
Nadiba menanyakan pada Noah mengenai apakah ada rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian dan Noah langsung paham kenapa Nadiba menanyakan hal tersebut padanya. Noah mengatakan pada Nadiba bahwa di lokasi kejadian tempat kecelakaan Kusuma tidak ada rekaman kamera CCTV namun Noah akan membantu sebisa mungkin supaya pelaku kejahatan yang telah menabrak Kusuma bisa ditangkap dan diadili atas perbuatan yang telah ia lakukan.
“Terima kasih banyak atas dukungan Pak Noah.”
“Tidak masalah Nadiba, akan tetapi apakah kamu memiliki kecurigaan pada seseorang yang mungkin saja bisa dia pelakunya.”
Nadiba sebenarnya ingin mengatakan pada Noah bahwa ia mencurigai seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Nimas akan tetapi ia tak sampai hati untuk mengatakan hal itu pada Noah, apalagi saat ini Nadiba belum mengantongi bukti bahwa memang Nimas adalah pelaku penabrak ibunya.
“Tidak Pak.”
“Baiklah, kamu tenang saja karena saya pasti akan membantumu.”
“Iya Pak Noah.”
Nadiba bisa bernapas lega karena dengan bantuan Noah pasti mereka bisa segera menemukan titik terang siapa pelaku penabrak ibunya. Nadiba menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan setelah itu ia berpamitan pada Noah untuk kembali ke rumah.
“Baiklah Nadiba, kamu tenang saja karena setelah saya mendapatkan kabar terbaru maka saya akan segera mengabarimu.”
“Iya Pak Noah, saya permisi dulu.”
Nadiba melangkahkan kakinya menuju rumahnya setelah ia selesai bekerja di rumah Noah, akan tetapi rupanya Nadiba tak menyadari kalau Nimas sejak tadi memerhatikannya dari jauh. Nimas yakin bahwa Nadiba pasti
menceritakan pada Noah mengenai kecelakaan yang dialami oleh Kusuma dan kalau sampai Noah ikut campur dalam masalah ini maka bukan tidak mungkin semua kejahatannya selama ini akan terbongkar.
“Nadiba, sayangnya aku tidak akan pernah membiarkanmu untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada ibumu.”
Nimas kemudian segera pergi dari sana sebelum ada orang lain yang akan memergoki dirinya dan justru malah menjadi bumerang untuknya. Ketika Nimas tiba di rumah nampak Darsih dan Faruq telah menunggunya
dan ingin bicara dengannya.
****
Nimas nampak terheran-heran dengan Darsih dan Faruq yang menatapnya dengan tatapan yang tak biasa ini, Nimas bertanya pada mereka berdua kenapa menatapnya seperti itu hingga akhirnya Darsih menanyakan sesuatu
__ADS_1
pada Nimas.
“Apakah kamu yang telah menabrak tante Kusuma?”
“Bu, bukankah aku sudah berulang kali mengatakan kalau bukan aku yang melakukan itu?”
“Apakah kamu benar-benar yakin tidak melakukan hal tersebut?” tanya Faruq yang seperti masih menaruh curiga padanya.
“Tentu saja, aku sama sekali tidak terlibat dalam kecelakaan yang menimpa ibunya Nadiba, kenapa kalian seperti menghakimiku bahwa aku adalah orang yang telah melakukan perbuatan itu? Apakah kalian memiliki bukti yang kuat dan bisa dengan bebas menuduhku ini dan itu?”
Darsih dan Faruq terdiam mendengar ucapan Nimas barusan, mereka berdua memang belum memiliki bukti yang kuat mengenai keterlibatan Nimas dalam kecelakaan itu, semua kecurigaan mereka itu memang berdasarkan
asumsi belaka karena sikap Nimas yang menurut mereka mencurigakan ketika disinggung mengenai kecelakaan yang nenimpa Kusuma.
“Kalau memang kalian tidak memiliki bukti yang kuat, maka bukankah akan jauh lebih baik untuk jangan menuduh orang lain sembarangan? Itu dapat menyakiti perasaan orang tersebut.”
