
Nadiba pada akhirnya memberikan izin untuk Luna mampir ke rumahnya, ketika mereka berdua tiba di rumah nampak Kusuma terkejut bukan main karena Nadiba pulang tidak sendirian ke rumah melainkan bersama Luna.
“Kamu kenapa mengajak wanita ini pulang ke rumah, Nak?” tanya Kusuma.
“Apa kabar, Bu?” sapa Luna ramah.
Namun Kusuma hanya menganggukan kepalanya dan kemudian masuk ke dalam rumah, Nadiba pun meminta maaf pada Luna mengenai sikap Kusuma barusan.
“Tidak masalah Nadiba.”
“Jadi apa yang sebenarnya hendak kamu bicarakan denganku, Luna?”
Luna menghela napasnya terlebih dahulu sebelum akhirnya ia menceritakan baru saja dari rumah Darsih dan menemui Faruq di sana. Luna juga menceritakan bahwa saat ini Faruq sudah menikah dengan Nimas
sekaligus menanyakan apakah yang dikatakan oleh Faruq itu benar atau tidak.
“Iya, mas Faruq memang sudah menikah lagi dengan Nimas,” jawab Nadiba yang kemudian meminta maaf karena baru mengatakan ini.
“Apakah sebelumnya mereka sudah saling mencintai?” tanya Luna yang sepertinya benar-benar ingin tahu mengenai kehidupan pribadi mantan suaminya setelah mereka berpisah.
“Sebenarnya ….”
“Kamu pasti mengetahui sesuatu kan, Nadiba? Tolong kamu ceritakan semuanya padaku,” pinta Luna.
Awalnya Nadiba agak keberatan karena menganggap bahwa ia tidak berhak menceritakan masalah pribadi Faruq pada Luna namun karena Luna terus memohon padanya akhirnya Nadiba pun menceritakan kenapa Faruq bisa
menikah dengan Nimas.
“Jadi maksudmu Faruq tidak mencintai Nimas?”
“Begitulah, itu yang dikatakan oleh tante Darsih,” jawab Nadiba.
Luna seperti memiliki secercah harapan ketika mendengar bahwa Faruq tidak mencintai Nimas hingga sepertinya kesempatannya untuk kembali pada Faruq bisa lebih besar saat ini.
“Maaf kalau aku lancang menanyakan ini padamu, namun apakah kamu masih mencintai mas Faruq?”
“Iya Nadiba, aku memang masih mencintainya. Apakah itu menjadi sebuah masalah untukmu?”
“Tidak bukan itu hanya saja… aku ingin menyarankan untuk jangan memaksakan seseorang untuk kembali padamu jika memang orang tersebut tidak menginginkannya.”
“Kenapa kamu mengatakan itu padaku, Nadiba?”
__ADS_1
****
Setelah pembicaraan cukup panjang barusan, Luna akhirnya pamit pulang dan Nadiba pun masuk ke dalam rumah, ketika Nadiba sudah masuk ke dalam rumah barulah Kusuma menghampiri Nadiba dan bertanya apa saja yang barusan Nadiba dan Luna bicarakan di depan.
“Dia hanya memberitahuku kalau dari rumah tante Darsih, Bu.”
“Hanya itu saja?”
“Dia juga menanyakan apakah memang mas Faruq sudah menikah lagi dengan Nimas.”
“Jadi dia sudah tahu hal tersebut?”
“Iya Bu, tadi kan dia menunggu di sana dan bertemu mas Faruq serta Nimas.”
“Lalu apa tanggapannya mengenai hal tersebut?”
“Sudahlah Bu, aku benar-benar tidak ingin membahasnya.”
Nadiba pun kemudian memutuskan untuk pamit saja dan pergi ke kamarnya sementara Kusuma sendiri nampak masih penasaran dengan apa tanggapan Luna atas pernikahan yang dilangsungkan oleh Nimas dan Faruq serta apa tujuannya datang ke desa.
“Padahal aku masih penasaran namun kenapa dia tidak mau mengatakannya padaku?” gerutu Kusuma yang kemudian pergi ke kamarnya.
