
Sebastian sudah sampai ke pulau mimpi. Dia bermimpi melihat sosok wanita yang dia lihat di mimpi sebelumnya. Wanita dengan posisi yang sama, yaitu hanya bagian belakangnya saja terlihat. Sebastian kembali ingin melihat siapa wanita itu. Tapi langkah dan tangannya terasa berat.
Dengan sekuat tenaga Sebastian mencoba untuk bergerak dan bahkan ingin menyentuh punggung wanita yang berada didepannya. Sebastian mengerahkan seluruh kemampuannya. Agar bisa mencapai pundak wanita yang berada didepannya. Dan dia berhasil meraihnya, Sebastian menarik tubuh wanita itu. Ketika wanita itu menoleh kebelakang. Sebastian terkejut, karena sosok wanita itu adalah yang telah menyelamatkan nyawanya waktu itu. Dia terlihat sedang menangis. Wanita tersebut menyebut nama Sebastian.
Sebastian tersentak dari tidur nya,seakan mimpi itu terasa nyata. Nafas nya terengah-engah, keringat bercucuran.
Sebastian duduk dan mengusap wajahnya "Wanita itu, kenapa dia ada didalam mimpiku. Sementara aku tidak pernah berfikir tentangnya?" Berfikirnya sendiri.
Sebastian bangkit dari tidurnya, dia berjalan ke luar kamar menuju dapur. Dia mengambil segelas air putih. Dia sengaja tidak menyuruh pelayan, karena jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari.
Setelah hausnya hilang, Sebastian kembali ketempat tidurnya.
Berusaha untuk tidur kembali. Tapi matanya tetap tidak mau terpejam.
Setelah beberapa jam berusaha untuk tidur, Sebastian mulai merasa kantuk.
Hanya setengah jam terpejam "Krringggg..... krriiiinnggggg.... kkriinnggggg, " Suara jam weker.
Sebastian terbangun, kedua matanya merah. Karena kurang tidur.
Dia pun bangkit dari tempat tidur nya. Segera menuju kamar mandi. Dia membuka baju dan celana yang dia kenakan.
Dia mengguyur seluruh tubuhnya.Setelah selesai mandi. Dia mengambil handuk dan mengenakannya. Walau sudah mandi tapi tak bisa menghilangkan kantuknya.
Setelah mengenakan pakaian, Sebastian keluar dari kamar. Dia menuju tangga dan menoleh ke kiri. Terlihat Rico sudah duduk menunggunya.
Sebastian berjalan ke ruang makan untuk sarapan.
Terlihat ART nya telah menyiapkan beberapa makanan dan minum untuk tuannya.Sebastian duduk dengan tenang. Para pelayanan segera meninggalkan Sebastian sendiri.
Sebastian makan sendiri tanpa boleh dilihat oleh siapa pun,apalagi ditemani.
Dia pun selesai,segera menuju ruangan depan. Rico yang tak menyadari kehadiran Tuannya, duduk dengan pandangan hampa ke dinding kaca rumah Sebastian.
__ADS_1
"Eeeheekkk.......eehheeemmmm, " Sebastian berdehem,. Sontak Rico terkejut dan pandangan nya buyar seketika. Dia berdiri menghadap Sebastian "Maaf tua, saya tidak menyadari kedatangan tuan, " Ucap Rico sedikit ciut.
Sebastian hanya duduk dan mengenakan sepatu, tanpa kata apapun.
Rico yang melihat sifat dingin bos nya, selalu merasa serba salah. Tapi Sebastian tak pernah membicarakan apapun tentang apa yang salah.
Setelah selesai memakai sepatu nya, Sebastian berdiri. Rico yang sedari tadi berada di hadapannya menegakkan pandangan nya.
Sebastian pun berjalan menuju pintu utama, Rico hanya menurut saja dari belakang. Mereka berjalan beriringan. Setelah sampai di mobil, Rico membuka pintu untuk tuannya Sebagian segera masuk. Rico pun bergegas, sebelum Sebastian bereaksi.
Mobil berjalan dengan kecepatan sedang menuju perusahaan.
"Hari ini saya akan berkunjung ke kediaman Roberto," Ucap Sebastian tiba-tiba dari belakang.
Rico hanya mengangguk tanda mengerti .
