Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Mencoba Kembali


__ADS_3

Nadiba akhirnya tiba di rumah Noah akan tetapi sesuatu hal yang membuatnya terkejut pagi ini adalah sosok Felix yang telah berdiri di depan pagar sambil tersenyum padanya, Nadiba tentu saja salah tingkah mendapatkan senyum dari pria yang ia cintai.


“Selamat pagi Tuan Felix.”


“Selamat pagi, Nadiba.”


“Saya permisi masuk ke dalam rumah dulu.”


“Tunggu dulu.”


Lagi-lagi Felix melakukan kontak fisik dengan Nadiba dengan menahan tangan Nadiba yang membuatnya terkejut dengan apa yang Felix lakukan ini.


“Apakah kamu tidak tertarik untuk mengobrol denganku dulu sebelum mulai bekerja?”


“Maaf?”


“Kenapa? Kamu tidak mau melakukannya?”


Nadiba tentu saja terkejut dengan pertanyaan sekaligus sikap Felix yang tak biasa ini, Nadiba sebenarnya ingin menanyakan sesuatu pada Felix akan tetapi ia ragu untuk menanyakan hal tersebut. Seolah mengetahui


kalau Nadiba ingin mengatakan sesuatu, maka Felix pun langsung mengatakan pada Nadiba untuk jangan sungkan jika memang ada sesuatu hal yang ingin Nadiba bicarakan dengannya.


“Kamu tidak perlu ragu untuk mengatakan atau menanyakan apa pun padaku, Nadiba.”


“Anu… sebenarnya aku ingin bertanya apa yang membuat sikap Tuan Felix jadi berubah seperti ini?”


Felix tidak langsung menjawab namun ia tersenyum pada Nadiba sekaligus menggoda wanita ini dengan mengatakan apakah Nadiba tidak menyukai sikapnya yang seperti ini.


“Tidak, bukan seperti itu maksudku… hanya saja ….”


“Aku tahu kalau kamu pasti masih trauma dengan permainan yang aku lakukan padamu di masa lalu kan?”


“Sejujurnya seperti itu tapi bukan berarti aku belum memaafkan Tuan.”


“Aku tahu Nadiba, kamu adalah wanita baik, ketika kamu mengatakan kalau sudah memaafkanku maka aku yakin kalau kamu memang benar-benar sudah memaafkanku justru kamu malah membuatku merasa bersalah karena terlihat buruk di mata orang lain.”


“Saya tidak bermaksud seperti itu Tuan Felix.”


“Aku tahu Nadiba, aku kan hanya mengatakan menurut sudut pandangku saja.”


Diam-diam Noah memerhatikan mereka dari dalam rumah dan pria itu tersenyum melihat interaksi Nadiba dan Felix yang mulai terjalin kembali setelah sebelumnya hubungan di antara mereka sempat memburuk.

__ADS_1


****


Noah nampak bicara sebentar dengan Felix sebelum akhirnya pria itu pergi dari rumah, akan tetapi tidak seperti biasanya Noah tidak mengatakan apa pun pada Nadiba ketika ia hendak pergi. Nadiba sendiri nampak heran dengan sikap Noah yang tak biasa itu, akan tetapi Nadiba tak mau terlalu memikirkan hal tersebut dan ingin fokus saja dalam melakukan tugasnya di rumah ini.


“Kenapa memerhatikan papaku seperti tadi? Apakah kamu mulai menyukainya?” tanya Felix yang membuat Nadiba terkejut bukan main karena pria itu sudah berdiri tepat di belakangnya.


“Ya Tuhan, Tuan Felix membuatku terkejut saja.”


Felix nampak tersenyum kecil melihat ekspresi yang ditunjukan oleh Nadiba barusan, setelah itu Felix pun mengajak Nadiba untuk pergi keluar sebentar.


“Kita mau ke mana, Tuan? Saya belum menyelesaikan pekerjaan saya.”


“Sudahlah, papaku memintaku supaya mengajakmu jalan-jalan sekarang.”


“Pak Noah maksud Tuan?”


“Memangnya siapalagi papaku?”


Nadiba pun jadi malu dengan jawaban yang diberikan oleh Felix barusan, Felix pun nampak tak mau berlama-lama lagi untuk mengajak Nadiba pergi. Felix langsung menarik tangan Nadiba masuk ke dalam mobilnya hingga membuat Nadiba terkejut dengan yang dilakukan oleh Felix ini.


