
Pagi ini,suasana makan sedikit lebih ramai. Karena adanya Edrik yang lebih banyak bicara.
Setelah menikmati makanannya,Sebastian lebih dulu bangkit "Saya berangkat sekarang. Edrik kamu tidak kemana-mana hari ini.?"
"Eemmm...saya masih harus keperusahaan dulu," jawab Edrik.
"Baiklah,saya pergi dulu.!" Sebastian pun pergi.
Tinggal mereka bertiga ,dan hanya Rosse yang tidak bicara sama sekali. "Oma,saya kekamar dulu," ucap Rosse.
"Baiklah," jawab Oma.
Rosse pun pergi meninggalkan mereka bertiga. Edrik yang penasaran dengan Rosse mendekati Oma "Oma,bagaimana ceritanya Sebastian bisa sampai menikah ..?" tanya Edrik.
"Ceritanya panjang.!" jawab Oma.
"Ceritakan sedikit saja ya Oma.?" ucap Edrik merayu.
Oma bercerita awal perjumpaan Sebastian dan Rosse. Edrik mendengarkan dengan seksama. Dia hanya mengangguk-angguk kepala mendengar cerita Oma. "Mereka menikah bukan karena saling cinta." Edrik memperjelas cerita Oma.
Didalam kamar,Rosse merasa ingin tidur kembali. Dengan posisi rebahan,Rosse berusaha memejamkan matanya. Dan akhirnya dia pun tertidur. Hanya terdengar suara nyanyian yang berasal dari ponselnya.
__ADS_1
Hampir jam sepuluh pagi,Edrik yang harus berangkat ke perusahaan segera bersiap-siap.
Setelah bersih dan berpakaian rapi,Edrik pun berangkat dengan membawa mobil sendiri.
Di perusahaan,Sebastian sedang sibuk dengan sebuah pertemuan penting. Mereka membicarakan tentang pembukaan perusahaan cabang yang akan dibangun di negara H. Sebastian ingin membuat perusahaan bertaraf internasional.
Setelah pembahasan yang panjang,akhirnya selesai juga. Hari ini Sebastian ingin pulang kerumah lebih cepat. Dia ingin mengaajak Rosse pergi kesuatu tempat. Sebastian merogoh ponsel nya dari saku celana. Menekan sebuah nomor dan menghubungi nya "Hallo Rico,saya ingin segera pulang kerumah," ucap Sebastian.
Rico yang berada diruangannya,segera turun kebawah. Dan mengalihkan mobil didepan perusahaan dan menunggu. Tak lama Sebastian pun terlihat berjalan dilobi.
Rico segera membuka pintu belakang,Sebastian pun masuk. Rico segera masuk dan bergegas menuju kerumah.
Sesampainya dirumah,Sebastian mencari Rosse. Tidak menemukan nya dirumah,Sebastian mencari kerumah kaca.Disana tidak terlihat siapapun sama sekali. Sebastian akhirnya menuju kamar. Disana terlihat Rosse sedang tidur ditutupi selimut.
Rosse yang tadi nya terlelap ,sekarang terbangun karena sentuhan tangan Sebastian.
"Ada apa tuan,?" tanya Rosse.
"Kamu kenapa,apa kamu sakit?" tanya Sebastian.
"Tidak ruan,saya baik-baik saja..!" jelas Rosse.
__ADS_1
"Kamu bersiap lah,kita akan pergi kesuatu tempat." ucap Sebastian.
Mendengar perkataan suami nya,ada rasa malas ingin bepergian. Dengan tak semangat,Rosse harus bangkit dan segera mandi.
Dia sengaja membawa baju ganti kedalam kamar mandi.Dia tidak mau tubuhnya terekspos kembali didepan Sebastian. Setelah memakai baju,dia pun keluar. Sebastian yang dari tadi menunggu,segera bergantian.
Rosse mengeringkan rambutnya dengan hairdryer. Karena saat ini mereka akan keluar. Rosse keluar dari kamar dan mencari Sonya.
Setelah bertemu "Tolong rias saya,tuan ingin pergi keluar.Saya kesulitan kalau harus berias sendiri." ucap Rosse.
Karena Rosse sudah membawa peralatan makeupnya. Mereka masuk kekamar tamu yang sebelumnya telah kosong,setelah Edrik pergi.
Sonya merias Rosse dengan polesan tipis dan itu terlihat natural. Setelah bagian wajah dan mata,sentuhan terakhir adalah bibir. Rosse meminta agar lipstik nya jangan terlalu mencolok.
Sonya memilih warna nude ,terlihat lebih natural "Sudah selesai nona.Sekarang nona terlihat menarik." ucap Sonya.
"Terima kasih banyak..!" ucap Rosse.
Rosse keluar dari kamar,dia memilih untuk menunggu di teras depan.
Sebastian pun sudah siap dengan ke arifan wajah dan penampilan sempurna nya. "Ayo kita berangkat," ajak Sebastian.
__ADS_1
Tidak lupa Sebastian mengulurkan tangannya dan memegang erat tangan istrinya sampai masuk kedalam mobil. Rico yang dari tadi menunggu meraka turun pun akhrinya lega. Sedari tadi menunggu membuat dia hampir mati kebosanan.