Mobil pun sampai di depan perusahaan. Penjaga membuka pintu mobil Sebastian sambil membungkukkan badan. Sebastian langsung keluar tanpa melihat apa lagi berkata-kata.
Terkecuali Roberto, dia merasa tidak pantas memberi hormat pada keponakannya itu selalu paman.
Sebastian tidak pernah mempermasalahkan tentang pamannya itu. Karena bagi nya Roberto sama seperti orang luar yang hanya mencari keuntungan dari nama besar orang lain.
Sebastian sampai di ruangan nya.Diana yang melihat kedatangan tuannya langsung berdiri " Selamat pagi tuan, " Sapa nya .
Sebastian berhenti. Diana menjadi sedikit gugup "Besok adakan pertemuan dengan para pemegang saham, " Ucap Sebastian dan kemudian masuk kedalam ruangannya.
Diana seketika menghela nafasnya "Hampir jantung ku melompat keluar," Ujar nya berbisik.
Rico yang baru selesai memarkirkan mobil menuju ke atas. Diana kembali berdiri dari duduknya "Selamat pagi pak, " Sapa Diana sembari memandang ke arah Rico.
Rico hanya melirik tanpa menoleh. Diana lebih berani kepada Rico dari pada memandang bosnya . Karena baginya Rico sama sepertinya, orang gaji.
Setelah di dalam ruangan Sebastian "Apa tuan jadi berkunjung kerumah Roberto? " tanya Rico sambil berdiri di depan meja kerja tuannya.
__ADS_1
"Iya, saat ini saya ingin menyelesaikan beberapa file penting. Dan pastikan besok para pemegang saham termasuk Roberto hadir di rapat besok pagi, " Perintah Sebastian.
"Baik lah, " Jawab Rico dan pergi meninggalkan ruangan Sebastian.
Dia berjalan keluar dan menuju ruangannya. Sebagai asisten pribadi. Rico selalu dituntut untuk sigap dan cepat. Dan selalu ada saat di butuhkan.
Sebastian sudah tiga jam lebih didalam ruangannya. Diana!sedikit merasa lebih tenang tanpa harus berulang kali bangkit dan memberi hormat pada bos nya.
Matahari sudah berada di puncak kepala. Saat nya waktu istirahat siang. Sebastian merasa pegal dan meluruskan badannya. Dia menekan sebuah tombol di telepon. Tak berapa lama Rico masuk "Ya tuan, " Ucap Rico.
"Kita berangkat, " Ajak Sebastian.
Rico berjalan menurut dari belakang. Setelah sampai lantai bawah. Mobil Sebastian sudah berada didepan perusahaan. Sebelumnya Rico sudah menghubungi penjaga agar membawa mobil Sebastian kedepan.
Melihat Sebastian dan Rico, panjaga menyerahkan kunci mobil kepada Rico dan membuka pintu belakang untuk Sebastian. Rico segera masuk kedalam mobil dan menjalankan mobil menuju kediaman Roberto.
Sebelum nya didalam mobil. Rico sudah membeli beberapa hadiah untuk sepupunya, yaitu anak Roberto.
Setelah sampai Sebastian masuk kedalam rumah Roberto. Terlihat istri Roberto yang tersenyum hangat menyambut kedatangan ponakan suaminya. Rico memberikan hadiah-hadiah yang mereka bawa tadi kepada Istri Roberto "Terima kasih atas hadiah nya, adikmu pasti suka, " Ujar Istri roberto.
Sebastian tersenyum "Tante, kedatangan saya kesini untuk memberitahukan sesuatu, " Ucap Sebastian.
Istri Roberto sedikit bingung " Apa itu? " Tanya nya penasaran.
Sebastian mengeluarkan beberapa foto Roberto bersama wanita lain yaitu Viola,dan menyerahkan nya kepada Istri Roberto.
Melihat Foto-foto tersebut,istri Roberto menitikkan air mata. Dia tak bisa menahannya "Siapa wanita ini? " Tanya Istri Roberto.
"Dia adalah simpanan paman. Dan dia juga membelikan sebuah rumah mewah di daerah bukit, " jelas Sebastian
"Selama ini dia sudah berbohong pada ku. Dia sering pulang jauh. alam, dan bahkan tidak pulang sama sekali, " Ucap Istri Roberto.
"Tante harus mengambil keputusan, agar tidak ditipu oleh nya, " Rayu Sebastian .
__ADS_1