Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Penawaran Kembali Ke Rumah Lama


__ADS_3

Luna menatap ke arah sumber suara dan menemukan sosok yang sedang ia bicarakan sejak tadi tengah menatapnya, walaupun berat sekali ia melakukan ini akan tetapi Luna harus melakukannya demi sang mama.


“Mau apa kamu ke sini?”


“Aku ke sini untuk bertemu denganmu.”


“Rasanya sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan, bawa dia pergi dari sini.”


“Tidak tunggu dulu, ini menyangkut mamaku, aku butuh bantuanmu.”


“Bantuan?”


“Iya hanya kamu yang dapat membantuku, aku mohon.”


Prabu nampak tersenyum karena melihat saat ini Luna sudah tidak berdaya dan akhirnya merendahkan harga dirinya di depannya, tentu saja Prabu tidak akan dengan mudah memberikan bantuan pada Luna mengingat anaknya ini dan mantan istrinya sudah bersekongkol untuk mengusirnya dari rumah dan ia tidak mendapatkan pekerjaan selama beberapa saat.


“Apa yang perlu aku lakukan?”


“Mamamu membutuhkan biaya supaya dia dapat sembuh kembali.”


“Dan apakah itu menjadi tanggung jawabku? Aku dan mamamu kan sudah bercerai jadi aku sudah tidak memiliki kewajiban apa pun untuk membantunya.”


“Apakah kamu lupa siapa yang sudah membuatmu menjadi seperti ini? Andai saja tidak ada mamaku maka mungkin saja kamu tidak akan ada di posisimu yang sekarang.”


“Kamu jadi sudah berani menentangku, Luna? Menarik sekali.”


“Sepertinya aku salah datang padamu karena sekuat apa pun aku meminta bantuan darimu maka kamu pasti tidak akan pernah membalas kebaikan yang sudah mamaku perbuat.”


“Lucu sekali, apakah kamu sudah lupa siapa yang mengusirku dari rumah dan membuatku kehilangan semua harta benda yang sudah aku miliki selama ini?”


“Itu bukan harta benda milikmu kan tetapi itu adalah harta benda milik mamaku.”


“Aku sama sekali tidak peduli akan hal tersebut, tolong bawa wanita ini pergi dari sini dan pastikan dia tidak bisa masuk lagi ke dalam setelah ini.”


“Baik, Pak.”


Akhirnya satpam yang berjaga di lobi itu pun menyeret paksa Luna untuk pergi dari kantor ini karena perintah langsung dari Prabu. Luna tentu saja tidak menerima begitu saja dengan apa yang dilakukan oleh Prabu


padanya, ia bersumpah pada papanya itu bahwa ia akan kembali dan merebut perusahaan yang telah dikuasai oleh papanya ini.


****


Sementara itu Nadiba kembali lagi bekerja di rumah Noah dan pria itu seperti masih mencoba untuk mendekati Nadiba walaupun sudah berulang kali Nadiba menolak dirinya akan tetapi Noah masih saja bersikukuh mendekati Nadiba.


“Nadiba.”


“Pak Noah, apakah anda tidak dapat melihat kalau saat ini saya sedang bekerja?”

__ADS_1


“Saya ingin menanyakan sesuatu padamu.”


“Pak Noah memangnya ingin bertanya apa padaku?”


“Apakah kamu ingin kembali ke rumah itu?”


“Rumah apa yang Pak Noah maksud barusan?”


“Kamu tak perlu berpura-pura tidak tahu, Nadiba, saya tahu bahwa kamu tahu apa yang sedang saya bicarakan ini.”


Nadiba menghela napasnya, ia mengatakan pada Noah untuk tidak mengganggunya ketika sedang bekerja akan tetapi Noah masih saja mendesak supaya Nadiba mau menjawab pertanyaan darinya.


“Jawab saja pertanyaan dariku, Nadiba, apakah pertanyaan yang aku ajukan barusan adalah pertanyaan yang sulit untuk kamu jawab?”


“Pak Noah sebenarnya …..”


“Jawab saja pertanyaanku.”


“Baiklah, saya ingin kembali ke rumah itu, apakah Pak Noah puas sekarang?”


“Sudah saya duga kalau kamu pasti ingin kembali ke rumah lama kalian, saya bisa membantumu akan tetapi saya memiliki syarat.”


