Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Selamat Dari Hal Buruk


__ADS_3

Nadiba terkejut ketika Luna menodongkan senjata api padanya saat ini, Luna nampak begitu emosi saat melihat keberadaan Nadiba hingga rasanya ingin sekali ia langsung menarik pelatuk senjata api ini dan


menyudahi semua penderitaan yang ia alami.


“Karena kamu, rumah tangga yang baru saja aku bangun dengan Faruq nyaris hancur dan aku tidak akan bisa melepaskanmu begitu saja.”


“Luna, kalau memang kamu ada masalah dengan Faruq maka bukankah seharusnya kamu bicarakan baik-baik dengannya bukan dengan cara seperti ini?”


“Justru aku mencarimu ke sini karena kamu adalah sumber masalah itu, Nadiba! Kamu yang menyebabkan rumah tangga yang baru saja aku bangun nyaris hancur dan ini adalah saat yang tepat untuk menyudahi semua


penderitaan ini.”


Nadiba panik dan takut sekali kalau Luna melepaskan tembakan ke arahnya saat ini, ia sama sekali tidak tahu kapan Luna akan menarik pelatuk senjata api itu dan kemudian pelurunya bisa membunuhnya saat ini juga.


“Selamat tinggal Nadiba, aku akan sangat senang kalau kamu mati saat ini juga.”


Namun sebelum Luna berhasil melakukan aksinya, Noah yang sudah tiba di rumah langsung menarik senjata api Luna dan membuangnya jauh dari jangkauan wanita itu.


“Siapa kamu?! Beraninya mengacaukan rencanaku!”


“Aku adalah pemilik rumah ini, siapa kamu yang tiba-tiba datang ke rumah ini dan mengacungkan senjata api pada asisten rumah tanggaku?!”


“Oh jadi dia adalah asisten rumah tangga di rumah ini, asal kamu tahu saja wanita ini tidak pantas kamu rekrut jadi asisten rumah tangga karena dia sudah menghancurkan rumah tanggaku!”


“Justru bukankah itu yang sebaliknya terjadi? Kamu yang merebut suaminya hingga mereka bercerai?”


Luna tentu saja terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Noah barusan, ia langsung melirik tajam pada Nadiba karena ia sangat yakin kalau Nadiba adalah orang yang sudah memberitahu pria ini mengenai apa yang


sebenarnya terjadi.


“Selagi aku masih berbaik hati dan tidak melaporkanmu pada polisi, pergi sekarang juga dari rumahku!”


“Baiklah, aku akan pergi dari sini namun bukan berarti semua ini sudah selesai Nadiba, aku akan kembali dan aku bersumpah akan membunuhmu!”


****


Noah menghampiri Nadiba dan menanyakan apakah ia baik-baik saja dan Nadiba mengatakan bahwa ia baik-baik saja. Ketika Nadiba masuk ke dalam rumah diikuti oleh Noah, Felix yang rupanya sejak tadi menonton drama


dadakan yang terjadi di depan rumah nampak tidak puas dengan kedatangan sang papa yang merusak suasana.


“Kenapa Papa harus datang di saat wanita itu hendak membunuhnya?”


“Apakah kamu sudah kehilangan akal sehatmu? Kalau Papa tidak datang tadi maka wanita gila itu mungkin saja sudah menembak Nadiba, Papa sama sekali tidak mau sampai hal tersebut terjadi.”

__ADS_1


“Apakah karena Papa mencintai wanita ini?”


“Felix!”


“Tidak apa Pak Noah, nanti juga Tuan Felix akan mengerti sendiri bahwa di antara kita berdua memang tidak ada hubungan apa pun, saya permisi dulu untuk kembali melanjutkan bekerja.”


Selepas Nadiba pergi, Noah mengajak Felix bicara di ruangan kerjanya, di sana Noah mengatakan pada Felix untuk tidak mengatakan sesuatu hal yang konyol seperti tadi.


“Papa tidak suka kalau kamu mengharapkan Nadiba ditembak oleh wanita itu.”


“Memangnya kenapa? Jelas-jelas Nadiba merebut suami wanita itu, bukankah wajar kalau wanita itu marah?”


