
Pertemuan dengan para investor sudah selesai. Rico sudah menunggu di restauran yang sudah janjikan. Sebastian tiba diantar oleh supir.
Sebastian menghampiri Rico yang sudah menunggu lama.
"Apa semua baik-baik saja..? " tanya Sebastian.
"Semua sudah beres tuan,mereka tidak akan menemukan jejak kita lagi..!" jawab Rico."Apa kita berangkat sekarang tuan.? " tanyanya.
"Tunggu dulu,saya ingin makan. Tidak sempat sarapan pagi tadi.!" ucap Sebastian.
"Baiklah tuan," Rico memanggil pelayan .
Setelah memesan,pelayanan pun pergi.
Menunggu beberapa menit,pesanan mereka pun tiba. Sebastian menikmati sendiri makanannya. Sedang kan Rico hanya melihat saja.
Menunggu satu jam,Sebastian pun akhirnya bangkit dari tempat duduknya."Ayo kita berangkat..!" pinta Sebastian.
"Baik tuan..!" Rico pun bergerak.
__ADS_1
Diluar supir sudah menunggu dari tadi.Mereka masuk kedalam mobil.
"Pak,kita ke home stay saja..!" pinta Rico dan menjelaskan letak alamatnya.
"Baik tuan..!" jawab supirnya.
Mobil melaju ke tempat tujuan. Setelah sampai disana,mereka masuk kedalam rumah.Sebastian memandang ke sekeliling rumah.Dan dia sangat menyukai rumah itu "Kamu memang bisa di andalkan..!" ucap Sebastian.
Rico membalas tersenyum 'Terima kasih tuan..!" ucap nya.
Malam nya,Sebastian dan Rico istirahat dikamar masing-masing. Sementara Berta kembali ke kediamannya tak jauh dari tempat Sebastian tinggal.
Di negara X,saat ini masih siang. Semenjak sampai disana,Sebastian tidak menghubungi Oma bahkan Rosse istrinya.
Rosse berjalan keluar kamar,dan menghampiri Oma. "Oma,apa Sebastian menghubungimu..? tanya Rosse.
" Dia belum menghubungi Oma sama sekali..!" jawab Oma.
"Apa kita saja yang menghubungi dia?" tanya Rosse.
__ADS_1
"Jangan,saat ini di negara H sedang malam. Mungkin karena perbedaan waktu atau terlalu sibuk. Sehingga dia tidak ingin mengganggu mu atau Oma.." jelas Oma.
Rosse hanya menarik nafas dalam,yang di sampai kan Oma ada betul nya juga. Rosse pun berhenti mengeluh,dia hanya akan menunggu ketika suami nya menghubunginya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Esok hari nya,Sebastian dan Rico mengunjungi sebuah seminar. Disana sudah berkumpul anak-anak muda dan yang lainnya. Hari ini Sebastian bertujuan jadi motivator ,mencontohkan kaum muda yang sukses. Dia di undang oleh salah satu investor nya.
Sebastian masih terbilang muda. Tapi sudah sukses di beberapa bidang,dan bahkan orang berpengaruh dinegri nya.
Pembawa acara memanggil nama Sebastian untuk naik kepodium. Dia bangkit dari duduk nya dan berjalan dengan gagah ke podium. Beberapa orang wanita muda,terpesona dengan ketampanan Sebastian. Dan ditambah kesuksesan menjadi nilai plus-plus.Tidak ada wanita mana pun yang bisa menolak kehadiran nya.
Dengan sangat percaya diri dia menyampaikan kata-kata untuk para kaula muda.Semua orang seperti terhipnotis oleh ucapan nya. Sehingga tidak ada satu suara pun yang terdengar kecuali hanya suaranya.
Setelah panjang lebar,akhirnya Sebastian selesai. Dia pun turun dari podium.
Pembawa acara pun kembali ke podium "Terima kasih kami ucapkan pada tuan Sebastian atas partisipasinya. Untuk selanjutnya,kita akan panggil kan seorang wanita yang terbilang sukses. Mari kita persilahkan Nona Ayana Ellison." ucap pembawa acara.
Mendengar nama Ayana Ellison. Seketika Sebastian mencari kesekitar orang yang duduk. Berdiri lah seorang wanita cantik dengan pakaian yang modis dan mahal. Terlihat dia bukan wanita biasa.
__ADS_1
Sebastian mengalihkan pandangan nya pada wanita yang berdiri tersebut. Mata nya terbuka lebar,tak percaya dengan apa yang dia lihat. Itu adalah Ayana,mantan kekasihnya dulu. Orang yang bisa membuat jantungnya berdegup kencang.
Ayana berjalan menuju podium,dia tersenyum manis pada semua orang yang ada disana. Sebastian terheran melihatnya,dan kembali duduk. Pandangan Ayana tertuju pada Sebastian. Seketika mata mereka saling memandang. Dan senyum yang Ayana lemparkan itu seperti terkhusus untuk Sebastian.