Di dalam kamar nampak Nadiba tengah duduk di pinggiran kasur seraya memikirkan apa yang tadi dirinya dan Luna bicarakan mengenai pernikahan Faruq dan Nimas yang mana Luna mengatakan bahwa dirinya tetap akan
****
Pagi ini Luna menghubungi Faruq melalui pesan, pria itu nampak terkejut karena Luna mengajaknya untuk bertemu di kota, Faruq melirik Nimas yang masih tertidur di sebelahnya dan sepertinya wanita itu tidak akan sadar kalau ia tinggal pergi namun Faruq enggan untuk menemui Luna karena memang dirinya merasa bahwa sudah tidak ada hal yang perlu ia dan Luna bicarakan lagi.
“Kamu sedang apa dengan ponselmu?” tanya Nimas yang membuat Faruq terkejut.
Faruq nampak gelagapan awalnya namun kemudian ia memutuskan untuk tidak mengatakan yang sejujurnya demi menjaga perasaan Nimas. Akan tetapi sayangnya Nimas sama sekali tidak mempercayai apa yang Faruq katakan
padanya karena ia yakin ada sesuatu hal yang coba disembunyikan darinya.
“Katakan padaku yang sejujurnya.”
“Aku kan sudah mengatakan yang sejujurnya, memangnya apa lagi yang membuatmu tidka percaya padaku?”
“Karena kamu nampak tegang saat ini dan tidak memberikanku akses untuk melihat ponselmu.”
“Sudah aku katakan kalau tidak ada yang aku sembunyikan!”
__ADS_1
Faruq nampak agak berteriak sedikit untuk membuat Nimas tidak lagi bertanya padanya namun rupanya sikap Faruq yang seperti ini makin membuat Nimas yakin bahwa Faruq tengah mencoba menyembunyikan sesuatu
darinya.
“Apa sulitnya kamu mengatakan kejujurannya padaku?”
Faruq tidak mau memperpanjang masalah ini dan kemudian memilih untuk pergi dari kamar ini karena tidak tahan karena Nimas selalu saja memberondongnya dengan pertanyaan tersebut.
****
Nimas mengejar Faruq untuk mendapatkan jawaban apa yang sebenarnya tengah Faruq sembunyikan darinya saat ini, ia dengan sengaja merebut ponsel suaminya itu ketika Faruq sedang lengah dan tentu saja apa yang Nimas lakukan ini memantik emosi dari Faruq.
“Kembalikan ponselku!”
Namun akhirnya apa yang coba Faruq sembunyikan dari Nimas akhirnya terbongkar juga, Nimas berhasil mengetahui siapa yang mengirim pesan pada Faruq pagi tadi yang tidak lain adalah Luna pun menjadi geram bukan main, ia menatap tajam Faruq dan mengatakan bahwa Faruq tengah mencoba menyembunyikan
hubungan terlarangnya dengan Luna di belakangnya selama ini.
“Apa maksudmu kalau aku memiliki hubungan terlarang dengannya? Sudah sejak lama aku tidak berhubungan dengan mantan istriku itu hingga pagi ini dia tiba-tiba menghubungiku seraya mengajakku untuk bertemu!”
“Kamu pikir aku akan percaya dengan kebohonganmu ini?! Kamu jelas-jelas masih berhubungan dengan mantan istrimu selama ini, tega sekali kamu, Faruq!”
Darsih yang mendengar suara berisik dari depan kamar pun segera keluar kamar untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, rupanya saat ini Nimas dan Faruq tengah terlibat pertengakaran hebat hingga membuat
kepalanya pusing mendengar mereka saling memaki satu sama lain.
“Kalian berdua hentikan, apa yang sebenarnya terjadi di sini?!”
“Bu, Faruq selama ini berselingkuh di belakangku!”
****
Luna kembali datang ke rumah Darsih pagi ini selepas Faruq menolak untuk bertemu dengannya, ketika ia tiba di rumah ini nampak Darsih yang tengah menyapu lantai langsung menghalaunya bahkan mengusirnya pergi
dari sini.
“Apa yang kamu lakukan di rumah ini? Lebih baik kamu pergi saja!”
“Aku ke sini ingin bertemu dengan Faruq, dia pasti ada di dalam kan?”
Luna hendak masuk ke dalam namun Darsih menahannya, ia mengatakan pada Luna untuk jangan membuat suasana semakin ricuh karena Faruq dan Nimas tengah bertengkar saat ini. Pintu rumah terbuka dan menampakan Nimas di sana yang menatap tajam Luna, ia sudah bersiap untuk menghajar wanita ini namun tangannya ditahan oleh Faruq.
__ADS_1
“Lepaskan aku!”