BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 79.


__ADS_3

Pesawat yang di naiki Sebastian,sudah mendarat di negara H. Disaat turun,sebuah mobil sedan sedang menunggu. Seorang lelaki paruh baya menghampiri nya "Silahkan tuan," mempersilahkan Sebastian untuk masuk kedalam mobil.


Sebastian masuk ,mobil pun berangkat. Lelaki paruh baya itu adalah supir yang akan membawa Sebastian kemana pun dia pergi.


Saat ini,tujuan awal Sebastian adalah pergi ke hotel H yang sebelum nya sudah dipesan. Dia ingin beristirahat ,karena beberapa jam lagi ada pertemuan dengan para investor perusahaan yang akan di bangun di negara tersebut.


Di pesawat lain,Rico masih dengan perasaan ragu. Tidak sedikit pun dia bisa memejamkan mata. Bagi nya keselamatan Sebastian adalah hal utama dalam pekerjaannya. Ditambah lagi,dunia yang dia jalani sebastian penuh dengan berbagai musuh dan saingan.


Di negara H ,hari hampir pagi. Pesawat yang ditumpangi Rico sudah tiba mendarat dengan selamat. Semua penumpang keluar dari pesawat.


Setelah melewati pintu pemeriksaan,Rico segera mencari taksi. Sebuah taksi melintas,Rico memberhentikan taksi tersebut. Setelah masuk,taksi pun berangkat.


Rico mengetahui dimana Sebastian menginap. Karena mereka bukan pertama kali kenegara H ini. Rico membuat pesanan satu buah kamar untuk nya. Dan tidak jauh dari kamar Sebastian.

__ADS_1


Setelah menerima kunci,Rico segera menuju kamarnya. Ketika sampai disana,dia memasukkan barang bawaan nya. Dan pergi lagi ke kamar Rico.


Dia tiba didepan pintu kamar Sebastian dan menekan bel pintu.


Bel pertama tidak direspon. Kembali menekan bel lagi "Klik.." suara pintu terbuka. Dan Sebastian muncul dengan wajah baru bangun tidur. "Tuan.." sapa Rico.


Sebastian terkejut dengan kehadiran Rico "Sejak kapan kamu ada disini..?" tanya Sebastian.


"Saya baru tiba,langsung kemari. Ingin memastikan tuan benar-benar aman..!" ucap Rico.


Rico masuk pun masuk,dia melihat sekeliling. Tidak menemukan hal yang mencurigakan. Kecurigaan nya tak putus sampai disitu. Dia menelisik di sekeliling ruangan. Di antara tumpukan buku dan bunga,dia melihat sebauh benda yang mencurigakan.Rico mengambil benda kecil itu,ternyata itu adalah kamera kecil yang seperti nya sengaja di letakkan "Tuan,lihat ini..!" ucap Rico.


Sebastian mendekat dan mengambil benda itu. Wajahnya seketika berubah "Biarkan saja benda ini disana. Kita akan mencari tahu siapa yang melakukan ini..! "

__ADS_1


Rico kembali menelusuri ruangan itu,dibawah kerusi dan dia mengetuk tembok kamar. Sebuah tembok dengan suara yang agak lantang. Dia mencurigai dengan tembok yang di tutupi wallpaper itu. Rico membuka wallpaper itu dan menemukan sebuah hal yang mengejutkan. Sebuah bom yang ditanam didinding ,dia mengeluarkan bom itu,dan menuruti wayar pada bom itu. Ternyata berhubungan dengan lampu tidur yang berada dimeja. Ketika lampu dinyalakan,maka otomatis bom akan meledak dengan sendirinya.


"Tuan,kamar ini tak aman untuk tuan. Ada baik nya tuan pindah hotel saja saat ini juga," pinta Rico.


Mendengar penjelasan Rico,Sebastian merasa ada benarnya juga.


Dia segera mengemas barang-barang nya. "Tuan keluar tidak usah membawa barang-barang itu. Saya yang akan membawanya. " ucap Rico.


"Baiklah," jawab Sebastian.


"Tuan harus bersikap biasa saja,tidak perlu melakukan apa pun pada hotel ini. Karena mereka pasti sudah bekerja sama..!" Rico mengingatkan.


Sebastian segera mandi dan berganti pakaian. Dia terlihat biasa saja. Dan memang pagi ini dia ada pertemuan dengan beberapa orang penting di negeri H.

__ADS_1


Rico yang sebelum nya sudah memesan kamar,tidak menempatinya sama sekali. Dia menghubungi teman lama nya yang masih satu kewarganegaraan dengan nya "Tolong bantu saya,mencari sebuah home stay." minta Rico.


"Baiklah," sebuah jawaban dari seberang telepon dan panggilan pun berakhir.


__ADS_2