
Kusuma sendiri mengatakan bahwa ia tidak tahu menahu mengenai apa yang menyebabkan Nadiba mau menerima tawaran dari Noah dan Kusuma juga meminta supaya Faruq tidak selalu datang dan mengacau di sini. Tentu saja Faruq tidak terima dengan apa yang Kusuma katakan barusan, ia tidak pernah membuat onar ketika datang namun Kusuma mengatakan kalau semenjak Faruq tiba di desa ini maka Nadiba menjadi lebih tertekan dari sebelumnya dan ia meminta supaya Faruq tidak perlu datang lagi menemui Nadiba, kalau perlu dan jauh lebih
baik lagi kalau ia kembali saja ke kota.
“Kok Ibu jadi mengusirku, sih?”
“Aku sama sekali tidak mengusirmu, akan tetapi aku hanya mengatakan apa yang sebenarnya terjadi di sini, terimalah kenyataan Faruq bahwa sampai kapan pun Nadiba tidak akan pernah dapat menerimamu kembali
sebagai suamina.”
“Tidak, aku tidak akan mau menyerah sekarang, aku yakin bahwa saat ini Nadiba hanya memerlukan waktu untuk memulihkan diri dan rasa percayanya akibat apa yang sudah aku perbuat darinya.”
Kusuma nampak kesal dan hanya menghela napasnya saja mendengar ucapan Faruq yang masih saja percaya diri kalau Nadiba akan kembali padanya.
“Sekarang kamu sudah lihat sendiri kalau Nadiba tidak ada di rumah kan? Jadi silakan kamu pergi saja dari sini.”
“Baiklah, aku akan pergi dari sini sekarang akan tetapi aku pasti akan kembali lagi.”
Setelah mengatakan itu Faruq kemudian pergi meninggalkan rumah ini dan Kusuma dapat menghela napasnya lega untuk sementara waktu akan tetapi ia jadi teringat mengenai ucapan Faruq yang mengatakan dia akan datang lagi nanti.
“Astaga rupanya dia jauh lebih keras kepala dari yang aku duga.”
Sore pun telah tiba dan Nadiba pun sudah sampai di rumah, Kusuma langsung menceritakan apa yang tadi terjadi di rumah ketika Nadiba sedang bekerja di rumah Noah.
“Jadi mas Faruq datang lagi ke sini, Bu?”
“Iya Nak, dia tadi datang ke sini dan mengatakan kalau akan kembali lagi saat kamu sudah pulang bekerja.”
****
Faruq menepati apa yang tadi ia katakan pada Kusuma bahwa ia akan kembali lagi ke rumah ini selepas Nadiba sudah selesai bekerja, Kusuma yang kembali menghadapi Faruq meminta supaya Faruq pergi saja dari rumah ini karena Nadiba tidak mau menemuinya.
“Hanya sebentar saja aku ingin bertemu dengan Nadiba, Bu.”
“Faruq, saat ini Nadiba sedang lelah karena seharian dia bekerja, tolong kamu jangan ganggu dia.”
__ADS_1
Faruq tetap saja tak mau menuruti apa yang Kusuma katakan, ia memilih untuk bertahan di depan rumah hingga Nadiba mau menemuinya. Kusuma tentu saja kesal bukan main dengan kelakuan Faruq tersebut hingga akhirnya Nadiba muncul juga dari dalam rumah yang membuat Faruq menjadi sumringah.
“Nadiba, akhirnya kamu mau datang juga untuk menemuiku.”
“Mas Faruq mau apa lagi datang ke sini malam-lama begini? Bukankah sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan?”
“Tentu saja masih banyak hal yang perlu kita bicarakan, Nadiba.”
“Akan tetapi aku tidak mau membicarakan apa pun dengan mas Faruq saat ini, tolong mas Faruq mengerti diriku.”
Nadiba nampak begitu memelas ketika mengatakan hal tersebut hingga membuat Faruq akhirnya luluh dan memilih untuk pulang malam ini, akan tetapi sebelum ia benar-benar pergi dari rumah ini, Faruq mengatakan
bahwa sampai kapan pun ia akan memperjuangkan Nadiba dan akan membuat Nadiba kembali menjadi miliknya.
