Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Ketika Mantan Suami Jujur


__ADS_3

Noah nampak tertawa mendengar penjelasan yang diberikan oleh Faruq barusan karena menurutnya apa yang Faruq katakan barusan sama sekali tidak dapat diterima oleh akal sehatnya. Kalau memang Faruq masih


mencintai Nadiba, kenapa pria itu harus menceraikannya dan menikah dengan wanita lain?


“Kamu bukan pria yang baik untuk Nadiba, kamu sudah menceraikannya jadi lebih baik kamu tidak perlu mencoba untuk mendekatinya lagi.”


“Kami sudah memiliki Rama dan saya rasa kami berdua masih saling mencintai, anda tidak berhak untuk ikut campur dalam masalah ini karena anda adalah orang asing.”


“Saya memang masih berstatus sebagai orang asing di sini, akan tetapi Nadiba tahu bahwa saya dengan tulus mencintainya dan tidak akan pernah mengkhianatinya seperti yang telah kamu lakukan padanya.”


“Apakah anda begitu yakin kalau Nadiba akan membalas perasaan anda? Saya rasa Nadiba tidak mungkin memiliki perasaan pada anda.”


“Kenapa sepertinya kamu sinis sekali pada saya?”


“Sebab anda mengejar-ngejar Nadiba!”


“Dia sekarang bukan milik siapa-siapa lagi, saya berhak untuk mendekatinya dong.”


Faruq seketika naik pitam dengan ucapan Noah barusan, akan tetapi sebelum pertengkaran berlanjut lebih parah Darsih muncul dan membuat mereka berdua terdiam.


“Pak Noah dan Faruq apa yang kalian lakukan di sini?”


“Kami sedang berbicara sebentar tadi.”


“Oh benarkah?”


“Saya permisi dulu,” ujar Noah yang kemudian pergi dari sana meninggalkan Darsih dengan tanda tanya besar.


“Apa yang kalian berdua bicarakan tadi?” tanya wanita itu dengan rasa keingin tahuan yang besar pada Faruq.


“Dia bilang dia mencintai Nadiba,” jawab Faruq.


“Oh benarkah?”


“Kok Tante sepertinya tidak terkejut dengan ucapanku barusan?”


“Tentu saja aku tidak terkejut karena memang sudah lama sekali diriku sudah tahu kalau pak Noah mencintai Nadiba.”


“Dan Tante membiarkan hal itu terjadi?!” seru Faruq tak percaya.


“Ya Tuhan Faruq, sekarang kan Nadiba sendiri wajar dong kalau ada pria yang mencoba mendekatinya selagi pria itu adalah pria baik-baik bukan sepertimu yang meninggalkan Nadiba begitu saja!”


****


Faruq bicara dengan Nadiba mengenai ucapan Noah tadi siang padanya, Faruq ingin menanyakan perasaan Nadiba secara jujur apakah mantan istrinya ini memang memiliki perasaan pada Noah atau tidak.


“Tentu saja tidak, aku kan sudah mengulangi jawaban itu berkali-kali, apakah telingamu tidak bisa mendengarnya?”


“Aku minta maaf kalau sudah membuatmu kesal dengan pertanyaanku yang selalu berulang itu, aku hanya ingin memastikan saja kalau kamu tidak jatuh cinta pada pria itu.”


“Memangnya kenapa Mas Faruq menanyakan itu padaku secara berulang kali?”

__ADS_1


“Sejujurnya Nadiba, aku merasa kalau aku masih mencintaimu.”


Nadiba tentu saja terkejut dengan ucapan Faruq barusan, ia tak menyangka kalau Faruq rupanya masih mencintainya padahal saat ini pria itu telah menjadi suami dari Luna.


“Bagaimana bisa Mas Faruq mengatakan itu padahal saat ini sudah menikah dengan Luna?”


“Aku tahu bahwa aku ini pria brengsek, akan tetapi aku tidak dapat membohongi hatiku Nadiba, aku tidak mencintai Luna, wanita itu hanya menjadi pelampiasanku saja dan orang yang benar-benar aku cintai itu adalah kamu.”


Nadiba tentu saja bingung sikap dan jawaban apa yang harus ia ambil dan katakan untuk menanggapi apa yang Faruq utarakan padanya barusan. Rupanya tanpa mereka sadari, Luna berdiri di pintu dan mendengar semua


yang Faruq katakan pada Nadiba, tentu saja hatinya hancur dan sakit, ia tidak akan membiarkan Faruq pergi darinya.