Setelah mengatakan hal tersebut, Nimas langsung pergi meninggalkan mereka berdua, Darsih dan Faruq menghela napas mereka panjang karena sampai saat ini belum ada cukup bukti yang dapat mereka gunakan untuk membuktikan kecurigaan bahwa Nimas yang menjadi penabrak Kusuma.
****
“Ada apa Nadiba?”
“Sebenarnya saya mencurigai seseorang namun tolong Pak Noah jangan berasumsi buruk dulu padanya karena bisa saja asumsi saya salah.”
“Baiklah, katakan padaku apa yang menjadi asumsimu?”
“Sebenarnya saya menduga bahwa pelaku tabrak lari dari ibu saya adalah Nimas.”
“Kenapa kamu mengatakan kalau Nimas yang perlu kita curigai?”
“Karena beberapa hari lalu ketika saya berkunjung ke rumahnya dan kebetulan saya melihat mobilnya ada sebuah penyok di bagian depan yang mana sebelumnya tidak ada.”
“Bisa saja dia menabrak sesuatu kan?”
__ADS_1
“Iya Pak, saya tahu maka dari itu saya hanya berasumsi saja, bisa benar atau tidak. Kita tidak bisa menuduhnya begitu saja tanpa bukti yang jelas.”
“Baiklah aku akan mencoba mencari tahu soal Nimas di hari kecelakaan.”
Nadiba berterima kasih pad Noah karena sudah mau membantunya menelusuri kasus ini dan rupanya Felix tidak mau berpangku tangan saja, ia juga ingin membantu Nadiba dalam mengungkap siapa dalang di balik pelaku
tabrak lari Kusuma.
“Terima kasih atas kepedulian Tuan Felix.”
“Sebenarnya aku ingin membantumu namun papaku mengatakan bahwa ia sudah mengurus semuanya.”
“Iya Tuan, tadi pak Noah juga sudah mengatakannya pada saya.”
“Apa saja yang papaku katakan padamu?”
Nadiba menceritakan semua yang Noah katakan padanya dan Felix mendengarkannya, Felix juga bertanya siapa yang menurut Nadiba bisa saja sebagai tersangka penabrak itu dan Nadiba menduga bahwa Nimas orangnya
namun Nadiba tak mau menuduh tanpa bukti yang jelas.
“Iya, kita tidak dapat menuduh seseorang tanpa bukti karena bisa saja kita ditunut pencemaran nama baik.”
“Maka dari itu tadi pak Noah bilang beliau ingin membantu menelusuri mengenai Nimas di hari kecelakaan.”
Rupanya diam-diam Nimas memerhatikan dari pagar luar rumah Noah, ia yakin kalau Nadiba pasti sudah menceritakan semua pada Noah dan Felix, ia tak bisa membiarkan mereka berdua sampai ikut campur dalam masalah ini maka Nimas sudah menyuruh seseorang untuk membuat pelajaran pada Noah dan Felix yang ingin ikut campur dalam masalah ini.
“Maafkan aku pak Noah, akan tetapi aku tak memiliki cara lain supaya anda tidak ikut campur dalam masalah ini.”
Noah yang baru saja keluar rumah dengan mobilnya dibuntuti oleh orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor dan pengendara sepeda motor itu meminta Noah untuk berhenti sekarang juga.
****
Noah tentu saja tak mau berhenti begitu saja karena ia tahu bahwa pengendara sepeda motor itu bukanlah orang baik dan karena Noah tak mau memberhentikan mobilnya maka orang yang berboncengan di belakang langsung
__ADS_1
menembak kaca bagian kemudi yang membuat pandangan Noah terganggu dan nyaris saja mengalami kecelakaan kalau ia tak menginjak pedal rem. Ketika mobil berhenti, orang bersepeda motor itu ikut berhenti dan mereka langsung menggedor kaca mobil Noah seraya meminta pria itu turun sekarang juga.
“Turun atau kami akan merusak mobilmu!”