
Noah pada akhirnya memberikan Nadiba sebuah bukti bahwa Felix memang tidak mencintai Nadiba, Noah memberikan sebuah foto yang tidak lain adalah foto Felix dengan seorang wanita. Dalam foto tersebut nampak
Felix sedang berpose mesra dengan wanita itu hingga membuat Nadiba merasa penasaran siapa wanita itu.
“Kamu pasti penasaran siapa wanita ini kan? Dia adalah kekasih Felix di Australia, tidak lama lagi mereka akan bertunangan.”
Sontak saja Nadiba terkejut bukan main dengan yang Noah katakan barusan, akan tetapi ia tak percaya begitu saja dengan yang dikatakan oleh Noah mengingat ini semua belum ia konfirmasi secara langsung pada Felix.
“Apakah kamu masih tak percaya dengan bukti yang aku bawa ini, Nadiba?”
“Iya, saya masih tak percaya Pak Noah.”
Noah nampak tak percaya dengan apa yang wanita itu katakan barusan, Noah sudah memberikan bukti yang valid namun Nadiba masih belum mempercayainya juga?
“Nadiba, kenapa kamu tak mau percaya padaku padahal saya mengatakan yang sebenarnya padamu?”
“Saya tidak bisa percaya selama saya belum mendengar semua dari tuan Felix.”
“Felix tidak akan pernah mau mengakui itu.”
“Kalau begitu pasti Pak Noah berdusta kan?”
“Untuk apa saya melakukan itu? Saya melakukan ini karena saya kasihan padamu Nadiba, kamu hanya dipermainkan saja oleh anakku.”
Nadiba menggelengkan kepalanya dan meminta supaya Noah pergi sekarang juga dari rumahnya, Noah tentu saja menolak dan meminta agar Nadiba mau mendengarkan apa yang ia katakan barusan.
“Nadiba, tolong kamu percaya dengan apa yang saya katakan, saya tidak ada niat untuk berbohong padamu, saya mengatakan yang sejujurnya.”
“Maaf Pak Noah, seperti yang tadi saya katakan pada anda, bahwa saya tak bisa begitu saja percaya pada anda sebelum mendengar secara langsung dari tuan Felix kebenarannya.”
Noah menggeram kesal karena keras kepalanya Nadiba tak mau mendengarkan ucapannya, pada akhirnya Noah pun mempersilakan Nadiba untuk sakit hati di kemudian hari jika akhirnya kebenaran itu akan terkuak.
“Jangan salahkan saya kalau aku tak pernah mengingatkanmu soal ini.”
****
Nadiba masih mencoba untuk menghubungi Felix untuk bertanya secara langsung apakah yang dikatakan oleh Noah itu benar atau tidak akan tetapi Felix tetap tak mau menjawab telepon darinya hingga membuatnya bingung apa yang sebenarnya terjadi pada kekasihnya itu.
“Nadiba, tadi pak Noah bicara apa saja denganmu?” tanya Kusuma penasaran.
Akan tetapi Nadiba tak mau menjawab pertanyaan dari Kusuma barusan, Kusuma yang melihat sikap Nadiba mendadak aneh ini pun memaksa Nadiba untuk mengatakan semuanya padanya.
__ADS_1
“Nadiba, tolong kamu katakan pada Ibu sebenarnya ada apa.”
“Pak Noah tadi mengatakan kalau tuan Felix tidak pernah mencintaiku, Bu. Dia hanya membohongiku selama ini.”
“Apa? Dan kamu percaya begitu saja dengan yang dikatakan oleh pak Noah?”
Nadiba menggelengkan kepalanya, ia mengatakan tak bisa percaya begitu saja dengan yang Noah katakan padanya karena bisa saja semua yang dikatakan oleh Noah adalah sesuatu hal yang tidak benar.
“Baguslah kalau kamu tidak begitu saja percaya dengan yang dikatakan oleh pak Noah, walau bagaimanapun juga kamu harus mencari tahu kebenarannya secara langsung dari tuan Felix sendiri.”
“Iya Bu.”
“Lantas sekarang, apakah kamu sudah mendapatkan jawabannya?”
“Justru itu masalahnya Bu, sekarang tuan Felix mendadak sulit untuk dihubungi dan aku bingung harus bagaimana.”
