
Nadiba merasa khawatir dengan apa yang terjadi pada Rama dan Kusuma dan ia merasa memang ada seseorang yang mencoba untuk mencelakai keluarganya, Nadiba tidak dapat berlama-lama di rumah karena ia harus menunggu sampai Noah kembali ke rumah namun tentu saja sebelum ia kembali bekerja di rumah Noah, dirinya sudah terlebih dahulu meminta tetangga menjaga keluarganya kalau-kalau ada orang jahat yang mencoba untuk menyakiti keduanya.
“Ya Tuhan, semoga saja tidak terjadi apa pun pada mereka.”
Nadiba pun menunggu Noah di rumah dengan gelisah, ia berharap bahwa Noah bisa segera kembali agar dirinya dapat meminta izin pulang lebih awal.
“Semoga saja pak Noah dapat segera pulang.”
Nadiba terus menunggu hingga akhirnya Noah pun tiba di rumah dan Nadiba tanpa membuang waktu langsung meminta izin pada Noah untuk pulang lebih awal.
“Memangnya ada apa, Nadiba?”
“Begini Pak Noah tadi putraku ditemukan pingsan di depan pintu rumah sementara ibuku merasa kalau seseorang yang jahat tengah mengincar keluarga kami.”
“Kamu yakin Nadiba kalau ada orang jahat yang mencoba menyakiti keluarga kalian?”
“Saya yakin bahwa ada orang jahat yang mencoba mengincar keluarga saya.”
“Kamu tenanglah Nadiba, saya akan membantu sebisa saya untuk mencari tahu siapa gerangan orang yang ingin mencelakai keluargamu.”
“Terima kasih banyak Pak Noah, kalau begitu saya izin pulang dulu.”
Nadiba pun segera pergi dari rumah Noah menuju rumahnya yang memang letaknya tidaklah jauh, ketika tiba di rumah ia menemukan bahwa ibu dan anaknya masih dalam kondisi baik-baik saja hingga membuatnya lega.
“Apakah tidak terjadi sesuatu hal yang buruk pada kalian ketika aku sedang bekerja di rumah pak Noah?”
“Tidak ada Nadiba, kami baik-baik saja.”
“Syukurlah kalau begitu.”
“Namun kenapa kamu sudah pulang jam segini?”
“Aku sudah meminta izin pada pak Noah untuk pulang lebih awal dan untungnya saja pak Noah memberikan izin tersebut supaya aku dapat pulang lebih awal.”
****
Noah mendapatkan kabar bahwa Felix sudah kembali lagi ke Indonesia selepas ia menyelesaikan masalahnya dengan keluarga mantan kekasihnya di Australia dan kini Felix dalam perjalanan pulang ke rumah namun Felix
meminta Noah untuk jangan memberitahu Nadiba kalau ia sudah kembali ke Indonesia supaya ia dapat memberikan Nadiba kejutan. Noah menuruti saja apa yang dikatakan oleh putranya itu, Felix kini memberhentikan mobilnya di depan rumah keluarga Nadiba, ia sudah tidak sabar untuk melihat bagaimana ekspresi Nadiba saat tahu dirinya sudah pulang ke Indonesia tanpa memberitahunya. Felix mengetuk pintu rumah hingga tidak lama kemudian Nadiba membukakan pintu rumah terkejut melihat Felix telah berdiri di depan sana.
“Tuan Felix?”
__ADS_1
“Kejutan, apakah kamu merindukanku Nadiba?”
Nadiba tak dapat berkata apa pun, ia tentu saja merindukan Felix namun tiba-tiba saja ia mengingat ada sebuah surat yang ia temukan di kamar Felix hingga membuatnya jadi bimbang.
“Kamu kok sepertinya tidak tertarik saat aku pulang, Nadiba?”
“Tidak bukan begitu Tuan hanya saja…”
“Katakan padaku ada apa Nadiba.”
Nadiba akhirnya memberitahu Felix mengenai surat yang ia temukan di kamarnya ketika membersihkannya kala itu, Felix mengatakan bahwa surat itu sama sekali tidak berarti lagi sekarang karena ia sudah memiliki Nadiba.
“Kamu percaya padaku kan?”
“Iya Tuan, aku memercayai anda.”
