Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Saling Tak Suka


__ADS_3

Kusuma nampak memijit pelipisnya saat mendengar ucapan Faruq barusan, seketika ia menjadi pusing karena masalah antara Nadiba dengan Noah belum selesai kini muncul Faruq yang mengaku masih mencintai Nadiba.


“Apakah Ibu tidak setuju kalau aku dan Nadiba kembali rujuk?”


“Sejujurnya aku tidak mau ikut campur mengenai masalah personal putriku, hanya saja saat ini kamu tahu sendiri Nadiba masih belum mau membuka hatinya untuk orang lain setelah dikecewakan oleh tuan Felix.”


“Siapa tuan Felix itu?”


“Tuan Felix itu adalah anak dari pak Noah, pria yang waktu itu kamu temui di rumah sakit.”


Faruq makin penasaran sebenarnya apa yang terjadi di antara mereka bertiga dan ia menanyakan hal itu pada Kusuma, mantan ibu mertuanya itu pun menceritakan semuanya pada Faruq hingga membuat ia paham apa


yang sebenarnya terjadi pada mereka bertiga.


“Jadi aku mohon jangan membuat masalah semakin runyam, jalani saja kehidupan pernikahanmu dengan Luna dan pergi dari Nadiba seperti yang telah kamu lakukan selama ini.”


“Bukankah sebelumnya aku pernah mengatakan kalau aku dan Luna tidak saling mencintai, Bu?”


“Sudahlah apa pun alasannya kini kamu dan Luna sudah menikah, aku tidak ingin Luna jadi salah paham dan membuat wanita itu kembali bersikap jahat pada kami. Saat ini kami semua ingin kehidupan yang damai tanpa


adanya konflik, tolong kamu pahami itu.”


“Aku paham akan hal itu, Bu. Sejujurnya aku menyesali keputusanku yang saat itu diambil secara sepihak dan kini aku menyesal telah bercerai dengan Nadiba, kini aku baru sadar kalau Nadiba adalah satu-satunya wanita yang aku cintai.”


“Tolong berhenti membicarakan hal omong kosong seperti ini Faruq, kamu hanya membuat kepalaku semakin pusing saja.”


“Kalau begitu Ibu beristirahatlah, besok aku akan kembali lagi ke sini untuk menjenguk Nadiba dan Rama.”


Faruq pun berpamitan pada Kusuma dan pria itu segera bergegas pergi dari rumah ini, selepas Faruq pergi kini Kusuma pun pergi ke kamar Nadiba untuk melihat bagaimana kondisi putrinya saat ini.


****


Sebenarnya Nadiba sejak tadi mendengarkan apa yang Faruq dan Kusuma bicarakan, ia nampak terkejut ketika Faruq mau jujur mengenai perasaannya pada sang ibu akan tetapi Nadiba tidak akan mau kembali pada Faruq


setelah apa yang telah ditorehkan oleh pria itu pada masa lalunya.


“Jadi kamu sudah mendengar semuanya, Nak?”


“Iya Bu, aku sudah mendengar semuanya.”


“Lalu bagaimana tanggapanmu soal itu?”

__ADS_1


“Aku tidak tahu.”


“Apakah kamu ingin kembali pada Faruq?”


Nadiba menggelengkan kepalanya dan membuat Kusuma menghela napasnya lega, setidaknya Nadiba masih menggunakan akal sehatnya dan tidak terbawa dengan apa yang telah Faruq katakan padanya waktu itu.


“Aku tidak tahu bagaimana akhir kisahku tapi rasanya aku tidak akan pernah bisa kembali pada mas Faruq, Bu.”


“Iya Nak, apa pun keputusanmu Ibu mendukungnya.”


Akhirnya Kusuma pun pamit dari dalam kamar Nadiba, ia tidak ingin membuat Nadiba terganggu dengan kedatangannya. Setelah Kusuma keluar dari dalam kamar Nadiba, Rama menghampiri sang nenek dan bertanya apakah Faruq akan kembali lagi ke sini atau tidak.


“Sepertinya besok ayahmu akan kembali lagi ke sini, Nak.”


“Begitu, ya, Nek.”


“Rama, apakah setelah ini kamu ingin kembali tinggal dengan ayahmu, Nak?”


Rama nampak terdiam ketika mendengar pertanyaan yang diajukan oleh sang nenek barusan, ia merasa bingung mengenai keputusan apa yang harus ia ambil saat ini.


