
Nadiba sudah mengatakan berulang kali pada Faruq bahwa keputusannya untuk kembali ke rumah itu sudah bulat dan ia sama sekali tak terpengaruh dengan sikap memohon yang Faruq tunjukan padanya.
“Nadiba, apakah kamu tega padaku?”
“Mas, kita sudah tidak memiliki hubungan lagi.”
“Apakah tidak ada kesempatan kedua untukku? Aku mohon Nadiba, tolong kamu pertimbangkan lagi keputusanmu ini.”
Akan tetapi Nadiba bergeming, ia kemudian masuk ke dalam kamarnya dan membiarkan Faruq mengetuk pintu kamarnya dari luar hingga akhirnya Faruq menyerah dan pergi dari kamarnya. Pada keesokan paginya, Nadiba
sudah meminta izin pada Noah untuk tidak datang bekerja karena ia ingin pindah ke rumah lama mereka dan Noah sama sekali tak keberatan akan hal tersebut. Baru saja Nadiba, Rama dan Kusuma membuka pintu rumah, mereka dikejutkan dengan Noah yang telah berdiri di depan pintu rumah Darsih sambil tersenyum pada mereka
semua.
“Pak Noah sedang apa di sini?”
“Tentu saja membantu kalian pindah ke rumah baru.”
“Pak Noah tak perlu membantu kami, toh kami hanya membawa tas saja.”
“Tas kalian kan berat, memangnya dari sini ke rumah akan naik apa?”
“Kami akan berjalan kaki.”
“Apa katamu? Berjalan kaki dari sini ke sana? Kamu pasti bercanda Nadiba, jarak dari rumah ini ke sana itu lumayan jauh apalagi kalian membawa tas berisi pakaian yang berat, dari pada jalan kaki lebih baik saya
antar ke sana.”
“Tidak perlu Pak Noah, saya tak mau merepotkan Pak Noah.”
“Siapa yang merepotkanku? Saya sama sekali tidak merasa repot, kok.”
Noah akhirnya membantu Nadiba dan keluarganya memasukan tas mereka ke dalam bagasi mobil, Nadiba tak memiliki pilihan lain selain menerima bantuan yang diberikan oleh Noah ini.
“Terima kasih banyak Pak Noah, lagi-lagi kami merepotkan anda,” ujar Nadiba.
“Sama-sama Nadiba, kamu tak perlu merasa sungkan pada saya, saya senang dapat membantu kamu dan keluarga.”
Akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Noah berjalan meninggalkan rumah Darsih menuju rumah kontrakan lama yang sebelumnya sempat mereka huni.
****
__ADS_1
Ketika mereka tiba di sana, pemilik kontrakan telah menunggu dan menyerahkan kunci pada Nadiba. Ketika Nadiba bertanya berapa biaya yang harus mereka keluarkan untuk membayar sewa sang pemilik kontrakan memberikan jawaban yang mengejutkan.
“Pak Noah sudah melunasi sewa hingga akhir tahun.”
“Apa katamu? Apakah anda serius?”
“Tentu saja, tanya saja pada Pak Noah.”
“Iya Nadiba, apa yang pemilik kontrakan katakan memang benar adanya.”
“Pak Noah, saya mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan hati anda,” ujar Kusuma.
“Sama-sama Bu Kusuma, saya senang dapat membantu kalian.”
Akan tetapi justru Nadiba sama sekali tidak mengucapkan terima kasih pada Noah karena menurutnya apa yang Noah lakukan ini tidak dapat diterima olehnya. Kusuma dan Rama pun segera masuk ke dalam rumah
setelah kunci sudah diberikan sementara Nadiba masih belum juga masuk ke dalam hingga membuat Noah heran apa yang dipikirkan Nadiba sampai-sampai ia belum masuk juga ke dalam.
“Nadiba, kamu kenapa tidak ikut masuk ke dalam?”
“Kenapa Pak Noah melakukan semua ini?”
“Melakukan apa?”
“Jadi kamu memikirkan soal itu?”
“Iya, saya memikirkan hal tersebut sejak tadi dan kalau memang apa yang saya pikirkan tadi adalah benar maka selamat karena anda berhasil melakukannya.”