****
Keesokan harinya Kusuma sudah membuatkan sarapan untuk Rama dan Nadiba karena Nadiba bangun agak kesiangan akibat semalam ia kurang dapat tidur dengan nyenyak, Nadiba meminta maaf pada Kusuma karena membuat ibunya itu menjadi menyiapkan sarapan untuk mereka.
“Kamu tidak perlu meminta maaf pada Ibu, Nak. Ibu senang kok membuatkan sarapan untuk kalian.”
“Boleh Rama, kamu boleh kok menginap bersama ayah.”
“Asyik, terima kasih banyak, Bu.”
“Rama, cepat habiskan sarapanmu nanti kamu terlambat datang ke sekolah lagi,” ujar Kusuma.
“Iya Nek.”
Maka kemudian Rama segera menghabiskan sarapannya dan segera berpamitan pada ibu serta neneknya sebelum akhirnya pergi ke sekolah. Selepas Rama pergi ke sekolah, Nadiba membersihkan piring kotor yang tadi mereka gunakan untuk sarapan dulu sebelum pergi bekerja walaupun Kusuma sudah mengatakan kalau
Nadiba tidak perlu melakukan hal itu karena takut kalau Nadiba akan terlambat datang bekerja.
“Tidak apa Bu, aku bisa memberikan alasan pada pak Noah
kenapa aku datang terlambat nanti.”
__ADS_1
Kusuma pun kemudian tidak berkata apa-apa lagi dan membiarkan Nadiba melakukan apa yang ia inginkan, setelah selesai mencuci piring kotor barulah Nadiba berpamitan pada Kusuma untuk berangkat bekerja.
“Aku pergi bekerja dulu, Bu.”
“Hati-hati di jalan, Nak.”
****
Baru saja Nadiba keluar dari rumah, ia langsung bertemu dengan Faruq, Nadiba seperti sudah malas sekali untuk berjumpa dan mengobrol dengan mantan suaminya itu jadi ia memutuskan untuk segera pergi saja meninggalkan Faruq akan tetapi rupanya Faruq mengikutinya dan malah makin membuat Nadiba tidak nyaman dibuatnya.
“Kenapa Mas Faruq mengikutiku? Bukankah seharusnya Mas pergi membantu tante Darsih?”
“Aku sudah meminta izin pada tante Darsih untuk bicara denganmu.”
“Mas, aku sudah mengatakan padamu bahwa tidak ada hal yang perlu kita bicarakan lagi.”
“Tentu saja ada, kenapa kamu memilih untuk menerima tawaran pak Noah dengan tinggal di rumah itu lagi, Nadiba? Apa saja yang sudah ia janjikan padamu? Dia pasti memberikan syarat padamu kan? Jawab pertanyaanku, Nadiba.”
Namun Nadiba sama sekali tidak berniat untuk menjawab pertanyaan dari Faruq karena menurutnya percuma saja kalau ia menjawab maka Faruq tetap tak mau menerima jawaban darinya.
“Nadiba, kenapa kamu malah mendiamkan aku begini? Aku bicara padamu sekarang.”
“Mas, aku sudah berulang kali mengatakan kalau aku tidak ada lagi hubungan denganmu dan aku berhak untuk mengatur hidupku sendiri, jadi tolong hargai semua keputusan yang telah aku ambil ini.”
****
Nadiba tiba juga di rumah Noah dengan Faruq yang masih mengekori Nadiba sampai di sini walaupun Nadiba sudah sejak tadi berusaha untuk mengusir Faruq supaya tidak mengikutinya namun Faruq tetap saja mengekorinya
sampai ke tempat ini. Ketika mereka tiba di rumah, nampak Noah yang sedang menyiram tanaman di halaman rumah, pria itu terkejut karena Nadiba datang bersama dengan Faruq pagi ini.
“Maaf Pak Noah kalau saya datang agak terlambat pagi ini.”
“Tidak masalah Nadiba, akan tetapi kenapa kamu datang dengan pria itu?”
“Dia terus mengikutiku sampai ke sini padahal saya sudah mengatakan kalau saya harus pergi bekerja namun dia tetap tak mau mendengarnya.”
__ADS_1
“Saya ingin biara dengan anda,” tegas Faruq pada Noah.