BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 31.


__ADS_3

Malam tiba, Sebastian tertidur di sofa yang cukup lebar untuk menjadi tempat tidur. Sementara Sonya tidur di kamar kecil lain nya. Ketika tengah malam, Rossa terbangun, dia merasakan sakit dibeberapa tubuhnya. Ketika akan bangkit dari tidurnya, dia meringis kesakitan. Suara nya terdengar oleh Sebastian dan membuat nya terbangun. Dia bangkit dari tidur nya dan menghampiri Rosse " Kamu sudah bangun. Apa kamu membutuhkan sesuatu? "


"Saya haus, " Jawab Rosse.


Sebastian mengambil air minum dan memberikan nya pada Rosse. Dia meneguk air seperti orang yang sudah berhari-hari tidak minum "Apa kamu mau yang lainnya? " Tanya Sebastian.


"Tidak tuan, sudah cukup." Jawab Rosse sambil merebahkan tubuhnya dan di bantu oleh Sebastian. Sebastian menarik kursi tak jauh dari dia. Dia meletakkan kursi disamping tempat tidur.


"Apa kamu merasa baikan sekarang? " Tanya Sebastian.


" Iya tuan. Saya merasakan sedikit sakit dibagian kepala. "


"Ada jahitan kecil dibagian kepala. Karena kaca melukai nya. Para dokter sudah membersihkan seluruhnya."


Rosse hanya diam, menahan rasa sakit yang sedikit terasa. Sebastian pun tidak banyak bicara. Dia hanya duduk di kursi. Memandangi Rosse yang terlihat lemah. " Kamu tidur lah lagi, agar cepat pulih, " Ucap Sebastian.


" Tuan pun tidur saja,ada Sonya yang bisa menjaga saya, " Pinta Rosse.


"Dia tidur dikamar satu nya lagi. Besok saya tidak masuk kerja.Rico yang akan menggantikan."


"Rosse memiringkan tubuhnya membelakangi Sebastian. Malam itu berlalu dengan tenang. Sebastian kembali tidur di sofa. Dan Rosse sudah terlelap kembali setelah meminum obat yang diberikan oleh dokte.


Esok hari nya. Ketika matahari mulai menyapa, Sebastian masih terbaring, dan Rosse sudah bangun sebelum matahari keluar. Dia duduk dengan posisi menyandar ditempat tidur. Dia kembali teringat dengan permintaan Oma. Dia merasa tidak ada salahnya menerima permintaan itu. Tapi hati nya meragukan Sebastian " Mana mungkin tuan mau dengan wanita seperti saya? " fikir nya .


Dan " Tok.. tok.. tok.. " Terdengar ketukan di pintu. Sebastian tersentak dari tidur nya. setelah mendengar suara ketukan. Dan terbuka lah pintu. Ternyata itu adalah Oma beserta asistennya .


" Oma, pagi-pagi begini sudah datang, " Ujar Sebastian.


Oma mendekat ke arah Rosse "Apa kamu baik-baik saja? " tanya Oma cemas dan memeluk tubuh Rosse.


"Aku baik-baik saja Oma." Jawab Rosse memberi senyuman.


Oma meletakkan sebuah bunga dan sekeranjang buah dimeja " Ini ada buah untuk kamu. "


Rosse mencium bau harum bunga " Apa Oma membawa bunga juga? " Tanya Rosse .


" Ternyata hidung mu begitu tajam." Oma tersenyum dan Rosse ikut tersenyum.

__ADS_1


Sonya yang baru bangun mengetuk pintu " Masuk lah, " Ucap Rosse.


" Maaf nona, saya ketiduran, " Sonya merasa bersalah.


Sebastian kembali memilih untuk merabahkan tubuhnya. Jam tidur yang lama, membuat dia mengantuk.


"Derrtt... deerrtt... d deerrtt, " ponsel Sebastian berdering.


Dia meraih ponsel yang berada di atas meja depan sofa. Itu adalah panggilan dari Rico, dunia usap ponsel " Ada apa? " Tanya Sebastian.


" Maaf tuan mengganggu, hari ini kita kedatangan tamu dari kota H. Mereka ingin berjumpa langsung dengan tuan, "Rico memberitahukan.


Sebastian langsung duduk " Jam berapa mereka sampai? " Sebastian panik.


"Sekitar setengah jam lagi tuan, " Jawa Rico .


Sebastian melirik jam di ponsel nya, hampir jam sembilan pagi. Dia buru-buru bangun dan menghampiri Oma yang sedari tadi memperhatikan nya.


