Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Ucapan Mengejutkan


__ADS_3

Nadiba akhirnya diantarkan oleh Noah sampai ke rumah walaupun Nadiba sendiri merasa tidak enak pada pria itu karena harus merepotkannya namun Noah mengatakan kalau ia melakukan semua ini supaya memastikan


Nadiba bisa sampai di rumah dengan selamat.


“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih pada Pak Noah yang mau mengantarkan saya pulang sampai depan rumah.”


“Tidak masalah Nadiba, aku senang bisa melakukannya asalkan kamu dapat pulang dengan selamat. Ngomong-ngomong kamu sama sekali tidak terluka kan tadi?”


“Saya baik-baik saja, Pak.”


“Tetapi sepertinya ada memar di pipimu.”


“Ah, ini bukanlah sesuatu hal yang besar.”


Kusuma keluar dari dalam rumah untuk menyambut Nadiba yang baru saja pulang bekerja, ia terkejut ketika Nadiba pulang dengan wajah agak memar.


“Nadiba, apa yang sudah terjadi padamu, Nak?”


“Aku baik-baik saja, Bu.”


“Baik-baik saja bagaimana? Pipimu ini memar, Nak.”


“Aku sudah mengatakan kalau aku baik-baik saja.”


“Nadiba ….”


“Aku sudah mengatakan kalau aku baik-baik saja, Pak Noah sekali lagi saya berterima kasih pada Bapak karena mau mengantarkan saya pulang, saya masuk dulu.”


“Iya silakan.”


Nadiba kemudian masuk ke dalam rumah dan sama sekali tidak menggubris Kusuma yang meminta berhenti sebentar, ketika mereka berdua sudah masuk ke dalam rumah, Kusuma menahan tangan Nadiba yang hendak masuk ke dalam rumah.


“Kenapa pria itu mengantarkanmu sampai rumah?”


“Tadi dia kebetulan sedang jalan-jalan.”


“Alasan macam apa itu? Kamu pikir aku akan percaya begitu saja dengan alasan yang kamu buat tadi?”


“Bu, aku lelah setelah bekerja seharian ini, bisakah aku istirahat dan menikmati malamku dengan tenang?”


“Baiklah, Ibu tidak akan mengganggumu.”


Nadiba kemudian masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian dan beristirahat, di dalam kamarnya ia duduk di tepi ranjang dan mengingat kejadian apa yang terjadi tadi kalau saja Noah tidak datang dan


menyelamatkannya.


“Pak Noah memang pria yang baik,” lirih Nadiba yang kemudian mulai memejamkan kedua matanya karena ia lelah.


****


Keesokan harinya Kusuma menceritakan soal apa yang terjadi perihal Noah yang mengantarkan Nadiba pulang ke rumah pada Darsih, adik dari Kusuma itu nampak terkejut bukan main dan nampak tak percaya dengan apa

__ADS_1


yang Kusuma katakan.


“Mana mungkin aku berdusta, kalau kamu tidak percaya kamu bisa tanyakan sendiri pada Nadiba.”


Secara kebetulan saat mereka berdua tengah bercerita mengenai apa yang terjadi semalam, Nadiba melintas di depan mereka dan Darsih yang penasaran pun menanyakan perihal kebenaran apa yang dikatakan oleh ibunya.


“Ibu bicara apa saja pada Tante?”


“Dia hanya bilang itu, semalam kamu diantarkan oleh pak Noah, apakah memang benar seperti itu?”


“Tanya saja sendiri pada Ibu, aku tidak memiliki banyak waktu karena harus segera mengantarkan Rama ke sekolah kemudian pergi bekerja.”


Nadiba nampak agak tergesa-gesa pagi ini dan ia langsung pergi begitu saja tanpa mau menjawab pertanyaan dari Darsih barusan.


“Sikapnya aneh sekali pagi ini.”


“Sudah aku bilang bahwa aku tidak sembarangan dalam bicara, kemarin memang pria itu datang dan mengantarkan Nadiba pulang.”


“Tapi yang jadi pertanyaanku adalah untuk apa pak Noah mengantarkan Nadiba pulang ke rumah?”


“Mungkin saja pria itu menyukai putriku.”


“Kamu ini memang benar-benar ya! Asal kamu tahu saja kalau pak Noah itu sudah memiliki istri dan anak.”