****
Sikap Kusuma pada Noah sangat baik sekali, ia menanyakan Noah mau makan apa atau minum apa dan sama sekali tak mengusir Noah untuk pulang sebagai rasa terima kasihnya pada Noah yang sudah mau membantu mereka.
“Maafkan kami yang selalu merepotkan ada kalau kami memiliki masalah Pak Noah.”
“Bu Kusuma tak perlu bicara seperti itu, saya senang dapat membantu kalian.”
“Pak Noah ingin bicara dengan Nadiba saja? Kalau begitu saya permisi masuk ke dalam dulu.”
Kusuma yang seolah tahu apa yang ingin dikatakan oleh Noah segera masuk ke dalam rumah supaya mereka berdua dapat berbincang tanpa ada rasa kikuk.
“Nadiba, kenapa kamu hanya diam saja sejak tadi kalau aku perhatikan?”
__ADS_1
“Memangnya saya harus bersikap seperti apa, pak Noah?”
“Maksudku sepertinya kamu tidak senang dengan aku yang telah membantumu untuk dapat tinggal di rumah ini.”
“Pak Noah, walaupun anda melakukan semua ini untuk saya akan tetapi saya tetap tidak akan membalas perasaan anda.”
“Kamu tak perlu menegaskannya Nadiba karena saya juga sudah tahu mengenai hal itu, akan tetapi saya berharap kalau suatu saat nanti kamu dapat berubah pikiran.”
“Bagaimana kalau sampai kapan pun saya tidak akan pernah berubah pikiran?’
****
Ketika pagi hari menjelang, Nadiba dan Kusuma sudah sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan, ketika mereka tengah di dapur dan menyiapkan sarapan itulah Kusuma bercerita bahwa ia sangat terkesan pada Noah yang masih saja mau membantu mereka walaupun beberapa waktu yang lalu ia sempat memperlakukan Noah dengan tidak baik hingga membuatnya takut kalau Noah akan sakit hati dan kemudian akan bersikap dingin padanya, akan tetapi rupanya hal tersebut sama sekali tidak terjadi.
“Bu, bisakah tidak perlu membicarakan pria itu lagi?”
“Kok kamu sepertinya sensi sekali padanya, Nadiba?”
“Karena dia sudah membuatku menjadi merasa utang padanya.”
“Utang?”
“Iya Bu, dengan dia memberikan sejumlah uang pada pemilik kontrakan kemudian memberikan kembali rumah sewa ini membuatku merasa bahwa ini adalah caranya supaya dapat mendekatiku.”
“Kalau memang dia datang dengan menggunakan cara seperti ini untuk mendekatimu maka Ibu juga sama sekali tidak keberatan, soalnya pria itu baik sekali pada kita walaupun beberapa kali aku mengakui kalau bersikap buruk padanya.”
“Bu, bisakah kita tak perlu membahas ini lagi?”
Nadiba memutuskan untuk pergi dari dapur karena tak mau membahas lagi mengenai Noah, Kusuma menghela napasnya panjang seraya berharap kalau Nadiba perlahan dapat menerima kebaikan Noah.
“Semoga kelak kamu bisa terbuka hati dan pikirannya Nadiba kalau pak Noah adalah orang yang baik.”
****
Faruq mendatangi rumah Nadiba yang lama dengan harapan dapat bertemu dengan Nadiba pada hari ini akan tetapi rupanya saat ia datang ke rumah itu, Nadiba tengah pergi bekerja di rumah Noah dan ia hanya bertemu
dengan Kusuma.
“Kenapa kamu datang ke sini?”
“Aku niatnya ingin bertemu dengan Nadiba akan tetapi sayangnya dia tidak ada di sini.”
__ADS_1
“Aku tahu kalau kamu tak setuju mengenai kepindahan kami kembali ke rumah ini, akan tetapi ini adalah keputusan yang telah Nadiba buat, tolong kamu menghargai keputusanna, Nak.”
“Bu, apakah Ibu mengetahui alasan kenapa Nadiba memilih untuk menerima tawaran pak Noah?”