Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Cinta yang Begitu Tulus


__ADS_3

Felix sama sekali tidak tersentuh dengan apa yang Noah katakan mengenai Nadiba yang begitu mencintainya karena di mata Felix, Nadiba tidak lebih dari seseorang yang telah menghancurkan kebahagiaannya dan Noah pun mengatakan bahwa seharusnya Felix berterima kasih pada Nadiba karena sudah memberitahu Felix mengenai seperti apa wanita yang selama ini dicintai oleh anaknya itu.


“Sudahlah Pa, aku tidak mau membahas hal ini.”


Noah tidak dapat memaksa Felix untuk menerima argumennya walaupun ia sudah berusaha mengubah pandangan Felix pada Nadiba akan tetapi sepertinya Felix masih membutuhkan banyak waktu untuk dapat menerima semua ini.


“Baiklah, Papa minta maaf karena sudah memulai perdebatan denganmu pada hari ini, Papa sama sekali tidak bermaksud untuk melakukan itu hanya saja…Papa harap kamu tidak lagi membenci Nadiba karena dia begitu mencintaimu dengan tulus walaupun kamu tidak dapat membalas perasaannya.”


Noah pun kemudian berjalan meninggalkan Felix sendirian, setelah sendirian di dalam kamarnya itu nampak Felix memikirkan apa yang Noah katakan padanya barusan dan ia merasa memang Nadiba begitu tulus dalam memberikan perhatian padanya namun sayangnya Felix tidak mencintai Nadiba.


“Aku tidak akan pernah dapat mencintaimu Nadiba, jadi lupakan saja kalau kamu bisa membuatku jatuh cinta padamu.”


Keesokan harinya Nadiba datang ke rumah Noah untuk bekerja seperti biasa dan ia bertemu dengan Felix yang sedang berada di teras rumah, Felix nampak tak menyapa apalagi menengok pada Nadiba, pria itu memilih


untuk memalingkan wajahnya dan pergi begitu saja meninggalkan Nadiba.


“Selamat pagi Nadiba,” sapa Noah.


“Selamat pagi, Pak Noah,” ujar Nadiba.


“Apakah kamu barusan sudah bertemu dengan Felix?”


“Iya Pak, tadi saya sudah bertemu dengan tuan Felix akan tetapi sepertinya dia masih tidak menyukaiku.”


“Soal itu saya sudah mencoba untuk bicara dengannya supaya tidak membencimu namun sepertinya saya belum dapat mengubah pikirannya mengenai dirimu.”


“Tidak apa Pak Noah, saya memahami akan hal tersebut, saya permisi dulu.”


Nadiba pun segera pergi ke dalam rumah untuk memulai pekerjaannya hari ini walaupun di dalam hati kecilnya ingin sekali supaya Felix bisa tidak lagi membencinya.


****


Nimas dihalangi oleh Darsih ketika dirinya hendak pergi karena Darsih mengetahui hendak pergi ke mana Nimas saat ini.


“Ibu jangan coba untuk menghalangiku.”


“Tentu saja Ibu akan menghalangimu, kamu tidak dapat memaksakan kehendakmu pada Faruq.”


“Tentu saja aku dapat melakukan itu, aku akan membuat dia menjadi milikku, Bu.”


“Nimas, sadarlah bahwa ini hanya akan menyakiti dirimu sendiri.”

__ADS_1


Akan tetapi Nimas sama sekali tidak mempedulikan apa yang Darsih katakan, ia sudah mendapatkan informasi di mana Faruq berada saat ini dan ia harus pergi ke kota sebelum Faruq pergi menggunakan kereta pada pagi


ini. Akhirnya Nimas pun pergi menuju hotel dekat stasiun karena Faruq semalam bermalam di sana sebelum naik kereta pagi ini, Nimas langsung mengejar Faruq yang sudah bersiap untuk check out dari hotel tersebut menuju stasiun.


“Faruq.”


“Mau apa lagi kamu datang ke sini?”


“Kamu jangan pergi dari sini.”


“Kenapa aku tidak boleh pergi dari sini?”


“Karena aku masih belum puas mengobrol denganmu.”


“Aku sudah mengatakan bahwa aku tidak akan membuka hatiku untuk siapa pun.”


“Tapi ….”