“Coba saja kamu pikir untuk apa pria itu mau repot-repot mengantarkan Nadiba pulang ke rumah padahal jarak antara rumahnya ke rumah ini kan lumayan jauh?”


****


berada di dalam rumah karena ada seorang wanita yang sedang berbincang dengan mereka saat Nadiba datang.


“Selamat pagi Pak Noah.”


“Selamat pagi Nadiba, kebetulan sekali kamu sudah datang, aku ingin memperkenalkanku pada istriku, Thalia.”


“Selamat pagi Bu, saya Nadiba, asisten rumah tangga baru di rumah ini.”


“Sejak kapan kamu bekerja di sini?”


“Sejak beberapa hari yang lalu, Bu.”


“Asisten rumah tangga yang lama mengundurkan diri karena ia sudah tidak sanggup bekerja maka dari itu aku merekrut Nadiba menjadi pengganti asisten rumah tangga kita yang lama.”


“Begitu rupanya.”


“Saya permisi dulu.”


Nadiba kemudian segera pergi dari hadapan mereka semua, setelah Nadiba pergi Felix mulai melancarkan aksinya, ia mengatakan pada mamanya bahwa Nadiba adalah selingkuhan Noah dan tentu saja hal tersebut langsung


dibantah oleh Noah.


“Kamu jangan mendengarkan apa yang dia katakan, dia bicara berdasarkan asumsinya saja.”

__ADS_1


“Papa sepertinya panik sekali saat aku mengatakan itu, apakah memang benar yang aku katakan tadi?” tanya Felix penasaran.


****


Thalia menghampiri Nadiba yang sedang bekerja membersihkan rumah lantai dua, ketika tahu nyonya rumah ini datang, Nadiba menghentikan pekerjaannya dan menanyakan apakah ada hal yang dapat ia bantu untuk Thalia.


“Sebenarnya aku penasaran dengan apa yang Felix katakan padaku mengenai dirimu.”


“Tuan Felix memangnya mengatakan apa pada anda?”


“Felix mengatakan padaku bahwa kamu dan suamiku memiliki hubungan.”


“Tentu saja itu sama sekali tidak benar Bu, saya dan pak Noah sama sekali tidak memiliki hubungan seperti yang dituduhkan oleh tuan Felix.”


“Andai kata pun itu benar, aku sama sekali tidak masalah dengan itu.”


“Maaf?”


“Iya, aku sama sekali tidak masalah kalau memang kamu dan suamiku menjalin hubungan di belakangku selama aku bekerja karena hubungan kami memang sedang merenggang belakangan ini, wajar kalau dia mencari


pelampiasan pada wanita lain.”


“Tapi Bu, saya dan pak Noah benar-benar tidak memiliki hubungan seperti apa yang tuan Felix tuduhkan selama ini.”


“Saya tahu Nadiba, saya kan berkata andai kata, kalau memang apa yang putraku katakan bahwa kamu dan suamiku memiliki hubungan maka saya tidak akan mempermasalahkannya.”


Setelah mengatakan itu Thalia pergi meninggalkan Nadiba yang masih bingung kenapa istri dari Noah itu justru mengatakan hal seperti itu padanya.


“Sudahlah, aku tidak perlu memikirkannya terlalu dalam.”


****


Luna mengajak Faruq untuk istirahat makan siang bersama namun Faruq menolak dengan alasan bahwa ia masih banyak pekerjaan yang belum ia selesaikan.


“Kamu kan bisa mengerjakannya nanti setelah makan siang, atau kamu bisa minta bawahanmu mengerjakan pekerjaan itu.”


“Tidak bisa begitu Luna, walaupun aku kepala tim riset di perusahaan ini namun bukan berarti aku bisa seenaknya memberikan tugas pada bawahanku.”


“Alasan saja, kamu menolak ajakan makan siangku karena masih terngiang-ngiang dengan mantan istrimu kan?”


“Apa hubungannya dengan Nadiba? Aku benar-benar sedang sibuk saat ini, tidakkah kamu lihat pekerjaanku ini yang belum diselesaikan?”


“Kalau caranya seperti ini maka aku tidak akan mengizinkan Rama untuk datang ke rumah kita pada libur sekolah nanti.”


“Apa katamu?”


“Iya, aku tidak akan mengizinkan anakmu itu datang ke rumah kita pada libur sekolah nanti!”


“Kalau begitu aku yang akan datang menemuinya ke sana.”


“Kamu tidak boleh pergi ke sana!”

__ADS_1


__ADS_2