****


Nadiba sebenarnya sudah menduga kalau Noah akan mengajukan syrarat dengan apa yang akan ia lakukan itu, Nadiba pun bertanya apa syarat yang harus ia lakukan untuk membuat Noah mau membantunya kembali ke


“Syaratnya adalah mudah, kamu jangan menghindariku saja.”


“Apa maksud Pak Noah?”


“Selama ini kamu menjaga jarak dari saya dan saya tidak menginginkan itu.”


“Pak Noah, saya sudah berulang kali mengatakannya, kalau Pak Noah terus menerus nekat melakukan ini maka Pak Noah juga yang akan terluka.”


“Saya tidak akan terluka, saya melakukan semua ini karena saya menyukaimu Nadiba.”


Nadiba menghela napasnya berat, Noah selalu saja mengatakan hal-hal yang membuat kepalanya pusing, ia sudah menggunakan berbagai cara supaya Noah tidak berharap lebih dan mencoba untuk mendekatinya lagi akan tetapi sayangnya sampai saat ini usaha yang Nadiba lakukan tidak berjalan dengan baik juga.


“Bagaimana, Nadiba? Syarat yang saya berikan padamu mudah bukan?”


“Iya, sangat mudah sekali.”


“Lantas, bagaimana keputusanmu?”


“Tolong beri saya waktu.”


“Baik, hanya sampai besok kamu memikirkannya karena besok saya akan menagih jawaban darimu, apakah kita sepakat sekarang?”

__ADS_1


“Sepakat.”


Noah tersenyum senang pada Nadiba karena akhirnya setidaknya ia memiliki sebuah kesempatan supaya bisa dekat kembali dengan Nadiba.


****


Nadiba pulang ke rumahnya dan menceritakan semuanya pada sang ibu mengenai apa yang Noah katakan padanya tadi sore, Kusuma tentu saja terkejut kalau Noah memberikan pilihan seperti itu karena ia pikir Noah tidak


akan mau memberikan pilihan seperti itu lagi pada mereka, akan tetapi sepertinya Noah benar-benar sangat menginginkan Nadiba dan ia akan melakukan apa pun agar dapat mengambil hati anaknya ini.


“Jadi menurut Ibu, keputusan apa yang harus aku buat saat ini?”


“Kenapa kamu bertanya pada Ibu? Ibu serahkan keputusannya padamu.”


“Bu, aku bingung sekali.”


“Coba kamu tenangkan dirimu dan pikirkan apa yang kamu inginkan, apa pun yang menjadi keputusanmu Ibu akan mendukungmu.”


“Terima kasih banyak, aku mau masuk ke dalam kamar dulu.”


“Iya, Nak.”


Sebelum Nadiba masuk ke dalam kamar, rupanya ia berpapasan dengan Faruq yang secara tidak sengaja tadi mencuri dengar percakapan antara Nadiba dan Kusuma.


“Nadiba, apakah kamu ingin kembali ke rumah lama?”


“Mas Faruq tidak usah ikut campur mengenai masalah ini.”


“Tapi Nadiba, bukankah kamu tidak sanggup untuk membayar biaya sewa bulanannya? Apakah ini adalah salah satu caranya supaya dapat mengambil hatimu?”


“Mas Faruq, tolong jangan mengurusi kehidupanku, urusi saja kehidupanmu sendiri karena sekarang kita ini sudah bukan lagi pasangan suami-istri.”


“Akan tetapi aku akan selalu mencintaimu, Nadiba dan aku harap kita bisa kembali seperti dulu lagi.”


****


Nadiba pagi ini kembali dipengaruhi oleh Faruq untuk jangan menerima tawaran dari Noah sebelum ia berangkat kerja akan tetapi Nadiba tidak mau mendengarkan apa yang Faruq katakan padanya.


“Nadiba, apakah kamu jadi pada akhirnya akan menerima tawaran pria itu?”


“Mas Faruq, seperti apa yang sudah aku sampaikan kemarin, tolong jangan ikut campur dalam masalah pribadiku.”


“Tapi aku melakukannya karena aku mencintaimu dan aku tidak ingin kamu dipermainkan oleh pria itu.”


Nadiba menulikan telinganya dan berjalan menuju rumah Noah untuk bekerja, ia sudah memiliki jawaban atas penawaran yang Noah berikan, ketika dirinya tiba di rumah Noah, pria itu sudah menantinya di depan pintu.


“Selamat pagi Nadiba.”

__ADS_1


“Selamat pagi Pak Noah, saya sudah memiliki keputusannya.”


__ADS_2