Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Bicara Dari Hati Ke Hati


__ADS_3

Nadiba berusaha memberitahu Rama bahwa ayahnya akan datang lagi menemuinya atau nanti Rama dapat menemui ayahnya di kota, perlahan Rama melunak dan ia memeluk ayahnya dengan erat. Faruq sendiri nampak berat untuk berpisah dengan Rama namun ia tidak memiliki pilihan lain selain harus pergi dari desa dan kembali ke tempat asalnya setelah apa yang terjadi di dalam hidupnya.


“Ayah janji akan datang menemuimu lagi di sini, Rama.”


“Iya Ayah.”


Setelah berpamitan pada Rama kini Faruq kemudian berpamitan pada Nadiba, ia berterima kasih pada Nadiba karena telah mau menjadi temannya selama ini, ia juga meminta maaf atas apa yang pernah ia lakukan pada


Nadiba namun Nadiba mengatakan bahwa Faruq tak perlu mengingat semua itu karena ia sama sekali tidak mendendam pada mantan suaminya.


“Aku pergi dulu.”


“Hati-hati di jalan, Mas.”


Faruq pun kemudian pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan berat hati dan ia terkejut ketika menemukan Luna tengah berdiri di depan koridor rumah sakit, Luna sendiri juga tak menyangka akan bertemu dengan Faruq


lagi di rumah sakit ini.


“Faruq?”


“Luna?”


“Apa yang kamu lakukan di sini?”


“Aku baru saja menemui Nadiba dan keluarganya, kamu sendiri mau apa datang ke sini?”


“Aku juga ingin menemui Nadiba dan ibunya, aku mendengar kalau ibunya mengalami kecelakaan dan aku datang untuk menemuinya.”


“Oh begitu rupanya.”


“Kamu sendiri apa yang kamu lakukan dengan tas itu?”


“Aku akan pindah dari desa ini dan kembali ke kota.”


“Oh benarkah?”


“Begitulah, aku permisi dulu.”


“Tidak tunggu dulu, Faruq.”


Luna menahan tangan Faruq supaya mantan suaminya itu jangan pergi dulu, Luna mengatakan pada Faruq untuk menunggunya sampai selesai menjenguk Kusuma.


“Memangnya ada apa?”


“Kita bisa ke sana bersama-sama.”


“Tidak perlu Luna, aku ingin pergi sendiri.”


“Tapi Faruq, tolong jangan menolak kebaikanku ini.”

__ADS_1


Faruq nampak menghela napasnya dan menganggukan kepalanya, Luna tentu saja bahagia krena akhirnya Faruq melunak juga dan mau menerima tawarannya.


****


Kusuma dan Nadiba nampak tak percaya ketika menemukan Luna berada di rumah sakit ini, Luna sendiri mengatakan ia datang setelah mendengar kabar bahwa Kusuma mengalami kecelakaan.


“Terima kasih banyak karena kamu sudah mau datang jauh-jauh ke sini,” ujar Kusuma.


“Tidak masalah, aku harap anda bisa segera sembuh,” ujar Luna.


“Terima kasih banyak.”


Selain itu Luna memberikan hadiah untuk Rama dan tentu saja Rama berterima kasih atas pemberian Luna ini.


“Terima kasih banyak Tante.”


“Sama-sama, Rama.”


“Aku berterima kasih karena kamu mau datang dan membawakan semua ini untuk kami,” ujar Nadiba.


“Kamu tak perlu berterima kasih padaku, Nadiba justru aku yang harusnya meminta maaf pada kalian karena sikapku di masa lalu yang buruk.”


“Kamu tak perlu meminta maaf Luna karena kami telah memaafkanmu,” ujar Nadiba.


“Terima kasih karena kalian sudah mau memaafkanku, aku minta maaf karena tidak dapat berlama-lama di sini karena masih ada hal yang perlu aku lakukan,” ujar Luna.


“Tidak masalah Nadiba, aku permisi dulu.”


Luna pun kemudian pergi meninggalkan ruangan inap Kusuma, selepas Luna pergi maka Kusuma pun mengatakan bahwa ternyata Luna sudah berubah menjadi orang yang jauh lebih baik sekarang dan Nadiba setuju dengan


apa yang ibunya katakan barusan.


