Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Kecelakaan Tak Terduga


__ADS_3

Nadiba merasa tidak percaya dengan apa yang Felix katakan barusan padanya, ia masih tak habis pikir kenapa Felix tega sekali melakukan ini dan ia ingin sekali Felix menjelaskan semuanya padanya.


“Jelaskan padaku, kenapa kamu harus melakukan ini?”


Felix nampak tersenyum dan kemudian ia mengatakan pada Nadiba bahwa ia sengaja melakukan ini supaya membuat Nadiba hancur karena ia tahu bahwa sebenarnya Nadiba memendam perasaan padanya sejak lama ditambah lagi papanya begitu menyukai Nadiba hingga tercetuslah ide seperti itu.


“Apa maksudmu kalau aku menyukaimu sejak lama?”


“Kamu tak perlu berkelit Nadiba, aku tahu bahwa sejak pertama kali kita bertemu kamu sudah tertarik padaku.”


“Tidak, itu semua tidak benar.”


“Teruslah menyangkalnya karena sekuat apa pun kamu menyangkal, aku yakin di dalam hatimu tidak bisa menyangkalnya.”


Nadiba terdiam mendengar ucapan Felix barusan dan ia menundukan kepalanya, Felix mengatakan pada Nadiba untuk jangan terlalu bermimpiyang besar mereka dapat bersama selamanya.


“Karena menurutku hal itu adalah sesuatu hal yang tidak akan pernah terjadi.”


“Jadi beginikah akhirnya? Kamu hanya ingin mempermainkanku saja?”


“Iya, memang itulah tujuanku, membuatmu hancur dan menderita karena sebuah permainan yang aku berikan.”


“Selamat, karena kamu benar-benar menghancurkanku.”


“Iya, kamu harusnya sadar itu sejak awal Nadiba, kenapa sikapku mendadak berubah padamu dan ketika aku mengutarakan bahwa aku menyukaimu dan maukah kamu menjadi kekasihku dengan cepat dan tanpa pikir


panjang kamu langsung mengiyakannya begitu saja.”


Nadiba sudah tak sanggup lagi mendengar perkataan yang keluar dari mulut Felix karena itu sudah sangat menyakitinya, Nadiba memilih untuk segera pergi dari hadapan Felix tanpa berpamitan atau menolah pada pria


itu akibat kesakitan yang ia alami saat ini.


“Rasakan kamu Nadiba,” seringai Felix.


Sementara itu Nadiba terus berjalan sambil menundukan kepalanya akibat perasaannya yang hancur akibat dari kejujuran Felix, karena tak menengok ke kanan dan ke kiri akhirnya Nadiba tertabrak oleh sebuah mobil


yang melaju kencang dari arah barat.


****

__ADS_1


Kusuma begitu terkejut ketika mendapatkan kabar dari rumah sakit bahwa saat ini Nadiba sedang dirawat akibat kecelakaan yang putrinya alami. Sontak saja Kusuma panik dan khawatir dengan keadaan putrinya, ia takut


kalau sesuatu hal yang buruk akan terjadi pada putrinya. Ketika tiba di rumah sakit, ia langsung menuju IGD dan bertanya pada perawat yang kebetulan baru saja keluar dari sana.


“Suster, bagaimana keadaan anak saya?”


“Anak anda sedang dalam penanganan dokter, Bu.”


Setelah itu perawat pun pergi meninggalkan Kusuma sendirian, Kusuma merasa takut sekali kalau hal yang buruk terjadi pada Nadiba, ia tak sanggup kalau harus kehilangan Nadiba dari hidupnya. Kusuma pun menelpon


Faruq untuk mengabarkan apa yang terjadi pada Nadiba, ia meminta supaya mantan menantunya itu membawa Rama pulang ke sini karena Nadiba pasti merindukan Rama dan butuh anaknya itu untuk berada di sampingnya saat nanti dirinya siuman.


“Apa Bu? Jadi saat ini Nadiba kecelakaan dan ia masih ditangani oleh dokter?”


“Iya Faruq, Ibu khawatir sekali dengan keadaan Nadiba, semoga saja tidak terjadi hal yang buruk padanya.”


