BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 33.


__ADS_3

Sudah dua jam mereka berada didalam mobil. Oma yang menyadari itu keluar dari dalam kamar. Dia mengintip dari sela-sela kaca mobil yang gelap. Melihat Sebastian tertidur didalam mobil dan disebelah nya adalah Rosse. Oma tersenyum, dia begitu senang melihat pemandangan itu. Oma kembali masuk kedalam rumah. Tak ingin mengganggu suasana yang dia harapkan.


Rosse tersentak dan ketika menyadari mobil telah berhenti. Dia mulai gugup, merasa tidak ada suara atau pergerakan. Rosse berusaha membuka pintu mobil. Ternyata terkunci otomatis.Dia menjadi bingung dan masih belum menyadari ada nya Sebastian didalam mobil. Dia kembali berusaha membuka dan mengeluarkan suara keluhan. Suara itu terdengar oleh Sebastian dan membuat nya membuka mata.


“Kamu sudah bangun.? " tanya Sebastian.


Suara Sebastian membuat Rosse terkejut bukan main. Sehingga membuat dia memundurkan tubuhnya ke pintu "Tu.. tuan Sebastian? "


"Iya." jawab nya.


"Maaf tuan, saya ketiduran, " Rosse merasa bersalah bercampur malu.


" Tidak apa-apa, "Balas Sebastian.


" Klik, " Terdengar suara kunci pintu terbuka.


Ketika Rosse ingin keluar, dia tidak menyadari bahwa dia masih mengenakan sabuk pengaman. Rosse tidak bisa menggerakkan tubuhnya . Dan seketika tangan Sebastian sudah menghampiri bagian pinggang Rosse. Itu membuat jantung Rosse berdegup kencang. Sebastian melepaskan jepitan sabuk pengaman nya " Saya sudah lepaskan, "Ucap Sebastian.


Rosse keluar dengan perlahan, Sebastian menyadari Rosse belum terbiasa melangkah dari luar. Apa lagi saat ini dia tidak menggunakan tongkat. Takut menabrak dam membuat cedera. Sebastian memegang tangan Rosse dan menuntun nya menuju kamar " Ini kamar mu. "


" Terima kasih tuan," balas Rosse.


Sebastian menuju meja makan, dia merasa lapar setelah dari sore sampai malam belum mengisi tenaga.


Dia makan sendirian. Dia teringat dengan Rosse yang juga belum makan malam.


" Pak Seno, suruh seseorang mengantar makanan ke kamar Rosse. " Pintar Sebastian.


Pak Seno bergegas menyiapkan makanan untuk Rosse. Memanggilnya pelayanan lain "Kamu antarkan makanan ini kekamar nona Rosse." Minta pak Seno.


Pelayan itu pun pergi ke kamar Rosse " tok.. tok.. tok.. .! "Suara Ketukan pintu.

__ADS_1


Rosse yang tadi nya berbaring kembali duduk "Masuk lah. "


Pelayan itu pun masuk kedalam " Nona, ini makan malam nya." Ujar pelayan.


Mendengar itu bukan suara Sonya " Sonya kemana?" Tanya Rosse.


" Dia ada dibelakang, " Jawab pelayan. " Baiklah nona, saya permisi dulu." pelayan meninggalkan Rosse sendiri.


Rosse mendekat kemeja tempat pelayan meletakkan makanan. Dia meraih piring itu dan memakan nya. Dia sudah dari tadi merasakan lapar.


Setelah selesai makan, Sebastian masuk kedalam kamar nya. Dia masih merasa kantuk. Sehingga ingin kembali menyambung tidur nya yang tertunda tadi. Dia membaring kan tubuhnya. Pandangan nya menerawang ke langit-langit kamar " Ada apa dengan ku. Kenapa hati ku seakan berbeda ketika dekat dengan nya? " Sebastian tertanya-tanya pada dirinya.


Dalam hati nya penuh tanda pertanyaan.Yang dia sendiri pun tidak tahu jawabannya. Lama berfikir dan akhirnya membuat mata nya terlelap juga.


Oma yang berada di dalam kamar tengah berbincang-bincang dengan Asistennya. Sesekali asisten nya menutup mulutnya ,menahan agar tak terlihat sedang menguap. Oma melihat mata asistennya berair dan merah. Oma pun menyadari hari sudah malam. Saat nya untuk tidur dan meneruskan aktifitas besok.


