Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Pingsan di Stasiun


__ADS_3

Nadiba dan Rama pada akhirnya tetap saja dari rumah ini dan Nadiba langsung memesan tiket untuknya serta Rama pulang ke desa, akan tetapi baru beberapa langkah mereka keluar dari rumah kontrakan yang dihuni


oleh Luna serta Faruq justru Nadiba dibuat terkejut dengan kehadiran sosok Noah di sana dengan mobilnya.


“Pak Noah?”


“Nadiba, kamu mau ke mana sekarang?”


“Saya ingin pulang sekarang juga bersama Rama.”


“Kalau begitu naiklah, saya akan memberikan tumpangan.”


“Tidak perlu, saya sudah memesan tiket kereta untuk pulang.”


“Tapi Nadiba ….”


“Pak Noah apakah sudah lupa apa yang pernah saya katakan kemarin? Saya benar-benar serius dengan apa yang saya katakan.”


“Nadiba, baiklah kalau memang kamu tidak dapat untuk membalas perasaan saya akan tetapi tolong terima tawaran baik saya ini, saya sama sekali tidak ada niatan buruk padamu dan Rama,” ujar Noah yang masih


berusaha membuat Nadiba mau diantarkan pulang olehnya.


“Pak Noah, tolong hargai keputusan saya,” tegas Nadiba.


Nadiba pun akhirnya menarik Rama untuk ikut dengannya pergi menjauhi Noah, mereka segera bergegas ke stasiun dan setelah mereka sampai di stasiun Rama bertanya kenapa Nadiba bersikap seperti itu pada Noah


barusan.


“Bukan apa-apa sayang, kamu tak perlu memikirkan hal tersebut.”


Maka setelah Nadiba memberikan jawaban itu, Rama tidak bertanya lebih lanjut mengenai kenapa sikap Nadiba berubah pada Noah. Justru kini Nadiba yang bertanya pada Rama kenapa anaknya ini memutuskan untuk kembali


pulang bersamanya.


“Kamu mau kembali ke desa bukan karena sekarang rumah tante Luna dan ayahmu menjadi seperti itu kan?”


“Sebenarnya itu juga, akan tetapi aku merasa tidak nyaman saja karena aku tidak memiliki kamar kalau tetap tinggal di sana.”


Nadiba menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari Rama itu, ia pun meminta Rama untuk jangan mengatakan hal seperti tadi karena hidup layaknya roda yang berputar ada kalanya di atas dan ada kalanya di bawah.


“Tapi aku belum paham apa yang Ibu maksudkan barusan.”


“Tidak apa, Nak kalau sekarang kamu belum mengerti kelak saat kamu tumbuh dewasa kamu akan mengerti apa maksud Ibu barusan.”

__ADS_1


****


Kereta yang membawa Nadiba dan Rama perlahan melaju meninggalkan stasiun, kini mereka berdua terlelap dan beberapa kali terjaga selama perjalanan selama hampir 12 jam itu hingga akhirnya kereta yang mereka


tumpangi di stasiun tujuan akhir. Nadiba dan Rama kemudian segera keluar dari stasiun dan mencari angkutan pulang ke rumah, Nadiba nampak begitu lelah sekali karena ia pergi ke kota hanya untuk menjemput Rama dan sama sekali kurang beristirahat setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh.


“Ibu baik-baik saja?” tanya Rama khawatir karena Nadiba nampak begitu pucat dan lemah sekali.


“Ibu baik-baik saja, Nak,” jawab Nadiba.


Akan tetapi baru saja mereka keluar dari stasiun, Nadiba langsung tak sadarkan diri hingga membuat terkejut dan memanggil ibunya supaya bangun.


“Bu, tolong bangun.”


Akibat hal tersebut banyak orang yang berdatangan untuk menolong Nadiba, wanita itu pun dibawa menuju klinik stasiun agar mendapatkan pertolongan pertama, dokter jaga meminta Rama untuk menghubungi seseorang yang dapat diberitahu kalau Nadiba saat ini sedang sakit.


“Baik dokter.”


Rama kemudian mencoba menghubungi nomor Kusuma untuk memberitahu neneknya itu kalau saat ini Nadiba sedang dalam keadaan sakit.


“Halo Nak?”


“Nenek ini aku.”


“Rama? Kamu kenapa menelpon menggunakan ponsel ibumu? Ke mana dia?”


