
Nadiba memohon pada Noah untuk tidak membantu mereka untuk mencari rumah kali ini, walaupun berat namun Noah akhirnya menyetujui apa yang Nadiba inginkan namun Noah meminta Nadiba untuk mengatakan di mana rumah tinggal mereka nanti setelah Nadiba menemukan rumahnya.
“Iya Pak Noah, pasti saya akan melakukannya.”
“Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu Pak Noah.”
Nadiba pun masuk kembali ke dalam rumah untuk membawa semua barang bawaan, Kusuma dan Rama ikut berpamitan pada Noah yang hanya dapat melihat kepergian mereka tanpa dapat menahan kepergian Nadiba dan keluarganya karena ini adalah hal yang diinginkan oleh mereka semua. Nadiba tidak tahu mereka harus ke mana, sebenarnya ia merasa kasihan pada Kusuma dan Rama yang harus ikut bersamanya pindah dari rumah itu namun ia sudah mencoba sebisanya untuk melakukan negosiasi dengan pemilik rumah kontrakan tempat mereka tinggal
namun tidak berhasil.
“Maaf Bu, kita jadi tidak memiliki tempat tinggal lagi,” ujar Nadiba saat mereka tengah beristirahat di sebuah warung setelah berjalan cukup jauh dari rumah kontrakan yang sebelumnya.
“Sudah Ibu katakan padamu untuk jangan meminta maaf, Nak,” ujar Kusuma.
“Rama ….”
“Aku akan ikut ke mana pun Ibu pergi,” ujar Rama yang membuat Nadiba menahan air matanya karena ibu serta anaknya tetap mau ikut dengannya pergi dan sama sekali tidak mengeluhkan kondisi mereka saat ini.
Akhirnya setelah beristirahat dan makan, mereka melanjutkan perjalanan dan sampailah pada sebuah rumah kontrakan yang kebebetulan sedang kosong. Nadiba segera menemui pemilik rumah kontrakan tersebut supaya
mereka dapat menempati rumah tersebut, setelah berbincang dengan pemilik rumah kontrakan kini Nadiba dan keluarganya dipersilakan ke dalam rumah tersebut karena Nadiba sudah memberikan uang muka kepada pemilik rumah kontrakan ini.
“Tapi ingat besok kalian harus melunasi untuk biaya bulan ini,” ujar pemilik rumah kontrakan tersebut.
“Iya Bu, terima kasih banyak,” ujar Nadiba.
Kini Nadiba dan keluarganya dapat menghela napasnya lega karena akhirnya mereka dapat menemukan rumah kontrakan lain selepas diusir dari rumah kontrakan yang lama, Nadiba berharap bahwa setelah ini tidak ada
lagi drama yang mengiringi dirinya dan keluarga di rumah ini.
****
Keesokan harinya Nadiba seperti biasa pergi ke rumah Noah untuk bekerja namun ia langsung bertemu dengan pemilik rumah kontrakan yang menanyakan kapan Nadiba akan melunasi sisa uang yang kemarin. Nadiba meminta
pemilik kontrakan bersabar hingga nanti sore dan pemilik rumah kontrakan itu akhirnya tidak bertanya banyak lagi pada Nadiba. Kini ia sudah sampai di rumah Noah dan memulai pekerjaannya, akan tetapi sebelum itu Noah bertanya apakah Nadiba sudah mendapatkan rumah tinggal yang baru dan Nadiba pun mengiyakan apa
yang tadi Noah tanyakan padanya.
__ADS_1
“Di mana?”
“Di rumah yang agak jauh dari sini, di luar desa.”
“Sampai sejauh itu? Apakah di sekitar sini tidak ada rumah kontrakan lain?”
“Saya sudah mencari ke semua pelisok desa ini namun saya tidak menemukannya, akhirnya terpaksa kami harus pergi ke luar desa untuk mendapatkan tempat tinggal.”
“Syukurlah kalau begitu.”
Nadiba nampak ingin mengatakan masalah yang ia hadapi dengan pemilik rumah kontrakan barunya namun ia terlalu segan untuk mengutarakan hal tersebut pada Noah hingga akhirnya ia memilih untuk diam.
“Apakah ada sesuatu Nadiba?” tanya Noah yang merasa kalau ada sesuatu hal yang ingin Nadiba sampaikan padanya namun ia tahan.