****


Faruq tiba di rumah dan disambut oleh Luna yang juga baru saja pulang, Faruq nampak heran kenapa Luna baru pulang jam segini dan membawa koper padahal ia hanya pergi ke kantor saja.


“Luna, kenapa kamu baru pulang jam segini dan bawa koper begitu?”


“Aku habis pergi dari luar kota.”


“Begitu rupanya.”


“Bagaimana kabar Nadiba?”


“Keadaannya sudah membaik, mungkin lusa ia boleh pulang.”


Saat Faruq hendak berbalik badan dan pergi ke kamar, Luna menahan tangan Faruq dan bertanya apakah ia masih mencintai Nadiba atau tidak.


“Jawab saja pertanyaanku, apakah benar kalau kamu masih mencintai mantan istrimu itu?”


“Aku rasa aku tak perlu menjawab pertanyaanmu barusan.”


“Kenapa demikian?”


“Karena rasanya itu tidak penting.”


“Katakan padaku yang sebenarnya Faruq, apakah kamu masih mencintai Nadiba?”


“Baiklah, kalau memang kamu menginginkan jawaban jujur dariku, aku memang masih mencintai Nadiba, apakah kamu sudah puas sekarang?”


“Jadi begitu rupanya? Kamu selama ini menipuku begitu?”


“Kalau memang kamu ingin kita bercerai maka aku akan mengabulkannya.”


“Siapa bilang kalau aku ingin kita bercerai?!”


“Apa maksudmu?”


“Kita tidak akan pernah bercerai sampai kapan pun!”


****

__ADS_1


Rama menjaga Nadiba setiap harinya hingga dokter mengizinkan Nadiba untuk pulang, anak itu yang mendengar kabar baik itu pun nampak bahagia sekali. Ia memeluk Nadiba karena bahagia akhirnya ibunya bisa pulang juga dari rumah sakit ini.


“Akhirnya Ibu bisa pulang juga.”


“Iya Nak, Ibu senang sekali akhirnya dokter memberikan izin Ibu untuk pulang.”


Kusuma dan Darsih tiba di sana untuk menjenguk Nadiba, mereka berdua diberitahu oleh Rama bahwa hari ini Nadiba sudah boleh pulang oleh dokter.


“Yang benar, Nak?”


“Iya Bu, dokter barusan datang dan mengatakan hari ini aku boleh pulang.”


“Ya Tuhan, Tante senang sekali mendengarnya.”


“Terima kasih Tante.”


Mereka kemudian membantu Nadiba mengemasi pakaian dan barang yang digunakan selama di rumah sakit ini. Rama pun tidak mau kalah dalam membantu neneknya untuk memasukan pakaian dan merapihkan semua barang milik Nadiba masuk ke dalam tas.


“Sudah selesai semua sepertinya.”


“Kalau begitu ayo kita pulang.”


Baru saja mereka hendak pergi keluar dari ruangan inap, Noah datang dan terkejut ketika melihat Nadiba sudah hendak pergi dari rumah sakit ini.


“Nadiba, kamu mau ke mana?”


“Tentu saja pulang Pak Noah, dokter sudah mengizinkan saya untuk pulang hari ini.”


“Syukurlah kalau begitu, saya ikut senang mendengarnya, ayo biar saya antar kalian ke rumah.”


“Tidak perlu Pak Noah, nanti malah merepotkan.”


“Kamu ini bicara apa? Sama sekali tidak merepotkan, kok.”


****


Noah akhirnya mengantarkan Nadiba dan keluarganya ke rumah, Nadiba berterima kasih pada Noah yang telah bermurah hati karena telah mau repot-repot melakukan semua ini demi keluarganya. Akan tetapi Noah


mengatakan pada Nadiba bahwa ini bukanlah sebuah masalah yang besar, ia senang dapat membantu Nadiba.


“Sekali lagi saya mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan Pak Noah,” ujar Nadiba.


“Sama-sama Nadiba, kamu sudah banyak sekali mengucapkan terima kasih pada saya,” ujar Noah.


“Pak Noah, mari masuk dulu saya sudah menyiapkan minuman,” ujar Kusuma dari dalam rumah.


“Iya Bu.”


“Silakan masuk Pak Noah.”


“Terima kasih Nadiba.”

__ADS_1


__ADS_2