“Kalau begitu, kamu sama sekali tidak melupakan apa yang pernah kamu katakan padaku ketika aku kembali dari Australia kan?”
****
Nadiba tentu saja tidak akan melupakan janji yang sudah ia buat pada Felix ketika pria ini kembali dari Australia bahwa mereka akan mempersiapkan pernikahan namun Nadiba mengatakan pada Felix bahwa saat ini
ia tengah bingung karena ada teror dari orang tak dikenal pada keluarganya yang membuatnya jadi kepikiran terus menerus.
“Iya Tuan, oleh sebab itu saya tidak bisa fokus untuk memikirkan soal itu.”
“Kamu tenang saja Nadiba, aku pasti akan membantumu untuk mengungkap siapa gerangan yang melakukan ini pada keluargamu.”
“Terima kasih banyak Tuan.”
Felix pun kemudian pamit untuk kembali ke rumahnya namun sebelum itu ia memberikan hadiah untuk Nadiba dan keluarga dari dalam kopernya, Nadiba nampak terkejut karena Felix membawakan banyak sekali hadiah untuk keluarganya.
“Tuan Felix yakin sebanyak ini?”
“Tentu saja, ambillah semua, aku pulang dulu.”
“Terima kasih banyak Tuan.”
“Kamu tak perlu berterima kasih padaku, Nadiba. Pokoknya kamu tenang saja karena aku pasti akan membantumu untuk menyelesaikan masalah ini.”
“Iya Tuan, sekali lagi terima kasih.”
__ADS_1
Felix kemudian kembali masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya menuju rumahnya, selepas Felix pergi barulah Nadiba membawa masuk semua hadiah yang Felix berikan ini.
****
Keesokan harinya Nadiba kembali bekerja di rumah Noah, walaupun ia ragu untuk pergi bekerja karena harus meninggalkan ibu dan anaknya namun Nadiba tak memiliki pilihan lain, ia harus melakukan semua ini untuk
keluarganya.
“Nadiba? Kamu datang?” tanya Noah ketika Nadiba datang.
“Iya Pak Noah, saya datang ke sini untuk bekerja,” jawab Nadiba.
“Kamu tak perlu memaksakan diri untuk bekerja, saya paham kalau kamu ingin menjaga keluargamu.”
“Tidak apa Tuan, saya harus bekerja hari ini.”
Nadiba kemudian segera masuk ke dalam rumah untuk memulai pekerjaannya, kedatangan Nadiba ini membuat Felix terkejut karena tak menyangka selepas apa yang terjadi kemarin, Nadiba memutuskan untuk bekerja hari ini.
“Kamu datang hari ini, Nadiba?”
“Iya Tuan Felix, saya tidak mungkin tidak bekerja hari ini.”
“Tapi aku rasa papa pasti akan paham kalau kamu tidak pergi bekerja, kamu kan khawatir dengan keluargamu.”
“Iya, apa yang Tuan katakan barusan memang benar, akan tetapi saya tidak bisa meninggalkan tanggung jawab saya begitu saja.”
Nadiba pun kemudian permisi untuk memulai pekerjaannya hari ini, selepas Nadiba pergi melakukan pekerjaannya
kini Felix bertanya pada Noah mengenai perkembangan penyelidikan siapa gerangan dalang di balik kejadian
teror yang menimpa keluarga Nadiba.
“Sampai saat ini Papa belum mengetahuinya.”
“Semoga saja semua ini dapat terungkap siapa dalangnya.”
****
Kusuma sendirian di rumah, ia merasa risau ketika sendirian mengingat kemarin saja Rama ditemukan pingsan di depan pintu rumah saat ia pulang. Rama mengatakan di jalan pulang kemarin ia bertemu seorang nenek yang memintanya diantarkan ke alamat dulu dan selepasnya Rama baru pulang ke rumah dan ia menemukan ada orang asing yang merusak rumah keluarganya, orang itu panik dan membuat Rama pingsan.
“Ya Tuhan, semoga saja tidak terjadi apa pun padaku saat ini.”
__ADS_1
Kusuma kemudian memutuskan untuk tidur siang sembari menunggu Rama pulang, baru saja ia merebahkan tubuhnya di atas kasur, ia melihat ada bayangan di jendela kamarnya melintas dan membuatnya waspada.
“Apa itu?”