****


Luna mengajak Faruq untuk masuk ke dalam mobilnya dan Faruq tidak menolak ajakan Luna tersebut, Faruq bertanya apakah Luna menyetir sendirian ke kota ini dan Luna menganggukan kepalanya.


“Aku kan memang terbiasa menyetir sendiri lagi pula ini kan hari libur, aku sudah berniat menghabiskan waktu liburku di sini namun setelah mendengar kamu akan kembali ke kota maka bukankah jauh lebih baik kalau


aku kembali sekarang?”


“Kalau memang kamu ingin liburan di sini, aku bisa naik kereta atau bus saja.”


“Tidak, aku akan mengantarkanmu.”


Faruq ingin menyetir mobil namun Luna tidak mengizinkannya dan meminta Faruq untuk duduk di kursi penumpang saja seraya menikmati perjalanan. Faruq kemudian tak mendebat akan hal tersebut dan melakukan apa yang seperti Luna perintahkan, ia menengok keluar jendela menikmati pemandangan yang disajikan sepanjang perjalanan menuju kota hingga akhirnya Luna membuka percakapan dengan mantan suaminya.


“Apa yang terjadi pada rumah tanggamu?”


“Aku dan Nimas bercerai.”

__ADS_1


“Benarkah?”


“Begitulah, aku sudah memutuskan untuk kami berpisah setelah ia ditangkap oleh polisi.”


“Polisi?”


Faruq kemudian menceritakan apa yang telah Nimas lakukan pada Kusuma dan dirinya, Luna nampak terkejut bahwa wanita itu rupanya jauh lebih mengerikan dari apa yang dibayangkan olehnya.


****


Felix datang ke rumah sakit untuk menjenguk Kusuma, ketika ia tiba di sana nampak Nadiba tengah menunggui Kusuma yang tengah tidur siang saat ini. Nadiba nampak terkejut ketika melihat Felix datang namun Felix


mengatakan pada Nadiba untuk jangan beranjak dari tempatnya sekarang.


“Apakah beliau sudah baikan sekarang?”


“Iya Tuan, kata dokter kalau kondisinya terus membaik maka besok ibu diizinkan pulang.”


“Syukurlah kalau begitu, aku turut senang mendengarnya.”


Kusuma kemudian terbangun dari tidurnya, ia terkejut ketika melihat Felix berada di ruangan ini, selepas Kusuma sudah bangun kini Felix meminta izin pada Kusuma untuk dapat bicara sebentar dengan Nadiba.


“Silakan Tuan Felix.”


“Terima kasih.”


Maka kemudian Felix dan Nadiba keluar dari dalam ruangan itu, Felix mengajak Nadiba pergi ke taman untuk membicarakan sesuatu dengan wanita itu. Nadiba sendiri nampak penasaran dengan apa yang hendak Felix


katakan padanya saat ini karena kalau ia melihat dari raut wajahnya sepertinya Felix hendak mengatakan sesuatu hal yang serius padanya.


“Nadiba, aku ingin mengatakan sesuatu padamu bahwa aku harus kembali ke Australia, lusa.”


Nadiba nampak terkejut dengan apa yang Felix katakan barusan, ia tak tahu apa yang harus ia katakan pada pria itu namun batinnya tengah bergejolak saat tahu bahwa Felix akan pergi lusa ke Australia.


****


Luna menanyakan pada Faruq apakah mungkin mereka bisa seperti dulu lagi namun Faruq mengatakan pada Luna bahwa ia tidak mau memikirkan mengenai hal tersebut sekarang. Luna nampak menghela napasnya berat


karena ia pikir bahwa Faruq akan luluh hatinya setelah apa yang Nimas lakukan padanya waktu itu namun sepertinya memang Faruq masih membutuhkan waktu supaya dia dapat kembali pulih dari luka yang diterimanya.


“Bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu?”


“Ada apa?”


“Apakah selama ini ketika kita menikah tidak ada sedikit pun rasa cinta untukku?”


“Luna, aku kan sudah mengatakannya padamu bahwa waktu itu aku tidak mencintaimu, aku hanya khilaf.”


“Lalu bisakah kita memulai semuanya dari awal lagi?”

__ADS_1


__ADS_2