"Oma kesini dengan siapa? " tanya Sebastian.


" Bersama supir, "Jawab Oma.


Asisten Oma pun menelepon supir nya " Tunggu tuan dibawah. "


Sebastian pun pergi meninggalkan para wanita yang berkumpul. Dibawah terlihat supir sudah menunggu. Supir membuka kan pintu dan Sebastian segera masuk . Dia merasa bingung. Pulang kerumah atau langsung ke kantor. Pulang kerumah memakan beberapa menit dan jalan kekantor butuh hampir setengah jam. Di tambah jalanan yang padat karena macet. "Kita ke perusahaan sekarang. " Akhirnya dia memilih untuk langsung ke perusahaan saja. Sampai disana, dia buru-buru masuk kedalam lift yang di khusus kan untuk nya. Begitu sampai diruangan nya. Rico sudah menyambut " Tuan,ini pakaian yang tuan butuhkan, " Memberikan satu set pakaian yang biasa disimpan di kantor untuk keadaan genting .


Sebastian membersihkan diri , setelah selesai dia memakai pakaian nya. Semua dia lakukan serba instan. Ketika memasukkan kancing baju nya " Deerttt... d deerttt... d deerttt.."Getaran Ponsel nya .


"Hallo, "


"Tamu kita sudah sampai dilobi tuan, " Ucap seseorang.


"Baik lah, " Jawab Rico dan menutup ponsel nya.


"Para tamu sudah hampir sampai tuan. "


"Baiklah, ayo kita pergi sekarang, " Ajak Sebastian. Mereka pun keluar untuk menyambut tamu nya.

__ADS_1


Sementara di rumah sakit, Oma dan asisten nya pamit. Mereka sudah tiga jam berada disana. " Baik lah, Oma pamit dulu. Nanti kesini lagi, semoga kamu cepat pulih, " Ucap Oma.


"Terima kasih Oma, sudah mampir kesini. " Rosse memegang lembut tangan Oma.


Mereka pun akhirnya pergi. Hanya tinggal Rosse dan Sonya berdua. Seorang perawat datang membawakan makanan untuk Rosse tak lupa juga untuk Sonya. Mereka seperti berada dirumah sendiri. Sonya merasa senang, karena dilayani oleh perawat. Dan makanan yang mereka berikan adalah makanan yang terbilang mahal untuk orang kecil.


"Nona , makan dulu. Agar nona bertenaga." Sonya menyuapkan Rosse.


" Terima kasih Sonya,"Jawab Rosse.


Rosse menghabiskan makanannya. Setelah memberi makan Rosse. Sekarang giliran Sonya yang mengisi perutnya . Makanan yang diberikan oleh perawat tadi begitu enak di lidah Sonya, sampai-sampai tidak ada yang bersisa.


Rosse merasa tidak betah disana berlama-lama. Dia merasa tubuhnya sudah sembuh. Dia ingin segera cepat pulang. Dia tidak ingin merepotkan orang lain lagi.


" Sonya, saya ingin pulang hari ini juga, " Minta Rosse.


" Tapi nona, dokter belum mengijinkan. Dan lagi tuan akan marah jika nona bersikeras ingin pulang." Nasehat Sonya.


Rosse terlihat lemah ketika mendengar Sebastian. Semua memang harus dengan ijin tuan besar itu . Sonya mengambil handuk kecil dan seember kecil air. Dia membersihkan tangan Rosse perlahan, agar tidak menyakiti luka yang terkena kaca . Setelah selesai dengan tangan. Dia berpindah pada bagian dada dan pung**ng.


"Sonya, " Panggil Rosse .


" Ya nona, " Jawab Sonya.


"Apa saya merepot kan mu? "


"Nona tidak perlu bertanya seperti itu. Saya diupah untuk bekerja, bukan untuk tidur, " Jawab Sonya singkat .


" Kamu tahu Sonya, hal yang aku inginkan dalam hidup ini ? " Tanya Sonya.


" Apa itu nona? " Tanya Sonya balik.


" Aku hanya ingin bisa melihat, agar tidak membebani orang lain lagi. "


Sonya merasakan haru mendengar keinginan Rosse yang agak sulit itu.


" Semoga suatu nanti, nona bisa mendapatkan donor mata, " ucap Sonya menghibur.

__ADS_1


" Hahah. Kalau pun ada donor nya. Belum tentu saya bisa membiayai oprasi nya, "Jelas Rosse.


Seketika Sonya tak menjawab lagi. Karena dia tahu Rosse bukan lah siapa-siapa.


__ADS_2