****
Nadiba masih berusaha untuk mencoba menghubungi Felix terus dan terus hingga akhirnya Felix menjawab telepon darinya, Nadiba tentu saja merasa lega karena teleponnya dijawab oleh Felix.
“Ada apa kamu menelponku?”
“Kamu ada di mana? Aku ingin bertemu dan bicara denganmu.”
menunggunya dan Nadiba tanpa mau membuang banyak waktu langsung menghampiri pria itu seraya bertanya kabar Felix.
“Felix, bagaimana kabarmu selama ini? Apakah kamu sibuk belakangan ini sampai-sampai tak sempat menjawab teleponku?”
“Iya, belakangan ini aku memang sibuk.”
“Begitu rupanya.”
“Kamu mengajakku datang ke sini hanya untuk membahas hal remeh seperti itu?”
“Tidak, tentu saja bukan hanya itu, sebenarnya papamu mengatakan sesuatu padaku tadi.”
“Benarkah? Dia kembali mendatangimu lagi?”
“Iya, dia kembali mendatangiku dan kali ini dia mengatakan sesuatu hal yang membuatku tak ingin mempercayainya.”
“Memangnya dia mengatakan apa padamu?”
__ADS_1
“Dia mengatakan kalau kamu tidak pernah mencintaiku dan kamu masih memiliki kekasih di Australia, apakah itu benar, Felix?”
Felix tak menjawab pertanyaan dari Nadiba barusan namun pria itu hanya memandang Nadiba dengan tatapan yang sulit untuk Nadiba artikan.
“Kenapa kamu hanya diam saja? Jawab pertanyaanku, Felix.”
****
Kondisi Ledi sudah semakin membaik namun saraf yang lumpuh di tubuhnya masih belum sembuh juga hingga memerlukan beberapa terapi di rumah sakit, ketika Ledi tengah melakukan terapi di rumah sakit itu muncul
sosok Prabu yang mencoba kembali untuk membuat Ledi menandatangani surat pemindahan kekuasaan perusahaan dari wanita itu padanya.
“Kita bertemu lagi Ledi.”
Ledi memberikan ekspresi tak suka dengan kedatangan Prabu di sini akan tetapi mulutnya tak bisa bicara dan tubuhnya tak dapat untuk digerakan, Prabu tersenyum senang karena rencananya untuk membuat Ledi lumpuh
berhasil juga.
“Kamu akhirnya merasakan penderitaan ini Ledi, ini belum seberapa sampai akhirnya kamu akan mendapatkan balasan karena telah membuangku dari perusahaan.”
Ledi berusaha bergerak dan berteriak supaya perawat segera datang ke sini dan ia bisa diselamatkan dari pria jahat ini.
“Percuma saja kamu berharap perawat akan datang menolongmu atau siapa pun itu karena tidak ada satu pun orang yang kali ini dapat menyelamatkanmu dariku.”
Prabu kembali mengeluarkan surat pemindahan kekuasaan dari Ledi padanya dan dirinya kembali menarik tangan Ledi ke cap stempel yang sudah ia siapkan.
“Sekarang juga kamu akan merasakan kehancuran itu Ledi.”
Prabu sudah hendak menempelkan jempol Ledi pada surat tanda tangan itu hingga secara mengejutkan pintu tersebut terbuka dan menampakan sosok Faruq di sana yang memergoki aksi papa mertuanya.
“Apa yang Papa lakukan di sini?”
****
Nadiba memohon pada Felix untuk mengatakan yang sejujurnya padanya, ia ingin mendengar semuanya secara langsung dari Felix apakah yang dikatakan oleh papanya itu benar atau tidak.
“Tolong kamu jangan menghindar lagi Felix, aku mohon.”
“Baiklah Nadiba, aku akan mengatakannya padamu jadi dengarkan aku baik-baik.”
Felix pada akhirnya mengatakan bahwa selama ini ia tak pernah mencintai Nadiba dan ia hanya mempermainkan perasaan Nadiba saja. Nadiba yang mendengar ucapan Felix barusan nampak tak percaya dan menggelengkan
__ADS_1
kepalanya, ia tak percaya kalau selama ini Felix tega melakukan hal itu padanya.
“Kenapa harus aku?”