BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 09.


__ADS_3

Viola memeluk mesra Sebastian "Mau kah kamu menjadi pacarku?" Sebastian berbisik ditelinga Viola.


Mata Viola terbelalak, dia seakan tak percaya dengan mata Sebastian. Laki2 idaman para kaum hawa.


Sebastian mengedipkan matanya. Viola semakin terpancing ingin memiliki Sebastian.


Rico yang sedari tadi diam2 mengambil foto saat Viola memeluk Sebastian.


Foto itu akan menjadi langkah pertama bagi Sebastian untuk menghancurkan Roberto.


Viola bermanja-manja dengan Sebastian "Tuan, apakah kau ingin melewatkan malam ini hanya dengan duduk seperti ini? " Rayu Viola.


Sebastian tersenyum sinis "Tidak untuk malam ini. Saya masih merasa lelah setelah bekerja seharian. Sekarang saya hanya ingin melihat keindahan wajahmu, " Rayu Sebastian memegang dagu Viola.


Viola memanyunkan bibirnya, merasa kurang lengkap rasanya tanpa adegan panas "Tuan, apakah aku tidak menarik. Sehingga tidak menggugah seleramu? " Tanya Viola lembut dengan nada memaksa.


Sebastian merasa sedikit risih dengan situasi saat ini "Bagaimana kalau kita ke hotel, "Ajak Sebastian.


Viola tersenyum kegirangan, dia ingin menunjukkan pada Sebastian. Bahwa dia wanita yang pantas diranjang. Agar Sebastian semakin tertarik padanya.


Sebastian bangkit dari duduk nya dan mengulurkan tangan ke arah Viola. Ukuran tangannya di sambut oleh Viola yang terlihat berbunga2 dan segera berdiri.


Tangan mereka bergandengan keluar dari dalam ruang club.


Rico menuruti mereka dari belakang. Rico membuka pintu mobil bagian belakang, Sebastian dan Viola masuk. Rico kembali menutup pintunya. Rico menghidupkan mesin, dan menuju sebuah hotel.


Hotel itu adalah milik Sebastian. Sebastian dan Viola masuk kedalam hotel. Sebastian melepaskan tangan Viola. Dan bergegas ke meja resepsionis meminta sebuah kamar. Resepsionis yang bertugas sedikit gugup, melihat tuannya ada disana. Dia memberikan sebuah kunci.


Sebastian menghampiri Viola dan memberikan kunci kamarnya "Tunggu saya di atas, " Bisikan Sebastian.


Viola merasa hatinya ingin melompat keluar. Merasa berhasil merayu Sebastian.


Sebastian kembali menemui Rico "Rico beli kan saya beberapa barang, " Dan berbisik kepada Rico.

__ADS_1


Rico hanya mengangguk. Dia pun segera berlalu meninggalkan tuannya. Rico menghubungi temannya dan meminta temannya untuk menyediakan apa yang dibutuhkan tuannya itu.


Rico sampai ditempat yang di janjikan temannya itu. Memberikan sebuah plastik berisi sebuah alat suntik dan bius.


Rico menerimanya dan segera pergi kembali ke hotel. Disana terlihat Sebastian masih menunggu di sebuah sofa.


Rico menghampiri nya "Ini yang tuan inginkan tadi " Ucap Rico menyerahkan bungkusan plastik hitam.


Sebastian mengambil plastik itu dan membawanya kedalam kamar hotel.


Sebastian berada didepan pintu "Tok.. tok.. tok, " Mengetuk pintu.


Viola yang sudah tidak sabar membuka pintu. Dia hanya memakai pakaian dalam saja. Dan memperlihatkan tubuh seksinya. Yang pasti akan memancing setiap mata lelaki yang melihat.


Sebastian masuk, dia menyembunyikan plastik hitam tadi di belakang bajunya "Kamu mandi lah dulu.Setelah itu kita akan melakukan pemanasan," Rayu Sebastian menyentuh pipi Viola.


Viola semakin berhasrat setiap Sebastian menyentuhnya. Dia pun bergegas masuk kedalam kamar mandi.


Sebastian menghampiri pintu dan membukanya. Ternyata seorang pelayanan yang mengantarkan minuman dan beberapa kudapan.


Pelayan meletakkan minuman diatas meja. Sebastian memberi kan sejumlah uang kepada pelayan. Pelayan pun pergi meninggalkan kamar tersebut.