“Tapi Tuan saya ….”


“Sudahlah kamu tak perlu khawatir, aku tidak akan melakukan hal yang buruk padamu.”


****


Felix yang mana jarak mereka sangat dekat sekali dan hanya dibatasi oleh meja. Tidak ada pembicaraan antara Felix dan Nadiba hingga bermenit-menit setelah itu hingga akhirnya Felix pun mencoba membuka percakapan dengan Nadiba.


“Apakah kamu tidak menyukai aku ajak makan di sini?”


“Tidak, bukan seperti itu Tuan, tentu saja saya suka ketika Tuan mengajak saya makan di sini hanya saja…. saya belum menyelesaikan pekerjaan saya di rumah.”


“Bukankah aku sudah mengatakan padamu bahwa jangan memikirkan pekerjaan rumah? Papaku sudah memberikan kita izin untuk keluar.”


“Kalau saya boleh tahu, sebenarnya apa maksud Tuan Felix melakukan semua ini?”


“Karena aku ingin meminta maaf padamu ats sikapku padamu di masa lalu.”


“Bukankah saya sudah mengatakan kalau saya telah memaafkan Tuan Felix?”


“Iya aku tahu itu, hanya saja… aku merasa kalau belum lengkap kalau belum memberikan sesuatu padamu sebagai permintaan maafku.”

__ADS_1


“Tuan Felix tak perlu melakukan itu, saya ikhlas kok berdamai dengan Tuan Felix.”


“Nadiba ….”


“Iya, Tuan ada apa?”


“Menurutmu apakah kita masih memiliki kesempatan untuk kembali?”


Pertanyaan dari Felix barusan membuat Nadiba terkejut bukan main, ia tak menyangka kalau Felix akan menanyakan pertanyaan seperti itu barusan.


“Kenapa kamu hanya diam saja, Nadiba?”


****


Nadiba terkejut ketika Felix menyentaknya hingga ia tersadar dari lamunannya barusan, Nadiba pun meminta maaf pada Felix karena sudah tidak fokus ketika Felix mengajaknya bicara tadi. Felix pun kembali bertanya pertanyaan yang sama pada Nadiba mengenai apakah mungkin mereka bisa kembali seperti dulu lagi.


“Tuan saya ….”


“Kamu tak perlu menjawabnya jika memang sungkan atau kamu memang tak mau memberikan jawaban pun aku tidak mempermasalahkannya.”


“Tidak bukan seperti itu hanya saja… kenapa tiba-tiba saja Tuan menanyakan hal itu? Bukankah Tuan mengatakan kalau tidak mencintai


saya?”


“Iya, aku memang tidak mencintaimu namun melihat betapa tulusnya cintamu padaku membuatku berpikir bahwa mungkin kamu adalah jodohku yang sebenarnya.”


“Tidak Tuan, lebih baik Tuan jangan terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan, takutnya nanti Tuan akan keliru dengan keputusan sepihak yang sudah Tuan ambil.”


“Aku tahu itu dan oleh sebab itu saat ini aku memutuskan untuk tidak terburu-buru dalam menjalin sebuah hubungan, aku ingin mengenal pasanganku dan menikmati semua hal indah yang akan kita ukir bersama


suatu hari nanti.”


“Semoga saja hal tersebut dapat terjadi, Tuan.”


“Apakah kamu yakin tidak mau mencobanya lagi, Nadiba?”


****


Bohong kalau Nadiba bilang bahwa ia tidak tergoda untuk mencoba hubungannya lagi dengan Felix untuk kedua kalinya, apalagi kini ia bisa merasakan Felix yang sekarang jauh lebih tulus dibanding Felix yang dulu hanya mempermainkannya saja. Akan tetapi Nadiba menguatkan hatinya untuk jangan terburu-buru lagi dalam mengambil keputusan seperti dulu yang pernah ia lakukan ketika menjalin hubungan dengan Felix.


“Maafkan saya Tuan, akan tetapi saya membutuhkan waktu untuk hal tersebut.”

__ADS_1


“Aku tak masalah dengan hal itu Nadiba, aku pun juga membutuhkan waktu untuk memulihkan diriku setelah terluka akibat pengkhianatan cintaku sebelumnya.”


Nadiba hanya tersenyum menanggapi ucapan Felix barusan, ia hanya dapat berdoa dan berharap kalau memang Felix adalah jodohnya maka takdir akan membawanya kembali pada pria ini.


__ADS_2