Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Ditangkap Polisi


__ADS_3

Rama benar-benar dalam bahaya saat ini karena Nimas nampak sangat ingin membuat anak dari Nadiba ini celaka, Nimas menyeringai karena Rama sudah tak dapat berbuat apa pun lagi dan ia hanya tinggal memerintahkan orang suruhannya untuk menceburkan Rama ke aliran sungai tersebut dan selanjutnya tentu saja dapat ditebak.


“Tante jahat, kenapa melakukan semua ini?!”


“Aku jahat? Katamu aku jahat? Justru ibumu yang jahat padaku Rama, kenapa dia masih saja mendekati Faruq dan juga mengambil hati ibuku!”


“Karena Tante jahat untuk itu ayah tidak menyukai Tante!”


Ucapan Rama barusan nampak membuat Nimas benar-benar geram bukan main, ia tak akan tinggal diam mendengar penghinaan yang dilakukan oleh Rama ini. Kesabarannya sudah habis dengan perkataan Rama hingga akhirnya ia memerintahkan orang suruhannya menceburkan Rama ke aliran sungai tersebut.


“Tunggu apalagi, lakukan seperti apa yang aku perintahkan.”


“Baik.”


Rama panik ketika tubuhnya diangkat dan hendak diceburkan ke aliran sungai yang deras, Rama meminta tolong pada Nimas untuk jangan melakukan hal ini padanya namun tentu saja semua sudah terlambat karena


Nimas sudah kehabisan kesabaran.


“Salah sendiri kenapa kamu memancing emosiku terlebih dahulu, andai saja kamu bertingkah menjadi anak baik maka aku tidak akan mungkin melakukan tindakan ini padamu Rama!”


Kini tubuh Rama sudah diangkat dan bersiap untuk diceburkan ke aliran sungai namun sebelum hal tersebut terjadi, seseorang berhasil menggagalkan rencana jahat Nimas.


“Hentikan!”


Felix nampak berdiri tidak jauh dari Nimas dan di belakangnya ada banyak polisi, Nimas dan orang suruhannya nampak ketakutan dan panik, mereka berusaha untuk menyelamatkan diri namun polisi sudah terlebih dahulu menangkap mereka semua.


“Ini akhir dari segalanya, Nimas.”


“Ini bukan akhir dari segalanya, walaupun aku ditangkap oleh polisi maka bukan berarti kamu bisa hidup tenang, aku akan pastikan kalian semua menderita sama seperti apa yang aku rasakan saat ini!” jerit Nimas sebelum ia dipaksa polisi masuk ke dalam mobil patroli.


****


Nadiba bahagia bukan main saat Felix datang membawa Rama, anaknya itu juga langsung memeluk Nadiba dengan erat, Nadiba sangat berterima kasih pada Felix karena berhasil menyelamatkan anaknya.


“Saya sangat berterima kasih pada anda Tuan Felix, saya benar-benar tidak tahu apa yang harus saya lakukan untuk membalas kebaikan anda.”


“Kamu tahu apa yang kamu dapat lakukan untuk membalas kebaikanku, Nadiba.”


“Apa maksud Tuan?”


“Tentu saja menikah denganku.”


Nadiba nampak terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh Felix barusan, kini ia bingung apa yang harus ia lakukan namun kemudian Felix mengatakan bahwa ia hanya bercanda saja.


“Kamu tak perlu menganggap hal tadi serius Nadiba, walaupun aku mencintaimu dan ingin menjadikanmu istriku namun aku akan menunggu sampai kamu siap.”


“Terima kasih banyak Tuan Felix mau mengerti diriku.”

__ADS_1


“Tidak masalah Nadiba.”


Nadiba pun kemudian berpamitan pada Felix untuk membawa Rama bersamanya pergi menemui Kusuma, Felix sendiri nampak menatap kepergian keduanya untuk beberapa saat hingga sosok Nadiba dan Rama menghilang


dari pandangannya.


“Aku akan menunggumu, Nadiba.”


Nadiba sendiri masih memikirkan apa yang Felix katakan padanya barusan, entah kenapa ia jadi memikirkan hal tersebut walaupun Felix mengatakan kalau tadi ia hanya main-main saja dan tidak akan memaksa Nadiba


untuk menikah dengannya.


“Ibu kenapa?”


“Tidak apa-apa, Nak.”


