Anugerah Cintamu

Anugerah Cintamu
Dunia Berhenti Berputar


__ADS_3

Pada akhirnya Nadiba memutuskan untuk pergi dengan Noah menuju bandara, sebelum ia pergi ia sempat meminta maaf pada sang ibu karena ia harus pergi sekarang ke bandara sebelum semua terlambat namun Kusuma dapat memahami itu.


“Tidak apa, Nak, pergilah.”


Nadiba dan Noah kemudian masuk ke dalam mobil. Noah melajukan kendaraannya menuju bandara namun Nadiba masih gelisah karena jarak tempuh dari rumah sakit ini menuju bandara sangat jauh. Kalau tidak ada kemacetan parah bisa memakan waktu hingga dua jam dan kalau macet tentu saja waktu yang mereka tempuh akan semakin lama dan itulah yang membuatnya menjadi khwatir.


“Semoga saja Pak Noah, saya takut kalau ada kemacetan di jalan.”


Ternyata apa yang Nadiba khawatirkan tidak terjadi dan mereka bisa tiba di bandara sebelum Felix berangkat, Nadiba dan Noah menuju pintu keberangkatan yang mana di sana Felix tengah berbincang dengan seseorang


namun setelah melihat Nadiba dan Noah, orang tersebut pergi meninggalkannya.


“Nadiba, apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Felix heran.


“Dia datang ke sini untuk mengucapkan selamat jalan padamu,” jawab Noah.


“Benarkah? Bukankah hari ini ibumu keluar rumah sakit?”


“Iya, ibu saya memang baru keluar rumah sakit hari ini namun ibu mengizinkan saya untuk datang ke sini dan menemui Tuan Felix.”


“Begitu rupanya.”


“Nadiba, apakah tidak ada sesuatu yang ingin kamu katakan pada Felix sebelum dia masuk ke dalam?” tanya Noah.


Nadiba nampak bingung sebenarnya ada sesuatu yang ingin ia sampaikan pada Felix namun ia merasa malu untuk mengatakannya, Felix nampak tahu apa yang ada dalam pikiran Nadiba, ia meminta Nadiba untuk mengatakan saja karena waktunya tidak banyak.


“Tuan akan kembali ke sini kan?”


“Aku sudah menjawabnya kan?”


“Iya tapi ….”


“Apakah kamu ragu?”


“Saya takut kalau Tuan tidak menepati janji.”


“Kalau aku berjanji akan kembali lagi ke sini, apakah setelah aku kembali kamu mau menikah denganku?”


“Tuan ….”


“Bagaimana? Aku tidak memiliki waktu lagi.”


“Saya setuju.”


Felix dan Noah nampak tersenyum mendengar jawaban Nadiba barusan, tidak lama setelahnya Felix harus masuk ke dalam karena waktu untuk naik pesawat sudah tiba.


****

__ADS_1


Nadiba dan Noah dalam perjalanan pulang ke rumah, Nadiba merasa lega karena sudah mengatakan apa yang ingin ia katakan pada Felix sebelum pria itu pergi ke Australia dan ia tak tahu kapan Felix akan berada di


sana namun sejujurnya Nadiba berharap bahwa Felix akan segera kembali ke sini.


“Apakah kamu tidak tahu untuk apa Felix pulang ke Australia, Nadiba?”


“Apa?”


“Felix ingin menyelesaikan masalahnya dengan mantan kekasihnya itu, keluarga mantan kekasihnya itu mengira bahwa Felix dan dia masih menjalin hubungan namun kenyataannya kan sekarang mereka sudah putus.”


“Begitu rupanya.”


“Jadi kamu tidak tahu alasan Felix ke sana?”


Nadiba menggelengkan kepalanya, Noah nampak tersenyum dan setelah itu tidak ada pembicaraan lain lagi di dalam mobil hingga tiba di depan rumah, Nadiba berterima kasih pada Noah dan membuka sabuk pengaman yang


ia kenakan.


“Tidak masalah Nadiba, saya senang karena kamu bisa lega sekarang karena kamu telah mengatakan semuanya pada Felix.”


“Iya Pak, saya permisi dulu.”