****


Kusuma segera datang ke stasiun untuk melihat bagaimana kondisi Nadiba saat ini, ia bertemu Rama di depan klinik stasiun dan langsung bertanya bagaimana kondisi Nadiba. Rama mengatakan bahwa saat ini


Nadiba masih di dalam dan tengah diperiksa oleh dokter, tidak lama kemudian dokter keluar dari sana dan mengatakan bahwa kondisi Nadiba sudah membaik dan ia menyuruh Nadiba untuk istirahat dulu beberapa saat di sana sambil ia memberikan beberapa obat.


“Dia kelelahan sepertinya hingga jatuh pingsan.”


“Iya dokter, Ibu memang kelelahan karena tidak beristirahat setelah perjalanan jauh.”


“Kalau begitu sekarang dia harus istirahat, ya?”


Setelah itu dokter membiarkan Kusuma dan Rama untuk menjenguk Nadiba di dalam, Nadiba sudah siuman akan tetapi ia sedang tidur dan Kusuma benar-benar sedih melihat kondisi anaknya yang benar-benar pucat sekali.


“Ya Tuhan, Nadiba kenapa kamu harus seperti ini?”


Kusuma dan Rama menunggu sampai Nadiba bangun dari tidurnya dan ketika terbangun rupanya hari sudah siang, Nadiba terkejut karena ada ibunya yang menungguinya di sini.

__ADS_1


“Ibu kok bisa ada di sini?”


“Bagaimana kondisimu saat ini, Nak?”


“Sudah jauh lebih baik, Bu.”


****


Kusuma menceritakan bahwa tadi Rama menelponnya dan mengatakan kalau Nadiba pingsan di stasiun dan tentu saja ia langsung pergi ke stasiun untuk mengecek kondisi Nadiba secara langsung dan setelah ia mengobrol dengan Rama maka Kusuma pun paham kenapa kondisi tubuh Nadiba ini bisa langsung drop seperti itu.


“Kenapa kamu tidak memilih untuk istirahat satu malam dulu dan memutuskan untuk kembali ke sini? Apakah kamu tidak memiliki cukup uang untuk menginap?”


“Aku cukup memiliki uang Bu, hanya saja aku tidak bisa berlama-lama di kota itu.”


“Apakah karena Faruq dan Luna?”


Nadiba tak menjawab dan pada akhirnya mereka semua pulang dengan menggunakan taksi sampai ke rumah, setelah sampai di rumah Kusuma meminta Nadiba untuk istirahat saja dan tak melakukan apa pun karena tadi


katanya Nadiba ingin memasak dan membersihkan rumah akan tetapi Kusuma tak mengizinkan semua itu dilakukan oleh Nadiba.


“Kamu ingat pesan dokter tadi kan?”


“Iya Bu, aku ingat pesan dari dokter.”


“Kalau memang begitu, seharusnya kamu dengarkan apa yang dokter nasihatkan padamu, bukan malah melanggarnya.”


“Baik Bu.”


Akhirnya Nadiba pun pergi ke kamarnya untuk beristirahat begitupula dengan Rama yang istirahat di kamarnya, Kusuma kemudian melakukan pekerjaan rumah hingga pintu rumah diketuk dari luar dan ia pun membukakan pintu untuk tamunya barusan.


“Pak Noah?”


“Bu Kusuma, apakah Nadiba sudah pulang?”


****


Keesokan paginya kondisi Nadiba sudah pulih seperti sedia kala dan ia berniat membantu Kusuma untuk menyiapkan sarapan untuk mereka semua. Kusuma pun menceritakan pada Nadiba bahwa semalam Noah datang ke rumah ini dan hal tersebut membuat Nadiba terkejut.


“Pak Noah datang, Bu?”


“Iya Nadiba, semalam dia datang dan menanyakan apakah kamu sudah pulang atau belum.”


“Lalu apa yang Ibu katakan padanya?”

__ADS_1


“Ibu jawab saja kamu sudah pulang akan tetapi kamu sedang istirahat begitu pula dengan Rama, sebenarnya apa yang terjadi padamu dan pak Noah, Nadiba?”


Nadiba terdiam ketika mendengar pertanyaan sang ibu, ia ragu apakah ia harus mengatakan apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan Noah pada ibunya.


__ADS_2