
Nadiba sudah hendak pulang ke rumahnya akan tetapi Noah bersikukuh untuk mengantarkannya pulang, Noah mengatakan bahwa ia masih takut kalau Nadiba akan mengalami hal yang buruk lagi ketika ia pulang sendirian.
“Tidak akan ada yang terjadi padaku Pak Noah.”
“Tapi saat ini hari sudah malam dan penerangan sepanjang jalan ke rumahmu kan minim, bagaimana kalau orang-orang jahat itu kembali ingin melakukan hal buruk padamu?”
“Kenapa sih Papa begitu peduli pada wanita ini? Dia kan sudah mengatakan bisa pulang sendirian, kenapa juga Papa bersikukuh untuk mengantarkannya?” tanya Felix kesal.
“Sudahlah Felix, kamu tidak tahu apa-apa!” seru Noah.
“Iya, aku memang tidak tahu apa-apa tapi kalau sikap Papa yang seperti ini membuatku semakin yakin bahwa bukan hanya mama tapi Papa juga bermain api selama ini!”
Setelah mengatakan itu Felix langsung masuk ke dalam rumah, Noah dilema harus mengantarkan Nadiba atau menjelaskan semuanya pada Felix bahwa yang dituduhkan oleh anaknya itu bukanlah sebuah hal yang benar.
“Tidak apa Pak, saya bisa pulang sendiri, anda tak perlu khawatir.”
“Tapi Nadiba.”
“Saya bisa pulang sendiri, Pak Noah lebih baik bersama Tuan Felix saja.”
Nadiba pun kemudian pamit dan pergi dari rumah itu akan tetapi Noah menarik tangan Nadiba dan memaksa wanita itu untuk masuk ke dalam mobilnya.
“Tetap saja tidak bisa seperti itu, aku harus mengantarkanmu
pulang.”
“Tapi Pak Noah.”
“Aku tidak menerima penolakan, ayo masuk.”
Nadiba pun akhirnya masuk ke dalam mobil Noah dan mengizinkan pria itu untuk mengantarkannya pulang bukan karena ia yang menginginkannya melainkan karena Noah yang tetap berkeras untuk mengantarkannya pulang.
“Pak Noah yakin? Tuan Felix bisa saja akan semakin membenci anda setelah ini.”
“Felix itu memang seperti itu, percuma saja kalau aku terus menerus menjelaskan padanya karena dia tidak akan mau mendengarkan.”
Setelah itu Nadiba tidak mengatakan apa pun lagi pada Noah dan akhirnya mereka pun tiba di rumah, Nadiba membuka sabuk pengaman dan mengucapkan terima kasih pada Noah karena pria itu mau mengantarkannya pulang.
“Tidak masalah Nadiba, istirahatlah.”
****
Kusuma rupanya diam-diam memperhatikan dari dalam rumah, ia tidak sendiri karena bersama dengan adiknya mengintip kepulangan Nadiba yang diantarkan oleh Noah. Kusuma pun mengatakan pada Darsih bahwa ia
sama sekali tidak berbohong ketika mengatakan Nadiba diantarkan pulang oleh Noah kala itu.
“Lihat sendiri kan? Itu yang aku lihat saat itu.”
“Tapi kenapa pak Noah mau mengantarkan Nadiba pulang, ya?”
__ADS_1
“Mungkin saja pria itu tertarik pada anakku.”
“Jangan bicara sembarangan, dia itu sudah memiliki istri, mana mungkin bermain api di belakang istrinya?”
“Kamu seperti tidak tahu saja, ketika pasangan yang sudah lama menikah maka akan timbul rasa bosan satu sama lain hingga akhirnya salah satu pihak memutuskan untuk berselingkuh, contohnya saja Faruq yang
kurang ajar itu, lalu apakah kamu sendiri tidak merasa bosan ketika terus bersama suamimu selama lebih dari 30 tahun?”
“Kamu ini jangan mengajarkanku yang tidak baik.”
“Siapa yang mengajarkanmu yang tidak baik? Aku kan hanya memberikan opiniku saja.”
Obrolan mereka berdua terhenti ketika Nadiba membuka pintu rumah, Nadiba menyapa mereka berdua dan kemudian hendak mandi dan berganti pakaian.
“Nadiba, kamu tadi pulang dengan pak Noah lagi, ya?” tanya Kusuma.
“Ibu ini, kenapa menanyakan itu?”
