Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Keputusan yang Sudah Bulat


__ADS_3

Faruq masih berusaha meyakinkan Nadiba untuk kembali seperti dulu lagi akan tetapi sayangnya hati Nadiba masih tidak dapat menerima kehadiran mantan suaminya ini di kehidupannya yang sekarang.


“Jadi kamu masih tetap dengan keputusanmu? Apakah kamu tidak akan menyesalinya?”


“Iya Mas, aku masih dengan keputusanku. Tolong Mas Faruq hargai keputusanku.”


Lagi-lagi Faruq harus menelan kekecewaan yang besar karena Nadiba kembali menolak ajakannya untuk rujuk agar mereka bisa seperti dulu lagi. Faruq menghargai keputusan Nadiba saat ini akan tetapi lagi-lagi ia mengatakan bahwa kapan pun Nadiba berubah pikiran maka ia akan siap untuk itu.


“Aku permisi dulu.”


Akhirnya Faruq pun pulang dan Nadiba dapat menghela napasnya lega karena sejak tadi dirinya merasa tidak nyaman dengan kedatangan mantan suaminya itu. Ia ingin sekali mengusir Faruq akan tetapi tidaklah sopan


baginya jika harus melakukan hal tersebut, Kusuma tidak lama kemudian keluar dari dalam rumah dan melihat sudah tidak ada Faruq lagi di sini.


“Dia sudah pulang?”


“Iya Bu, dia sudah pulang.”


“Syukurlah kalau begitu, apa saja yang tadi kalian bicarakan?”


“Tidak banyak.”


“Benarkah?”


“Dia masih memintaku untuk kembali rujuk dengannya.”


“Dan kamu masih tetap pada keputusanmu?”


“Iya Bu, aku masih pada keputusanku.”


“Apa pun keputusan yang sudah kamu ambil maka Ibu menghargainya.”


“Terima kasih banyak.”


Akhirnya Nadiba bisa kembali melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat terganggu dengan kedatangan Faruq akan tetapi justru gangguan berikutnya kembali datang, Noah mengetuk pintu rumah mereka dan ketika Nadiba


membukakan pintu untuk pria itu, Noah membawakan sesuatu untuknya.


“Tadi aku kebetulan membeli ini di kota dan aku pikir kamu serta Rama pasti menyukainya.”


“Terima kasih karena Pak Noah sudah perhatian pada kami, akan tetapi saya tidak dapat menerimanya.”


“Kenapa begitu? Bukankah tidak baik menolak pemberian orang?”


“Saya tahu, akan tetapi tetap saja saya tidak dapat menerimanya, tolong Pak Noah dapat mengerti.”

__ADS_1


Nadiba masih berkeras untuk tidak menerima pemberian dari Noah ini akan tetapi pria itu berkeras memberikan ini pada Nadiba.


****


Kusuma nampak terkejut ketika Nadiba masuk ke dalam rumah dengan membawakan makanan yang banyak sekali, Kusuma pun bertanya kapan Nadiba membeli semua ini karena sejak tadi ia memasak di dapur.


“Kalau memang membeli makanan sebanyak ini, untuk apa pergi memasak, Nak?”


“Ini bukan aku yang beli, akan tetapi ini pemberian pak Noah.”


“Pak Noah yang memberikan semua ini padamu?”


“Iya, katanya tadi ia ke kota dan membelikan semua ini untukku dan Rama, aku sudah berusaha untuk menolaknya akan tetapi beliau tetap saja ingin aku menerima ini.”


“Pak Noah benar Nadiba, tidak baik menolak pemberian orang lain walaupun kamu tidak menyukainya.”


“Lalu aku harus apa dengan makanan ini, Bu?”


“Tentu saja kamu harus makan semua ini.”


Nadiba nampak ragu dengan apa yang dikatakan oleh Kusuma barusan akan tetapi apa yang Kusuma memang benar, tidak baik menolak pemberian orang lain apalagi orang itu sudah sangat baik pada mereka.


“Ibu beli apa?” tanya Rama yang keluar kamar dan mendapati banyak sekali makanan di atas meja.


“Bukan Ibu yang membeli, pak Noah yang membelikan semua ini,” jawab Nadiba.


“Rama, jangan bicara seperti itu,” ujar Nadiba mengingatkan.”


