
Felix melakukan wawancara di perusahaan ini di depan HRD, ia bisa menjawab semua pertanyaan tanpa merasa gugup dan ia nampak begitu percaya diri bahwa akan diterima di perusahaan ini. Selepas melakukan wawancara,
Felix sempat berkeliling kantor perusahaan dan menemukan sebuah foto CEO perusahaan ini yang tidak lain adalah selingkuhan Noah, ia nampak mengepalkan kedua tangannya geram, kebenciannya pada wanita itu semakin menjadi karena wanita itulah maka rumah tangga kedua orang tuanya kini hancur.
“Aku akan membuatmu membayar atas apa yang sudah kamu lakukan pada keluargaku, tunggu dan lihat saja nanti.”
Felix hendak berbalik badan dan kemudian ia tidak menjadi membalikan badan karena melihat sosok wanita yang mirip sekali dengan foto CEO itu, ia menajamkan pengelihatannya dan ia memang sama sekali tidak salah lihat bahwa wanita itu adalah CEO perusahaan ini.
“Tidak salah, itu pasti dia.”
Felix memperhatikan wanita itu yang masuk ke dalam mobilnya dan pergi entah ke mana, Felix memutuskan untuk tidak berlama-lama berada di kantor ini dan memilih untuk segera pulang ke rumah. Ketika tiba di rumah ia menemukan Noah yang masih sibuk dengan pekerjaannya, akan tetapi Noah menyapa dirinya ketika baru saja tiba di rumah.
“Kamu sudah selesai, Nak? Bagaimana wawancaranya?”
“Berjalan baik.”
“Semoga saja kamu bisa diterima, ya.”
“Apakah Papa tidak ingin menanyakan tempat di mana aku melakukan wawancara?”
“Memangnya kamu melakukan wawancara di mana?”
“G Group.”
“Apa katamu?”
“G Group, Pa.”
Noah nampak terkejut mendengar nama perusahaan itu karena tentu saja ia begitu familiar mendengar namanya, Felix pun bertanya kenapa Noah begitu terkejut dengan jawabannya barusan.
“Lebih baik kamu tidak perlu bekerja di sana.”
“Kenapa memangnya?”
“Kamu bisa mencari perusahaan lain untuk bekerja, Papa memiliki banyak koneksi untuk bisa memasukanmu bekerja di mana pun asal jangan di perusahaan itu.”
“Namun bagaimana kalau aku mau tetap bekerja di perusahaan itu?”
“Felix, sebenarnya apa yang sedang kamu rencanakan ini?”
“Aku sama sekali tidak sedang merencanakan apa pun, Pa.”
****
Rama menangis karena dipukul oleh orang yang menculiknya karena tidak mau diam dan tidak mau makan makanan yang ia berikan padanya.
“Kalau begitu aku akan membiarkanmu mati di sini.”
“Tolong lepaskan aku.”
__ADS_1
“Apa katamu? Tolong lepaskan? Aku tidak akan melepaskan anak kecil karena kamu adalah sumber uangku.”
Orang itu meninggalkan Rama sendirian di ruangan tersebut, Rama berusaha melepaskan diri namun ikatan di tangan dan kakinya begitu kuat, tidak lama kemudian pintu ruangan itu kembali terbuka namun
bukanlah orang yang tadi memaksa Rama untuk makan melainkan seseorang yang sangat Rama kenali.
“Aku pikir kamu tidak akan bisa menangis.”
“Lepaskan aku.”
“Apa katamu? Lepaskan? Jangan pernah bermimpi kalau aku akan melepaskanmu karena kamu suamiku berubah sikap!” seru orang yang tidak lain adalah Luna.
“Kamu wanita jahat, kamu mengambil ayahku dari ibu.”
Luna geram dan menarik dagu Rama dengan kasar, Luna menyeringai dan mengatakan bahwa ini adalah balasan untuk Rama karena sudah berani bersikap kurang ajar padanya.
“Sekarang kamu bisa apa? Tidak akan ada orang yang menyelamatkanmu, bocah!”
“Kamu wanita jahat, aku tidak suka padamu!”
Luna geram sekali dengan ucapan Rama barusan, ia pun memutuskan untuk menutup mulut Rama dengan lakban, Rama berusaha melawan namun karena kedua tangannya diikat maka ia pun tidak bisa melawan.