****


Kusuma yang telah siuman begitu senang sekali setelah mendapati cucunya dalam keadaan baik-baik saja, Nadiba sendiri juga bahagia karena Rama bisa diselamatkan tanpa luka sedikit pun namun ia tidak dapat fokus


mendengar apa yang Kusuma katakan karena memikirkan apa yang Felix katakan padanya sebelum ini.


“Nadiba, kamu kenapa, Nak?”


“Oh tidak apa-apa, Bu.”


“Sungguh Bu, aku tak menyembunyikan apa pun.”


“Tadi Om Felix mengatakan sesuatu pada Ibu, Nek.”


“Apa itu, Nak?”


“Om Felix meminta Ibu untuk menikah dengannya.”


“Rama,” tegur Nadiba.


“Apakah yang dikatakan oleh Rama itu benar, Nak?”


“Anu… Bu ….”


“Kalaupun itu benar, Ibu sangat senang sekali karena tuan Felix sepertinya benar-benar serius ingin mempersuntingmu lagi pula Ibu yakin kalau Tuan Felix adalah pria yang baik walaupun dulu pernah menyakiti


hatimu.”


“Entahlah Bu, aku sedang tidak ingin membahas ini dulu.”


Maka Kusuma pun hanya dapat menghela napasnya panjang, ia tidak berhak untuk mencampuri urusan pribadi putrinya, yang dapat ia lakukan hanya memberikan saran pada Nadiba mengenai pandangannya.

__ADS_1


“Nadiba, ngomong-ngomong bagaimana kabar Faruq?”


“Mas Faruq sudah keluar rumah sakit, Bu.”


“Oh begitu syukurlah kalau begitu, lalu bagaimana dengan Darsih?”


Nadiba nampak terkejut dengan pertanyaan yang diajukan oleh ibunya barusan, sejujurnya ia belum siap untuk berterus terang pada Kusuma mengenai Darsih saat ini.


****


Kusuma dapat merasakan kalau raut wajah Nadiba berubah


saat ia menanyakan soal Darsih dan tentu saja hal tersebut membuatnya sangat


penasaran, sebenarnya apa yang Nadiba ketahui mengenai kondisi adiknya itu.


“Nak, apakah sesuatu hal yang buruk terjadi pada adikku?”


“Bu… sebenarnya ….”


“Katakan yang sejujurnya padaku, Nadiba.”


Nadiba nampak berat sekali mengatakan kejujurannya pada Kusuma namun ia tak memiliki alasan lagi untuk menutupi kabar duka ini dari sang ibu.


“Sebenarnya tante Darsih sudah meninggal dunia, Bu.”


Kusuma yang mendengar ucapan Nadiba barusan nampak terkejut bukan main, ia nampak tak memercayai begitu saja apa yang dikatakan oleh putrinya.


“Apa maksudmu kalau Darsih sudah meninggal dunia, Nadiba? Tolong jangan main-main.”


“Aku sama sekali tidak sedang main-main, Bu. Aku mengatakan yang sejujurnya.”


Nadiba tak kuasa membendung air matanya untuk tidak menangis karena kembali teringat kalau Darsih sudah meninggal dunia.


“Tidak mungkin, tidak mungkin adikku sudah meninggal dunia, bagaimana bisa hal tersebut terjadi?”


Nadiba kemudian menceritakan apa yang ia ketahui soal meninggalnya Darsih, Kusuma nampak menangisi kepergian adiknya yang ternyata sudah terlebih dahulu meninggalkannya.


“Maafkan aku yang belum memberitahu Ibu mengenai hal ini, bukan maksudku untuk menyembunyikan ini namun Ibu baru siuman dan aku khawatir sesuatu hal yang buruk terjadi pada Ibu ketika aku mengatakan hal itu.”


****


Faruq merasa lega karena akhirnya Nimas bisa ditangkap oleh polisi dan istrinya itu akan mempertanggung jawabkan semua kejahatan yang telah ia lakukan, kini setelah Nimas sudah mendekam di balik jeruji besi, Faruq


memutuskan untuk tidak tinggal di desa itu dan memilih untuk kembali ke kota. Hari ini ia berpamitan pada Nadiba dan yang lainnya di rumah sakit, Rama yang nampak paling sedih ketika ayahnya bilang dia akan kembali ke kota.


“Tidak bisakah Ayah tinggal di sini saja?” pinta Rama.

__ADS_1


“Rama, jangan seperti ini, Nak,” ujar Nadiba.


__ADS_2