" Kalau kamu sudah mengantuk, pergilah tidur," Perintah Oma.


Oma pun membaringkan tubuhnya,asisten menyarungkan selimut ketubuh Oma " Baik lah Oma, saya pergi kekamar untuk tidur sekarang," Asistennya pun pergi setelah mematikan lampu kamar. Oma pun akhirnya tertidur.


Sementara dikamar Rosse dia belum bisa memejam kan mata. Setelah tertidur beberapa jam membuat mata nya segar.


Untuk menunggu waktu mengantuk nya datang, dia mengambil rajutan nya. Dia merajut ditengah malam . Pak Seno yang sedang melakukan pemeriksaan, melihat lampu kamar Rosse masih menyala. Dia melewati nya dan menuju dapur. Setelah memastikan semua aman. Pak Seno masuk kedalam kamar. Dia berdoa dahulu dan tidur.


Keesokan hari nya, Sebastian bangun lebih awal. Dia harus pergi ke suatu tempat bersama Rico. Dia sudah bersiap-siap dan rapi. Sebastian berjalan keluar dari kamar. Didepan rumah, sudah menunggu Rico , asisten setia nya. Walau kadang merasa jengkel dengan sifat Sebastian.


" Ayo berangkat sekarang," Mereka masuk ke mobil. Tidak seperti biasanya. Hari ini mereka membawa mobil yang sepertinya baru dibeli. Tujuan dari memakai mobil itu adalah untuk mengelabui orang yang beberapa hari ini selalu mengintai nya.


Rico sudah mengetahui, pemilik dari truk yang hampir mencelakai Sebastian.


Mereka menuju ke sebuah gudang yang cukup besar. Ketika sampai disana. Sebastian dan Rico keluar dari mobil. Mereke menyelinap kedalam gudang melalui belakang. Mereka memeriksa setiap sudut dari gudang itu. Mereka melihat seorang laki dan menghampiri nya dengan menodongkan pistol di belakangnya .

__ADS_1


"Jangan ribut, kalau tak ingin mati, " Ucap Rico.


Laki-laki itu gemetaran sekujur tubuhnya "Apa salah saya tuan, " Tanya laki-laki tersebut.


" Siapa yang membawa truk dengan nomor 32** ? " Tanya Rico.


"Vi.. Vinod , " Jawab Lelaki itu.


"Dimana dia? " Tanya Rico.


" Dia sedang tidak ada tuan. Dia belum datang."


Rico menarik kembali pistolnya, tapi dengan posisi tetap mengancam.


"Apa kamu memiliki ciri-ciri Vinod? "tanya Sebastian.


" Saya ada foto nya tuan di ponsel, " Ucap lelaku itu.


Rico merogoh kantong celana nya, dan menyerahkannya pada lelaki itu untuk membuka kunci ponselnya. Dia memeriksa di bagian foto " Ini.. ini orang nya, "Ucap Lelaki itu.


Rico mengirimkan foto lelaki itu ke ponsel nya. Dan kembali memasukkan ponsel laki-laki itu ke dalam sakunya. Setelah mendapat petunjuk, Sebastian dan Rico pergi meninggalkan laki-laki tersebut. Dia masih terlihat takut dan mematung seperti batu.


Mereka kembali masuk kedalam mobil dan berpindah tempat parkir. Mereka memilih parkir didepan pintu masuk gudang , agar mudah untuk mengenali lelaki itu.


Setengah jam sudah mereka menunggu, satu persatu para pekerja berdatangan. Mereka melihat dengan seksama dan pandangan mereka teralihkan dengan lelaki yang berjalan disamping mobil mereka. Lelaki itu mencoba membuka pintu mobil. Dia tidak menyadari bahwa ada orang didalam. Sebastian dan Rico hanya terdiam. Lelaki itu mencoba melihat kedalam mobil,tapi tetap terlihat gelap. Karena merasa tidak ada persiapan, lelaki itu pergi meninggalkan mereka.


Sementara mereka teralihkan oleh lelaki tadi. Target mereka sudah masuk kedalam gudang. Dalam keadaan menunggu, akhirnya truk yang mereka incar keluar dari gudang " Tuan itu truk yang tuan maksud kan, ," Rico menunjuk truk yang sudah berjalan pergi.


"Ayo kita turuti, " perintah Sebastian.


Rico melajukan mobil nya menuruti truk tersebut dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2