“Kamu tidak dapat menghalangiku, aku akan kembali ke kotaku.”


“Tidak Faruq, kamu tidak boleh kembali ke sana, tinggalah di sini bersamaku.”


****


“Ini semua karenamu.”


“Aku minta maaf, akan tetapi itu bukankah menjadi kabar baik? Kamu tidak akan pergi ke mana pun selain di sini.”


“Nimas, aku benar-benar tidak tertarik padamu jadi lupakan saja kalau kamu pikir bisa membuatku jatuh cinta padamu.”


“Kalau begitu berikan aku waktu supaya aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku.”


“Aku tidak akan mau melakukan itu.”


“Kenapa? Apakah karena kamu takut karena tidak akan dapat menolak pesonaku?”


Faruq nampak tertawa mendengar ucapan Nimas yang begitu nampak percaya diri ketika mengatakan hal tersebut barusan, maka Faruq pun mengatakan bahwa ia bertekad akan membuat Nimas patah hati dan pergi dari sini secepatnya.


“Baiklah, dalam waktu satu bulan aku yakin kamu pasti akan jatuh cinta padamu dan kita akan menikah.”


“Terserah katamu sajalah, aku malas berdebat denganmu.”

__ADS_1


“Jad ayo kita kembali ke rumah.”


Maka kemudian mereka pun kembali ke rumah Darsih dan tentu saja kedatangan Faruq kembali ke rumah ini membuatnya terkejut bukan main.


“Faruq, kenapa kamu tidak jadi pergi?”


“Seseorang menggagalkanku untuk pergi, Tante.”


****


Nadiba memberikan Felix sebuah teh hangat karena cuaca di desa ini agak dingin akibat hujan yang turun seharian ini, Felix hanya menatap minuman teh yang diberikan oleh Nadiba itu tanpa ada niat untuk menyentuh atau menyeduhnya.


“Sialakan diminum Tuan Felix.”


“Bagaimana bisa aku yakin kalau kamu tidak mencampur racun atau obat di dalam minuman ini?”


“Saya tentu saja tidak akan melakukan itu, Tuan.”


“Kenapa?”


“Karena saya tidak akan tega mencelakai Tuan Felix.”


Kata-kata Nadiba barusan terdengar begitu tulus di telinga Felix dan membuat pria itu tersentuh hatinya namun buru-buru Felix kembali mengeraskan hatinya supaya tidak mudah jatuh dalam permainan ucapan Nadiba.


“Kamu sengaja menghiburku di saat aku mengalami masa-masa sulit begini dengan harapan aku akan bersimpati padamu kan? Jangan berharap kamu akan mendapatkan seperti apa yang kamu inginkan karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah tertarik padamu.”


Nadiba nampak tersenyum kecil mendengar ucapan Felix barusan, Nadiba pun mengatakan bahwa ia sama sekali tidak mengharapkan apa pun dari Felix kecuali Felix bisa pulih seperti sedia kala dan tidak memutuskan untuk


mengakhiri hidup.


“Saya tidak akan memaksa Tuan Felix untuk dapat menerima perasaan saya karena saya tahu cinta tidak dapat untuk dipaksa, saya hanya ingin Tuan Felix mengetahui saja mengenai perasaan saya dan kalaupun Tuan


Felix tidak akan pernah membalas perasaan saya maka saya tidak mempermasalahkan hal itu selama Tuan Felix bisa melanjutkan hidup dengan bahagia.”


****


Lagi-lagi Noah mencuri dengar percakapan antara Nadiba dan Felix dari pintu belakang rumah, ia bisa merasakan bagaimana ketulusan Nadiba dalam mencintai Felix walaupun anaknya itu telah bersikap kasar dan memperlakukan Nadiba tidak baik, Nadiba begitu tulus mencintai Felix tanpa mengharapkan kalau pria itu akan membalas perasaannya dan hal tersebut membuat Noah tersentuh hatinya dengan ketulusan hati Nadiba barusan.


“Pak Noah?” ujar Nadiba yang terkejut karena tak menyangka kalau Noah ada di sini menguping pembicaraannya dengan Felix.


“Betapa beruntungnya Felix dapat dicintai oleh wanita yang baik sepertimu, Nadiba.”

__ADS_1


__ADS_2