“Anu… sebenarnya ….”
****
Nadiba pun akhirnya menceritakan masalah yang tengah ia hadapi pada Noah, kini Noah pun ingin memberikan uang untuk melunasi biaya sewa rumah kontrakan yang baru ditempatinya itu hingga beberapa bulan ke depan
namun Nadiba menolak tersebut, ia tidak ingin menjadi orang yang tidak tahu diri karena selama ini Noah sudah bersikap sangat baik padanya dan keluarga namun lagi-lagi ia merepotkan Noah.
Ucapan Noah barusan membuat Nadiba terkejut dan tidak lama kemudian Felix muncul dari lantai dua dan bertanya apakah Nadiba sudah memiliki rumah yang dapat ditempati setelah diusir dari rumah kontrakan lama.
“Saya sudah mendapatkan rumah kontrakannya, Tuan Felix.”
“Syukurlah kalau begitu, apakah dekat dari sini?”
“Tidak, letaknya jauh katanya,” ujar Noah yang membuat Felix terkejut.
“Jauh? Lalu kamu jalan kaki sampai ke rumah ini?”
“Iya Tuan, saya jalan kaki.”
“Memangnya kamu tinggal di mana, sih? Pokoknya nanti saat kamu pulang aku akan mengantarkanmu pulang.”
“Tidak perlu Tuan Felix, saya bisa pulang sendiri.”
__ADS_1
“Jangan membantahku Nadiba, aku benar-benar ingin tahu di mana rumahmu sekarang, apakah rumah itu layak atau tidak aku perlu mengetahuinya.”
****
Selepas jam kerja Nadiba usai kini Nadiba pun berpamitan pada Noah untuk pulang ke rumah, Noah meminta Nadiba untuk jangan menolak tawaran Felix untuk mengantarkan pulang dirinya karena Felix pasti tidak berniat buruk padanya.
“Apakah kamu takut kalau anakku itu akan melakukan tindakan yang buruk padamu?”
“Tidak Pak Noah, tidak demikian.”
“Kalau begitu kamu tak perlu risau akan hal tersebut, Felix akan menjagamu, dia hanya ingin tahu di mana kamu dan keluarga tinggal. Dia melakukan itu karena ia benar-benar peduli padamu.”
Nadiba hanya menganggukan kepalanya dan tidak lama kemudian Felix muncul dari lantai dua setelah berganti pakaian, kini mereka berdua masuk ke dalam mobil Felix. Nadiba menunjukan di mana rumahnya sekarang
pada Felix dan tentu saja Felix terkejut karena jarak dari rumahnya ke rumah baru Nadiba sangatlah jauh belum lagi jalan yang harus Nadiba lalui jika pulang sendiri begitu sepi dan gelap.
“Jauh sekali ini dan kamu bilang ingin tetap pulang sendiri? Bagaimana kalau sesuatu hal yang buruk terjadi padamu?”
“Saya tidak ingin merepotkan Tuan Felix.”
“Kamu selalu saja mengatakan itu, aku kan sudah bilang bahwa kamu sama sekali tidak membuatku repot.”
Setelah perjalanan panjang itu akhirnya mereka tiba juga di rumah kontrakan baru Nadiba dan di sana mereka sudah ditunggu oleh pemilik rumah kontrakan yang sudah tidak sabaran untuk meminta uang pelunasan
pada Nadiba.
“Akhirnya kamu pulang juga, aku pikir kamu akan melarikan diri.”
****
Felix menyodorkan uang yang diminta oleh pemilik rumah kontrakan itu dan nampak wanita pemilik rumah kontrakan nampak terkejut melihat banyaknya uang yang Felix berikan padanya ini.
“Itu untuk sewa selama 3 bulan ke depan, aku harap anda tidak mengganggu Nadiba dan keluarganya lagi.”
“Tentu saja tidak, uang ini sudah jauh lebih dari cukup.”
Setelah mengatakan itu pemilik rumah kontrakan segera berlalu meninggalkan mereka, Felix diajak masuk oleh Nadiba dan ia melihat sekeliling, rumah kontrakan ini jauh lebih buruk dibanding rumah kontrakan sebelumnya namun harga sewanya sama saja dengan yang ditetapkan oleh pemilik rumah sewa sebelum ini.
__ADS_1
“Kamu yakin ingin tinggal di sini, Nadiba?”