
Ketika Nadiba masuk ke dalam rumah, ia sama sekali tidak mengatakan apa pun pada sang ibu yang tadi bertanya kenapa Nadiba tiba-tiba saja masuk ke dalam rumah. Karena penasaran maka Kusuma pun pergi keluar rumah untuk melihat ada apa di luar sana hingga membuat Nadiba buru-buru masuk. Akan tetapi saat ia keluar dari rumahnya dan melihat sekeliling, Kusuma sama sekali tidak menemukan apa pun yang janggal.
“Kenapa dia itu? Tidak ada sesuatu hal yang janggal di sini?”
Kusuma kemudian masuk kembali ke dalam rumah dan saat itu Nadiba bertanya pada Kusuma apakah Noah masih ada di depan sana atau tidak.
“Pak Noah?”
“Iya Bu, tadi pak Noah ada di depan sana dan itu alasan kenapa aku masuk tadi.”
Kusuma menganggukan kepalanya mengerti sekarang kenapa tadi Nadiba bersikap seperti tadi, Kusuma pun mengatakan pada Nadiba bahwa Noah tidak ada di depan sana dan hal tersebut membuat Nadiba dapat menghela napasnya lega.
“Apakah pak Noah tadi melakukan sesuatu hal yang buruk padamu?”
“Tidak, Bu. Hanya saja aku merasa tidak nyaman kalau beliau datang ke sini.”
“Mungkin saja ada sesuatu yang ingin dia katakan padamu.”
“Aku tak peduli akan hal itu, aku sudah mengatakan padannya untuk menjauhiku dan aku rasa itu sudah jauh lebih dari cukup supaya dia paham.”
Setelah mengatakan itu Nadiba pun kembali keluar rumah dan melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat terhenti akibat keberadaan Noah. Ketika Nadiba sedang membersihkan rumah itu, seseorang membuatnya terkejut dan rupanya orang yang membuatnya terkejut itu tidak lain dan tidak bukan adalah Noah.
“Pak Noah?”
“Maaf sudah membuatmu terkejut, Nadiba. Saya tidak bermaksud melakukan itu.”
“Kenapa Pak Noah datang ke sini?”
“Karena ada sesuatu hal yang ingin saya katakan padamu dan kali ini saya mohon kamu mau mendengarkannya dan tidak kabur dari saya.”
Nadiba menghela napasnya panjang dan kemudian ia memberikan kesempatan pada Noah untuk mengatakan apa tujuannya datang ke sini.
****
Noah mengatakan pada Nadiba bahwa rumahnya menjadi kotor dan tak terawat akibat Naiba yang berhenti menjadi asisten rumah tangga di sana, Noah pun meminta supaya Nadiba kembali bekerja di rumahnya seperti
dulu lagi akan tetapi Nadiba menolak tawaran dari Noah itu.
“Kenapa Nadiba?”
“Karena semua sudah berbeda, Pak.”
“Nadiba ….”
__ADS_1
“Andai Pak Noah tidak mencintai saya maka semua ini tidak akan terjadi.”
“Lantas apakah menurutmu rasa cinta ini aku yang inginkan? Semua terjadi dengan sendirinya, Nadiba.”
“Tapi Pak Noah memaksakan kehendak dan mohon maaf hal tersebut membuat saya sangat tidak nyaman.”
“Kalau memang begitu, saya minta maaf Nadiba, akan tetapi tolong kamu mau kembali bekerja di rumah saya, ya?”
“Maaf Pak Noah, akan tetapi keputusan yang sudah saya ambil waktu itu adalah sebuah keputusan yang sudah bulat dan tak dapat diganggu gugat, tolong Pak Noah menghargai keputusan saya.”
“Tapi Nadiba ….”
“Kalau memang sudah tidak ada lagi hal yang ingin Pak Noah katakan pada saya, tolong Pak Noah pergi dari sini karena masih banyak pekerjaan yang harus saya lakukan.”
Noah menghela napasnya panjang, ia sudah berusaha untuk membuat Nadiba kembali bekerja padanya akan tetapi wanita ini menolaknya dengan berbagai alasan.
“Baiklah Nadiba, saya pulang dulu.”