****


Keesokan harinya Rama bertemu dengan Faruq dan ia menceritakan apa yang sudah diberikan oleh Noah padanya dan Nadiba semalam, tentu saja Faruq cemburu dengan Noah yang sepertinya masih pantang mundur walaupun Nadiba sudah menolaknya.


“Ayah kenapa?”


“Ah tidak apa-apa, Nak.”


Ponsel Faruq berdering dan ia segera melihat siapa orang yang tengah menelponnya saat ini dan begitu melihat layar ponselnya tertera nama Luna di sana, Faruq sama sekali tidak mau menjawab panggilan dari wanita itu dan memilih untuk mematikan ponselnya.


“Kok Ayah malah tidak menjawab panggilan itu?”


“Karena itu bukanlah panggilan yang penting, Nak.”


Faruq mengantarkan Rama sampai ke rumah hanya sebagai alasan saja untuk dapat bicara dengan Nadiba saat ini, ketika mereka tiba di rumah Faruq tidak mendapati Nadiba di mana pun menurut keterangan dari Kusuma,


saat ini Nadiba tengah pergi sebentar keluar.

__ADS_1


“Apakah dia pergi ke rumah pak Noah?”


“Kalau soal itu aku juga kurang tahu soalnya dia tidak bilang mau pergi ke mana.”


Sontak saja pikiran buruk menghampiri benak Faruq, ia khawatir kalau Nadiba akan terpengaruh dengan apa yang kemarin Noah berikan hingga akhirnya Nadiba berubah pikiran dan bekerja kembali di rumah Noah, tentu saja ia


tidak boleh membiarkan hal tersebut sampai terjadi. Faruq hendak pergi ke rumah Noah untuk memastikan dugaannya barusan benar atau tidak akan tetapi sebelum ia sampai depan pintu, ia melihat Nadiba pulang.


****


Nadiba nampak terkejut ketika menemukan mantan suaminya ada di rumahnya kembali, ia kemudian segera pergi untuk tidak bicara apa pun dengan Faruq akan tetapi pria itu mencekal lengannya supaya tidak melarikan diri.


“Tolong kamu jangan melarikan diri, Nadiba.”


“Maaf Mas, akan tetapi sepertinya sudah tidak ada hal lain lagi yang perlu kita bicarakan.”


“Tentu saja masih ada, kamu dari mana tadi? Apakah kamu baru saja pergi dari rumah pak Noah?”


“Kenapa Mas Faruq menanyakan itu?”


“Jawab saja pertanyaanku barusan Nadiba, apakah kamu barusan pergi ke rumah pak Noah begitu?”


“Tentu saja tidak, aku barusan pergi ke warung karena bahan pokok di rumah sudah mulai menipis.”


Faruq yang mendengar jawaban Nadiba menghela napasnya lega karena ketakutannya bahwa Nadiba akan kembali ke rumah Noah sama sekali tidak terbukti.


“Kamu tidak akan kembali bekerja di rumah pria itu kan?”


“Kenapa Mas Faruq menanyakan hal itu?”


“Jawab saja pertanyaanku barusan, Nadiba.”


“Aku tidak akan bekerja di rumah itu lagi, apakah Mas Faruq sudah puas?”


“Terima kasih karena kamu memilih untuk tidak bekerja lagi di sana, Nadiba.”


Nadiba menggelengkan kepalanya dan kemudian bergegas masuk ke dalam rumah dan rupanya Faruq pun mengikutinya dari belakang.


****


Saat ini Kusuma dan Nadiba tengah membicarakan mengenai Faruq dan Noah yang sama-sama sedang memperbutkan hati Nadiba, tentu saja Kusuma penasaran kira-kira apakah hati Nadiba tertambat pada salah satu di antara kedua pria itu atau justru Nadiba masih belum dapat move on dari Felix?


“Apakah kamu masih memikirkan tuan Felix, Nadiba?”


“Bu, tolong jangan membahas hal seperti itu, aku tidak mau membahasnya.”

__ADS_1


“Masalahnya pak Noah dan Faruq sepertinya sangat mengharapkanmu untuk menjadi pasangan mereka, kasihan kan kalau mereka terus menerus mengejar-ngejarmu.”


“Aku sudah mengatakan dengan tegas apa yang menjadi keputusanku, aku rasa mereka seharusnya dapat memahami hal tersebut dengan baik.”


__ADS_2