
Sudah satu minggu lebih mereka berlibur di pulau pribadi tersebut,saatnya mereka kembali kerumah.
Dan anak-anak juga sudah cukup puas selama disana. "Hari ini kita akan kembali kerumah..!" ajak Rosse.
"Iya ma..!" jawab anak-anak.
"Barang-barang kalian sudah di bawa kqn..?" Rosse mengingatkan.
"Sudah ma,tidak ada lagi yang tinggal..!" ucap Elsa.
"Baiklah anak-anak,ayo kita ke kapal..!" ajak Sebastian.
Mereka pun akhirnya meninggalkan pulau tersebut "Pa,kapan lagi bisa berkunjung ke sini..?" tanya Adam.
"Kapan saja kamu mau..!" jawab Sebastian .
Mereka sudah sampai di dermaga,Adam,Elsa,Sebastian dan Rosse turun dari kapal tersebut. Tak jauh ,dua buah mobil sudah menunggu. Anak-anak masuk lebih dulu,disusul oleh Sebastian. Ketika Rosse akan masuk,sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabrak nya. Sehingga membuat tubuh Rosse terpental. Anak-anak menjerit melihat kejadian yang tak terduga didepan mata mereka. Sebastian segera keluar dari mobil. Matanya merah,keringatnya menyucur,tubuh nya bergetar. Dia tak percaya dengan apa yang terjadi. Cepat-cepat dia perintah kan para penjaga untuk memanggil ambulan.
Dia angkat kepala Rosse yang sudah tidak sadarkan diri. Darah segar mengalir dari belakang kepala nya. Melihat darah itu,tak sadar Sebastian menangis sehingga air mata membasahi pipi nya.
Sepuluh menit berlalu,ambulanc pun datang. Petugas medis melakukan pertolongan pertama,dan mengangkut nya kedalam ambulance. Sebastian ikut bersama ambulance tersebut.
__ADS_1
"Bawa anak-anak pulang. Dan jangan sampai Oma tahu masalah ini.." perintah Sebastian kepada supir nya.
"Baik tuan..!" jawab Supir.
"Anak-anak,kalian ikut paman supir kembali kerumah. Papa akan menemani mama,tapi papa harap kalian jangan cerita kejadian ini kepada Oma..!" ucap Sebastian.
"Baik pa..!" jawab kedua anak nya sambil menangis.
Mereka pun menurut pada perkataan papa nya. Ambulanc pun berangkat,sementara anak-anaknya kembali kerumah.
"Kak,bagaimana dengan mama.Apa mama akan baik-baik saja.?" rengek Elsa pada Adam.
Adam terlihat sedikit tenang,agar adiknya tidak bersedih "Mama akan baik-baik saja. Karena ada papa..!" jawab Adam.
Penjaga yang bersama mereka mendekat "Tuan dan nona masih ada urusan diluar nyonya..!" jawab nya .
"Bagaimana liburan nya,apa cicit Oma bersenang-senang..?" tanya Oma.
"Kami bersenang-senang disana Oma." jawab Adam lebih dulu sebelum Elsa.
"Baiklah Oma,kami kekamar dulu. " ucap Adam.
__ADS_1
"Baiklah,kalian istirahat saja..!"
Mereka berdua meninggalkan Oma bersama asisten nya yang setia menemani.
Didalam kamar,Elsa kembali menangis. Tapi adam dengan tenang memujuk dan bahka mengusap air mata adik kesayangan nya tersebut.
"Jangan menangis lagi,kalau Oma dengar. Bisa-bisa Oma terkena serangan jantung..!" nasehat Adam.
Sebisa mungkin Elsa menahan suaranya agar tidak terdengar oleh Oma.
Sementara di rumah sakit,pihak medis melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan Rosse. Sebastian masih menunggu diluar dengan harapan yang tak pasti. Seorang dokter keluar dari dalam ruang IGD dan menghampiri nya "Tuan,pasien kehilangan banyak darah. Kami membutuhkan transfusi darah sekarang juga." ucap Dokter.
"Apa rumah sakit ini tidak memiliki stok darah..?" tanya Sebastian.
"Maaf tuan,kami kehabisan." jawab Dokter.
Sebastian semakin panik "Baiklah dokter,darah ku dengan nya sama. Ambil darah ku saja.." ucap Sebastian.
"Kami masih membutuhkan banyak tuan. Kalau dari tuan seorang,mungkin tidak mencukupi..!" jelas dokter.
"Ku mohon dokter,siapa pun disini yang sudi mendonorkan darah nya. Saya akan bayar berapa pun." ucap Sebastian.
__ADS_1
Dokter kembali masuk kedalam ruangan IGD. Tenyata salah seorang dokter memiliki golongan darah yang sama. Dia setuju untuk memberikan darahnya.