“Percuma saja kamu melawan, toh aku bisa melakukan apa pun yang aku inginkan, kalau kamu memang tidak mau makan, maka matilah kamu di sini.”
****
Faruq merasa cemas sejak tadi, ia mengkhawatirkan Rama karena sepertinya sesuatu hal yang buruk tengah menimpa putranya itu, Faruq mencoba menghubungi Nadiba saat ini, ia tak peduli jika nanti Luna memergokinya
“Mau apa kamu menelponku?”
“Nadiba, apakah Rama ada bersamamu?”
“Kenapa kamu menanyakan Rama padaku? Bukankah kamu sudah tidak peduli lagi padanya?”
“Nadiba, tolong berikan ponselmu pada Rama, aku ingin bicara dengannya, aku rindu padanya.”
“Rama tidak ada, Rama diculik!”
“Apa katamu?”
“Kamu pasti orang yang menculik Rama kan?”
“Untuk apa aku menculik anakku sendiri, tunggu dulu jangan-jangan ….”
Faruq kemudian segera menutup sambungan teleponnya dan mencoba menelpon nomor Luna namun sayangnya nomor Luna saat ini sedang tidak dapat untuk dihubungi, Faruq pun menjadi yakin bahwa sebenarnya penculikan Rama ini ada hubungannya dengan Luna.
“Sudah aku duga bahwa dia pasti ada di balik semua ini, awas saja kamu!”
Faruq pergi dari ruangan tempat ia bekerja sembari terus menerus mencoba menelpon Luna namun tetap saja ponsel Luna tidak aktif, ia masuk ke dalam lift dan lagi-lagi menemukan sosok wanita yang waktu itu
__ADS_1
sempat bertemu dengannya.
“Maaf, bukankah waktu itu kita sempat bertemu?”
****
Untuk sementara waktu Faruq melupakan kasus menghilangnya Rama yang ia yakini ada sangkut pautnya dengan Luna, ia menanyakan pada wanita ini apakah ia adalah pegawai di sini atau bukan dan wanita tersebut mengatakan bahwa ia bukanlah pegawai di sini.
“Apakah menurutmu ada pegawai yang berpakaian sepertiku?”
“Sepertinya tidak, pakaianmu nampak mewah dan elegan.”
“Tentu saja ini semua mahal tahu, belum tentu kamu bisa membelinya.”
“Ngomong-ngomong kamu mau ke mana?”
“Kok kamu jadi ingin tahu sih? Jaga sikapmu ya, kamu ini hanya pegawai biasa di kantor ini.”
“Apakah kamu mau bertemu pak komisaris?”
“Sudah aku katakan bukan urusanmu!”
Wanita itu kemudian turun di lobi dan bergegas keluar dari kantor ini, Faruq segera menelpon mama mertuanya dan mengatakan bahwa ia mendapatkan sesuatu mengenai selingkuhan papa mertuanya.
“Kamu ini memang lambat sekali dalam menghimpun informasi!”
“Aku minta maaf, Ma. Namun aku yakin bahwa wanita yang tadi itu pasti selingkuhan papa.”
“Aku sudah tahu wajah dan nama selingkuhan suamiku, tugasmu saat ini adalah selalu awasi wanita yang wajahnya akan aku kirim padamu jika sewaktu-waktu dia kembali datang ke kantor untuk bertemu dengan suamiku.”
“Baik Ma.”
Tidak lama kemudian Ledi mengirimkan foto wanita yang menjadi selingkuhan suaminya pada Faruq dan Faruq begitu terkejut karena rupanya memang itu adalah wanita yang barusan bertemu dengannya di dalam lift.
****
Noah akhirnya menemukan titik terang di mana keberadaan Rama dan Rahmat, ia segera pergi menuju lokasi tempat di mana Rama dan Rahmat disekap, ketika ia tiba di sana ia menemukan polisi sudah mengepung
tempat ini.
“Ada apa ini, Pak?” tanya Noah pada salah seorang petugas kepolisian.
“Kami menemukan ada sebuah mayat tergeletak di pinggir jalan.”
“Benarkah?”
“Iya, saat ini mayat tersebut sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi agar penyebab kematiannya bisa segera ditangani.”
Sementara itu di sisi lain, Nadiba mendapatkan telepon dari rumah sakit dan seketika ia terkejut mendengar berita yang barusan ia terima hingga menjatuhkan ponselnya ke lantai.
__ADS_1
“Nak, ada apa?” tanya Kusuma panik.