Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Kembali Ke Rumah (Semula)


__ADS_3

Nadiba sudah menduga bahwa pemilik rumah kontrakan barunya ini pasti akan marah mengenai kejadian ini, pemilik rumah kontrakan mendesak supaya Nadiba bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi di rumahnya ini namun Kusuma membela Nadiba dengan mengatakan bahwa Nadiba tidak salah apa pun.


“Kalian yang tinggal di rumah ini maka kalian jugalah yang harus bertanggung jawab dalam mengganti kerusakan ini.”


“Bu, sudahlah.”


“Tapi Nak ….”


“Kami akan memberikan ganti rugi atas semua ini, Bu.”


“Baguslah kalau begitu, pokoknya aku meminta besok uang ganti ruginya harus diterima.”


Selepas mengatakan itu si pemilik rumah kontrakan langsung pergi meninggalkan mereka, Kusuma menghela napasnya dan menanyakan kenapa Nadiba mengatakan itu pada pemilik rumah kontrakan. Nadiba mengatakan


bahwa mereka tidak dapat berkelit karena memang rumah ini sekarang tengah mereka huni walaupun mereka tidak melakukan apa pun.


Ya Tuhan, wanita itu sepertinya dapat membuatku naik darah.”


“Ibu tenanglah, aku akan mengganti semua biaya kerusakan ini.”


“Namun kamu kan tidak memiliki cukup uang untuk mengganti semua kerusakan yang ditimbulkan oleh orang tak dikenal itu.”


“Aku tahu Bu, akan tetapi Ibu tak perlu merisaukan hal tersebut, ya?”


Kusuma menghela napasnya panjang, sebenarnya ia merasa kasihan pada Nadiba karena lagi-lagi menjelang hari bahagianya dengan Felix justru musibah kembali menimpanya. Kusuma benar-benar penasaran siapa orang


yang melakukan kejahatan ini pada keluarganya. Keesokan harinya Nadiba berpamitan pada sang ibu untuk pergi bekerja namun lagi-lagi pemilik rumah kontrakan mengingatkan Nadiba untuk jangan melupakan apa yang sudah ia janjikan semalam.


“Tentu saja saya tidak akan lupa.”


“Baguslah kalau begitu, awas saja kalau kamu berpura-pura lupa akan hal itu.”


Selepas Nadiba berangkat kerja, Kusuma menyapu halaman depan rumah dan ada orang asing yang melintas dengan sepeda motor sengaja melemparkan sesuatu ke halaman rumah kontrakan ini. Kusuma langsung berlari


mengejar si pengendara sepeda motor namun sayangnya ia sudah kehilangan jejak dan ketika Kusuma membuka isi kantong plastik yang dilempar dari motor itu rupanya berisi sebuah ayam yang sudah busuk hingga membuatnya geli.


“Ya Tuhan, ini sudah benar-benar keterlaluan.”


****


Secara mengejutkan pemilik rumah kontrakan meminta Kusuma untuk pergi dari rumah ini tanpa memberitahunya terlebih dahulu apa yang sudah mereka perbuat, si pemilik rumah kontrakan tetap memaksa Kusuma keluar

__ADS_1


dan mengemasi semua barang-barang mereka dari rumah ini.


“Bukankah anakku bilang bahwa ia akan membayar ganti ruginya?”


“Aku sudah tahu kalian semua, rupanya kalian ini pembawa sial.”


“Apa maksud anda?”


“Pemilik rumah kontrakan lama kalian tadi datang menemuiku dan dia mengatakan semuanya bahwa rupanya di rumah kontrakan sebelumnya juga kalian sudah membuat sial dengan merusak rumahnya.”


“Tidak, semua itu tidak benar, ada orang jahat yang tengah mengincar kami, kami tidak bersalah akan hal ini.”


“Kamu pikir aku akan memercayai apa yang kamu katakan barusan? Omong kosong.”


“Tolong jangan usir kami dari rumah ini, kalau anda mengusir kami, maka kami akan tinggal di mana?”


“Itu bukan urusanku, pokoknya segera kosongkan rumah ini sebelum jam 12 siang atau aku akan mengeluarkan paksa barang kalian semua.”


Selepas mengatakan itu, sang pemilik rumah kontrakan langsung pergi meninggalkan Kusuma yang bersedih hati dengan apa yang tengah menimpa keluarganya saat ini.


