Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Keputusan Untuk Tinggal


__ADS_3

Luna berusaha untuk mempertahankan Faruq tidak meninggalkan dirinya yang sudah sangat rentan ini akan tetapi Faruq berkeras bahwa ia tidak mencintai Luna dan akhirnya pria itu pun pergi meninggalkan Luna bersama Ledi yang lumpuh. Faruq memutuskan untuk pergi ke desa tempat di mana Nadiba dan Rama berada untuk mencari pekerjaan di sana karena dengan mereka dekat begitu maka ia yakin kalau keputusan Nadiba akan berubah hingga mereka dapat kembali bersama seperti dulu lagi. Hal pertama yang Faruq lakukan ketika ia tiba di desa itu adalah mendatangi rumah Darsih untuk meminta pekerjaan pada wanita itu, sontak saja Darsih terkejut ketika mendapati Faruq ada di sini.


“Kenapa tiba-tiba kamu datang ke sini?”


“Karena aku ingin pindah ke sini.”


“Jangan bercanda Faruq.”


“Aku tidak bercanda Tante, apakah di sini Tante memiliki pekerjaan untukku?”


“Tentu saja ada, hanya saja kamu harus bertani.”


“Tidak masalah, aku akan melakukannya.”


“Tapi kenapa tiba-tiba kamu bisa di sini?”


Maka Faruq pun menceritakan semuanya pada Darsih mengenai keputusannya untuk menceraikan Luna dan pindah ke sini dengan harapan kalau ia dekat dengan Nadiba dan Rama maka wanita itu akan berubah pikirannya


dan menerima dirinya kembali.


“Apakah kamu tahu kalau itu adalah pikiran paling naif yang pernah aku dengar darimu?”


“Aku tahu kalau apa yang barusan aku katakan terdengar begitu naif, akan tetapi aku akan melakukan apa pun agar Nadiba bisa kembali padaku.”


Darsih nampak menggelengkan kepalanya dan kemudian ia pun menyetujui kalau Faruq bisa bekerja di kebun miliknya, Faruq tentu saja berterima kasih pada Darsih dan kemudian ia juga meminta kalau tidak keberatan


ia boleh menumpang tinggal di sini untuk sementara waktu saja.


“Tante memiliki kamar kosong?”


“Iya ada kamar kosong hanya di belakang.”


“Tidak masalah yang penting aku memiliki tempat untuk tidur.”


Maka Darsih pun membawa Faruq menuju kamar yang masih berantakan itu, Faruq berterima kasih pada tantenya Nadiba ini karena sudah diizinkan untuk tinggal di sini.


****


Ketika Nadiba berkunjung ke rumah Darsih karena mengantarkan makanan yang dibuat oleh sang ibu, justru Nadiba terkejut ketika mendapati Faruq ada di sana, Nadiba pikir bahwa saat ini dirinya sedang berimajinasi saja akan tetapi rupanya hal tersebut adalah sebuah hal yang nyata.


“Mas Faruq?”


“Iya Nadiba.”

__ADS_1


“Kok Mas ada di sini?”


“Mulai sekarang aku akan tinggal di desa ini.”


“Kenapa begitu?”


“Tentu saja kamu tahu jawabannya Nadiba, aku dan Luna akan bercerai tidak lama lagi.”


“Kenapa Mas menceraikan Luna?”


“Tentu saja karena aku tidak mencintainya Nadiba, aku hanya mencintaimu saja.”


“Tapi sekarang Luna membutuhkanmu Mas untuk menemaninya dan juga merawat mamanya yang sedang sakit.”


“Percayalah padaku Nadiba, Luna akan mendapatkan pria yang jauh lebih baik dariku.”


“Tapi ….”


“Kamu tidak suka kalau aku pindah ke sini dan tinggal satu desa denganmu?”


“Tidak bukan seperti itu hanya saja ini masih terlihat canggung saja.”


“Lama kelamaan pun kamu pasti akan terbiasa melihatku.”


“Tidak apa Tante, aku datang ke sini karena ibu menyuruhku memberikan ini pada Tante.”


“Terima kasih banyak kamu sudah repot-repot mau mengantarkan ini, ya.”


“Tidak masalah Tante, kalau begitu aku permisi dulu.”