****
Thalia mendapatkan pesan dari putranya yang menginginkan untuk bertemu dengannya siang ini di sebuah café dekat rumah sakit, Thalia menyanggupi permintaan bertemu oleh Felix itu dan kini ia dalam perjalanan menuju café tersebut. Ketika ia tiba di sana, nampak Felix sudah duduk di salah satu kursi dan menatap keluar jendela, Thalia melangkahkan kakinya menuju tempat Felix berada dan duduk di kursi yang berhadapan dengan putranya
itu.
“Nak, ada apa kamu ingin bertemu dengan Mama?”
“Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan pada Mama.”
“Ini mengenai ucapan papa semalam padaku.”
“Memangnya apa yang papamu katakan semalam?”
“Papa semalam mengatakan padaku bahwa mama berselingkuh selama ini di belakang papa, apakah itu benar?”
Thalia nampak tersenyum mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Felix barusan sementara itu Felix sama sekali tidak paham kenapa Thalia malah tersenyum mendengar pertanyaan yang diajukan olehnya.
“Jadi papamu semalam mengatakan itu padamu?”
“Apakah yang papa katakan itu memang benar?”
“Sejujurnya hubungan kami memang tidaklah baik belakangan ini.”
“Jangan melebar ke mana-mana, jawab saja pertanyaanku apakah itu benar atau tidak.”
“Menurutmu apakah aku seperti yang dikatakan oleh
papamu?”
“Aku ….”
__ADS_1
“Kamu akan tahu sendiri Felix kenapa aku melakukan hal ini.”
Setelah mengatakan itu Thalia kemudian pergi meninggalkan Felix yang masih terdiam di tempatnya berusaha memikirkan apa yang Thalia katakan padanya barusan.
****
Nadiba kembali bekerja di rumah Noah hari ini namun ada yang berbeda karena ketika ia bekerja di sini Felix sama sekali tidak ada di rumah, ia terlalu sungkan untuk menanyakan keberadaan Felix pada Noah apalagi Noah saat ini sedang bekerja di ruangan kerjanya.
“Nadiba, apakah kamu sudah selesai?”
“Iya, ada apa Pak?”
“Kamu bisa pulang lebih awal karena saya ada urusan ke kota.”
“Oh kalau begitu saya siap-siap untuk pulang dulu.”
Nadiba kemudian mengemasi barangnya dan segera pulang ke rumah, ia berjalan kaki menuju rumah dan ia sama sekali tidak takut karena saat ini hari masih siang namun baru beberapa meter dari rumah Noah, ia merasa
kalau dirinya diikuti oleh seseorang.
“Sepertinya ada seseorang yang mengikutiku.”
Nadiba berhenti dan kemudian menoleh ke belakang, ia sama sekali tidak menemukan siapa pun di sana.
“Mungkin saja itu hanya halusinasiku saja.”
Nadiba kemudian kembali melangkahkan kakinya untuk pulang ke rumah, ketika melewati sebuah rumah kosong, ia menemukan ada orang yang waktu itu hendak melakukan kejahatan padanya.
“Hei!”
Nadiba yang terkejut langsung berlari menjauhi orang tersebut, ia terus berlari dan bersembunyi di balik tumpukan sampah sampai kondisi aman.
“Ke mana perginya dia?”
****
Nadiba memastikan bahwa orang jahat itu sudah pergi setelah semuanya dirasa sudah cukup aman, maka ia kembali melanjutkan perjalanan pulang ke rumahnya namun naasnya baru beberapa langkah ia keluar dari tempat persembunyiannya, orang yang tadi mengejarnya menemukannya.
“Rupanya kamu ada di sini.”
Nadiba tentu saja terkejut dan hendak berbalik badan untuk melarikan diri namun di belakangnya sudah ada orang lain yang waktu itu juga hendak melakukan kejahatan padanya, saat ini Nadiba sudah dikepung dari
dua arah.
“Tolong!”
“Percuma saja kamu berteriak meminta tolong di sini karena tidak ada seorang pun yang akan mendengarmu!”
Nadiba berusaha berontak saat kedua tangannya dipegangi oleh salah seorang dari mereka, Nadiba melawan dengan menendang bagian tengah pria itu hingga ia bisa melarikan diri namun tentu saja tidak lama karena ia
__ADS_1
kembali berhasil ditangkap.
“Sudah cukup main-mainnya, kali ini kamu akan kami habisi!”