****


Keesokan harinya Faruq benar-benar kembali ke ruamh keluarga Nadiba untuk menjenguk Nadiba dan Rama, ia disambut oleh Rama sementara Nadiba masih berusaha menghindarinya. Tentu saja Faruq tidak ingin Nadiba terus menerus menghindarinya seperti yang tengah ia lakukan saat ini.


“Mas Faruq kenapa datang lagi ke sini?”


“Tentu saja karena aku ingin melihat bagaimana kondisimu saat ini.”


“Seperti yang sudah Mas Faruq lihat, aku baik-baik saja.”


“Nadiba, mengenai apa yang aku ucapkan saat itu….”


“Aku mohon kita jangan membahas hal itu lagi.”


“Tapi kenapa? Aku serius ketika mengatakan ingin kembali rujuk denganmu.”


Nadiba menggelengkan kepalanya dan memalingkan wajahnya dari Faruq, pria itu nampak agak kecewa dengan respon yang Nadiba lakukan saat ia mengatakan ingin kembali rujuk dengan sang mantan istri.


“Nadiba, apakah kamu tidak ingin kembali kepadaku? Aku menyesal sudah meninggalkanmu dan Rama.”


“Mas Faruq, aku tidak ingin membahas mengenai hal ini tolong Mas Faruq bisa paham.”

__ADS_1


“Tapi Nadiba ….”


“Faruq, tolong kamu tidak memaksa Nadiba seperti ini,” pinta Kusuma yang seketika membuat Faruq terdiam.


Nadiba pun memilih untuk kembali masuk ke dalam kamarnya sementara Kusuma mencoba bicara dengan Faruq supaya mantan menantunya ini tidak mengganggu Nadiba dulu.


****


Luna kembali ke kota dan menemukan perusahaan sudah jatuh ke tangan Prabu, tentu saja ia tidak dapat menerima semua ini, ia merasa bahwa Prabu telah mencuri perusahaan ini dengan cara yang tidak sah dari sang


mama. Akan tetapi Prabu menunjukan surat yang mengatakan kalau Ledi akan memberikan perusahaan kepadanya lengkap dengan cap jarinya.


“Tega sekali Papa melakukan hal ini pada mama padahal saat ini mama sedang tak berdaya.”


“Bukan aku yang melakukannya Luna tapi mamamu yang telah memberikan semua ini padaku.”


“Tidak, mama pasti tidak akan mau memberikan perusahaan ini pada Papa setelah yang Papa lakukan pada mama.”


Prabu nampak tertawa mendengar ucapan Luna barusan, ia meminta Luna untuk pergi dari ruangan kerjanya kalau memang sudah tidak ada lagi hal yang perlu dibicarakan lagi.


“Papa mengusirku?”


“Aku rasa memang sudah tidak ada hal penting lagi yang patut kita bicarakan, jadi dari pada kamu membuang waktuku untuk mengatakan hal omong kosong seperti tadi, bukankah akan jauh lebih baik kalau kamu melanjutkan


pekerjaanmu?”


Luna nampak kecewa dengan sikap papanya ini, ia pun melangkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan kerja sang papa dengan kedua tangan yang mengepal kuat, ia bersumpah akan merebut kembali perusahaan ini


demi sang mama.


“Aku berjanji padamu ma, aku akan mengambil kembali perusahaan ini dari papa.”


****


Noah kembali datang ke rumah keluarga Nadiba untuk menjenguk Nadiba akan tetapi ketika ia tiba di sana, justru ia menemukan Faruq yang tengah bermain dengan Rama di halaman rumah. Faruq yang melihat kedatangan


Noah meminta supaya Rama masuk ke dalam rumah dan anaknya itu menuruti apa yang Faruq perintahkan barusan.


“Mau apa anda datang kembali ke sini?” tanya Faruq yang secara terang-terangan menunjukan rasa tidak sukanya dengan kedatangan Noah di sini.


“Kenapa kamu masih saja bertanya? Tentu saja alasan kenapa aku datang ke sini adalah untuk menjenguk Nadiba,” jawab Noah santai.

__ADS_1


“Lebih baik anda pergi saja dari sini karena Nadiba tidak mau untuk ditemui oleh orang asing.”


“Justru seharusnya kamu yang pergi dari sini karena kamu sudah memiliki istri saat ini.”


__ADS_2