“Justru yang terjadi itu sebaliknya, wanita itu yang merebut suami Nadiba!”


****


Di kantor nampak Faruq berusaha untuk menghubungi Luna namun istrinya itu tidak mau menjawab telepon darinya, Faruq sampai heran sekaligus kesal karena Luna tidak datang ke kantor padahal ada rapat penting


yang harusnya ia hadiri.


“Apakah kamu sudah mencoba untuk menghubungi Luna?” tanya papa mertua Faruq.


“Iya, saya sudah mencoba menghubunginya namun nomor ponselnya tidak aktif,” jawab Faruq.


ke kantor.


“Kamu dari mana saja jam segini baru sampai ke kantor?”


“Aku sudah mengatakan kalau aku akan terlambat, memangnya sekretarisku tidak menyampaikannya?”


“Pak Komisaris sangat marah padamu, segera temui dia di ruangan kerjanya sekarang juga.”


Setelah itu Faruq langsung pergi meninggalkan Luna yang nampak menghela napasnya kesal, ia pun kemudian berjalan menuju ruangan kerja papanya, Luna mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam ruangan


itu.


“Ada apa Papa memanggilku ke ruangan ini?”


“Bagus sekali, beginikah kelakuanmu kalau di kantor selama aku tidak ada? Kamu melewatkan rapat yang begitu penting tanpa pemberitahuan ingin ke mana.”


“Aku sudah mengatakan pada sekretarisku bahwa aku tidak bisa datang rapat karena ada sesuatu yang harus aku selesaikan.”


“Apa itu?”

__ADS_1


****


Nadiba menyelesaikan pekerjaannya hari ini dan ia pamit pulang pada Noah, pria itu mengatakan pada Nadiba untuk jangan mengambil hati setiap kali Felix mengatakan hal yang buruk padanya. Nadiba tersenyum dan


kemudian memutuskan untuk pulang ke rumahnya, akan tetapi rupanya ketika ia baru saja keluar dari rumah itu sudah ada dua orang yang mengamatinya dan perlahan mereka berdua mengikuti Nadiba yang sedang jalan kaki sendirian menuju rumahnya. Nadiba merasakan kalau ada orang yang sejak tadi mengikutinya dari


belakang dan ketika ia menoleh ke belakang nampak ada dua orang pria berbadan besar yang memang sedang berjalan di belakangnya dan mereka menyeringai padanya. Nadiba yang memiliki perasaan tidak enak saat ini langsung berlari namun kedua pria itu berhasil menangkapnya dan membawanya ke sebuah


semak-semak.


“Lepaskan aku!”


“Kamu cantik juga rupanya.”


“Ternyata apa yang dikatakan warga desa sebelah memang benar, wanita ini cantik sekali.”


“Tolong!”


“Berisik, diam kamu!”


Salah seorang dari mereka menampar wajah Nadiba dengan keras, sementara yang lainnya sudah bersiap melakukan tindakan tidak terpuji pada Nadiba namun rupanya aksi mereka dipergoki oleh seseorang.


“Apa yang hendak kalian lakukan padanya?!”


****


Kedua orang yang tadinya berniat melakukan sesuatu hal yang tidak baik pada Nadiba itu memutuskan untuk pergi, sementara Noah yang tadi merasa ada sesuatu hal yang buruk mungkin menimpa Nadiba segera menghampiri


wanita itu yang nampak masih shock dengan kejadian yang barusan ia alami.


“Kamu baik-baik saja kan?”


“Iya Pak, terima kasih banyak karena Bapak sudah membantu saya.”


“Sejak kamu keluar rumah, perasaan saya tidak enak apalagi ketika saya lihat ada dua orang yang mengikutimu sejak keluar dari rumah, rasa itu semakin kuat maka dari itu saya memutuskan untuk mengikuti kalian, siapa tahu kedua orang itu hendak melakukan hal yang buruk padamu dan rupanya itu benar-benar


terbukti.”


“Iya Pak, terima kasih banyak.”


“Biar saya antarkan kamu pulang.”


“Ah tidak perlu Pak, saya bisa pulang sendiri.”

__ADS_1


“Sudah jangan menolak, ayo saya antarkan kamu pulang.”


__ADS_2