Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Kenyataan Itu Pahit


__ADS_3

Faruq membuat Nadiba kesal dengan tingkahnya ini dan rupanya secara mengejutkan Kusuma muncul dan memukul Faruq yang telah bersikap kurang ajar pada Nadiba.


“Ibu kenapa memukulku?”


“Tentu saja karena kamu sudah berbuat sesuatu hal yang tidak pantas pada putriku.”


“Tapi Bu ….”


“Nadiba, kamu pergi saja bekerja, Ibu akan mengurus Faruq.”


Nadiba pun kemudian mengikuti apa yang ibunya katakan, Faruq sebenarnya masih ingin menahan lebih lama Nadiba namun Kusuma tentu saja melarangnya, Kusuma mengatakan bahwa cara Faruq tidak akan pernah berhasil.


“Kenapa Ibu mengatakan itu? Apakah karena Ibu yakin kalau pak Noah itu akan menikahi Nadiba dan kehidupan kalian akan jauh lebih baik setelahnya begitu?”


“Jaga bicaramu Faruq, aku sama sekali tidak mempermasalahkan jika Nadiba ingin menjadi janda seumur hidup, akan tetapi yang aku permasalahkan di sini adalah caramu yang ingin mendapatkan perhatian dari Nadiba, apa yang kamu lakukan ini sama sekali tidak akan pernah membuat Nadiba tertarik padamu yang ada justru Nadiba akan semakin menjahimu.”


“Bagaimana bisa Ibu mengatakan itu?”


“Kamu pikir saja sendiri, Nadiba merasa tidak nyaman setiap kali kamu datang menemuinya kan? Itu tandanya kamu tidak akan pernah mendapatkan dirinya kembali.”


“Nadiba hanya butuh proses sampai dia bisa kembali menerimaku, Bu. Dia masih trauma dengan apa yang pernah terjadi di masa lalu, yang perlu aku lakukan hanyalah berusaha untuk meyakinkannya bahwa aku tidak akan melakukan hal yang sama padanya seperti yang dulu pernah aku lakukan.”


“Terserah kamu sajalah, bicara denganmu hanya membuang waktu dan emosiku saja, pergi sekarang juga.”


“Tapi Bu ….”


“Aku mohon jangan ganggu anakku, Faruq.”


Faruq sebenarnya sangat berat sekali untuk pergi akan tetapi karena merasa apa yang Kusuma katakan padanya ada benarnya maka Faruq pun memilih untuk segera pergi dari tempat tersebut, Kusuma menghela napasnya lega setelah Faruq pergi karena akhirnya mantan menantunya itu mau pergi juga.


“Kenapa setiap kali ia datang selalu saja membuat masalah?”


****


Nadiba meminta maaf pada Noah karena terlambat masuk kerja namun Noah sama sekali tak mempermasalahkannya, ia senang karena akhirnya Nadiba datang juga. Noah sendiri masih berusaha sekuat tenaga untuk mendekati Nadiba namun usahanya untuk mendekati Nadiba masih belum menemukan hasil.


“Maaf Pak Noah, sekuat apa pun anda berusaha untuk memenangkan hati saya namun saya tetap tidak akan bisa jatuh cinta pada anda.”

__ADS_1


“Kenapa kamu bisa mengatakan itu, Nadiba?”


“Karena itulah yang sebenarnya saya rasakan, saya tidak pernah mencintai Pak Noah walaupun Pak Noah sudah berbaik hati pada saya dan keluarga.”


Noah nampak sedih dengan apa yang Nadiba katakan padanya barusan akan tetapi Noah tak akan menyerah untuk mendapatkan Nadiba, ia akan terus berusaha untuk mendapatkan wanita ini bagaimanapun caranya. Nadiba


sendiri tidak peduli dengan seberapa keras usaha yang Noah berikan karena ia tidak akan pernah tergerak untuk membalas cinta pria itu. Nadiba sedang berada di sebuah pasar yang bersebrangan dengan sebuah toko, ia sedang membeli beberapa bahan untuk memasak makan malam di rumah Noah, tadinya Noah ingin mengantarnya


namun Nadiba menolaknya. Nadiba awalnya tak sengaja melihat ke arah toko tersebut dan ia melihat sosok kekasih Felix di sana.


