dia melakukan hal yang buruk pada Nadiba ketika ia bekerja di rumahnya.”


“Kamu terlalu berburuk sangka pada pak Noah, hal buruk apa yang kamu maksudkan, hm? Selama aku mengenal pak Noah, tidak sekalipun dia berbuat tidak baik pada anakku.”


Kusuma kemudian meminta Nadiba tidak usah memikirkan apa yang Faruq katakan dan fokus saja untuk bekerja di rumah Noah. Faruq masih saja keberatan dengan keputusan yang sudah Nadiba ambil karena ia khawatir


kalau Noah bisa mempengaruhi Nadiba yang justru akhirnya malah akan membuat Nadiba menjadi milik pria itu.


“Tidak bisa, ini semua tidak bisa untuk dibiarkan.”


Nadiba kemudian masuk ke dalam kamarnya dan menghela napasnya panjang, ia tahu bahwa ini adalah keputusan yang berat untuk ia ambil, akan tetapi ia tidak memiliki pilihan lain dan harus mengambil jalan ini.


“Semoga saja memang tidak akan terjadi hal yang buruk padaku.”


Nadiba kemudian tidur dan keesokan harinya ia pergi ke rumah Noah untuk bekerja, akan tetapi rupanya saat Nadiba hendak pergi, Faruq sudah menantinya di depan pintu.


“Apakah kamu yakin untuk pergi bekerja di sana?”


“Mas, aku sudah berulang kali mengatakannya dan keputusanku sama sekali tidak berubah.”


Setelah mengatakan itu Nadiba langsung pergi meninggalkan rumah tantenya dan menuju rumah Noah yang ada di desa sebelah, ketika Nadiba tiba di depan rumah nampaklah sosok Felix yang tengah berolahraga di depan rumah dan menatapnya. Nadiba sontak memalingkan wajahnya supaya tidak saling bertatapan dengan Felix.


****


Felix berjalan menghampiri Nadiba dan membuat wanita itu menjadi tidak nyaman, Felix bertanya kenapa Nadiba datang ke sini dan Nadiba pun mengatakan kalau ia datang karena akan kembali bekerja di rumah ini.


“Apakah papaku yang memintamu untuk bekerja kembali di rumah ini?”


“Iya Tuan, pak Noah yang meminta saya bekerja di rumah ini.”


Felix nampak tersenyum sinis pada Nadiba dan membuat Nadiba merasa tak nyaman, ia kemudian berpamitan pada Felix untuk masuk ke dalam rumah akan tetapi tangannya ditahan oleh Felix dan hal tersebut membuatnya


tersentak.


“Kamu masih menyukaiku kan?”

__ADS_1


“Tidak Tuan, saya tidak menyukai anda.”


“Kamu tidak dapat membohongiku Nadiba, kamu masih menyukaiku dari gerak tubuhmu saja aku sudah dapat menduganya.”


“Tuan Felix, saya mohon untuk melepaskan saya karena sekarang saya harus pergi bekerja.”


Akan tetapi Felix sama sekali tidak melakukan seperti apa yang Nadiba pinta, ia malah sengaja membuat Nadiba makin mendekat ke arahnya dan membuat Nadiba tidak karuan.


“Kalau memang kamu sudah tidak menyukaiku lagi, maka bisakah kamu menatap mataku?”


Nadiba tidak dapat melakukan hal itu dan untungnya saja Noah muncul dari dalam rumah dan membuat Felix melepaskan Nadiba.


“Apa yang sudah kamu lakukan pada Nadiba?”


“Aku sama sekali tidak melakukan apa pun padanya, Pa.”


****


Faruq jadi uring-uringan sendiri karena dirinya tidak dapat menahan Nadiba untuk bekerja di rumah Noah, ia tidak bisa membiarkan Nadiba terus menerus bekerja di rumah Noah karena kalau dibiarkan maka ia khawatir Nadiba akan jatuh cinta pada pria itu apalagi Noah memiliki semua yang tidak ia miliki.


