
Dijalan, Rico melihat sebuah restoran yang menyajikan masakan khas Thailand. Sebelumnya dia belum pernah mencoba masakan itu. Dia memutar mobil untuk mencari parkir. Setelah mendapatkan tempat. Dia pun berjalan masuk kedalam restoran. Dari pintu sudah tercium aroma masakan yang terasa enak. Rico duduk di sebelah dinding yang menghadap ke jalan. Dan tak jauh dari pintu.
Dia memesan makanan spesial nya yaitu Tom yam. Dia ingin merasakan cita rasa ala Thailand. Menunggu beberapa saat, pesanan nya telah tiba. Pramusaji memindahkan makanan dari nampan ke atas meja. Mencium aroma nya sudah membuat selera terbuka. Rico mulai mengisi piringnya dengan berbagai lauk. Dia mencicipi setiap pesannya yang dia buat. Dan dia menyukai semua nya , makanan itu memang terasa asing bagi nya . Tapi tak menghilangkan selera nya untuk menikmati. Dia memasukkan ke mulut nya sesendok demi sesendok. Sampai lah pada suapan terakhir. Perutnya sudah terisi penuh.Rico merasa kekenyangan, dia menyandarkan tubuhnya kebelakang. Dia terduduk lama di kursi nya, tanpa ditemani siapa pun. Bagi Rico sudah biasa, makan tanpa teman.
Dari balik kaca, dari sebrang jalan dia melihat sosok wanita yang berjalan sendiri sedang mengusap pipinya. Semakin dekat, jelas terlihat itu adalah Diana. Dia terlihat seperti habis menangis. Rico hanya memandangi saja. Dari belakang, ada sebuah mobil yang berjalan menuruti Diana.
Mobil tersebut menyalip dari bagian depan, seketika Diana menghentikan langkah nya. Keluar lah seorang pria dari dalam mobil. Dia menarik tangan Diana dengan paksa agar masuk kedalam mobil.
Diana melawan pria tersebut,mereka terlihat ribut. Rico hanya memandangi dari balik kaca. Diana terus berontak, sampai ketika pria tersebut melayangkan tamparan ke wajah Diana. Pemandangan itu membuat Rico berdiri. Dia pergi menuju kasir dan membayar pesanan nya. Setelah selesai dia berjalan keluar. Disana masih terlihat mereka ribut. Dan beberapa orang melihat mereka tanpa melerai. Rico yang tak puas melihat saja, akhirnya mendekat "Diana, ada apa ini? " Tanya Rico mengalihkan perhatian.
"Tuan, " Ucap Diana sedikit kaget dengan kehadiran Rico.
"Siapa laki-laki ini? Tanya pria yang didepan Rico. " "Ternyata kamu sudah memiliki pria lain dibelakangku, " Ucap laki-laki itu.
Rico yang tak mengerti dengan masalah mereka , berusaha ingin menjelaskan "Maaf, anda keliru dengan saya, " Ucap Rico.
Laki-laki itu tanpa memberi waktu pada Rico untuk menjelaskan langsung menghantam wajah nya. Rico terdorong oleh pukulan pria tersebut.
Diana berteriak kaget, karena Rico menjadi korban dari pertengkaran dia dan teman pria nya. Rico menyeka pinggir bibirnya yang mengeluarkan darah.
Ketika Rico masih berusaha menahan sabar nya, pria didepan nya kembali ingin melayangkan tangannya. Rico menyadarinya dan bergerak menghindar. Tapi pukulan itu mengenai Diana yang berada di samping kanannya.
Sontak Diana terjungkal ke aspal. Rico tak sempat menangkapnya.
Rico membantu Diana berdiri. Wajah Diana terlihat merah lebam akibat pukulan laki-laki tersebut.
Rico menjadi sangat marah melihat kekerasan terhadap wanita. Tanpa ia sadari, kepalan tangan nya mendarat di pipi pria tersebut.
Membuat nya terpental kebelakang. Belum luas dengan itu, Rico menendang bagian perutnya. Pria itu pun terjatuh ke aspal. Rico masih ingin memukulnya. Sebelum tangannya sampai , Diana menahan tangan Rico.
__ADS_1
" Tidak tuan , biarkan saja dia."Pinta Diana.