“Ibu tenang saja, aku akan segera membawa Rama ke sana, semoga saja Nadiba bisa segera siuman dan melewati masa kritisnya.”


“Amiin, Ibu pun juga berharap begitu.”


Setelah itu Faruq menutup sambungan teleponnya, Kusuma menghela napasnya berat dan berharap kalau akan ada kabar baik yang dibawa dokter dari dalam sana.


****


“Bu.”


“Pak Noah.”


“Bagaimana keadaan Nadiba sekarang?”


“Seperti yang Pak Noah bisa lihat, dia masih ada di dalam sana, saya khawatir sekali sesuatu hal yang buruk akan terjadi pada anak saya.”


“Lebih baik Ibu jangan berpikiran yang bukan-bukan


karena belum tentu apa yang Ibu pikirkan akan terjadi kan?”


“Apa yang Pak Noah katakan itu memang benar, hanya saja sebagai seorang Ibu tentu saja akan khawatir jika mendapatkan kabar bahwa putri mereka masuk rumah sakit dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.”


Tidak lama kemudian akhirnya dokter keluar dari ruang IGD dan mereka berdua segera menghampiri dokter, Kusuma bertanya pada dokter mengenai kondisi yang saat ini dialami oleh Nadiba.

__ADS_1


“Saat ini kondisinya sudah mulai stabil dan ia bisa segera dipindahkan ke ruang inap biasa.”


“Syukurlah kalau begitu,” ujar mereka berdua lega.


****


Darsih datang ke rumah sakit untuk menjenguk keponakannya setelah mendapatkan kabar dari Kusuma bahwa Nadiba masuk rumah sakit, wanita itu begitu sedih dan terpukul saat melihat Nadiba dalam kondisi yang belum sadarkan diri dari pingsannya.


“Ya Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi pada Nadiba?”


“Aku sendiri juga tak tahu dengan pasti yantg terjadi padanya, akan tetapi mneurut keterangan saksi mata, sebuah mobil melintas dengan kencang ke arah Nadiba yang tak sadar kalau di jalan itu ada mobil.”


“Apa yang sebenarnya terjadi pada Nadiba, ya?”


“Aku sendiri pun tak tahu dengan pasti apa yang sebenarnya terjadi pada Nadiba karena belakangan ini kalau aku perhatikan sikapnya itu menjadi agak aneh dan seolah tengah memikirkan sesuatu.”


“Kalau kamu sendiri tidak tahu, mana mungkin aku tahu?”


“Lantas kenapa kamu bertanya padaku?”


Di tengah perdebatan keduanya, pintu ruangan Nadiba terbuka dan menampakan sosok Noah di sana, pria itu menyapa Darsih yang baru bertemu lagi setelah sekian lama. Noah sempat menyapa wanita itu dengan ramah


yang dibalas juga oleh Darsih dengan ramah.


“Saya sudah mengurus semuanya, jadi setelah Nadiba sudah siuman dan diizinkan pulang oleh dokter maka dia bisa langsung pulang karena sudah tak ada tunggakan lagi.”


“Ya Tuhan, saya jadi merasa tidak enak dengan Pak Noah,” ujar Kusuma.


****


Noah berjanji pada Kusuma bahwa besok ia akan datang lagi menjenguk Nadiba, setelah itu Noah pun pamit pada Kusuma dan Darsih. Selepas sosok Noah pergi dari ruangan inap Nadiba, Darsih pun bertanya pada


Kusuma seberapa dekat hubungan Noah dengan Nadiba, maka di situlah Kusuma menceritakan bahwa sebenarnya Noah menyukai Nadiba.


“Bagaimana bisa kamu tahu akan hal itu?”


“Nadiba sendiri yang bercerita padaku, di sisi lain anaknya juga menyukai Nadiba dan sekarang Nadiba menjalin hubungan dengan tuan Felix.”


“Ya Tuhan, hubungannya sangat rumit sekali, sudah aku duga sebelumnya bahwa ayah dan anak itu menyukai orang yang sama.”

__ADS_1


“Semoga saja Nadiba bisa segera siuman.”


__ADS_2