Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Merajuk


__ADS_3

Pada akhirnya Faruq pun menjelaskan pada Nadiba mengapa Rama sampai bisa mengatakan itu padanya, Nadiba nampak tak percaya begitu saja dengan yang dikatakan oleh mantan suaminya itu. Ia merasa bahwa saat ini Faruq tengah mencoba merampas Rama darinya padahal Faruq tidak ada niatan seperti itu.


“Percayalah padaku Nadiba, aku tak memiliki maksud seperti itu.”


“Kalau memang kamu tidak memiliki maksud tersebut lantas kenapa bisa mengatakan kalau Rama betah tinggal di sana dan Luna tidak melakukan kejahatan apa pun padanya padahal jelas-jelas Luna membenci Rama.”


“Karena begitulah faktanya Nadiba, kalau memang kamu tak percaya dengan yang aku katakan silakan saja kamu panggil Rama ke sini supaya dia bisa bicara secara langsung padamu mengenai apa yang ia alami selama


tinggal bersamaku.”


Tiba-tiba saja Rama muncul dan mengatakan bahwa Faruq dan Luna tidak pernah bersikap kasar padanya selama ia tinggal di sana dan hal tersebut membuat Rama betah, Rama pun meminta pada Nadiba supaya mengizinkannya


untuk tinggal bersama dengan Faruq.


“Tolong Bu, aku sangat ingin sekali tinggal dengan ayah.”


“Nak, bukannya Ibu tak mau menuruti permintaanmu namun Ibu khawatir kalau kamu akan disakiti nanti ketika tinggal di sana.”


“Tante Luna sama sekali tidak jahat Bu, dia baik padaku, tanya saja pada ayah.”


“Iya Nadiba, Luna sudah berubah, dia sama sekali tidak melakukan kejahatan apa pun pada Rama.”


Sayangnya Nadiba tetap menolak penjelasan yang diberikan oleh Rama dan Faruq, ia tetap tak mengizinkan Rama untuk tinggal bersama Faruq bukan karena ia membenci mantan suaminya itu akan tetapi ia melakukan semua ini demi kebaikan Rama, ia tak mau Rama masuk dalam jebakan Luna.


“Maafkan Ibu, Nak.”


Rama nampak kecewa dengan keputusan yang dibuat oleh Nadiba, ia langsung masuk begitu saja ke dalam kamarnya dan membuat Nadiba sedih.


“Aku mengerti pertimbanganmu tidak mengizinkan Rama untuk tinggal bersamaku, aku tak akan menyalahkanmu untuk hal ini.”


“Terima kaish banyak karena kamu sudah mau mengerti.”


“Kalau begitu, aku permisi dulu.”


****


Kusuma mengetuk pintu kamar Rama dan mengajak cucunya itu untuk sarapan namun Rama tak mau membukakan pintunya, Nadiba yang baru saja keluar dari dalam kamar dan bersiap bekerja melihat sang ibu tengah mengetuk pintu kamar Rama untuk membujuk anaknya sarapan.


“Apa yang terjadi pada Rama, Bu?”

__ADS_1


“Rama sejak tadi tak mau keluar kamar, Nak.”


Nadiba pun kemudian mencoba membuka pintu kamar Rama namun sayangnya pintu kamar Rama dikunci dari dalam, Nadiba panik dan memanggil nama Rama sampai beberapa saat tetap tidak ada sahutan dari dalam yang makin membuat Nadiba khawatir kalau sesuatu hal yang buruk terjadi pada Rama.


“Nak, kamu bisa terlambat bekerja, Ibu akan mencoba bicara dengan Rama lebih baik kamu pergi saja bekerja sekarang.”


“Tidak Bu, aku ingin memastikan kalau Rama baik-baik saja saat ini.”


Nadiba kemudian menelpon Noah untuk mengatakan bahwa mungkin saja ia akan terlambat hari ini karena ada sebuah masalah dan Noah sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut. Nadiba masih berusaha mengetuk


pintu kamar Rama dan memanggil nama putranya itu.


“Nak, tolong buka pintunya.”


Akhirnya Rama pun membukakan pintu untuk mereka, Nadiba dan Kusuma nampak menghela napas lega karena melihat rupanya Rama dalam kondisi baik-baik saja.