Rico menurunkan kepalan tangannya.Orang-orang yang melihat kejadian itu mulai pergi meninggalkan mereka.
Diana melihat luka di bibir Rico, dia mengambil tisu dan berusaha untuk membersihkan darah yang tertinggal. Tak sempat, Rico sudah menahan tangan Diana lebih dulu.
Dia berjalan meninggalkan Diana, sedangkan pria tadi sudah pergi merasa kalah.
Diana menuruti langkah Rico dari belakang. Dia kembali masuk kedalam restoran dan menuju toilet. Rico membersihkan lukanya dengan air.
Setelah selesai, Rico keluar dan di depan pintu terlihat Diana yang masih menunggu nya.
Dia berjalan tanpa menghiraukan Diana " Tuan.. tuan tidak apa-apa kan. Apa kita kerumah sakit saja? " Tanya Diana merasa bersalah.
" Tidak usah hiraukan saya, kamu yang harus pergi kedokter," ucap Rico dan berjalan keluar.
" Ya sudah, baik kamu pulang kerumah. Kalau pria itu datang lagi,saya tidak akan ikut campur masalah kalian, " Rico terus berjalan. Diana hanya menuruti langkah panjang nya.
"Kami sudah tidak ada hubungan lagi. Kalau dia berani sekali lagi, saya akan melaporkannya," Jawab Diana.
Dari penjelasan Diana, Rico jadi mengetahui bahwa mereka adalah pasangan kekasih. Rico sampai diparkiran, dia segera masuk, tapi Diana tanpa persetujuan dari Rico langsung masuk dan duduk di sebelahnya.
Rico hanya bisa melihat tanpa berkata "Tuan marah dengan saya? " Tanya Diana.
"Saya tidak marah dengan mu,dan saya sudah tak mau tahu dengan masalah asmara kalian, " Jawab Rico.
Diana terdiam mendengar perkataan Rico. Matanya mulai berkaca-kaca ingin menangis. Rico jadi serba salah "Sebenarnya kamu mau apa. Masalah kamu sudah selesai, tapi kamu masih menuruti saya? " Tanya Rico.
Diana menarik nafas panjang " Saya hanya memastikan bahwa tuan tidak apa-apa. Tapi sifat tuan seakan-akan kita tidak mengenal, "jawab Diana.
__ADS_1
" Saya malas banyak bicara, saya sudah tidak mau ikut campur dengan masalah orang lain. Ini yang terjadi, " Rico menunjuk bibirnya yang bengkak.
Diana ingin tertawa melihat bibir Rico yang bengkak sebelah, seperti di gigit lebah.
Melihat ekspresi Diana yang hampir tak bisa menahan tawa.Dia pun hampir tertawa melihat Diana yang masih menahan tawanya.
"Apa yang kamu tertawakan? " Tanya Rico.
"Tidak ada tuan, " Jawab Diana masih membuang wajahnya.
" Kamu menertawai saya ya? " Rico kembali bertanya.
"Tidak tuan, " Saya hanya menahan sakit perut.
Rico mulai menghidupkan mesin mobil dan pergi meninggalkan restoran.
Dijalan mereka berdua saling bisu satu sama lain.
"Dimana rumah mu ? " Tanya Rico.
" Jalan lurus saja, nanti di persimpangan belok kanan,"jawab Diana.
Mobil terus melaju. Di persimpangan mobil berbelok ke kanan "Saya berhenti disini saja tuan, " Pintar Diana.
Mobil pun berhenti, Diana membuka pintu dan keluar dari mobil. Belum sempat mengucapkan Terima kasih. Rico sudah dulu menarik gas. Diana hanya melihat dari kejauhan sampai mobil itu menghilang di ujung jalan.
Diana berjalan masuk rumah. Dia merasakan sakit pipi kirinya.
Sesampainya dirumah, Rico mengambil es untuk mengkompres luka di bibirnya "Wanita itu memang merepotkan, " Ucap nya. Setelah selesai, dia pun memutuskan untuk mandi. Kejadian tadi membuat dia berkeringat. Setelah selesai mandi, dia memilih untuk tidur. Lelah setelah seharian bekerja. Menjadi asisten dari Sebastian itu memang harus kuat mental. Bukan hanya sekedar tenaga.
__ADS_1