“Bukannya itu kekasih tuan Felix, ya?”


Nadiba pun tergerak untuk mendekati toko tersebut dan mencari tahu apakah Felix ada di toko tersebut atau tidak, akan tetapi rupanya ia tidak menemukan Felix di sana.


“Jadi dia datang tidak bersama dengan tuan Felix, ya?”


****


Nadiba merasa sedih karena rupanya wanita itu datang sendirian tidak bersama Felix akan tetapi justru setelahnya ada sebuah hal yang membuat Nadiba terkejut bukan main yaitu ada seorang pria yang merangkul tubuh


wanita itu dan pria itu bukanlah Felix.


Nadiba penasaran sekali siapa pria itu namun ia tidak dapat mendengar percakapan mereka karena adanya kaca yang menghalangi mereka, Nadiba tidak ingin kehilangan moment ini, ia segera mengambil beberapa foto


sebagai barang bukti kalau wanita itu sedang bersama dengan pria lain.


“Semoga saja tuan Felix percaya dengan bukti yang aku berikan ini.”


Nadiba pun segera bergegas pergi dari sana sebelum keberadaannya diketahui oleh wanita itu, ketika pulang ke rumah Nadiba berpapasan dengan Felix yang juga baru saja pulang dari gym. Ketika Felix hendak masuk ke dalam rumah, Nadiba menahan tangan Felix dan membuat pria itu menatapnya.


“Mau apa lagi kamu?”


“Tuan Felix tidak bersama dengan kekasih Tuan seharian ini?”


“Untuk apa kamu menanyakan hal itu?”


“Tidak, hanya saja… ada sesuatu yang ingin saya tunjukan pada Tuan.”

__ADS_1


“Apa itu?”


****


Nadiba memperlihatkan foto yang ia ambil tadi yang menunjukan wanita itu tengah bersama pria lain di dalam sebuah toko dan mereka berdua nampak mesra, Felix tentu saja terkejut dengan foto yang diperlihatkan oleh


Nadiba akan tetapi ia tak mau langsung percaya begitu saja dengan foto ini.


“Tidak, aku tidak percaya dengan ini.”


“Kenapa Tuan tidak percaya dengan foto ini?”


“Saat ini kamu pasti hanya sedang mengarang cerita saja kan supaya hubunganku dengan dia renggang?”


“Untuk apa saya melakukannya, Tuan? Saya hanya ingin agar Tuan tahu kalau nyatanya di belakang Tuan beginilah kelakuannya.”


“Cukup Nadiba, sudah aku katakan padamu bahwa aku tidak mencintaimu jadi jangan coba untuk menghancurkan hubunganku dengan kekasihku.”


“Saya tidak ada niat seperti itu Tuan, saya hanya tidak ingin Tuan Felix terluka dengan kenyataan pahit yang mungkin saja dikemudian hari akan Tuan dapatkan.”


“Aku tidak ingin mendengar apa pun yang kamu ucapkan, bagiku semua yang keluar dari mulutmu tidak lebih dar sebuah omong kosong!”


Setelah mengatakan itu Felix langsung masuk ke dalam rumah dan Nadiba begitu sedih karena lagi-lagi Felix tak mempercayai apa yang coba ia sampaikan padanya.


“Tuan Felix, saya harapkan anda terbuka hatinya untuk menerima kenyataan ini walaupun kenyataan yang harus anda terima ini adalah kenyataan yang pahit.”


****


Noah menghampiri Nadiba dan bertanya apa yang terjadi karena barusan ia melihat Felix seperti marah sekali ketika masuk ke dalam rumah, Noah bertanya barang kali Nadiba mengetahui apa yang terjadi pada Felix


barusan.


“Semua karena saya Pak Noah.”


“Kok kamu jadi menyalahkan dirimu sendiri, Nadiba?”


“Saya tidak menyalahkan diri saya sendiri, akan tetapi semua ini memang salah saya yang telah membuat tuan Felix marah.”

__ADS_1


“Memangnya apa yang telah kamu lakukan padanya, Nadiba?”


“Saya memperlihatkan foto di mana kekasihnya itu tengah jalan dengan pria lain di sebuah toko namun ia malah marah dan tak terima dengan apa yang saya perlihatkan, dia menuduh saya yang bukan-bukan.”


__ADS_2