BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 32.


__ADS_3

Sudah jam empat sore. Sebastian terlihat sibuk dengan tamu nya. Sesekali dia melirik jam di tangan nya. Hari ini dia ingin cepat pulang , melihat kondisi Rosse. Tapi pertemuan itu belum menunjukkan tanda -tanda akan selesai.


Dia menyandar malas di kursi. Rico yang berdiri disamping nya melihat kegelisahan tuannya. Dia tahu, dalam hati Sebastian ada rasa yang dia sendiri tak menyadarinya.


Terus menggoyang kan kaki nya , membuat Sebastian sedikit lebih tenang.


Akhirnya jam lima , kesepakatan pun didapat. Mereka bersalaman tanda setuju kedua belah pihak. Sebastian mengantarkan para tamu ke hotel milik keluarga Leman. Setelah merasa semua beres, dia buru-buru membawa mobil dan meninggalkan Rico sendiri.


Ketika Rico akan memanggil tuan nya, ternyata sudah tidak ada di tempat. Rico kembali ke kantor. Dengan menaiki taksi. Berjalan ke ruangan kerja Sebastian, tapi tidak menemukan nya. Hanya ada Diana yang memandangi dia dengan tatapan bingung. Rico merasa bingung kemana pergi nya. Dengan berat hati akhirnya dia bertanya pada Diana "Apakah tuan Sebastian kembali kesini? "


" Tuan tidak kembali lagi, setelah mengantarkan tamu tadi. "


Rico pun pergi kembali ke bawah. Dia raih ponsel dan menghubungi Sebastian.Tapi telepon itu tidak berjawab.


" Mungkin tuan kembali ke rumah sakit." Fikirnya.


Rico memanggil taksi. Dia memilih untuk pulang lebih cepat. Di dalam taksi dia merasa hari ini terasa panjang. Pertemuan tadi tidak mengeluarkan tenaga. Tapi berdiri lama, membuat kaki nya terasa terasa pegal.


Rico akhirnya sampai dirumah, dia melemparkan tubuh lelah nya ke atas tempat tidur nya yang terasa nyaman.


Sebastian yang masih dijalan menuju pulang kerumah, dia ingin mandi dirumah dan berganti pakaian. Ketika mendapati simpang , dia terkejut dengan kehadiran truk yang tiba-tiba berlawanan arah. Dia membanting setir kekiri, sehingga dia terperosok ketepi dan melewati pembatas jalan. Dia menoleh kebelakang melihat truk tersebut. Truk itu terus berjalan dan menambah kecepatan nya. Hati Sebastian merasa ini bukan kebetulan. Dia kembali mengemudi kan mobil menuju ke jalan. Di sepanjang perjalanan, dia kefikiran dengan truk tadi. Di jalan tadi tidak ada kamera atau apapun yang bisa di jadikan alat untuk pembuktian.


Akhirnya sampai juga di rumah. Sebastian menuju kamar nya dan masih shock dengan kejadian tadi. Dia ambil ponsel nya dan menghubungi Rico.


"Rico, tolong cek nomor plat yang saya kirimkan, " Pintar Sebastian.


" Baik tuan." Jawab Rico.

__ADS_1


Setelah menghubungi Rico , Sebastian pun mandi. Dia ingin mengunjungi Rosse dirumah sakit.


Setelah dia selesai berpakaian, Sebastian pun keluar dari kamar. Ketika melewati ruang keluarga "Tuan, " Panggil neneknya.


Sebastian menoleh "Ya nek, " Jawab nya.


"Apa kamu baik-baik saja? " Tanya nenek.


" Tian baik-baik saja Oma, "


" Hati Oma merasa tidak tenang,. Takut terjadi sesuatu pada cucu Oma, " Ucap Oma seperti mempunyai firasat.


"Apa Oma mengetahui tentang kejadian tadi? Tapi tak mungkin, " Fikir Sebastian.


"Tian tidak apa-apa Oma. Tidak udah khawatir, nanti jantung Oma kambuh lagi. " Sebastian menenangkan Oma nya.


"Baiklah, titip salam dengan nya. Oma tidak bisa kesana, " Balas Oma.