Nadiba kemudian turun dari dalam mobil Noah dan masuk ke dalam rumahnya, di dalam rumahnya nampak Kusuma sudah menantinya dan Nadiba langsung memeluk sang ibu.


****


lama lagi akan kembali pada putrinya.


“Ibu yakin bahwa Tuan Felix adalah pria yang baik untukmu, dia sangat mencintaimu dan kelihatannya sangat tulus sekarang.”


“Iya Bu, aku dapat merasakan ketulusannya dan seperti yang aku ceritakan pada Ibu barusan bahwa selepas dia kembali dari Australia, dia akan melamarku.”


“Ibu turut berhagaia, Nak, semoga pernikahanmu dengan Tuan Felix adalah pernikahanmu yang terakhir, ya?”


“Amiin, Bu. Terima kasih banyak doa baiknya.”


Nadiba kemudian masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian dan mandi namun sebelum itu ia membuka ponselnya dan ada sebuah berita yang membuatnya terkejut saat melihatnya.


“Bukankah ini pesawat yang ditumpangi oleh tuan Felix?” lirih Nadiba.


Dunia Nadiba seperti berhenti seketika saat berita mengenai kecelakaan pesawat yang ditumpangi Felix terjadi ia baca secara tak sengaja di ponsel, Nadiba berusaha untuk menghubungi Felix namun sayangnya


nomor ponselnya tidak dapat untuk dihubungi.


“Ya Tuhan, tidak mungkin, ini tidak mungkin!”


“Ada apa, Nak?” tanya Kusuma yang masuk ke dalam kamar putrinya selepas mendengar Nadiba menjerit setelah membaca berita mengerikan itu.

__ADS_1


****


Nadiba menelpon Noah untuk mencari tahu bagaimana kabar terkini Felix namun sayangnya Noah mengatakan kalau ia belum mendapatkan informasi apa pun mengenai Felix. Nadiba semakin lemas dan ia takut kalau


sesuatu hal yang buruk terjadi pada Felix saat ini, Kusuma berusaha menangkan Nadiba yang tengah bersedih hati ini.


“Tenangkan dirimu, Nak.”


“Hiks, Bu.”


Nadiba hanya dapat menangis dan berdoa semoga saja ada sebuah keajaiban untuk Felix dapat selamat dari kecelakaan itu hingga akhirnya tidak lama kemudian ponsel Nadiba berdering dan ada sebuah nomor asing di sana.


“Siapa itu, Nak?”


“Aku tidak tahu, Bu.”


“Coba saja jawab, siapa tahu itu penting.”


Maka Nadiba pun menjawab telepon dari nomor tersebut dengan agak ragu-ragu.


“Halo?”


“Nadiba, kamu mengenali suaraku?”


“Tuan Felix?”


“Iya, ponselku yang biasa untuk menghubungiku baterainya habis, kamu melihat berita mengenai pesawat yang kecelakaan itu kan?”


“Iya Tuan, apakah Tuan baik-baik saja?”


“Tentu saja, aku masih di bandara karena pesawat yang seharusnya aku naiki itu sudah berangkat terlebih dahulu sebelum aku masuk, tadi ada sedikit masalah di petugas check in maskapai.”


“Syukurlah kalau begitu, saya benar-benar khawatir kalau Tuan Felix tidak selamat.”


“Tapi sekarang kamu bisa tenang kan?”


“Iya, sekarang saya dapat tenang.”


Setelah itu Nadiba memutus sambungan telepon dengan Felix dan ia nampak menangis haru karena rupanya Felix masih hidup dan tidak jadi menumpang pesawat yang mengalami kecelakaan itu.


****


Luna dan Faruq tiba di kota, Luna bertanya akan ke mana Faruq tinggal namun Faruq mengatakan kalau ia akan tinggal bersama dengan saudaranya dulu karena sekarang ia sudah tak memiliki rumah. Luna mengatakan


bahwa sebaiknya Faruq tinggal saja di rumahnya dulu namun Faruq menolaknya.


“Aku bukan suamimu lagi, Luna. Aku tidak ingin ada fitnah yang terjadi jika ada orang yang melihat kita tinggal serumah lagi padahal kita sudah bercerai.”

__ADS_1


“Kalau begitu kamu tinggal di rumah kontrakan dekat rumah saja, bagaimana?”


__ADS_2