****


Felix mengeluh pada papanya kalau saat ini mereka harus menyewa asisten rumah tangga baru karena rumah ini kotor semenjak Nadiba berhenti bekerja di sini. Noah menolak usul dari Felix tersebut karena ia bilang kalau tidak ingin memiliki asisten pribadi lagi.


“Papa tidak mau mencari asisten rumah tangga lain karena Nadiba kan? Papa takut kalau dia kembali ke sini dan meminta pekerjaannya kembali pada Papa begitu?”


“Iya, apa yang kamu katakan barusan sungguh benar.”


“Pa, berhentilah menjadi naif, wanita itu tidak mencintai Papa dan sampai kapan pun dia tidak akan pernah menginjakan kakinya di rumah ini lagi.”


“Kamu tidak tahu apa pun Felix, lebih baik kamu cari pekerjaan lain dari pada mengurusi urusan Papa!”


Felix nampak kesal dengan ucapan papanya barusan dan ia pun pergi meninggalkan papanya sendirian di rumah ini. Selepas Felix pergi kini Noah hanya sendirian di rumah dan ia merasa kesepian padahal biasanya

__ADS_1


kalau Felix sedang pergi bekerja maka ada Nadiba yang menemaninya mengobrol di rumah ini akan tetapi sekarang Nadiba sudah tidak lagi bekerja di rumah ini.


“Nadiba, aku merindukanmu. Apakah kamu merindukanku?”


Noah nampak tertawa getir mendengar pertanyaan yang barusan ia ajukan untuk dirinya sendiri itu, kalau Nadiba mendengarkan pertanyaannya barusan maka Noah yakin Nadiba akan mengatakan tidak merindukannya.


****


Kusuma terkejut ketika mendengar cerita Nadiba bahwa Faruq sekarang tinggal di desa ini dan menumpang tinggal di rumah Darsih. Ketika mereka sedang bercerita itu rupanya saat Rama pulang sekolah dan anak itu begitu sangat bersemangat saat mendengar kalau ayahnya ada di sini.


“Ibu, apakah ada ayah?” tanya Rama.


“Ayahmu ada di rumah nenek Darsih,” jawab Kusuma.


“Hore! Kalau begitu aku mau pergi ke sana.”


Rama pergi ke kamarnya untuk ganti baju dan meletakan tasnya sebelum keluar kamar lagi untuk pergi menemui ayahnya di rumah Darsih, Kusuma dan Nadiba hanya memperhatikan tingkah Rama yang begitu bahagia saat


mendengar kalau Faruq tinggal di desa ini.


“Kamu lihat reaksi anakmu barusan?”


“Iya Bu, aku melihatnya.”


“Apakah dengan begitu maka kamu dan Faruq akan kembali bersama lagi?”


“Seperti yang sudah pernah aku katakan pada Ibu sebelumnya bahwa aku sampai kapan pun tidak akan pernah kembali pada mas Faruq.”


“Baiklah Nadiba, apa pun keputusan yang telah kamu ambil maka Ibu percaya padamu. Karena Ibu yakin semua keputusan itu adalah hal yang sudah kamu pikirkan baik-baik.”


“Terima kasih banyak karena mau mengerti diriku, Bu.”


Akhirnya Nadiba dan Kusuma melanjutkan acara memesak mereka di dapur yang tadi sempat tertunda akibat obrolan ringan tersebut.


****


Noah mendatangi rumah keluarga Nadiba akan tetapi ia tidak turun dari dalam mobilnya dan hanya memperhatikan dari kejauhan apa yang sedang Nadiba lakukan saat ini di teras rumahnya. Nampak saat ini Nadiba tengah


menyapu halaman rumahnya yang agak kotor dan rupanya Nadiba menyadari bahwa sejak tadi ia diperhatikan oleh seseorang yang tidak lain adalah Noah, sontak saja Nadiba segera masuk ke dalam rumah dan tindakan Nadiba tersebut tentu saja membuat Noah merasa kecewa.


“Kamu masih membenciku, Nadiba?”


Sementara itu di dalam rumah, Kusuma nampak heran karena tiba-tiba Nadiba masuk ke dalam rumah dengan ekspresi janggal.

__ADS_1


“Apa yang terjadi, Nak?”


__ADS_2