****


Rama meminta pada Kusuma untuk bicara pada Nadiba mengenai ia yang ingin tinggal dengan Faruq tentu saja ia mengatakan itu setelah Nadiba pergi bekerja. Kusuma menanyakan pada cucunya memangnya kenapa Rama ingin sekali tinggal dengan Faruq.


“Karena di sana aku memiliki teman, Nek.”


“Ada, namun rasanya tidak senyaman dengan teman-temanku di kota.”


“Tentu saja karena kan kamu masih penyesuaian di sini, Nenek yakin tidak lama lagi kamu pasti akan mendapatkan banyak teman dan merasa nyaman jika tinggal di sini.”


“Jadi Nenek tak mau membantuku?”


“Bukannya Nenek tak mau membantumu, Nak. Hanya saja Ibumu pasti akan sangat sedih sekali kalau kamu pergi jauh darinya.”


“Aku kan pasti akan menengok Ibu ketika libur sekolah.”


Kusuma nampak mulai kehabisan kata-kata untuk membujuk Rama tetap tinggal di sini karena cucunya ini nampak masih saja berkeras ingin tinggal bersama dengan Faruq dan Luna di rumah itu.


“Jujurlah pada Nenek, kamu benar-benar tidak mengalami kekerasan selama berada di rumah itu?”


“Tidak Nek, Tante Luna baik sekali padaku, dia membelikanku makanan dan bahkan membelikanku mainan juga.”


“Kamu percaya kalau dia tidak memiliki niat buruk padamu?”

__ADS_1


“Aku percaya kalau Tante Luna orang yang baik, dia juga sudah meminta maaf padaku mengenai apa yang sudah ia lakukan waktu itu.”


****


Nadiba ditegur oleh Noah karena cara bekerjanya sangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya, Nadiba tentu saja merasa tidak enak setelah mendapatkan teguran dari Noah itu dan berjanji akan memperbaiki cara bekerjanya.


“Apa yang sebenarnya mengganggu pikiranmu, Nadiba?”


“Ini soal anakku, Pak Noah.”


“Anakmu? Memangnya ada apa dengannya?”


“Dia mengatakan ingin sekali tinggal di rumah ayahnya.”


“Maksudnya mantan suamimu?”


“Iya, dia ingin tinggal di sana hanya saja saya tidak bisa kalau harus berjauhan dengannya selain itu saya juga khawatir dengan keadaannya kalau jauh dari saya, istri dari mantan suami saya sekarang tidak menyukai Rama dan tiba-tiba saja sikapnya berubah baik, saya khawatir kalau ini hanya sebuah jebakan dari rencana jahatnya yang berikutnya.”


“Tidak salah kalau kamu berpikiran buruk begitu karena wanita itu sudah pernah berbuat jahat pada anakmu namun apakah kamu tidak dapat berpikiran baik dulu dan membuang semua prasangka buruk mengenai wanita itu yang jahat? Maksudku adalah mungkin saja dia memang sudah benar-benar menyesali perbuatannya dan meminta maaf atas semua yang telah ia lakukan selama ini. Setidaknya bukankah itu adalah itikad baik yang ia tunjukan untuk memperbaiki semuanya?”


“Entahlah Pak Noah, saya sendiri masih belum seratus persen mempercayainya.”


****


Nadiba akhirnya kembali ke rumah setelah selesai bekerja di rumah Noah, ketika tiba di rumah ia langsung menemui Kusuma dan bertanya mengenai apa saja yang sudah Rama katakan padanya selama ia pergi


bekerja tadi.


“Tadi dia mengatakan untuk membujukmu supaya mengizinkannya tinggal di rumah Faruq.”


“Jadi dia mengatakan itu pada Ibu?”


“Iya, dia mengatakan hal itu.”


“Lantas bagaimana respon ibu dari permintaannya?”


“Ibu tidak tahu harus bersikap seperti apa pada Rama, dia nampak begitu ingin tinggal bersama dengan Faruq dan Luna di rumah itu.”


“Apakah Ibu tak khawatir kalau semua ini hanya tipu muslihat dari Luna saja?”

__ADS_1


“Ibu juga khawatir, Nak. Namun di sisi lain Ibu tak sanggup kalau harus melihat cucu Ibu itu bersedih hati.”


__ADS_2