****


Nadiba ditelepon oleh Kusuma dan ibunya itu menceritakan apa yang dikatakan oleh si pemilik rumah kontrakan, tentu saja Nadiba terkejut dan tak menyangka kalau mereka akhirnya diusir dari rumah kontrakan itu. Nadiba meminta Kusuma untuk tenang karena sebentar lagi ia akan datang ke sana, setelah menyudahi panggilan dengan ibunya itu, Nadiba bergegas pergi menemui Noah untuk memberitahu pria itu kalau ia harus pulang cepat sekarang.


“Ada sesuatu hal yang genting terjadi di rumah, oleh sebab itu saya harus pulang sekarang.”


“Apa yang sebenarnya terjadi? Kamu bisa katakan pada saya?”


“Maaf Pak Noah, akan tetapi saya tidak dapat mengatakannya.”


“Kalau begitu saya ikut dengan kamu.”


“Apa? Tak perlu Pak Noah, saya dapat sendiri.”


“Pokoknya saya harus tahu apa yang sebenarnya terjadi.”


Akhirnya Nadiba dan Noah pergi ke rumah kontrakan dan di sana nampak Kusuma tengah dimaki-maki oleh pemilik rumah kontrakan yang mengatakan bahwa keluarga Kusuma membawa sial dan ia tidak ingin lebih banyak


kesialan menimpa rumah kontrakannya.


“Bu, ada apa ini?” tanya Nadiba.

__ADS_1


“Oh akhirnya kamu datang juga, aku sudah membereskan semua pakaian kalian semua jadi kalian bisa langsung pergi sekarang juga!”


“Sebenarnya ada apa ini? Kenapa anda bersikap seperti ini?”


“Kamu itu pembawa sial, pantas saja baru beberapa hari kamu tinggal di sini kaca rumah kontrakanku langsung pecah.”


****


Nadiba tentu saja bersedih hati mendapatkan penghinaan dari pemilik rumah kontrakan, kini ia tidak tahu harus pergi ke mana lagi dan Noah pun menawarkan supaya mereka tinggal di rumahnya untuk sementara waktu


akan tetapi Nadiba menolaknya.


“Tidak Pak Noah, saya tak mau merepotkan anda.”


“Tapi kamu harus lihat bagaimana kondisi ibu dan anakmu, Nadiba.”


Nadiba menghela napasnya berat, ia merasa kasihan pada sang ibu dan anaknya saat ini karena harus ikut dengannya di tengah situasi yang tidak pasti seperti ini.


“Jangan sungkan begitu, kembalilah ke rumah kami.”


Nadiba pun akhirnya tak memiliki pilihan lain selain kembali ke rumah Noah, ia benar-benar tidak enak dengan hal ini namun tentu saja ia tak memiliki pilihan lain selain mengikuti apa yang Noah katakan barusan.


“Terima kasih banyak, Pak Noah, maafkan kami yang selalu saja membuat anda repot,” ujar Kusuma.


“Bu Kusuma ini bicara apa? Siapa juga yang membuat saya repot? Saya sama sekali tidak merasa direpotkan atas hal ini, kok.”


Akhirnya Nadiba dan keluarganya kembali tiba di rumah Noah, di saat mereka tiba itu Felix sudah kembali dari kota dan terkejut ketika melihat Nadiba kembali ke rumah dengan membawa ibu serta anak kemudian barang-barang mereka.


“Nadiba, apa yang terjadi?”


****


Noah menceritakan kejadian yang menimpa Nadiba dan keluarga pada Felix dan tentu saja Felix terkejut bukan main saat tahu Nadiba mendapatkan perlakuan tidak baik dari pemilik rumah kontrakan itu, ia tidak dapat menerima itu dan ingin membuat perhitungan dengan si pemilik rumah kontrakan namun Nadiba melarangnya.


“Tolong Tuan Felix jangan seperti ini.”


“Nadiba ….”


“Iya Felix, sudahlah kita tak perlu memperpanjang masalah ini, toh sekarang Nadiba dan keluarganya sudah bersama kita di sini kan?”


Felix menghela napasnya berat, ia kemudian membantu Nadiba dan keluarganya untuk memasukan barang-barang mereka ke dalam rumah ini.

__ADS_1


“Selamat datang kembali di rumah ini, Nadiba,” ujar Felix saat ia membawakan tas Nadiba ke dalam rumah.


__ADS_2