“Kenapa kamu uring-uringan sejak tadi?” tanya Darsih.


“Kok kamu malah menanyakan hal itu padaku, sih? Tanya saja pada Nadiba kalau kamu memang ingin mengetahui alasannya.”


“Aku sudah mencoba mengingatkannya untuk tidak bekerja di sana, akan tetapi Nadiba sama sekali tidak mempedulikannya.”


“Kamu tidak ingin Nadiba bekerja di rumah pak Noah memangnya kenapa?”


“Karena aku tidak mau Nadiba jatuh cinta pada pak Noah.”


“Mustahil Nadiba akan jatuh cinta pada Noah, sudah berulang kali Nadiba mengatakan kalau ia tidak mencintai pak Noah akan tetapi ia mencintai anaknya.”


“Aku tahu, di sana juga anaknya tinggal di rumah itu kan?”


“Sepertinya begitu.”


“Aku tidak bisa membiarkan Nadiba terus menerus bekerja di sana, itu pasti tidak akan membuatnya nyaman.”


“Dari pada kamu memikirkan hal itu, lebih baik bantu aku pergi ke ladang dan memanen beberapa komoditi yang siap untuk dipanen.”


“Baiklah Tante.”

__ADS_1


Maka mereka berdua pun pergi menuju landang walaupun sebenarnya Faruq sama sekali tidak dapat fokus hari ini.


****


Nadiba merasa masih agak canggung bekerja kembali di rumah ini padahal saat pertama kali ia bekerja di rumah ini maka ia bisa melakukan tugasnya tanpa ada rasa canggung sama sekali. Akan tetapi tentu saja semua


berbeda sekarang karena ia sudah mengetahui kalau Noah menyukainya ditambah ia masih menyukai Felix.


“Nadiba.”


“Iya Pak Noah?”


“Kamu sepertinya agak sedikit berbeda.”


“Kenapa begitu? Saya merasa seperti biasa saja.”


“Iya kamu makin cantik.”


“Hentikan Pak Noah, bukankah saya sudah mengatakan jangan mengganggu ketika saya sedang bekerja?”


“Saya minta maaf, akan tetapi saya hanya mengatakan yang sejujurnya padamu kalau kamu benar-benar cantik sekali.”


Nadiba merasa tidak nyaman dengan situasi seperti ini, ia belum selesai mengerjakan tugasnya akan tetapi Noah mengganggunya dan mulai mengeluarkan rayuan mautnya yang sama sekali tidak berefek pada Nadiba. Noah


sendiri sebenarnya ada tugas pergi ke kota untuk tugas jurnalistik akan tetapi ia memilih tidak berangkat ke sana karena ingin melihat Nadiba bekerja di hari pertamanya setelah waktu itu ia memutuskan untuk berhenti.


“Nadiba, terima kasih banyak karena kamu sudah mau kembali bekerja di rumah ini.”


Akan tetapi Nadiba sama sekali tidak menanggapi ucapan Noah barusan dan ia malah sibuk dengan pekerjaannya dan ingin sekali menyelesaikannya dengan cepat supaya bisa segera pergi dari sini.


****


Kondisi Ledi semakin memburuk dan Luna yang tidak memiliki cukup uang pun akhirnya memutuskan untuk menemui Prabu di kantor. Ketika ia tiba di kantor, justru ia mendapatkan pengusiran dari satpam yang berjaga di depan pintu lobi.


“Kamu tidak mengenalku?”


“Saya mengenal anda, akan tetapi pak Prabu tidak mengizinkan anda untuk masuk ke dalam.”


Luna tentu saja sedih sekaligus marah karena ia jatuh miskin dan diusir dari rumah lama mereka karena pria itu dan wanita yang selama ini menjadi selingkuhannya. Ketika Luna masih berdebat panjang dengan satpam, sosok yang sedang ia bicarakan muncul dari belakangnya.


“Apa yang membawamu ke sini?”

__ADS_1


__ADS_2