****
Kusuma diam-diam memperhatikan mereka berdua sejak tadi dari dalam rumah, Kusuma juga sempat mencuri dengar apa yang Nadiba dan Noah tadi bicarakan akan tetapi Kusuma pura-pura saja tidak mendengar apa pun
untuk menjaga hati putrinya. Sore harinya, Kusuma bilang ingin pergi ke rumah Darsih dan sempat menawarkan Nadiba untuk ikut dengannya akan tetapi Nadiba menolaknya.
“Baiklah, Ibu pergi dulu.”
“Iya Bu.”
Kusuma pun kemudian pergi ke rumah Darsih, sesampainya di sana ia disambut oleh adiknya itu dan kemudian mereka pun duduk di sofa ruang tamu.
“Ada apa Kak? Kenapa kamu ke sini?”
“Aku inin berbagi cerita denganmu, ini menyangkut soal Nadiba.”
“Nadiba? Memangnya ada apa dengan Nadiba?”
Kusuma kemudian menceritakan apa yang terjadi antara Nadiba dan Noah, Darsih sebelumnya tidak tahu menahu alasan kenapa Nadiba berhenti dari pekerjaannya di rumah Noah kini tahu alasannya.
“Dan tadi pak Noah datang ke rumah, ia meminta Nadiba untuk kembali bekerja di rumahnya akan tetapi Nadiba menolaknya.”
“Kamu tidak memaksanya kan untuk kembali bekerja di rumah pak Noah?”
“Tentu saja aku tidak memaksanya untuk kembali bekerja di sana, walau bagaimanapun aku menghargai semua keputusan dari Nadiba.”
__ADS_1
“Syukurlah kalau begitu.”
Rupanya diam-diam Faruq sudah pulang dan mencuri dengar apa yang tadi Darsih dan Kusuma sedang bicarakan.
****
Felix merasa kesal pada papanya yang masih saja tidak mau merekrut asisten rumah tangga yang baru padahal rumah mereka sudah sangat kotor dan tak terawat sekali. Pada akhirnya Felix pun membawa asisten rumah
tangga baru untuk membersihkan rumah mereka akan tetapi Noah menolak kedatangan asisten rumah tangga itu.
“Kenapa kamu membawa orang ini, Felix?”
“Sebab rumah ini sangat kotor dan tak terawat sama sekali sejak Nadiba tidak bekerja di sini lagi.”
“Kamu tidak dapat melakukan ini, Felix. Bagaimana jika Nadiba kembali ke sini dan membutuhkan pekerjaan?”
“Masa bodoh dengan dia, salah sendiri kenapa memutuskan untuk berhenti?”
“Jangan bicara begitu, Felix.”
“Pa, tolong sadarlah bahwa Nadiba sampai kapan pun tidak akan pernah kembali lagi ke sini.”
“Tidak, Papa yakin kalau Nadiba pasti akan kembali ke sini, sebaiknya kamu jangan bicara yang tidak-tidak, Felix!”
“Pokoknya aku mau asisten rumah tangga ini membersihkan rumah.”
“Papa tidak setuju, bawa asisten rumah tangga ini keluar dari rumahku!”
Felix merasa kesal dengan sikap papanya ini karena sudah menolak asisten rumah tangga yang sudah Felix siapkan, Felix jadi merasa tidak enak dengan orang ini yang harus pulang dengan tangan hampa padahal
sebelumnya ia berpikir akan mendapatkan pekerjaan hari ini.
****
Nadiba pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan setelah pulang dari pasar itu, ia tidak sengaja hampir saja tertabrak sebuah mobil yang melaju dari arah yang berlawanan dari arahnya berjalan. Untung saja mobil itu sempat mengerem hingga tidak terjadi hal buruk pada Nadiba, sang pengendara mobil pun turun dan menghampiri Nadiba.
“Ikut denganku, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.”
Nadiba terkejut karena rupanya orang itu adalah Felix dan pria itu langsung menariknya masuk ke dalam mobil dengan kasar, setelah mereka berdua masuk ke dalam maka Felix pun melajukan mobilnya menuju sebuah jalan
yang sepi untuk mereka berdua bicara.
“Kenapa kamu membawaku ke sini?” tanya Nadiba takut.
__ADS_1
“Semua karena kamu Nadiba!” seru Felix geram seraya menunjuk wajah Nadiba.