Sebastian membuka sebotol minuman anggur merah tadi. Dia menuangkan ke gelas yang masih kosong. Tak lupa dia menitiskan beberapa obat yang diberikan oleh Rico asistennya. Setelah merasa cukup, dia kembali menyembunyikan plastik hitam tadi.


Viola yang sudah selesai, keluar dari kamar mandi. Rambutnya basah dan tubuhnya hanya di balut handuk sebatas lutut.


Dia mencoba menggoda Sebastian, dengan tiap sentuhan.


Setiap sentuhan yang dilakukan oleh Viola membuat Sebastian jijik. Karena ingin menjalankan rencana. Dia harus sebaik mungkin agar terlihat natural.


Sebastian memberikan segelas anggur merah "Ini untuk wanita idaman ku, " Rayu Sebastian.


Viola menerima gelas itu "Terima kasih, " ucap nya dengan nada manja.

__ADS_1


Sebastian menggoyang -goyangkan gelasnya, sembari meminumnya seteguk demi seteguk.


Viola sudah menghabiskan minuman didalam gelasnya. Setelah beberapa menit dia merasa seperti lelah dan ingin tidur.


Dia sudah terlihat sempoyongan. Sebastian mencoba memegang bahunya agar tidak jatuh ke lantai. Sebastian membaringkan tubuh Viola di ranjang.


Dia membuka sedikit bagian dada Viola dan mengambil beberapa gambar.


Setelah merasa cukup,Sebastian pergi meninggalkan kamar hotel tersebut.


Ketika dimeja resepsionis "Bila nanti wanita yang didalam kamar sudah bangun. Berikan dia ini, " pinta Sebastian kepada petugas sembari menyerahkan tas kecil.


"Baik tuan, " jawab petugas resepsionis.


Sebastian pun melangkah pergi keluar hotel. Rico yang sedari tadi sudah menunggu bersiap2 setelah melihat kehadiran tuannya. Dia membuka pintu mobil, Sebastian langsung masuk kedalam.


Rico pun pergi meninggalkan lokasi hotel. Mereka kembali kekediaman Sebastian.


Sebastian yang dari tadi menahan rasa jijik, membuka pakaian dan membuangnya ke tempat sampah. Dia masuk kekamar mandi dan merendamkan tubuhnya.


Seumur hidupnya, baru ini ada wanita yang menyentuh tubuhnya setelah Rosse yang menyelamatkannya waktu itu. Dan juga wanita lainnya pada masa dahulu.


Sebastian yang sudah selesai mandi, mengeringkan tubuhnya. Dia sudah berpakaian dan menuju ruang kerjanya. Dia mengeluarkan ponsel dan melihat kembali foto yang sudah dia ambil sebelumnya.Dia merasa tak ingin melihat wajah wanita itu ada di dalam ponselnya. Sebastian mengirim foto-foto itu ke ponsel Rico.


Rico yang sudah berada dj apartemennya melihat isi pesan yang masuk. Dia sedikit bingung dengan foto yang dikirimkan oleh Sebastian. Karena pesan hanya gambar tanpa kata. Rico membiarkan tanpa menghapusnya. Rico yang merasa lelah, lebih memilih untuk merebahkan tubuhnya yang sudah cukup letih, setelah menuruti semua perintah Sebastian yang tak masuk akal.


Bagi Rico pemandangan hari ini adalah sesuatu yang langka. Dia merasa ingin tertawa atas apa yang direncanakan oleh tuannya itu. Dia sudah bisa menebak, saat wanita j*l*n* itu menyentuh tubuhnya. Ingin rasanya tuannya itu menghukumnya atas kelancangannya. Rico kembali melihat foto yang sebelumnya dia sudah ambil dan dia kirim kepada Sebastian. Foto-foto itu tidak satu pun yang dia hapus,walau beberapa di antaranya sudah dikirim ke ponsel Sebastian.


Dia tidak pernah menyimpan foto di ponselnya satu pun juga.


Sejak kepergian orang tuanya, Sebastian banyak berubah . Yang dulunya ceria dan suka berteman. Sekarang lebih memilih untuk tidak banyak bicara dan membatasi kehidupan didunia luar. Dia seperti trauma pasca kecelakaan orang tuanya dimasa lalu.


Semenjak itu sifatnya berubah dingin, dan tidak peduli pada kehidupan orang lain. Dan sangat sensitif disaat dia tersinggung. Semua bisa dia lakukan untuk membalaskan rasa sakit hatinya. Termasuk pada keluarga nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2