" Baiklah Oma, Tian pergi dulu. "


" Hati-hati dijalan sayang. "


Sebastian melangkah keluar . Dia menukar mobil yang dia pakai sore tadi. Takut kalau-kalau sudah ada seseorang yang memata-matai dia. Mobil pun keluar dari halaman. Dia melaju menuju rumah sakit. Tak lupa dia tetap memperhatikan setiap gerak yang mencurigakan dari belakang. Sampai kah dia di rumah sakit. Ternyata tidak ada sesuatu yang mencurigakan. Sebelum masuk, Sebastian melihat kekiri dan kekanan. Memastikan tidak apa-apa yang mencurigakan.


Setelah memastikan, dia pun masuk menuju rumah sakit . Dia berjalan menuju ruangan Rosse. Terlihat Sonya berkemas-kemas barang. " Kenapa semua barang nya di masukkan dalam tas? " Tanya Sebastian heran.


" Ini... anu tuan . Nona Rosse ingin cepat pulang." Jawab Sonya takut.

__ADS_1


" Apa dokter sudah memperbolehkan dia pulang?" Tanya Sebastian.


" Tadi nona Rosse sudah bertanya pada dokter. Mereka bilang, tanya sama tuan Sebastian. "


" Apa kamu sudah merasa baikan? "Tanya Sebastian kepada Rosse.


" Saya sudah merasa baikan tuan, bahkan tidak merasakan sakit sama sekali," Jawab Rosse.


Sebastian menjadi bingung, tapi dia merasa lebih baik Rosse berada dirumah. Karena lama dirumah sakit, dia takut bila suatu saat musuh nya akan memanfaatkan keadaan Rosse.


" Baiklah, saya akan bertanya pada dokter." Sebastian mengambil ponsel nya dan menghubungi dokter Johan " Hallo dok, apakah Rosse sudah boleh pulang? " Tanya nya pada dokter.


" Dia sudah baikan. Hanya bagian yang dijahit harus dijaga dan dibersihkan, agar tidak infeksi . " jawab Dokter Johan.


Sebastian menutup telepon nya " Baiklah, kita bisa pergi sekarang, "Ucap sebastian.


Rosse tersenyum mendengar perkataan Sebastian.


Sonya membawa semua barang-barang mereka. Rosse didorong dengan menggunakan kursi roda. Tak lupa dokter Johan menyertai kepergian mereka. Sebelum Sebastian masuk ke mobil, dokter Johan mendekatkan wajahnya ke samping kiri Sebastian "Apakah wanita ini spesial untuk mu? " Bisikan dokter Johan.


" Kamu dokter penggosip," Ujar Sebastian dan masuk kemobil.


Dokter Johan tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaan nya. Sebastian melakukan mobil nya. Di jalan Rosse tidak banyak bicara. Sebastian sesekali melirik ke kanan nya. Rosse menyandarkan kepalanya kekaca mobil. Melihat itu Sebastian perlahan-lahan membuka kaca mobil. Rosse merasakan angin yang masuk begitu menyegarkan. Rambut Rosse yang panjang dj tiup oleh angin. Sehingga tergerai kebelakang,sehingga menambah Poin kecantikan Rosse yang tersembunyi. Sonya yang berada di bangku belakang sudah tertidur oleh tiupan angin tersebut.


Tiupan angin membuat mata Rosse semakin sayu dia merasa kan kantuk. Dan akhirnya dia pun tertidur. Sebastian kembali menutup kaca mobil. Sebastian menghentikan mobil ditepi jalan dan memperbaiki posisi kepala Rosse. Mobil kembali berjalan. Malam ini mejadi rekord untuk Sebastian menjadi supir. Sekian lama mengemudi mobil, ini adalah kali pertama bagi nya menjadi supir untuk wanita yang saat ini bukan siapa-siapa bagi nya.


Ketika mobil memasuki halaman rumah nya, penjaga menghampiri. Ketika akan membuka pintu mobil bagian depan. Sebastian memberi isyarat dengan jari telunjuknya. Sebastian hanya mengisyaratkan mata ke arah belakang mobil. Penjaga pun mengerti, dia membuka pintu bagian belakang dan membangunkan Sonya. Ketika Sonya terbangun dan ingin bicara. Pak penjaga langsung membekap mulut Sonya. Sonya terkejut,dan melihat Sebastian mengisyaratkan jari di bibir. Dia langsung menutup mulut. Dan pelan-pelan keluar dari mobil. Sonya tertidur begitu lelap. Sehingga tidak menyadari suara-suara dan gerakan kecil. Sebastian menunggu sampai dia terbangun. Tapi tetap menghidupkan mobil.

__ADS_1


__ADS_2